Cinta Seorang Janda Lumpuh

Cinta Seorang Janda Lumpuh
episode 92


__ADS_3

Alvan mematikan Video tersebut saat semuanya sudah jeals , lelaki itu menatap Alma yang masih terdiam tak berkomentar sama sekali mungkin karena wanita itu masih terkejut dengan apa yang dilihatnya .


" Mas sudah menjelaskan dan membuktikan semampu mas dengan kamu sayang , sekarang terserah kamu mau bagaimana kamu boleh memarahi ku membenci ku ataupun menamparku aku ikhlas asalkan kamu tak mencoba pergi dariku ...aku tak akan ikhlas menerima nya dan aku tak akan sanggup hidup tanpa kamu dan anak kita . " Ucap Alvan meraih tangan istrinya itu dan menggenggam nya erat .


" Alma. ...em Alma belum bisa memaafkan mas sepenuhnya meskipun mas tak bersalah Alma sedikit kecewa karena mas tak menolak permintaan nenek dan pergi dari tempat itu segera padahal Alma dari awal sudah mewaniti wanti mas untuk tak pulang larut dan mas sudah berjanji pada Alma akan hal itu , tapi mas tak menepati nya sama sekali mas takut mengecewakan nenek tapi mas telah mengecewakan istri mas sendiri . Andaikan mas menuruti apa kata Alma mungkin semua ini tak akan terjadi mas ..." Ucap Alma menatap suaminya itu sendu ...ia tak membenci suami nya itu tapi ia kecewa akan sikap suaminya yang lebih mementingkan perasaan neneknya dari pada perasaan nya .


" Mas tau ..mas salah Alma, mas juga merasa selama ini mas kurang tegas pada nenek yang jelas jelas mau merusak rumah tangga kita .Mas minta maaf Alma mas memang bukan suami yang baik wajar saja jika kamu sulit memaafkan mas , tapi mas mohon jangan tinggalkan mas . Kasian anak ini jika harus terpisah dengan orang tuanya dan aku juga tak akan bisa hidup tanpa kamu dan anak dalam kandungan mu ini . " Ucap Alvan mengusap perut Alma pelan .


" Siapa yang mau meninggalkan mas ..Alma tak akan melakukan itu mas tapi mungkin Alma akan sulit memaafkan mas itu saja , Alma akan tetap berada di samping mas karena mas tak menghianati Alma ...tapi jika mas benar benar mengkhianati alma ..Alma tak peduli lagi dengan atau tanpa seizin mas Alma akan pergi karena Alma tak kuat melihat mas bersama wanita lain . " Ucap Alma memanyunkan bibirnya . Alvan tersenyum melihat itu , ia mencium bibi istrinya itu pelan .


" Mas ngapain cium Alma ..Alma masih belum memaafkan mas ." Ucap Alma pada istrinya itu .


" Oke oke ...kamu marah sama mas silakan sayang mas tak akan melarang mu asalkan kamu masih setia menemani mas sampai mas tua nanti Alma ..." Ucap Alvan membuat alma ingin tersenyum namun wanita itu menahan nya karena ia masih belum memaafkan lelaki di samping nya itu.


" Aku lapar mas ..." Ucap Alma sudah tak bisa menahan lapar nya lagi tangan nya pun sudah mulai gemetar . Alvan yang mendengar itu dari mulut istri nya pun langsung tersenyum .


" Mas ambilkan makan ya ..." Ucap Alvan pad istrinya itu , Alma hanya mengangguk saja menyetujui tawaran suaminya itu . Lelaki itu berjalan meninggalkan Alma di kamar nya sendiri .


" Kenapa mbak Nadira begitu tega memfitnah mas Alvan .." ucap Alma pada dirinya sendiri .


" Di meja makan ada makanan apa ma?" Tanya Alvan pada mama nya yang tengah sibuk membuat kue di dapur .


" Buat siapa Van ...buat kamu ya kan kamu belum sarapan tadi pagi . " Ucap Medina pada anak nya itu .

__ADS_1


" Bukan tapi buat Alma ma ..." Ucap Alvan tersenyum .


