
Hari hari berlalu dengan melelahkan bagi Alma , karena toko yang baru ia buka bersama ibu mertua nya ramai di kunjungi oleh pelanggan . meski lelah Alma senang karena banyak yang menyukai kue buatan nya .
" Hari ini kamu jadi terapi lagi kan sayang ?" Tanya Alvan seraya mengusap kepala dengan handuk .
" Jadi ..mas , mas bisa anterin Alma kan ?" Tanya Alma menatap suaminya itu .
" Bisa sayang . " Ucap Alvan mengusap rambut Alma pelan .
" Tangan mas basah , rambut Alma jadi basah kan . " Ucap Alma cemberut .Alvan tersenyum melihat nya di cium nya pipi Alma gemas .
" Ya sudah kamu ganti baju gih kita berangkat sekarang . " Ucap Alvan pada istrinya itu .
" Iya mas . " Ucap Alma tersenyum .
Di lain sisi Luna tengah menatap layar handphone nya dengan cemberut , ia kesal karena Rayhan tak kunjung membalas chat nya . Memang sejak kejadian tempo hari Luna menjadi dekat dengan Rayhan , lelaki itu sering mengajak nya ngobrol lewat telvon ataupun video call .
Namun hari ini jangan kan telpon lelaki itu bahkan tak membalas chat darinya itu yang membuat Luna kesal setengah mati .
" Ada apa dengan ku , bukanlah aku tak ada hubungan apa apa dengan nya lalu kenapa aku marah hanya karena dia tak mengabari ku dari tadi malam . " Ucap Luna pada dirinya sendiri .
" Ah ...aku gak boleh seperti ini . " Ucap Luna meletakan handphone nya dan berusaha tak memperdulikan Rayhan lagi namun ia tak bisa gadis itu begitu penasaran dengan apa yang di lakukan Rayhan .
" Sebenarnya dia sedang apa , kenapa tak mengabari ku sama sekali . " Ucap Luna sedih.
Alvan menatap heran pada adiknya yang tengah bicara sendiri itu , ia merasa adiknya itu sudah tidak waras .
" Jangan ngomong sendiri nanti kamu gila. " Ucap Alvan mendekat ti adiknya itu .
" Kakak jangan ganggu Luna , Luna lagi gak mau di ganggu . " Ucap Luna meletakan kepalanya di meja makan .
" Eh...tumben tumbenan kamu seperti ini ada apa ?" Tanya Alvan penasaran .
" Gak ada apa apa ...udah ih ..kakak sana pergi . " Ucap Luna mengusir kakak nya itu .
" Sabar Napa , kakak lagi nunggu kakak kamu . " Ucap Alvan pada adiknya itu .
" Memangnya mau kemana ?" Tanya Luna mengangkat kepalanya dan menatap Alvan yang telah rapi dengan pakaian nya .
" Kakak mu mau terapi lagi . " Ucap Alvan malas menjawab pertanyaan adiknya itu .
" Aku ikut .." ucap Luna berseri seri , Alvan yang melihatnya pun semakin heran dengan sikap adiknya itu . Tadi bukankah adik nya itu tengah sedih lalu kenapa sekarang ia begitu senang setelah mendengar ia akan pergi bersama Alma .
" Enggak .." ucap Alvan tak mau mengajak adiknya .
" Ayolah kak ,aku ikut ya ." Ucap Luna memohon .
__ADS_1
" Tidak ...Luna ." Ucap Alvan jutek .
" Ada apa mas . " Ucap Alma yang datang dengan mendorong kursi roda nya .
" Mbak Alma ...Luna mau ikut mbak ke rumah sakit tapi mas Alvan gak bolehin ." Ucap Luna menunduk sedih .
" Mas ini , biarkan saja Luna ikut mas mungkin dia bosen di rumah terus. " Ucap Alma membela adik iparnya itu .
" Kita mau terapi sayang bukan mau bertamasya untuk apa mengajak orang yang tidak berkepentingan seperti dia . " Ucap Alvan tak menyetujui perkataan istrinya itu .
" Ayolah mas..." Ucap Alma memelas .
" Ck ...oke oke Luna boleh ikut . " Ucap Alvan mengalah .
" Kalau gitu Luna ganti baju dan ambil tas dulu ya kak . " Pamit Luna ke kamar nya .
" Jangan lama lama , nanti kamu aku tinggal . " Teriak Alvan membuat Alma menggelengkan kepalanya pelan .
Beberapa saat kemudian Alvan melihat jam tangan nya kesal . adiknya itu tak kunjung datang padahal ini sudah satu jam lebih .
