
Sejak tadi Alvan ak beranjak dari kasur miliknya , ia terus memeluk Alma erat karena wanita itu tengah lemas di karena kan muntah lebih dari 3 kali.
ia merasa kasian pada istrinya itu andaikan ia bisa mengurangi rasa mual istrinya itu. Pintu kamar yang sedari tadi tertutup pun kini mulai terbuka memperlihatkan medina yang datang dengan segelas teh hangat di tangan nya .
" Ini nak di minum dulu teh nya ." Ucap Medina memberi kan segelas teh pada Alma .
Alma melepaskan pelukannya pada Alvan ia meraih gelas yang di berikan Medina dan meminum nya perlahan .
" Sabar ya sayang , orang hamil muda memang seperti itu . " Ucap Medina ikut duduk di samping menantunya itu.
" Iya ma ..." Ucap Alma berusaha tersenyum meski ia masih lemas .
" Kamu mau apa biar mama buatkan ?" Tanya Medina perhatian .
" Gak usah ma saat ini Alma belum ingin apa apa . " Ucap Alma tersenyum .
" Ya sudah mama lagi bikin kue tadi , mama ke dapur dulu ya . " Ucap Medina tersenyum , kemudian wanita paruh baya itu meninggalkan Alvan dan Alma sendirian .
" Mas ..." Panggil Alma pelan pada suaminya itu.
" Ada apa sayang , kamu butuh sesuatu atau ingin sesuatu ?" Tanya Alvan menatap mata istrinya itu .
" Aku ingin nonton tv. " Ucap Alma menunjuk tv di hadapannya itu , Alvan langsung menuruti kemauan istrinya itu di raih nya remote dan di nyalakan tv di hadapannya itu .
" Kamu mau nonton apa ?" Tanya Alvan mencari cari Chanel tv yang kira kira Alma sukai .
" Sinetron aja mas . " Ucap Alma pada suaminya .
Alvan langsung memilih kan sinetron untuk istrinya itu . Alma menonton sinetron dengan serius ketika muncul peran antagonis dalam sinetron itu Alma ikut kesal .
" Jahat banget sih itu perempuan tega tega nya merebut suami sahabatnya sendiri . " Kesal Alma seraya memanyunkan bibirnya kesal , Alvan yang melihat itu pun tersenyum ia merasa Alma begitu lucu saat ini .
" Namanya juga sinetron sayang kalau gak ada yang jahat gak seru , kamu ini nonton aja gak usah bawa perasaan . " Ucap Alvan mengusap rambut Alma ia tak ingin istrinya itu emosi hanya gara gara melihat sinetron saja .
Alma terdiam ia kembali menonton sinetron tanpa mempedulikan omongan Alvan tadi .
Hingga sebuah adegan yang tengah memperlihatkan seorang penjual rujak membuat Alma menelan ludah nya , tiba tiba saja ia ingin makan rujak .
Ditatapnya Alvan yang saat ini tengah serius juga menonton sinetron yang tadi Alma tonton .
" Mas ..." Panggil Alma pelan seraya menatap suaminya itu dengan pandangan memohon .
" Ada apa sayang ?" Tanya Alvan mengalihkan pandangan nya ke Istrinya itu .
" Aku mau rujak ..." Ucap Alma pelan takut jika suaminya akan marah dan tak mengabulkan permintaan nya .
__ADS_1
" Kamu pengen tadi ya di tv ?" Tanya Alvan sambil tersenyum .
Alma hanya mengangguk mengiyakan pertanyaan suaminya itu .
" Ya sudah aku belikan dulu ya . " Ucap Alvan hendak berdiri dari tempat duduknya namun Alma mencegah suaminya itu .
" Kenapa sayang ?" Tanya Alvan bingung .
" Aku ikut ...ya .." ucap Alma memohon pada suaminya itu , Melihat wajah istrinya yang begitu berharap Alvan tak tega menolak nya .
" Yuk " ajak Alvan mengulurkan tangannya pada istrinya itu .
Alma menerima dengan senang hati , mereka keluar dari kamar dengan bergandengan tangan .
" Kakak mau kemana ?" Tanya Luna yang tengah duduk di sofa bersama dokter Rayhan .
" Mau beli rujak . " Ucap Alvan tersenyum .
" Aku nitip ya . " Ucap Luna tersenyum berharap kakak nya mau membelikan rujak untuk nya .
" Enggak ah males , suruh aja tuh pacar kamu beli in . " Ucap Alvan melirik Rayhan yang sedang asik dengan handphone nya .
" Ck ...kan kakak yang mau beli jadi Luna nitip kakak aja ya sekalian ." Ucap Luna memohon .