" Ya ampun pasti Alma sangat kelaparan Van , sebentar mama ambilkan lauk dulu tadi mama taruh lauk nya di laci dapur . " Ucap medina membuka laci dapur nya dan mengeluarkan makanan yang tersisa .


" Maaf ya Van...hanya ada makanan sisa atau mama masakin baru lagi buat kalian berdua ?" Tanya medina pada anaknya itu .


" Tak apa ma...mama kan lagi buat kue lagi pula alma sudah tak bisa menahan rasa laparnya . " Ucap Alvan mengambil beberapa lauk dan nasi kedalam piring di tangan nya setelah itu lelaki itu berlalu pergi menuju kamar nya .


". Ini makanlah sayang ..." Ucap Alvan meletakan piring itu di hadapan istrinya , Alma Hanya diam dan memakan makanan itu hingga habis tak tersisa .


" Ini minum dulu . " Ucap Alvan memberikan segelas air pada istrinya itu , Alma mengambil air itu dan meminumnya perlahan.


" Kamu pasti sangat menderita tadi malam ..." Ucap Alvan mengusap rambut Istrinya itu pelan lelaki itu merasa iba denga istri nya karena pasti istrinya itu menahan lapar dari tadi malam dan terus berjalan tanpa tujuan yang pasti .


Alma yang melihat nya pun merasa tersentuh padahal ia belum mengatakan jika kakinya pegal akibat ia terlalu lama berjalan tapi Alvan sudah tau tanpa ia memberitahu lelaki itu .


" Bagaimana enak ?" Tanya Alvan pada istrinya itu .


" Lumayan ." Jawab Alma masih memperhatikan Alvan yang begitu perhatian padanya tanpa terasa ia meneteskan air matanya ia merasa bersalah karena belum bisa memaafkan suaminya itu . Padahal suaminya itu begitu perhatian pada dirinya .


" Kanapa kamu menangis ..apa mas memijat mu terlalau kuat sayang ?" Tanya Alvian khawatir lelaki itu beralih posisi duduk di samping istrinya itu dan mengusap pipi istrinya itu perlahan .


" Tidak mas Alma hanya merasa bersalah karena mas begitu perhatian paad Alma tapi Alma sama sekali belum bisa memaafkan mas sepenuhnya . " Ucap Alma menunduk kan kepalanya sedih .

__ADS_1


" Mas tak apa Alma ...mas tak mempermasalahkan soal itu yang penting kamh bahagia itu sudah cukup untuk mas ." Ucap alvan mengusap rambut Alma sayang .


" Lalu bagaimana dengan nenek dan mbak Nadira apa mereka akan tetus tinggal di rumah ini mas .?" Tanya Alma takut jika kejadian seperti ini akan terulang lagi , ia belum siap jika itu benar Benar terjadi .


" Nenek ku itu hanya takut dengan papa ku Alma ...jadi kamu tenang saja papa akan membantu kita menyelesaikan semuanya . " Ucap Alvan memeluk tubuh istrinya itu erat .


" Mas bau sekali pasti mas tak mandi semalam . " Ucap Alma menutup hidung nya dan mendorong suaminya itu perlahan .


" Mas memang belum mandi sayang karena mas kebingungan mencari kamu kemana mana." Ucap Alvan tak mengelak tuduhan Alma terhadap nya .


" Ya sudah sana mas mandi dulu ..Alma gak suka cium bau badan mas . " Ucap Alma memarahi Alvan , Alvan tersenyum lelaki itu bangkit dari duduknya dan menuruti kemauan istrinya itu ia berjalan meraih baju miliknya di lemari , kemudian ia kembali mendekati Alma dan mencium kening istrinya itu pelan .


" Tunggu di sini jangan kabur lagi ya...mas serasa ingin mata saat tak kunjung menemukan mu tadi malam . " Ucap Alvan mengusap rambut alma perlahan , Alma hanya mengangguk kan kepalanya pelan . Setelah itu ia melihat Alvan berjalan menuju kamar mandi dan menghilang di balik pintu kayu itu .


...


...


..


Sampai sini dulu ...ya besok di lanjutkan lagi ..


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VAF DAN HADIAH YA

__ADS_1


DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI PARA AUTHOR.


__ADS_2