
Alma saat ini tengah bersandar di bahu suaminya menikmati cahaya bulan di kursi yang tersedia di balkon kamarnya , malam itu nampak sepi hanya cahaya bulan yang terang menyilaukan matanya .
" Bulan nya sangat indah ya mas , " ucap Alma pada suaminya itu , Alvan tersenyum dan berbisik di telinga istrinya itu perlahan .
" Lebih indah kamu sayang ...bisik Alvan yang mampu membuat Alma merinding hingga ia tak bisa duduk diam di pangkuan suaminya itu .
" Diamlah Alma kamu akan membangunkan nya jika terus terusan bergerak seperti itu . " Ucap Alvan memperingati istrinya itu ,Alma seketika diam tak lagi berani berkutik sedikit pun di pangkuan suaminya itu .
Alvan mengusap perut Alma perlahan , ia sungguh tak menyangka di perut istrinya itu kini tumbuh buah hatinya bersama sang istri .
" Aku berharap dia tumbuh dengan sehat di dalam sini . " Ucap Alvan mengusap usap perut istrinya itu .
" Amiin mas , mas ingin anak kita . Cewek atau cowok ?" Tanya Alma pada suaminya itu , Alvan tersenyum mendengar pertanyaan istrinya itu di usapnya rambut Alma sayang .
" Cewek atau pun cowok mas tak mempermasalahkan nya yang penting ibu dan bayi nya sehat saja mas sudah seneng . " Ucap Alvan memeluk istrinya itu dari belakang , Alvan mulai usil , lelaki itu menciumi leher Alma yang membuat Alma kegelian .
" Mas ..." Ucap Alma kesal .
" Mas pengen sayang , udah beberapa hari ini mas gak kamu kasih jatah . " Ucap Alvan memasang muka memelasnya .
" Emang nya boleh ya mas berhubungan badan saat hamil muda ?" Tanya Alma pada suaminya itu .
" Boleh boleh saja , siapa yang tak memperbolehkan . " Ucap Alvan yang sudah tak tahan lagi , ia kembali menciumi leher Alma , membuat Alma mendesah keenakan , lalu ciuman itu berpindah kebibir nya.
Alvan ******* bibir istrinya perlahan semakin lama ciuman itu semakin panas saja tangan Alvan pun tak tinggal diam , lelaki itu meremas buah dada milik istrinya dari balik bajunya baru saja Alvan melepaskan ciuman nya dan ingin berbuat lebih Alma sudah membuatnya terkejut terlebih dahulu.
Istri nya itu muntah di baju nya , ingin marah namun istrinya tak sengaja jadi ia hanya bisa tersenyum menatap istrinya itu .
" Maaf mas ...aku mual lagi . " Ucap Alma sedih , wanita itu kini menundukkan kepalanya , ia takut Alvan akan marah dan memarahi dirinya .
Melihat itu Alvan langsung mengarahkan muka Alma berhadapan dengan mukanya , di tatap nya sang istri dengan penuh cinta .
" Gapapa sayang kamu juga tidak sengaja melakukannya kan , jangan bersedih seperti itu . Mas gak marah kok ini kan bisa di bersihkan di kamar mandi nanti . " Ucap Alvan dengan nada yang lembut , Alma yang mendengar nya pun merasa bersyukur karena Alvan tak marah padanya gara gara ia muntah di baju lelaki itu .
" Seperti nya anak papa , gak mau ya papa ganggu mama . " Ucap Alvan mengusap perut Alma gemas .
" Maaf ya ...mas , Alma sudah merusak suasana . "Ucap Alma masih merasa bersalah pada suaminya itu .
" Tak apa sayang , sudahlah ayo masuk disini dingin . " Ucap Alvan langsung membopong istrinya itu masuk ke dalam kamar dan ditidurkan nya sang istri di kasur empuk milik mereka berdua .
" Mas bersihkan ini dulu ya ..." Pamit Alvan pada istrinya itu seraya di kecupnya kening istrinya itu perlahan . Alvan pun pergi memasuki kamar mandi , Alma hanya menatap kepergian suaminya itu dengan lesu .
Tak berapa lama Alvan datang dengan telanjang dada , lelaki itu langsung berbaring di samping istrinya itu . Alma yang melihat suaminya tak memakai baju pun masih saja malu ,.wanita itu menutup mukanya sendiri dengan kedua tangan nya .
__ADS_1
" Masih saja malu kamu itu ..." Ucap Alvan gemas , lelaki itu menyingkir kan tangan Alma dari wajah nya , kini ia bisa melihat wajah istrinya yang bersemu merah , melihat itu Alvan pun menjadi semakin gemas dicubitnya hidung Alma pelan .
" Ih ...mas sakit ." Ucap Alma mengusap usap hidungnya itu .
" Mari kita lanjutkan yang tadi ..." Ucap Alvan mengedipkan matanya ,Alma tersenyum melihat tingkah suaminya itu tapi ia juga tak menolak permintaan suaminya , wanita itu hanya mengangguk menyetujui permintaan suaminya itu .
Alvan menarik selimut sampai menutuppi dirinya dan Alma , mereka pun melakukan kewajiban nya sebagai suami istri di balik selimut tebal yang saat ini tengah berada di atas kepala mereka .
..
..
" Ardan keluar kamu ..." Ucap Iren menggedir gedor kamar Vivi , bukanya menantu sialan nya malah anak nya Vivi yang keluar dan itu semakin membuat Iren marah
" Ada apa sih ma teriak teriak ..." Ucap Vivi pada ibunya itu .
" Kamu tau apa yang dilakukan suami mu itu Vi , dia telah menggadaikan rumah mama dengan meminjam kepada dekolektor sebesar 100.000 juta . " Ucap Iren dengan nada tinggi .
