Cinta Seorang Janda Lumpuh

Cinta Seorang Janda Lumpuh
episode 87


__ADS_3

Alvan menatap nenek nya yang tampak lahab menyantap makanan di hadapannya , saat ini ia tengah makan malam bersama nenek dan Nadira di sebuah restoran yang langsung terhubung dengan sebuah hotel berbintang di salah satu kota ..


" Ningsih makan nya pelan pelan , lihat tuh belepotan begitu . " Ucap Alvan mengusap bibir neneknya dengan tisu .


" Kamu ini bikin nenek malu saja Van seharusnya yang kamu kasih perhatian itu bukan nenek tapi Nadira. " Ucap Ningsih membuat Alvan terdiam ia tak melanggati omongan nenek nya itu .


Sementara itu Nadira menatap Alvan dengan pandangan kagum ia merasa Alvan adalah orang yang penuh kasih dan lembut terhadap perempuan yang di sayangi nya ia jadi tak sabar ingin segera mengambil hati lelaki itu .


" Alvan nenek pulang duluan ya kamu disini saja sama Nadira seperti nya dia belum puas jalan jalan. " Ucap Ningsih membuat Alvan mengerutkan dahinya tak suka.


" Enggak kalau nenek pulang alvan juga ikut pulang kasian Alma lagi hamil besar di rumah sendiri an nunggu Alvan pulang. " Ucap Alvan menolak permintaan Ningsih itu.


" Ayolah Van hanya malam ini saja lagi pula setelah itu Nadira bakal pulang ke kota b dan tak akan bertemu kamu lagi . " Ucap Ningsih membujuk Alvan . Alvan terdiam ia masih memikirkan perasaan Alma ia ingin menolak nya namun sekali lagi neneknya memaksa dirinya .


" Kalau kamu masih sayang dengan nenek turuti permintaan nenek kali ini saja Van setelah itu terserah kamu mau melakukan apa nenek tak akan ikut campur lagi . " Ucap Ningsih menatap cucunya itu sedih ia berharap Alvan mau menerima tawaran nya .


" Ya sudah cuma kali ini saja , nenek mau pulang dengan siapa ?" Tanya Alvan pasrah lagi pula setelah ini nenek nya janji tak akan mengganggu nya dan Alma lagi jadi ia terpaksa mengiyakan permintaan neneknya itu .


" Terimakasih sayang kamu memang cucu yang berbakti , kamu tenang saja setelah ini ada taksi yang menjemput nenek . " Ucap Ningsih tersenyum senang ,lalau wanita itu mendorong kursi rodanya meninggalkan Alvan dan Nadira sendiri an .


Alvan tak menghiraukan wanita di hadapannya itu ia sibuk menyantap makanan di hadapannya . Sedangkan Nadira berusaha mencari perhatian dan kesempatan untuk menjebak Lelaki di hadapannya itu .


" Kenapa kamu diam saja .cepat habiskan itu agar kita segera pulang. " Ucap Alvan ketus , Nadira tak suka mendengar nada bicara Alvan yang dingin padanya .


Tiba tiba handphone Alvan berdering lelaki itu langsung melihat handphone nya takut jika itu istrinya Alma yang menelvon dan itu ternyata dari salah satu klien penting yang sedang ia ajak kerja sama jadi Alvan segera berdiri menjauhi nadira merasa ada kesempatan Nadira pun langsung memasukan sesuatu ke dalam minuman Alvan dan mengaduk nya dengan sendok perlahan .

__ADS_1


Alvan kembali duduk dan menghabiskan makanan yang ia tinggalkan tadi setelah itu ia meneguk gelas minum nya yang telah di campur Nadira dengan sesuatu .


Sesaat Alvan terdiam ia merasa pusing tak tertahan kan dan Ambuk di meja makan, Nadira tersenyum wanita itu memapah tubuh Alvan merasa kesusahan ia meminta bantuan pelayan laki laki dan mereka pun membawa Alvan kesebuah kamar yang telah gadis itu pesan .


" Terimakasih ya pak ." Ucap Nadira tersenyum sebelum pelayan itu pergi dari hadapannya .


Sesaat ia mengusap wajah Alvan perlahan ia begitu mengagumi wajah suami dari alam mengingat Alma ia pun tersenyum dengan licik ia segera melepaskan jaket dan baju milik Alvan dan membiar kan Alvan telanjang dada setelah itu ia mengambil beberapa foto dengan bersandar di dada bidang lelaki yang ia cintai itu.


