Cinta Seorang Janda Lumpuh

Cinta Seorang Janda Lumpuh
episode 102


__ADS_3

Alma hanya bisa pasrah saat para dokter memberikan nya obat bius dan mulai melaksanakan operasi nya , ia hanya bisa berdoa berharap anak nya bisa selamat tanpa kekurangan sesuatu apa pun .Ia juga berharap operasi dirinya akan berjalan dengan lancar.


Sementara itu Luna dan Medina menunggu Alma di depan ruang operasi dengan cemas ia berharap menantunya itu akan baik baik saja dan operasi nya berjalan dengan lancar .


" Apa kita benar benar tak mengabari Alvan tentang semua ini ma ?." Tanya dewa pada istrinya itu .


" Apa papa tak dengar tadi kata Alma , dia tak mau Alvan khawatir dan membatalkan penerbangan nya. " Ucap Medina pada suaminya itu.


" Tapi Alvan harus tau ma ...anak nya akan segera lahir masak dia orang terakhir yang akan tau sih . " Ucap dewa mengkhawatirkan perasaan putranya .


" Itu keputusan Alma pa jadi kita tak bisa berbuat apa pun . " Lirih Medina pelan .


Cukup lama mereka menunggu hingga seseorang datang dengan tergesa gesa menghampiri Medina dan dewa .


" Papa dan mama kenapa gak ngabarin Alvan kalau Alma mau melahirkan . " Ucap Alvan masih mengenakan jas kantor nya .


" Kamu ...kenapa di sini Alvan ?" Tanya Medina bingung.


" Ck ..Nanti saja Alvan jelasin nya sekarang di mana Alma ?" Tanya Alvan pada kedua orang tuanya itu .


" Diruang operasi . " Ucap Medina menunjuk sebuah ruangan yang ada di hadapannya .


" Kenapa harus dioperasi ?" Tanya Alvan semakin khawatir mendengar istrinya akan di operasi.


" Mbak Alma pernah sesar persalinan normal akan beresiko jadi kak Rayhan menyarankan untuk melakukan operasi sesar . " Ucap Luna pada kakak nya itu .


" Rayhan yang melakukan operasi itu?" Tanya Alvan pada adiknya itu .


" Bukan dr.lauren yang melakukan nya , kak Rayhan hanya membantu saja di dalam . Kalau kakak mau masuk bisa saja tapi harus di ganti pakaian nya sama suster biar seteril. " Ucap Luna pada kakak nya itu , tanpa berkata apa apa Alvan langsung masuk ke pintu di hadapannya yang menghubungkan dia dengan pintu yang lain nya .


" Bapak siapa dan mau apa ?" Tanya suster yang berjaga di samping pintu pada lelaki di hadapannya itu .

__ADS_1


" Saya suami pasien yang di dalam suster saya mau menemani isteri saya . " Ucap Alvan pada suster di hadapannya itu .


" Kalau begitu mari bapak ganti pakaian dulu dengan pakaian ini . " Ucap suster menyerahkan sebuah pakaian khusus pada Alvan . Dengan perlahan Alvan meraih pakai an itu dan masuk kedalam kamar mandi di samping suster itu . Setelah itu ia hendak masuk keruangan dimana Alma di operasi namun lagi lagi suster itu menghalangi nya .


" Pakai ini dulu pak . " Ucap Suster itu memakai kan pakaian lagi pada Alvan , Alvan merasa gerah karena pakaian yang berlapis lapis itu namun ia tak perduli yang ia inginkan saat ini adalah bertemu dengan istrinya yang tengah berjuang melahirkan anak nya ke dunia .


" Sekarang bapak boleh masuk . " Ucap Suster itu tersenyum , Alvan segera membuka pintu dihadapan nya perlahan dan ia tak menyangka saat ia membuka pintu ia di kejutkan oleh Suara bayi yang baru saja terdengar seakan akan menyambut kedatangan nya .


Rayhan tersenyum melihat alvan yang datang tepat saat anak nya keluar dari perut Alma , sedangkan Alma wanita itu menangis bahagia melihat anak nya lahir dengan selamat ke dunia ia merasa terharu oleh suara tangisan bayinya .


Alvan melangkah kan kaki menghampiri istrinya itu , lelaki itu langsung mencium kening Alma perlahan dan mengucapkan banyak banyak terimakasih pada istrinya itu karena telah berjuang melahirkan anaknya sendiri an .