" Mama sabar ...dulu ma ..." Ucap Vivi tak ingin ibunya itu memarahi suaminya .
Ia begitu mencintai suaminya itu sampai sampai ia buta dan tak memperdulikan sikap suaminya itu yang telah berbuat sesuka hati nya .
" Sabar ada batas nya Vi ...mama sudah tak kuat lagi , sekarang bagaimana cara kita melunasi nya uang segitu bukan mudah di dapat , apa lagi usaha toko kue kamu sedang dalam keadaan seperti ini . " Ucap Iren bingung harus berbuat apa ...semua hancur gara gara menantu sialan nya itu .
" Ck ...ini pasti gara gara mama ketemu Alma kemarin di rumah sakit , mama jadi sial sekarang , mama gak rela lihat Alma bahagia bergelimang harta sedangkan kita terkena masalah seperti ini . Mama harus cari cara untuk menghancurkan keluarga Alma yang baru mama gak ridho lihat alma lebih kaya dan lebih sukses di bandingkan mama sekarang . " Ucap Iren kesal .
Vivi terdiam Sebenarnya wanita itu merasa bersalah pada mantan kakak iparnya itu , ia merasa apa yang menmpa ia dan keluarganya itu akibat perbuatannya dan ibunya pada mantan kakak iparnya dulu .
Namun ia juga tak mampu mencegah ibunya itu , ia terlalu takut jika ibunya mengusir duanya dari rumah jadi ia setuju saja dengan apa yang akan di rencanakan ibunya itu pada mantan kakak iparnya .
Sementara itu Luna terbangun di tengah malam, ia meminum segelas air di meja samping tempat tidurnya , di lihatnya handphone yang menujukan pukul 11 ia teringat bahwa di jam segini Rayhan pasti sudah pulang dari rumah sakit tempat ia bekerja , Luna langsung saja menghubungi kekasih nya itu karena ia merasa sulit baginya untuk tertidur kembali .
" Hay ...sedang apa Hany ..." Tanya Luna yang
melihat Rayhan masih memakai jas dokter nya .
" Baru pulang sayang , ini baru aja masuk kamar . " Ucap Rayhan memperlihatkan ruangan kamarnya pada kekasihnya itu .
" Kakak dengar kamu tadi habis berdebat sama mama soal pernikahan kita dan akhirnya kamu setuju dan mengalah .kakak gak nyangka kamu secepat itu untuk setuju kakak kira kamu akan menolak nya terus sampai mereka sependapat dengan mu . " Ucap Rayhan seraya meletakan jas dokter nya kedalam lemari setelah menggantung nya terlebih dahulu .
" Mereka memaksa ya akhirnya Luna setuju saja tapi dengan satu syarat ." Ucap Luna yang membuat Rayhan menatap calon istrinya itu dengan dahi berkerut .
" Apa ...?" Tanya Rayhan penasaran .
__ADS_1
" Kak Alvan harus nyanyi di pernikahan kita . " Ucap Luna membuat Rayhan tertawa .Luna yang melihat ekspresi calon suaminya itu pun jadi kesal .
" Kenapa kakak ketawa ..." Ucap Luna memanyunkan bibirnya .
" Jangan monyong monyong bibirnya nanti kakak cium kamu . Lagi pula permintaan kamu itu aneh aneh aja mana mau kakak kamu melakukan itu , gengsinya kan sanagat besar. Aku yakin kakak mu itu pasti menolak nya. " Ucap rayhan menghentikan tawanya.
" Awalnya memang menolak tapi akhirnya ..kak Alvan setuju ." Ucap Luna membuat Rayhan mentap nya tak percaya pada apa yang di katakan calon istrinya itu .
" Beneran kakak kamu setuju ?" Tanya Rayhan memastikan bahwa Luna tak sedang bercanda .
" Memang nya muka Luna ini kurang serius Hany...." Ucap Luna jutek , Rayhan yang mendengar nya pun tersenyum ,lelaki itu menyadarkan kepalanya di dinding .
" Kakak lelah ya ?" Tanya Luna pada calon suaminya itu .
" Iya ...banyak sekali pasien yang datang tadi ..." Ucap Rayhan mentap Luna tersenyum .
" Tapi lelah kakak terobati dengan melihat wajah kamu ..." Ucap Rayhan yang membuat pipi Luna bersemu merah ...
" Dasar gombal aja terus." Ucap Luna salah tingkah . Rayhan tersenyum melihat nya.
" Sudah dulu ya sayang mas capek mau istirahat besok mas ada jadwal pagi soalnya . " Pamit Rayhan pada calon istrinya itu .
" Iya ... Tutup gih Telvon nya . " Ucap Luna yang mengerti kesibukan kekasihnya itu .
" Kamu dulu saja yang tutup .." ucap rayhan tersenyum .
" Kamu hany...." Ucap Luna menahan senyum nya ...
" Kamu saja sayang...." Ucap rayhan masih kekeh tak mau menutup Telvon nya .
" Ayolah ...katanya mau istirahat ." Ucap Luna pada Rayhan , Rayhan tersenyum dan mendekatkan bibirnya di handphone nya dan mengecup kamera handphone nya perlahan .
" Selamat malam sayang , hari ini aku masih mengecup kamera handphone ku saat kamu sudah menjadi istri ku aku akan mencium mu secara langsung . " Ucap Rayhan membuat Luna malu malu , kemudian Rayhan menutup telpon itu. Ia merasa akan tidur dengan nyenyak karena sudah melihat wajah Luna sebelum ia tidur ...
...
..
..
mesra sekali mereka ya ,lanjut besok lagi jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya ..
DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI PARA AUTHOR.
__ADS_1