
Lihat mas dia mirip sekali dengan Alma , Alvan tak ada yang di bawa sama sekali . " Ucap Medina terkekeh geli melihat bayi dalam gendongan nya tak mirip sama sekali dengan Alvan .
" Seperti nya mama senang sekali kalau anak Alvan gak mirip dengan Alvan sama sekali . " Ucap Alvan kesal .
" Maaf Van tapi memang anak mu ini mirip dengan Alma bahkan papa pun mengakuinya iya kan mas ?" Tanya Medina pada suaminya itu .
" Iya ...tapi yang penting anak ini sehat dan Alma pun juga sehat . Tapi papa benar benar penasaran Van , bagaimana kamu bisa datang kesini katanya kamu mau menghadiri meeting penting ke luar negeri ?." Tanya dewa penasaran .
" Meeting nya di tunda sampai lusa pa . Untung saja meetingnya di tunda kalau tidak pasti aku disana sudah mati karena terlalu menghawatirkan Alma dan anak ku . Lagipula kenapa mama dan papa tak Menelvon dan mengabari Alvan kalau Alma mau melahirkan ?" Tanya Alvan menatap tajam ibunya itu .
" istri mu tak mengizinkan nya Zan ia takut kamu khawatir dan tak jadi pergi keluar negeri . " Ucap Medina menjelaskan.
" benar begitu sayang ?" Tanya Alvan pada istrinya itu .
"Maaf mas ..."ucap Alma menunduk ia tak berani menatap wajah suaminya itu.
" Ya sudah tak apa lainkali jangan lakukan lagi ya , bagaimana pun mas ini suami kamu sayang sepenting apa pun pekerjaan mas tetap saja kamu harus memberitahu mas kalau terjadi apa apa dengan mu . " Ucap Alvan menasehati istrinya itu .
" Iya mas .Alma tak akan mengulangi nya lagi . " Ucap Alma tersenyum senang karena Alvan mau memaafkan dirinya .
" Luna kenapa kamu diam saja dari tadi kamu gak mau gendong ponakan mu ?" Tanya Medina pada anaknya yang sedari tadi diam melamun di sofa ruangan Alma di rawat .
"Luna hanya takut ma ...Mbak Alma tadi kesakitan banget waktu mau melahirkan Luna gak bisa bayangin bagaimana nanti jika Luna melahirkan apa akan kesakitan seperti itu apa tidak ." Ucap Luna pada ibunya itu .
" Luna Luna yang namanya melahirkan itu tentu saja sakit nak .Kamu jangan takut seperti itu lagi pula suami mu itu dokter kandungan luna dia pasti akan menemani dan membantu mu bersalin. " Ucap Medina pada anaknya itu .
" Tetap saja Luna takut ma ...kalau terjadi apa apa sama Luna bagaimana , meskipun kak Rayhan itu dokter tetap saya Luna khawatir . " ucap gadis itu memanyunkan bibirnya .
" Gak baik ngomong seperti itu Luna lagi pula kamu melahirkan nya masih lama jadi tak usah di pikiran dulu . " ucap dewa menasehati anak nya itu . Luna hanya diam saja dan kembali menundukkan kepalanya .
" Permisi saya harus memeriksa kondisi pasien . " Ucap Rayhan yang baru saja datang dengan jas dokter nya .
" Iya dokter silakan . " Ucap Medina mempersilakan menantunya itu untuk memeriksa Alma .
__ADS_1
" Tekanan darah normal dan semuanya juga baik , jika terus seperti ini mbak Alma boleh pulang satu Minggu lagi . " Ucap Rayhan setelah memeriksa kondisi Alma .
" Tapi dokter jahitan saya sedikit nyeri . " Ucap Alma pada Rayhan . Rayhan melirik Alvan ia takut jika kakak ipar nya itu marah saat Rayhan melihat perut istrinya itu .
" Apakah boleh saya lihat pak Alvan ?" Tanya Rayhan pada kakak iparnya itu . Alvan berdecak tak suka namun ia tak ada pilihan lain jadi ia hanya bisa mengangguk kan kepalanya pelan .
" Permisi ya mbak . " Ucap Rayhan sopan lelaki itu mulai memeriksa perut Alma.
" Tak ada masalah .Mbak hanya perlu meminum obat pereda nyeri yang sudah suster berikan tadi ." Ucap Rayhan setelah memeriksa Alma .
