Cinta Seorang Janda Lumpuh

Cinta Seorang Janda Lumpuh
episode 90


__ADS_3

Hari sudah semakin pagi dan ia belum menemukan di mana istrinya itu berada , rambut lelaki itu sudah acak acakan wajah nya lesu tak bertenaga sebenarnya ia sudah lelah namun ia tak akan pulang sebelum menemukan keberadaan istrinya itu .


Ia terus melajukan mobil nya membelah jalanan ibu kota Alvan menengok kanan dan kiri yang ia temukan bukan istrinya melainkan seorang ibu hamil yang di tuntun oleh suaminya dengan penuh kasih sayang . Melihat itu Hati Alvan teriris perih ..ia sangat merasa bersalah , ia menghentikan mobilnya di pinggir jalan dan menangis di dalam mobil .


lelaki itu tak tau lagi harus mencari Istrinya kemana ..Ia frustasi , berkali kali ia memukul kepalanya sendiri karena begitu bodoh dan membuat istrinya itu pergi meninggalkan nya .


Alvan mengusap matanya kasar ia merasa menangis tak akan ada gunanya jadi ia hendak kembali melajukan mobil nya namun matanya sudah lebih dulu melihat seorang wanita hamil yang tengah duduk di pinggir jalan dengan koper besarnya. Alvan langsung menangis dan keluar dari mobilnya menghampiri wanita hamil itu dan memeluk nya erat erat .


Sedangkan wanita itu tentu saja terkejut dengan apa yang dilakukan pria di hadapannya itu , ia langsung mendorongnya tubuh Alvan menjauh darinya ia tak ingin melihat lelaki yang telah mengkhianatinya berada di dekat nya .


" Sayang ...maafkan aku , kamu salah paham sayang aku bisa jelaskan semuanya . " Ucap Alvan berlinang Air mata , lelaki itu meraih tangan Alma dan menggenggam nya erat .


" Lepaskan mas ..salah paham apa..semuanya sudah jelas aku tak butuh lagi penjelasan dari kamu . " Ucap Alma berusaha melepaskan genggaman Alvan dari tangan nya namun ia kalah kuat dari lelaki itu .


" Aku tak akan melepaskan mu sayang . aku akan jelaskan semuanya ayo ikut aku pulang aku mohon . " Ucap Alvan memohon pada Alma .Alma terdiam sebenarnya ia juga sedikit tak percaya jika Alvan melakukan hal itu tapi ..bukti itu sangat nyata membuat ia sakit hati setiap mengingat nya .


" Kalau mas mau menjelaskan kenapa tak disini saja kenapa harus di rumah kenapa mas ?" Tanya Alma pada suaminya itu , Alvan menatap istrinya itu lembut .


" Karena disini bukan tempat yang tepat untuk menjelaskan semuanya sayang , lihatlah banyak orang yang memperhatikan kita . " Ucap Alvan membuat Alma menatap ke sekeliling nya .


Melihat itu Alma sedikit merasa malu karena telah membahas masalah keluarga nya di depan umum , ia juga merasa sudah tak bisa menahan lapar jika ia tak ikut dengan Alvan bagaimana ia bisa makan kemana ia akan pergi ia sama sekali tak membawa uang sepeser pun , ia juga merasa kasian pada anaknya yang mungkin tengah kelaparan sama seperti dirinya jadi ia terpaksa ikut dengan suaminya itu.


" Alma masih kecewa dengan mas ...Alma tak menyangka mas tega sama Alma ..tapi mas benar ini bukan lah tempat yang tepat untuk membahas masalah kita jadi Alma memutuskan untuk ikut mas pulang dengan syarat Alma tak mau bersentuhan dengan mas sebelum mas menjelaskan semuanya dan membuat Alma percaya . Alma juga tak mau melihat mbak Nadira di rumah Alma sakit hati setiap melihat orang itu , Alma ingin tidur terpisah dengan mas karena Alma mau menenangkan diri terlebih dahulu dan jika mas tak bisa menemukan bukti bahwa mas tak bersalah Alma akan pergi dari rumah bersama anak ini jangan harap bisa bertemu Alma dan anak ini lagi . " Ucap Alma pada suaminya itu .

__ADS_1


Alvan mengusap air matanya kasar lelaki itu tersenyum dan mengangguk karena ia yakin bisa membuktikan bahwa dirinya tak bersalah .


Ia ingin membantu Alma berdiri namun wanita itu memandang nya tajam oleh sebab itu ia mengurungkan niat nya , Alma berjalan menuju mobil Alvan di ikuti oleh Alvan dari belakang nya , lelaki itu membukakan pintu untuk istrinya itu tak lama Alma masuk kedalam mobil itu di ikuti oleh Alvan .


