
10 tahun berlalu dan kini anak Alma dan Alvan telah tumbuh menjadi anak yang membuat Alma pusing kepala setiap harinya karena anaknya itu terlalu nakal , ia sering menjahili adiknya yang masih berumur 5 tahun tak jarang ia juga membuat lantai dan rumah menjadi kotor seperti saat ini lantai rumahnya penuh dengan mainan yang berserakan akibat ulah kedua anaknya .
" Arham ...maysa ...kalau habis main itu di bereskan bukanya malah di tinggal seperti ini . " Ucap Alma berteriak hingga terdengar oleh Alvan yang saat ini tengah meminum kopinya di ruang tamu . Alvan langsung berdiri dari duduknya dan berniat untuk menghampiri istrinya itu saat ia sudah lebih dekat pada istrinya itu tiba tiba ia terpeleset oleh mainan sang anak .
" Aduh ...." Ucap Alvan memegangi pinggang nya yang terasa sakit .
" Mas gak apa apa ?" Tanya alma menghampiri suaminya itu .
" Gak apa apa sayang , cuma pinggang ku yang sedikit sakit . Sudahlah jangan marahi mereka lagi kita bereskan bersama saja ." Ucap Alvan tak ingin istrinya itu memarahi anak anak nya tersayang .
" Kalau gak di marahi mereka gak akan kapok mas . " Ucap Alma seraya membereskan mainan di hadapannya .Baru saja ia berkata seperti itu Maysa sudah menangis menghampiri Alma dan Alvan .
" Hua ...mama Abang nakal ma ..." Ucap anak perempuan itu memeluk kaki ibunya .
" Sudah tau Abang nakal kamu terus saja ngintilin Abang , sudah jangan nangis lagi . " Ucap Alma menggendong anak nya itu .
" Memang nya kamu di apain sama Abang kok sampai nangis gitu ?" Tanya Alvan masih membersihkan mainan anak nya yang tersisa .
" Mesya takut sama cicak papa tapi Abang malah nakut nakutin Mesya pakai cicak sampai Mesya jatuh . " Ucap Mesya menatap Alvan dengan pandangan berkaca kaca.
" Kamu jatuh ?" Tanya Alma mulai khawatir di teliti nya kaki sang anak dan benar saja kaki anak nya itu sudah berdarah .
" Astaga , sini biar mama obati . " Ucap Alma mendudukkan Mesya di kursi ruang tamu tersebut .
" Mas anak laki laki mu itu sungguh bikin kepala Alma mau pecah , terus saja menjahili adik nya kadang dia juga jahilin anak anak kompleks lain nya membuat Alma kena marah sama ibu ibu kompleks itu . Sekali kali nasehati dia mas , kamu ini terlalu memanjakan nya . " Ucap Alma malah memarahi Alvan , Alvan menghela nafas ia rasa ucapan Alma ada benar nya . Anak nya itu sudah kelewatan nakal nya jadi ia harus menasehati nya dengan baik baik .
" Mesya sayang tadi Abang di mana ?" Tanya Alvan pada anak gadis nya itu .
" Di belakang sama Oma . " Ucap Mesya menunjuk halaman belakang rumah Alvan .
" Ya sudah papa ke sana dulu ya . Kamu baik baik di sini . " Ucap Alvan mengusap rambut anak perempuan nya sayang . Lelaki itu berjalan menuju halaman belakang ya anak nya maksud dan saat ia tiba di sana .
" Oma ... Arham punya sesuatu untuk Oma . " Ucap anak itu menunjukkan senyum manisnya .
__ADS_1
" Benarkah apa itu sayang ?" Tanya Medina antusias , Arham pun meletakan cicak di tangan nya ke tangan Medina tentu saja Medina terkejut dan langsung melemparkan cicak itu kesembarang arah .
" Ya ampun Arham ... Kamu ini nakal nya sama kayak papa kamu waktu kecil . " Teriak Medina pada cucunya itu sementara Arham lelaki kecil itu terkikik dan berlari menjauhi Medina karena tak memperhatikan jalan yang ada di hadapannya Arham pun langsung menabrak Alvan .
" Sudah cukup main main nya boy sekarang mari kita bicara . " Ucap Alvan mengangkat tubuh anak nya itu masuk kedalam rumah setelah itu ia mendudukam Arham di samping Maysa dan Alma yang saat ini tengah menonton tv bersama.
