
Alma tersenyum menatap Alvan yang sudau h berganti pakaian dengan jas kantornya , ia merasa suaminya itu semakin tampan dari hari ke hari membuat ia jadi semakin menyayangi lelaki di hadapannya itu .
" Kenapa senyum senyum ?" Tanya Alvan mengusap rambut Istrinya itu dengan sayang .
" Alma senang karena mas semakin hari semakin tampan dan Alma juga semakin mencintai mas . " Ucap Alma tak berbohong , Alvan terkekeh pelan di ciumnya pipi istrinya lembut .
" Kamu juga cantik sayang cantik sekali ." Puji Alvan membuat Alma memanyunkan bibirnya .
" Mas bohong ...Alma kan tambah gendut bukan tambah cantik . " Ucap gadis itu kesal , Alvan kembali mencium gemas pipi istrinya itu .
" Kamu gendut karena sedang mengandung saya nanti juga tidak gendut lagi kalau sudah melahirkan . " Ucap Alvan tersenyum .
" Kalau alma masih gendut apa mas akan meninggalkan Alma dan memelih wanita lain yang lebih cantik dari Alma ?" Tanya Alma pada suaminya itu .
" Tidak akan Alma ...untuk apa aku melihat kecantikan yang aku cintai itu cuma kamu dan selamanya tetap kamu sayang . " Ucap Alvan pada isterinya itu .
" Mas ini , sudah sini Alma pasangin dasinya . " Ucap Alma yang pipinya sudah memerah akibat omongan Alvan tadi , wanita itu mengambil alih dasi di tangan Alvan dan mulai memakai kan nya di leher suaminya itu .
" Sudah selesai mas . " Ucap Alma tersenyum senang .
" Terimakasih sayang " ucap Alvan mencium bibir istrinya itu dan ********** perlahan .
Tok tok tok ...
Suara pintu membuat aktivitas mereka terhenti , Alma berjalan membuka pintu kamarnya dan ia begitu terkejut melihat Nadira sudah berada di pintu kamar miliknya dan Alvan .
" Ada apa mbak?" Tanya Alma tak lupa memberikan senyum untuk gadis di hadapannya itu .
" Semua sudah pada nunggu kalian buat sarapan bersama . " Ucap Nadira memberitahu wanita hamil di hadapannya itu seraya sesekali ia melihat kedalam kamar melihat Alvan yang sibuk menyisir rambutnya . Alma yang mengetahui Nadira curi curi pandang pada suaminya pun menjadi kesal .
" Ya sudah mbak pergi dulu biar nanti kami nyusul mbak . " Ucap alma mengusir wanita itu dari pandangan nya , Nadira berusaha tersenyum kemudian ia pergi dari depan kamar Alma itu dan kembali ke meja makan .
" Ini tas nya mas " ucap Alma menyerahkan tas kantor milik suaminya itu ket tangan lelaki itu .
" Terimakasih cinta ku ." Ucap Alvan kembali mencium pipi Alma sayang .
" Sudah yuk mas semua sudah pada nunggu di meja makan tadi Alma udah buat sup daging kesukaan nenek ." Ucap Alma pada suaminya itu .
__ADS_1
" Kamu ingin mengambil hati nenek ?" Tanya Alvan tersenyum .
" Iya ...aku harap nenek mau menerima dan memakan makanan yang Alma buat . " Ucap Alma was was kalau kalau nenek Alvan tak menyukai masakan yang ia buat .
" Tenang saja nenek pasti menyukainya " ucap Alvan menarim tangan istrinya itu keluar dari kamar nya dan berjalan menuju meja makan .
" Maaf Alvan buat kalian menunggu . " Ucap Alvan menarik kursi untuk Alma duduki .
" Tak apa Van sini duduk di samping nenek . " Ucap Ningsih menepuk bangku sampingnya yang tak jauh dari bangku nadira .
" Tak usah Alvan di sini saja biar Alma gak kesusahan ngambil nasi buat Alvan . " Tolak Alvan halus .
" Gak papa mas di sini saja biar Nadira yang Ambil kan lauk dan nasi untuk mas " ucap gadis itu tersenyum manis .
" Helo loe pikir loe siapa . " Batin Luna kesal melihat tingkah ular di samping nya itu .
" Tak usah saya lebih suka nasi yang diambilkan oleh istri saya . " Ucap Alvan membuat Nadira tertohok begitu pula dengan Ningsih , kemudian Alvan duduk di samping istrinya itu dan tersenyum padanya . Alma segera melayani suaminya itu makan .
" Mas mau nasi banyak apa sedikit ?" Tanya Alma pada suaminya itu .
" Sedikit saja sayang . " Ucap Alvan membuat Alma segera mengambilkan nasi dan lauk Pauk nya untuk suaminya itu .