" Terimakasih sayang aku mencintaimu dan maafkan mas terlambat datang . " Ucap Alvan pada istrinya itu .


" Alma juga mencintaimu mas . Tapi kenapa mas datang kesini bukankah mas pergi keluar negeri ?" Tanya Alma pada suaminya itu .


" Meeting nya di undur sampai lusa . Klien mas sedang ada urusan mendesak yang tak bisa di tinggal kan . " Ucap Alvan mengusap pipi istrinya itu perlahan .


" Selamat mbak , anak mbak Alma cowok dan sehat tanpa kekurangan sesuatu apa pun . " Ucap Rayhan meletakan bayi yang telah ia periksa ke dada Alma .


" Terimakasih ya Han kamu sudah membantu kami. " Ucap Alvan pada Lelaki yang saat ini berdiri di samping nya itu .


" Sama sama pak Alvan maaf aku tak memanggil mu kakak karena ini di rumah sakit . " Ucap Rayhan menepuk pundak Alvan pelan.


" Tak apa aku mengerti kamu sangat profesional ." Ucap Alvan tersenyum , setelah itu Rayhan berlalu pergi meninggalkan ruangan itu .


" Lihat matanya mirip sekali dengan mu Alma ..., Hidung nya bibir nya sangat mirip dengan mu tak ada mirip mirip nya dengan ku . Ah .. aku jadi iri melihat nya . " Ucap Alvan sedikit kecewa karena anak nya itu mirip 100 persen dengan istrinya .


" Wajah nya memang mirip dengan ku kak tapi kita belum tau sifat nya mirip dengan siapa . Mungkin saja sifat nya mirip dengan mu . " Ucap Alma pada suaminya itu , Alvan tersenyum lelaki itu memberikan jari telunjuk nya untuk anaknya genggam .


" Tangan nya sangat lembut sekali . " Ucap Alvan takjub karena ia belum pernah memegang dan melihat tangan bayi sebelum nya .

__ADS_1


" Tangan bayi memang seperti itu mas . " Ucap Alma pada suaminya itu . Alvan tak menanggapi omongan istrinya itu , ia masih terpesona dengan bayi yang saat ini tengah berada di dada istri nya itu .


" Aku berharap anak ini tumuh menjadi anak yang berbakti kepada orang tua aku juga berharap anak ini di berikan kesehatan Selalu " ucap Alvan mengusap tangan bayinya perlahan .


" Mas mau memberinya nama siapa ?" Tanya Alma pada suaminya itu .


" Arham Sadewa . " Ucap Alvan tersenyum Alma sama sekali tak memperotes hal itu karena menurut nya nama yang di berikan suaminya itu tak buruk juga .


" Bagaimana keadaan kak alma ?" Tanya Luna langsung menghadang suaminya itu saat baru saja keluar dari ruang operasi .


" Nona cantik tenang saja kakak anda dan ponakan anda baik baik saja . " Ucap Rayhan mencolek dagu istrinya itu . Luna tersenyum mendengar hal itu kemudian wanita itu menatap Rayhan tajam .


" Dokter jangan colek colek nanti saya sudah bersuami . " Ucap Luna pada lelaki di hadapannya itu .


" Ck ...aku kan suami mu sayang . " Ucap Rayhan pada istrinya itu .


" Saat ini dokter bukan suami saya melainkan dokter Rayhan jadi jangan colek colek oke . " Ucap Luna menatap suaminya itu malas . Rayhan terkekeh pelan kemudian dengan gemas ia langsung mencium pipi istrinya itu .


" Kakak ..." Bentak Luna karena Rayhan mencium nya di sembarang tempat .


" Itu imbalan saya karena telah menyelamatkan kakak ipar mu dan ponakan mu tersayang nona jadi jangan marah . " Ucap Rayhan pada istrinya itu , kemudian ia minggialkan Luna sendiri an dan menghampiri mertuanya untuk menjelaskan kondisi menantu dan cucu mereka .


" Dasar gak di rumah gak di tempat nya kerja tetap saja ngeselin . " Ucap Luna memandang suaminya itu dengan senyum tipisnya .


..


..


.


Pasangan Luna Rayhan gemesin ya ...hehehe .

__ADS_1


jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya .


DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI PARA AUTHOR


__ADS_2