" Sudah lah mas belikan saja toh kita mau beli juga kan . " Ucap Alma pada suaminya itu .
Luna tersenyum senang , wanita itu kembali duduk di sofa samping Rayhan. Alvan tak memperdulikan adiknya itu ia lebih memilih melanjutkan langkahnya pergi dari rumah itu bersama dengan istrinya .
Alvan ingin membuka pintu mobilnya namun di tahan oleh Alma , Alvan mengerutkan dahinya bingung dengan apa yang istrinya lakukan itu .
" Kita belinya jalan kaki aja ya mas , biasanya ada Abang Abang mangkal Deket rumah kita . " Ucap Alma pada suaminya itu .
" Oke sayang . " Ucap Alvan nenggandeng istrinya itu berjalan keluar dari halaman rumahnya .
Mereka berjalan menapaki jalanan Aspal tak berapa lama mereka berjalan mereka pun menemukan penjual rujak yang Alma maksud .
" Bang beli rujak nya ya 2 " ucap Alvan pada penjual rujak tersebut.
" Di makan disini atau di bungkus mas ?" Tanya penjual rujak itu padanya ,Alvan meminta pendapat istrinya itu .
" Di rumah saja mas ." Ucap Alma pada suaminya itu .
" Di rumah katanya pak . " Ucap Alvan pada penjual itu .
" Mau buah apa aja ?" Tanya penjual nya lagi .
__ADS_1
" Apa saja selain nanas ya pak. " Ucap Alma menyahut .
" Siap ..." Kata penjual itu mulai mempersiapkan pesanan Alma dan Alvan .
Alma memperhatikan penjual itu yang begitu telaten memotong buah buahan di hadapannya , tiba tiba ia jadi ingin melihat suaminya itu berjualan rujak .
" Mas ...."panggil Alma pelan .
" Ada apa sayang ?" Tanya Alvan menatap istrinya itu lembut .
" Sini Alma bisikin . " Ucap Alma yang tak ingin penjual rujak tau permintaan anehnya pada suaminya itu , Alvan tersenyum Lelaki itu mendekat kan kupingnya di hadapan Alma.
" Aku ...em anak kita pengen lihat papa nya jualan rujak . " Bisik Alma pelan yang mampu membuat Alvan terkejut , ia menatap Alma dengan Iba berharap istrinya itu mau mengurungkan permintaan nya .
" Yang lain saja ya sayang , masak kamu tega sih lihat mas panas panasan di sini , lagi pula mas gak bakat jadi tukang jualan sayang . Yang lain saja oke mas bakal turuti apapun permintaan kamu selain itu ya ..." Bujuk Alvan pada Alma .
" Ini demi anak kita mas ...masak mas mau lihat anak mas ileran nanti . " Ucap Alma sedih .
Alvan yang melihat istrinya itu muram pun langsung mengacak acak rambut nya kasar .
" Oke ...baiklah mas akan turuti permintaan kamu jadi mukanya jangan di tekuk seperti itu . " Ucap Alvan pada akhirnya mengalah pada istrinya itu .
" Ini mas , mbk rujak nya . " Ucap Penjual rujak itu pada Alvan , Alvan meraih rujak itu dari tangan penjual rujak itu .
" Em ..pak begini istri saya sedang ngidam , ingin melihat saya berjualan rujak . Saya boleh bantuin bapak jualan tidak . Berapapun saya bayar asal bapak mau saya membantu bapak . " Ucap Alvan pada penjual rujak itu .
" Boleh boleh mas , justru saya senang ada yang bantu in . Gak usah di bayar juga gak papa mas . " Ucap penjual itu senang . Alvan langsung berdiri di samping penjual itu.
Sepi belum ada pembeli yang datang , peluh Alvan sudah membasahi dahi nya melihat itu Alma jadi kasian karena suaminya itu belum pernah berpanas panasan seperti itu sebelumnya , tapi ia tak tau kenapa ia masih ingin melihat Alvan seperti itu .mungkin bayi dalam kandungan nya yang menginginkan nya .
" Mas pakai topi Abang nya dong biar semakin mirip penjual rujak . " Ucap Alma menginginkan lebih .
Alvan berdecak namun ia dengan sopan meminta topi itu pada si Abang Abang penjual rujak dan memakai topi tersebut ke kepala nya .
" Kamu senang sekarang ?" Tanya Alvan menatap Alma kesal , Alma yang di tatap suaminya itu hanya tersenyum dan mengangguk ia merasa Alvan sangat lucu mengenakan topi di kepalanya itu .
..
..
...
babang Alvan jualan rujak siapa yang mau beli hayo...
ikuti terus kelanjutan ceritanya jangan lupa like , komen vaf dan hadiah ya ...
__ADS_1
DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI PARA AUTHOR