
Hujan turun membasahi jalanan dengan deras nya , Luna mengentika mobil kepinggir jalan karena ia tak bisa melihat dengan jelas akibat hujan itu dari kaca mobil nya .
" Ck ...kenapa mesti turun hujan sepagi ini kan aku jadi telat nanti ke kampus nya . " Keluh wanita itu seraya membuka telpon nya, ia hendak menyakan pada teman nya apakah kelas sudah di mulai atau belum.
Di sisi yang lain ada sebuah mobil yang melewati nya dengan kencang .Luna yang melihat itu pun jadi geram ia ingin tau siapa pengemudi itu karena sangat membahayakan pengguna jalan yang lain nya .
Karena ingin memarahi sopir mobil tadi , ia pun mengejar nya , dan ia sungguh tak menyangka jika mobil itu menabrak seseorang yang Luna tak tau dengan jelas siapa dia .
Yang ia tau orang yang di tabrak mobil tadi adalah seorang perempuan , Gadis cantik itu turun hendak menolong orang tersebut . Namun ia tertegun saat melihat wanita yang di tabrak mobil tadi telah berlumuran darah dan wanita itu tengah hamil .
Melihat itu Luna teringat pada masa lalunya , tangan gadis itu gemetar. Bayangan tubuh Alma yang sama persis dengan wanita di hadapannya membuat ia menggelengkan kepalanya pelan .
" Tenanglah lun ...mbak Alma sudah tak apa tenang lah ini orang lain dan bukan kamu yang menabrak nya . " Ucap Luna memejamkan matanya , gadis itu terduduk sebentar di aspal jalanan .
Baju yang ia kenakan sudah basah kuyup , tak ingin membuat wanita di hadapannya kehilangan banyak darah . Ia pun segera tersadar dan berjalan mendekati wanita itu meski gadis itu sedikit takut .
" Mbak ..mbak gapapa ?" Tanya Luna dengan suara bergetar .
" Tolong ..tolong anak saya ... Tolong selamatkan dia . " Ucap nya terbata .
Luna menatap sekeliling , tak ada siapapun yang bisa ia mintai bantuan karena saat itu jalanan nampak sepi .
Mobil yang menabrak wanita di hadapannya itu pun telah lari entah kemana . Karena tak memiliki pilihan lain , Luna berusaha memapah wanita di hadapannya ke dalam mobilnya .
Sementara itu Rayhan tengah menatap malas pada taman nya yang kelihatan serius .
" Ck ... Berapa lama lagi aku sampai ke rumah sakit kalau kamu nyetir nya se pelan ini Do ..." Ucap Rayhan kesal .
" Sabar dong ini jalan nya kurang kelihatan jelas , kan lagi hujan . " Ucap Aldo masih menajamkan penglihatannya pada jalanan di hadapannya .
Rayhan menghela nafas malas , lelaki itu menatap kesebrang jalan, matanya tak sengaja menatap seorang gadis yang tengah memapah ibu hamil yang kelihatan nya telah berlumuran darah itu .
Rayhan tak bisa melihat dengan jelas karena hujan yang turun semakin deras .
" Berhenti dulu do ..." Ucap Rayhan pada teman nya itu , setelah itu lelaki bertubuh tegap itu pun langsung keluar dari dalam mobil setelah mobil berhenti sempurna .
Di hampir ri nya gadis yang sedang kesusahan membuka pintu mobil itu .
" Luna ..." Ucap Rayhan yang terkejut saat melihat wajah dari gadis yang ia hampir tadi .
" Dokter Rayhan ..." Ucap Luna sama terkejutnya . Rayhan menatap ibu hamil yang sedang kesakitan itu dengan pandangan Khawatir .
" Kita bawa dia ke rumah sakit terdekat . " Ucap Rayhan langsung membantu Luna memasukan ibu hamil itu ke dalam mobil .
__ADS_1
...
..
..
Alma menatap hujan yang tak kunjung berhenti dari tadi siang . Ia merasa kasihan pada Sintia yang pastinya sudah menunggunya dari tadi di toko .
" Apa kita tak sebaiknya ke toko saja ma ...aku kasian sama mbak Sintia pasti dia nungguin kita . " Ucap Alma was was karena khawatir pada wanita itu .
" Tapi hujan nya masih deras Alma , angin nya juga kencang Mama takut mengendarai mobil di cuaca yang seperti ini . " Ucap Medina dengan wajah merasa bersalah pada menantunya itu .
" Iya ...ma, aku hubungi mbak Sintia dulu ya ma ..ngomong kalau mungkin kita telat kesana nya . " Ucap Alma meraih telvon genggam nya dan menghubungi Sintia .
" Halo mbak ..." Ucap Alma saat telvon itu baru tersambung .