" Mama ini makan sub buatan Alma ...Alma loh yang khusus masak ini buat mama ." Ucap Medina mengambikan sub buatan mantunya untuk wanita tua di hadapannya itu , Ningsih ingin menolak sup itu namun ia tak berani karena dewa menatap nya sedari tadi jadi ia hanya bisa menerima sup itu dengan terpaksa .
Ia mulai menyuapkan sup itu kedalam mulutnya yang langsung ia semburkan ke bawah lantai , sup itu sangat asin di mulutnya membuat ia ingin muntah . Semua orang menatap Ningsih dengan terkejut.
" Kamu ingin membuat darah tinggi saya kumat ya Alma ...kamu sengaja ya memasak sup dengan asin seperti itu . " Ucap Ningsih membanting sendok yang sedari tadi ia pegang .
" Asin ...mana mungkin itu asin , Alma sudah mencicipi nya tadi nek dan tak asin sama sekali ia kan ma?" Tanya Alma pada Medina .
" Iya masak asin sih, tadi aku juga mencicipi rasanya oke oke saja tak asin sama sekali . " Ucap Medina penasaran , kemudian wanita itu menyuap kan sup kedalam mulutnya dan ia langsung memejamkan matanya erat sup itu begitu asin berbeda dari tadi yang ia rasakan .
" Alma sayang apa kamu menambahkan garam lagi kemasakan kamu ?" Tanya Medina dengan lembut .
" Tidak ma ...mas Alma sama sekali tak menambahkan garam tambahan ke sup itu mas , alma tak mengerti kenapa sup itu berubah asin . " Ucap Alma berlinang air mata menatap Alvan .
" Mas tau sayang sudah jangan menangis . " Ucap Alvan mengusap air mata istrinya itu lembut .
__ADS_1
" Kalau kamu tak memasukan garam itu lalu siapa apa garam itu jalan sendiri ke masakan mu ." Ucap Ningsih ketus .
Luna tak tahan mendengar nya kuping nya serasa panas melihat Kakak iparnya di pojokan seperti itu .
" Kalau mbak alma gak masukin garam itu berarti ada yang sengaja memasukan nya ...iya kan mbak Nadira. " Ucap Luna membela kakak iparnya itu , Nadira nampak kikuk dengan omongan Luna tadi ia menatap Ningsih yang saat ini tengah menatap nya juga .
" Aku mana tau Luna mungkin Alma lupa memasukkan garam itu lagi kemasakan nya kan tak ada yang tau . " Ucap Nadira bersilat lidah .
" Sudah sudah tak baik ribut di meja makan ...makan saja apa yang ada . " Ucap dewa menengahi dan tak ada yang berani membantahnya termasuk Ningsih .
" Semuanya makan saja ikan gurame asam manis buatan nadaira ini enak kok tak asin juga. " Ucap Nadira menekan kata asin dari perkataan nya
.
" Iya makan saja masakan Nadira , sekarang ketahuan kan mana yang pinter masak mana yang enggak . " Ucap Ningsih mengejek Alma .Alma menundukkan kepalanya sedih .
" Luna tak nafsu makan Luna makan di luar saja . " Ucap Luna berdiri dan pergi dari tempat itu ia tak Sudi makan makanan yang di buat Nadira .
" Medina masih kenyang makan nya nanti saja . " Ucap Medina ikut menyusul Luna pergi dari sana .
" Kak Alvan ini makanan kesukaan kakak Loh waktu kecil kakak tak mau memakan nya , Nadira sudah repot repot loh masakin ini untuk kakak . " Ucap Nadira menyodorkan ikan di hadapan Lelaki itu .
" Ambil saja mas ,.alma tak apa apa dari pada mas makan masakan Alma yang asin itu . " Ucap Alma tak ingin suami nya memakan masakan yang tak layak di makan itu .
" Maaf Nadira tapi saya lebih menghargai istri saya jadi saya lebih memilih memakan sup ini dari pada ikan itu . " Ucap Alvan membuat Nadira kesal dan marah ia tak menyangka Alvan begitu mencintai Alma hingga rela memakan sup yang asin itu .
" Tapi ...itu sangat asin mas ." Ucap Alma menatap suaminya itu .
" Tak apa... Ada gula di samping mas sup ini jadi tak asin lagi . " Ucap Alvan memakan sup buatan istrinya itu dengan lahab hingga tak tersisa , Alma sungguh terharu dengan apa yang dilakukan suaminya itu , ia memeluk suaminya itu erat ...Alvan tersenyum dan mencium kening Alma pelan sedangkan Nadira yang melihat kemesraan itu pun semakin terbakar ia langsung pergi dari meja makan itu di ikuti Ningsih di belakang nya .
...
..
...
....lanjut besok ya ...
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VAF DAN HADIAH YA
DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI PARA AUTHOR.