" Sebenarnya dia itu ganti baju apa mandi dulu , aku heran ini sudah satu jam dan dia belum datang juga . " Kesal Alvan .
" Sabar mas ..." Ucap Alma mengusap lengan suaminya itu .
" Ck ..kita tinggalkan saja dia ." Ucap Alvan hendak mendorong kursi roda Alma pergi.
Alma menutup mulutnya tak percaya melihat penampilan Luna yang begitu cantik dengan dres berwarna hijau telur itu dan tas selempang yang tersampir di bahunya .
" Kamu dandan?" Tanya Alvan tak percaya dengan apa yang ia lihat .
" Iya cantik kan ..?" Tanya Luna sambil tersenyum .
" Cantik sih ...tapi ..." Ucap Alvan menyipitkan matanya .
" Tapi apa ?" Tanya Luna khawatir .
" Tapi untuk siapa kamu berdandan seperti ini , biasanya kamu gak pernah Dadan kalau pergi kemana pun . " Ucap Alvan curiga .
" Ya ...kan Luna ingin cantik juga mas dia kan perempuan tentu harus Dadan agar enak di pandang , iya kan Luna . " Ucap Alma membuat Luna bernafas lega , gadis cantik itu mengangguk menyetujui omongan kakak iparnya .
" Ya sudah ayo berangkat , kita sudah telat gara gara Luna . " Ucap Alvan menatap adiknya itu tajam .Luna hanya tersenyum dan mengikuti Alvan dari belakang keluar dari rumah nya .
..
..
__ADS_1
..
Rayhan menatap jadwal nya yang padat , dari tadi malam ia tak beristirahat sama sekali di karena kan ada sebuah mobil kecelakaan dan korban nya banyak ibu ibu yang sedang hamil jadi ia buru buru datang kerumah sakit tadi malam jadilah ia lembur sampai pagi .
Ia ingin beristirahat namun ia ingat bahwa pagi ini adalah jadwalnya praktek dan ia tak bisa mengecewakan para pasien nya .
" Astaga kepala ku jadi pusing lihat huruf huruf ini . " Ucap Rayhan melihat daftar nama pasien nya .
" Hay dokter rayhan . " Sapa seorang wanita yang berprofesi sama dengan Rayhan .
" Hay dokter Claudia ...lama tak berjumpa . " Ucap Rayhan tersenyum senang .
" Iya ...aku sibuk akhir akhir ini karena banyak anak anak yang datang . " Ucap Claudia tersenyum.
" Ya ...bukan anak anak saja sekarang memang banyak musim nya orang sakit . " Ucap Rayhan dengan senyum manis nya .
" Iya kamu benar .. seperti nya kamu juga habis lembur ya Han ..Mata kamu sampai hitam begitu . ?" Tanya Claudia pada Rayhan .
" Ya begitulah , tadi malam ada kecelakaan mobil yang mengangkut para ibu hamil jadi aku lembut deh . " Cerita Rayhan .
" Memang nya para ibu hamil itu mau kemana kok bersama an gitu ?" Tanya Claudia penasaran .
" Mereka baru saja menghadiri seminar ibu hamil jadi ya begitulah aku gak tau cerita jelas nya bagaimana . Tapi kantung mata ku terlihat jelas ya ?" Tanya Rayhan takut jika kantung mata itu akan mempengaruhi penampilan nya .
" Ya ...kamu tau , kamu seperti panda saat ini . " Ucap Claudia bercanda , Rayhan tertawa mendengar nya .
Di lain sisi Luna memanyunkan bibirnya ketika melihat lelaki yang dekat dengan nya dan selama beberapa hari ini selalu memberi ia perhatian tengan tertawa bahagia bersama wanita lain , Luna marah dan ingin menampar lelaki itu namun ia bukan siapa siapa , mereka tak memiliki hubungan .
" Ayo Luna tunggu apa lagi . " Ucap Alma yang sedari tadi melihat Luna hanya diam mematung .
" Ayo mbak .." ucap Luna kembali mendorong kursi roda Alma.
Alma kembali menatap ponselnya ia tengah sibuk membalas chat konsumen yang mau memesan kue padanya ,Luna sengaja melewati Rayhan begitu saja saat di hadapan lelaki itu .
Rayhan yang baru menyadari kehadiran Luna pun langsung menghentikan tawanya ia ingin menyapa gadis itu namun gadis itu lewat begitu saja dari hadapannya membuat ia heran dan ingin bertanya pada gadis cantik itu .
...
..
..
Cemburu ...nih Luna ....
yang penasaran cus ke bab selanjutnya ya ...
__ADS_1
jangan lupa like , komen vaf dan hadiah ya
DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI PARA AUTHOR