" Halo ...saya sudah di toko mbak , " ucap Sintia sedikit keras karena bunyi hujan yang begitu kencang .
" Iya ...maaf ya , Sintia kamu harus nunggu di sana dulu , aku nunggu hujan reda dulu baru kesana . Kamu gak papa kan nunggu di situ dulu . " Ucap Alma merasa bersalah pada Sintia .
" Gak papa mbak , saya ini sedang berteduh di supermarket dekat toko . " Ucap Sintia membuat Alma lega , ia sudah ketakutan tadi .
Ia pikir Sintia sudah kehujanan di sana ternyata waniat itu sudah meneduh terlebih dulu hal itu membuat Alma tak kepikiran lagi .
" Ya sudah saya tutup telvon nya ya . " Ucap Alma setelah itu mematikan telvon nya .
" Halo mas ada apa ?" Tanya Alma pada suaminya itu .
" Kamu udah di toko apa di rumah ?" Tanya Alvan pada istrinya itu .
" Belum masih di rumah mas , nunggu ujan berhenti tapi gak berhenti berhenti juga ." Ucap Alma kesal .
" Mau mas antar ke sana ?" Tanya Alvan pada istrinya itu .
" Bukannya mas lagi meeting ?" Tanya Alma pada suaminya itu .
" Meeting nya sudah selesai , Kalau kamu mau mas pulang sekarang buat anter kamu tapi mas nanti harus balik lagi ke kantor soalnya ada meeting selanjutnya . " Ucap Alvan tak ingin mendengar Alma sedih lagi .
" Mas harus bolak balik dong kalau begitu ." Ucap Alma pada suaminya itu .
" Tidak masalah sayang , mas antar saja ya .mas ini sudah ada di parkiran kok . " Ucap Alvan membuka mobil nya perlahan .
" Gak usah mas , nanti mas capek . " Tolak Alma tak ingin merepotkan suaminya dan membuat suaminya itu kecapean karena harus bolak balik ke kantor dan rumah nya .
__ADS_1
" Gak papa sayang ... Demi kamu mas rela kecapean . " Ucap Alvan membuat Alma tersenyum malu mendengar godaan dari suami nya itu .
" Ya sudah ...terserah mas saja . " Ucap Alam tersenyum .
" Ya sudah mas tutup telvon nya ya , I love you sayang ." Ucap Alvan tersenyum .
" I love you too mas ... " Balas Alma malu malu ...
...
...
Rayhan bergegas memasuki lorong demi lorong rumah sakit yang tak sebesar tempat ia bekerja itu .
" Cepat panggil dokter kandungan ini keadaan darurat . " Bentak Rayhan pada salah satu suster di rumah sakit itu yang hanya menatapnya bingung .
Rayhan sangat kecewa dengan pelayanan rumah sakit itu yang begitu buruk .
" Maaf pak tapi dokter kandungan saat ini tak ada di rumah sakit mereka izin dan yang lain baru saja pulang . " Ucap resepsionis yang semakin membuat Rayhan marah , lelaki itu menggebrak meja resepsionis dengan keras .
" Kalau begitu hubungi dia ..bodoh . " Bentak Rayhan marah .
" Ada apa ini .." tanya salah seorang dokter yang sudah senior sekaligus manager di rumah sakit tersebut.
" Ini pak , lelaki ini tiba tiba datang membawa pasien dan marah marah . " Ucap resepsionis pada orang tersebut .
" Bagaimana saya tak marah , pelayanan kalian begitu buruk . Kalian gak tau wanita hamil ini telah kehilangan banyak darah dan kondisi nya sangat kritis , kalian mau tanggung jawab kalau Ada apa apa dengan dia . " Ucap Rayhan kesal .
" Bagaimana anda tau dia krtitis atau tidak anda kan bukan seorang dokter pak . " Ucap resepsionis itu membuat Rayhan semakin emosi di buatnya .
" Saya gak akan marah marah kalau saya sendiri gak tau kondisi nya , saya ini dokter kandungan kalau kamu mau tau , sudahlah saya malas berdebat saat ini kondisi ibu ini lebih penting jadi kalau tak ada dokter kandungan yang jaga di sini .maka berikan saya satu ruangan untuk memeriksa nya , kalau perlu Antar Saya ke IGD sekarang . " Ucap Rayhan serius .
Manager rumah sakit yang sedari tadi diam pun langsung mengantarkan Rayhan ke ruang IGD karena ia melihat Rayhan yang begitu serius jadi ia percaya pada lelaki yang mengaku sebagai dokter kandungan itu .
....
...
..
Aduh ... Abang Rayhan jangan marah marah nanti cepet tua . hhhhh
lanjut ke episode selanjutnya ya ...
__ADS_1
silakan membaca jangan lupa like ,komen vaf dan hadiah ya .
DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI PARA AUTHOR