" Arham sayang dengarkan papa oke . " Ucap Alvan membuat Arham menatap laki laki di hadapannya itu dengan takut .
" Oke papa ." Ucap anak laki laki itu pelan .
" Arham sudah dewasa kan nak buktinya Arham sudah di panggil Abang sekarang . " Ucap Alvan pada anaknya itu .
"Iya papa . " Ucap Arham pelan .
" Kalau Arham sudah dewasa maka Arham seharusnya sudah mengerti kan mana yang salah mana yang benar mana yang harus dilakukan mana yang tak boleh di lakukan . Jangan berbuat sesuka hati kamu sayang pikirkan lah apa yang kamu lakukan itu merugikan orang lain atau tidak , seperti tadi kamu menakut nakuti Maysa sampai adik mu itu jatuh kalau terjadi apa apa sama Maysa bagaimana apa kamu mau adikmu kenapa Napa apa Arham tak sayang Maysa lagi ?" Tanya Alvan pada anaknya itu .
" Arham sayang Mesya papa ...Hua ...maafin Arham . " Ucap anak laki laki itu justru malah menangis merasa bersalah pada apa yang telah ia lakukan .
" Sudah jangan menangis kamu itu anak laki laki , anak laki laki gak boleh cengeng ingat kata kata papa ini Arham . kamu tak boleh melakukan sesuatu yang merugikan orang , kamu juga tak boleh tak sopan pada orang tua seperti tadi kamu ngerjain Oma kamu itu tak sopan namanya Arham Oma itu orang tua .dan orang tua harus kita hormati , dan papa paling tak suka Jika kamu bersikap seperti itu apa lagi papa dengar kamu habis bertengkar dengan anak anak kompleks lain nya papa tak suka itu Arham apa pun alasan kamu papa tak suka . Bukan karena papa membela anak anak itu tapi karena papa tak mau anak anak papa terluka oke . " Ucap Alvan memberi pengertian pada anaknya itu .
"Lain kali kalau Arham mau melakukan sesuatu pikirkan dulu ya sayang dan lain kali jika Arham dan Maysa habis main , mainan nya tolong dibereskan kasian kan kalau nanti ada orang yang lewat terus nginjek mainan Arham terus orang itu jatuh . Apa Arham tak kasian Hem ?" Tanya Alma pada anaknya itu .
" Kasian mama, Arham janji tak akan seperti itu lagi . " Ucap anak itu memeluk ibunya erat ,Alvan yang melihat nya pun tersenyum di usapnya rambut anak nya itu perlahan .
" Ini baru jagoan papa ..sudah jangan nangis lagi malu di lihatin Adek tuh . " Ucap Alvan melirik Maysa yang tengah memperhatikan mereka .
" Sudah abang jangan nangis ayo main sama Maysa lagi . " Ucap Maysa berdiri dari duduknya dan menghampiri Arham .
" Main nya nanti saja Maysa kalian cuci tangan dulu gih kan kalian tadi abis main di luar . " Ucap Alma menasehati anak nya itu . Arham turun dari sofa dan menggandeng tangan adiknya itu .
" Oke mama kita mau cuci tangan dulu , ayo Maysa kita cuci tangan dulu . " Ajak Arham pada adiknya itu , kedua anak kecil itu pun langsung meninggalkan Alma dan Alvan sendirian .
Alvan mendekati Alma dan duduk di samping istrinya itu di peluknya tubuh sang istri yang sangat ia rindukan di setiap harinya .
__ADS_1
" Aku tak menyangka mereka sudah sebesar itu mas dulu saat awal awal menikah dengan mu aku ragu pernikahan kita akan bertahan, mengingat kamu menikahi ku karena terpaksa. Tapi aku tak menyangka pernikahan kita bertahan sampai tahap ini bahkan kita sudah memiliki 2 orang anak. Awalnya pernikahan kita ini terasa mustahil karena aku waktu itu belum mencintai mu dan kamu juga belum mencintai ku . Tapi semakin hari ke hari aku semakin mencintai mu dan semakin menyayangi mu . Hingga aku tak ingin berpisah dengan mu aku berharap pernikahan kita akan terus berlanjut sampai maut memisahkan kita nanti dan aku sangat bersyukur memiliki suami seperti mu . Suami yang mau menerima keadaan ku apa adanya ,suami yang memberikan semangat untuk ku bangkit dan selalu mendukung ku dari belakang ,suami yang mencintai dan menyayangi ku dengan tulus .Bagiku kamu adalah lelaki terbaik yang pernah Alma kenal dan Alma sangat sangat bersyukur memiliki mas Alvan dalam hidup Alma . " Ucap Alma menyenderkan kepalanya di bahu suaminya itu .