" Terimakasih dokter . " Ucap Alma tersenyum , Rayhan hanya mengangguk pelan kemudian lelaki itu melirik Luna yang kembali melamun . Ia mengerutkan dahinya bingung ada apa dengan istrinya itu .
Lelaki itu menghampiri istrinya dan duduk di sebelah nya .
" Apa wanita hamil ini juga membutuhkan pemeriksaan ?" Tanya Rayhan berbisik di telinga istrinya itu membuat Luna terkejut . Dan langsung menatap suaminya itu dengan bingung .
" Kakak sejak kapan disini ?" Tanya istrinya itu pada Rayhan .
" Sudah dari tadi dan kamu terus melamun sampai sampai tak tau kalau kakak datang , ada apa kenapa kamu melamun ?" Tanya rayhan mengusap tangan istrinya itu lembut .
" Takut Kenapa ?" Tanya Rayhan pada istrinya itu .
" Takut kesakitan kalau melahirkan katanya.." ucap Medina terkekeh geli ia tak menyangka jika anaknya takut pad hal yang belum pernah ia alami .
" Kamu ini ada ada saja sayang , Yang namanya melahirkan tentu saja sakit mau itu secara normal maupun sesar tentu saja sama sakitnya tak ada yang tak sakit jadi jangan takut ya . Kakak akan selalu menemani dan membantu kamu . " Ucap Rayhan pada istrinya itu .
" Tapi mas ..." Ucap Luna memandang suaminya itu dengan khawatir .
" Semua akan baik baik saja sayang percayalah dan bersemangat lah demi anak kita . " Ucap rayhan pada istrinya itu .
" Oke ..." Ucap Luna dengan senyum yang di paksakan . melihat itu Rayhan pun langsung tersenyum dan mencium pipi istrinya itu pelan .
" Oek oek ..." Bayi dalam gendongan Medina itu menangis , Medina langsung menyerahkan bayi itu kepada Alma .
__ADS_1
" Seperti nya cucu nenek haus alma cepat beri dia asi . " Ucap medina pada mantunya itu.
" Mas tolong ambilkan itu . " Ucap Alma memerintahkan suaminya untuk mengambil kain penutup payudara nya agar ia bisa leluasa menyusui sang anak . Alvan langsungeraih kain itu dan memberikan nya pada alma .
" Terimakasih . " Ucap Alma tersenyum setelah itu ia mengeluarkan buah dadanya untuk anaknya hisap .
" Ck mulai sekarang itu bukan hanya milik ku tapi miliknya juga , sebenarnya mas iri dia begitu suka mengambil jatah papanya . " Ucap Alvan berbisik di telinga istrinya itu.
" Mas ini masak cemburu sama anak sendiri." Ucap Alma pada suaminya itu .
" Lihat saja nanti kalau kamu sudah sembuh mas akan menyusu seperti dia hingga mas puas . " Ucap Alvan membuat pipi Alma memerah , ia tak menyangka alvan akan membahas hal itu dengan dirinya .
" Mas sudah jangan bahas itu lagi . Alma malu. " Ucap Alma membuat Alvan terkekeh pelan kemudian lelaki itu meninggalkan istrinya dan berjalan menghampiri dewa yang saat ini tengah mengobrol dengan ibunya .
" Maaf apa dokter Rayhan disini ?" Tanah seseorang yang datang ke ruangan itu .
" Iya ada apa ?" Tanya Rayhan berdiri setelah mengusap rambut Luna perlahan .
" Ada pasien yang baru datang dokter seperti nya dia mau melahirkan . " Ucap suster itu membuat rayhan melirik Luna yang saat ini tengah memandang dirinya .
" Kamu pergi dulu nanti saya menyusul . " Ucap Rayhan pada suster itu .
"Sayang aku kerja dulu ya nanti aku kesini lagi . " Pamit Rayhan pada istrinya itu .
" Iya kak hati hati . " Ucap Luna tersenyum , Rayhan pun langsung bergegas pergi meninggalkan Luna di rungan itu bersama keluarga nya .
....
...
..
Keluarga bahagia ya .... jangan lupa like komen fav dan hadiah ya .
__ADS_1
Dukungan dari kalian sangat berarti bagi kami para author.