Setelah di rasa cukup ia pun mengirimkan nya pada Alma .Ia sungguh tak sabar melihat reaksi wanita yang merebut Alvan darinya itu .ia ingin hubungan mereka rusak dan ia bisa leluasa masuk ke keluarga Alvan dan hidup bahagia bersama dengan Alvan di rumah besar itu.


Sementara itu Alma melihat jam yang tergantung didinding ini sudah tengah malam namun suaminya tak pulang pulang. Alma khawatir sedari tadi ia berusaha Menelvon suaminya itu , ia berdecak karena panggilan telepon nya tak pernah di angkat .


" Percuma saja kamu telvon dia dia lagi asik jalan jalan sama Nadira jadi kamu jangan coba coba ganggu mereka . Oke . " Ucap Ningsih yang baru datang dari luar pintu rumah anaknya itu .


" Nenek kenapa sudah pulang dimana mas Alvan nek ? Tanya Alma khawatir pada suaminya itu .


" Bisanya cuma menangis ..." Ucap ningsing berlalu mendorong kursi roda nya kedalam kamar tanpa mempedulikan Alma ...


Ting ..


Sebuah pesan masuk kedalam handphone nya Alma langsung menatap layar handphone nya dengan padangan tak percaya . Pesan itu dari Nadira yang berisikan sebuh foto Alvan yang tengah tertidur lelap dan Nadira bersandar di dada suaminya itu .


" Jangan khawatir mbak Alma ..malam ini mas Alvan tidur di sini jadi mbak tak usah menunggu nya .


Pesan itu membuat hati Alma sakit dan teriris ia tak tau kenapa suaminya begitu tega melakukan itu padanya Ia marah ia kesal dan ingin berteriak namun yang hanya bisa ia lakukan hanya terduduk di sopa menutup wajahnya frustasi dan akhirnya wanita itu menangis dalam diam .

__ADS_1


setelah mengirim pesan itu pada Alma Nadira mulaia beraksi wanita itu ingin membuka resleting celana Alvan namun Alvan terbangun di saat itu wajah nya merah menahan amarah ia langsung mendorong tubuh Nadira menyingkir dari tubuhnya di hadiahkan nya wanita itu sebuah tamparan .


Plak ..


Satu tamparan membekas di pipi Nadira , gadis itu menatap tak percaya dengan apa yang Alvan lakukan kepada nya .


" Dasar pelacur ...murahan wanita rendahan anjing. " Umpat alvan pada Nadira .


" Kenapa mas menamparku ., Aku melakukan semua ini demi kamu mas aku ingin membahagiakan mu dengan tubuhku ini . " Ucap Nadira berkaca kaca Alvan tak tahan lagi mendengar kata kata yang keluar dari mulut wanita ****** di hadapannya itu ia langsung menindih tubuh Nadira.


" Kamu ingin aku meniduri mu ...cuih...Aku tak Sudi .kamu tau kelakuan mu ini lebih hina daripada kelakuan hewan .dasar wanita ****** tak tau di untung . " Ucap Alvan meludahi muka Nadira karena merasa kesal dengan wanita itu . Setelah itu Alvan bangkit dan mengambil bajunya yang tergeletak dan pergi dari tempat itu.


Nadira tersenyum sekali lagi ia mendapat kan foto intim nya dan Alvan . Wanita itu langsung mengirimkan foto itu pada Alma .


Handphone Alma berbunyi lagi dengan tak siap ia melihat pesan dari Nadira yang dikirimkan padanya wanita itu semakin tak kuasa menahan tangisnya saat melihat foto alvan tengah menindih Nadira , wanita itu lelah dan mulai meragukan cinta yang Alvan berikan kepadanya ia berlalau kedalam kamar meninggalkan ponselnya tergeletak begitu saja .


Dengan rasa kecewa dan berlinang air mata wanita itu mengepak beberapa bajunya kedalam koper ia sudah tak mau berada di rumah ini lagi , ia merasa tak di butuhkan lagi di tempat itu Alvan telah memilih wanita lain dan menghianati nya jadi untuk apa ia terus bertahan . Ia marah kecewa dan sakit hati dengan luka yang Alvan berikan kepadanya .


...


..


Tambah sedih ya ...


Jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya ...

__ADS_1


lanjut besok ...


DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI PARA AUTHOR


__ADS_2