" Aku juga mencintaimu Alma sangat mencintai mu dari awal kita menikah aku sudah berkomitmen untuk tak melepaskan kamu karena aku yakin aku kan bahagia bersama mu dan ternyata dugaan ku benar hidup ku menjadi lebih bahagia dan berwarna sejak kedatangan mu terlebih lagi ada 2 Malaikat kecil kita yang semakin membuat hidupku bahagia aku. Bagiku kamu wanita tercantik mau bagaimana pun keadaan mu kamu tetap tercantik di mataku mau rambut mu memutih dan tubuh mu berubah keriput sekalipun aku tetap akan mencintai mu Alma ..Kamu wanita pertama dan terakhir yang akan menemani hidupku, aku berjanji tak akan menduakan dan melepaskan dirimu jika aku melanggar janji ku maka kamu boleh membunuhku saat itu juga alma ...Aku selalu mencintaimu sampai kapan pun akan mencintai mu ." Ucap Alvan mencium bibir istri nya itu dan ********** perlaha. Semakin lama ciuma itu semakin panas dan membuat alvan bergairah belum sempat ia melanjutkan aksinya Alma sudah lebih dulu mendorong tubuhnya pelan .
"Ada apa sayang ?" Tanya Alvan dengan nafas terengah engah .
" Aku mual mas mau muntah ?" Ucap alma pada suaminya itu .
" Kamu hamil ?" Tanya Alvan dengan wajah antusias .
" Mas ini tak selamanya orang muntah itu hamil tapi ...memang aku sudah telat hampir sebulan dan aku perksa sama Rayhan kemarin kata nya aku memang sedang hami anak ketiga kita. " Ucapan Alma itu membuat Alvan langsung memeluk wanita di hadapannya itu .
" Terimakasih Alma ... terimakasih kamu sudah memberikan hadiah lagi dalam hidup ku , aku berharap kita semakin bahagia , aku mencintaimu sangat mencintaimu . " Ucap Alvan memeluk istrinya itu erat .
Alma tersenyum ia mengingat masa lalu nya yang menyakitkan ia merasa kata orang orang itu benar kita memang harus merasakan sakit terlebih dahulu sebelum merasakan bahagia .
Tuhan memang adil dulu ia memberikan Alma ujian untuk membuat nya kuat dan kini ia mendapatkan imbalan atas ujian itu berupa kebahagian yang tak pernah ada habis habis nya . Ia sangat bersyukur dan berterima kasih pada Tuhan yang begitu baik padanya dengan mengirimkan Alvan di dalam kehidupan nya .
~~~~~~~ THE END ~~~~~~
...
...
..
Wel... cerita ini sampai di sini dan kalian bisa mengambil hikmah dari cerita ini apa yang kita tanam maka itu pula yang kita panen nantinya .
Maka senantiasa berbuat baik lah sekalipun orang itu menyakiti mu karena Tuhan tak buta ia akan memberikan semua Krama nya sesuai perbuatan manusia itu sendiri .
Dan menurut kalian bagaimana cerita ini apakah bagus atau masih ada kekurangan . Author sangat berterimakasih karena kalian setia dengan cerita ini sampai akhir ..Berkat dukungan kalian author bisa menyelesaikan cerita ini . Tanpa kalian author belum tentu mampu untuk menyelesaikan nya.
Tunggu karya author selanjutnya ya ...yang tak lama lagi akan hadir . Sekali lagi terimakasih dan semoga hari kalian menyenangkan.
__ADS_1
DUKUNG AUTHOR TERUS DENGAN BERIKAN LIKE KOMEN VAF DAN HADAIH YA ...
SAMPAI JUMPA DI CERITA AUTHOR SELANJUTNYA .