Sepanjang perjalanan Mereka hanya diam sesekali Alvan melirik istrinya itu yang sedang menatap lurus ke arah jalanan sesekali ia mengusap perutnya pelan melihat itu alvan jadi ingin menyentuh perut Alma ..ia merindukan tendangan kecil dari putra nya yang saat ini masih dalam kandungan Alma namun ia teringat akan janji nya jika ia tak boleh menyentuh istrinya itu sama sekali .


cukup lama Alvan melajukan mobilnya hingga mobil itu telah berhenti di sebuah rumah megah milik keluarga Alvan , lelaki itu hendak turun untuk membuka kan pintu sang istri namun Alma justru menatap nya tajam .


" Ada apa sayng ?" Tanya Alvan khawatir jika Istrinya itu berubah pikiran .


" Mas cek dulu kedalam ada mbak Nadira atau enggak kalau gak ada mbak Nadira baru aku mau kesana ..." Ucap Alma pada suaminya itu .


" Oke ...tunggu di sini ya . " Ucap Alvan ingin mengusap rambut Alma namun di tepis oleh wanita itu .


" Jangan setuh Alma ..." Ucap wanita itu dingin , Alvan menghela nafas nya lelaki itu berlalu masuk kedalam rumah nya .


" Alma mau pulang tapi gak ada wanita itu . " Ucap Alvan menunjuk Nadira dengan dagunya .


" Ck ..lebay sekali dia ..lagi pula apa dia merasa aku ini penggangu aku juga harus disini karena kak Alvan telah melakukan hal yang tak senonoh pada ku dia harus bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan padaku malam itu . " Ucap Nadira tak terima jika ia harus pergi dari rumah itu .


" Loe itu memang pengganggu dasar ular , muka tembok tak tahu diri .." ucap Luna pada Nadira gadis itu menatap Nadira tajam.


" Apa kamu punya bukti menuduh Alvan seperti itu Dira ... sebenarnya mau kamu itu apa ?" Tanya Medina kesal .

__ADS_1


" Aku punya buktinya ." Ucap wanita itu yakin dengan ucapannya .


" Apa ...foto yang kamu kirimkan ke handphone Alma yang kamu maksud itu tak bisa menjadi bukti Dira ..foto bisa di edit . Paham kamu . " Ucap Medina kesal . Sedangkan Alvan lelaki itu menatap Nadira tajam seraya mengepalkan tangan nya .


" Sudahlah ma ...aku punya bukti yang lebih kuat yang membuktikan jika diriku tak bersalah dan kamu Nadira ...jika bukti yang aku bawa kuat kamu harus pergi dari rumah ini aku tak Sudi tinggal serumah dengan orang seperti mu . " Ucap Alvan pada Nadira , Ningsih yang sedari tadi diam pun tak tahan lagi untuk tak angkat bicara .


" Dira ...lebih baik kamu masuk kedalam kamar setelah masalah ini selesai nenek akan mengirim orang untuk membawa mu dari sini dan pulang ke rumah kita . " Ucap Ningsih pada anak angkatnya nya itu .


" Nenek juga mau mengusirku dari rumah ini ...ck ...aku tak menyangka nenek membela wanita sialan itu ." Ningsih yang emosi karena Nadira berkata kasar langsung menampar gadis itu dengan keras .


" Pergi ke kamar Nadira . " Bentak wanita tua itu membuat ,Nadira berkaca kaca kemudian gadis itu berlari kekamar miliknya .


" Sabar ma ..." Ucap Medina mengusap bahu mertuanya itu .


" Aku hanya tak menyangka dia bisa berkata kasar seperti itu sebelumnya ia tak pernah seperti itu ia selalu berbicara dengan sopan pada siapa pun , ini memang salah ku kalau dari awal aku tak menjanjikan nya menikah dengan Alvan mungkin semua ini tak akan terjadi . " Ucap Ningsih meraup mukanya dengan kedua tangan , wanita tua itu menangis meratapi kebodohan nya .


" Sudahlah ma ...Alvan ajak Alma masuk, mama sudah tak sabar ingin bertemu dengan nya . " Ucap Medina di angguki Alvan . Lelaki itu berjalan keluar dari rumah dan menghampiri istrinya itu .


...


Di maafin gak ya ...


Yang penasaran tunggu besok ya ...

__ADS_1


Jangan lupa like komen vaf dan hadiah


Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author .


__ADS_2