
1 minggu berlalu dan kini Alma sudah di perbolehkan pulang ke rumah nya , Saat ini ia tengah mengganti popok sang anak sementara suaminya Alvan lelaki itu baru saja pulang dari luar negeri dan langsung menjemput nya ke rumah sakit kini lelaki itu tengah membereskan barang barang Alma .
" Ini sudah semuanya sayang ?" Tanya Alvan pada istrinya itu .
" Sudah mas ." Ucap Alma pada suaminya itu.
" Ya sudah yuk ." Ucap Alvan pada istrinya itu . Alma duduk di kursi roda yang telah di sediakan dengan sang bayi di pangkuan nya .
Sementara Alvan lelaki itu mulai mendorong kursi roda Alma dan membawa baju milik istrinya itu . Alvan terus mendorong kursi roda Alma melewati sebuah lorong panjang di hadapannya .
Sementara Alma wanita itu tengah tersenyum menatap sang anak yang sedang menguap , ia usap pipi anaknya itu perlahan . Kemudian ia mulai tersenyum saat melihat sang anak mulai memejamkan matanya perlahan .
" Alma itu bukanya Tante Iren " tunjuk Alvan pada seseorang yang tengah duduk menangis di sebuah ruang tunggu rumah sakit itu .
" Iya ...ayo kita kesana mas ." Ucap Alvan ingin tahu kenapa mantan mertua nya yang sudah lama tak terlihat itu menangis tersedu sedu seperti itu .
" Ck .. gak usah lah sayang nanti kamu di marahin lagi . " Ucap Alvan tak ingin istrinya itu sakit hati untuk kesekian kalinya dengan mantan mertua istrinya itu .
" Mas ...aku cuma mau tau kenapa dengan nya , jarang sekali dia menangis seperti itu . " Ucap alma pada suaminya itu , akhirnya Alvan pun menuruti kemauan istrinya . Mereka menghampiri Iren dengan perlahan .
" Ma ..." Panggil Alma pelan membuat wanita setengah baya itu langsung mengangkat wajahnya menatap Alma dengan berlinang air mat .
" Alma ." Ucap wanita itu pelan tak seperti biasanya yang selalu membentak dan mencaci maki Alma saat mereka bertemu .
" Mama sedang apa di sini ?" Tanya alma pelan .
" Mama sedang menemani Vivi , ini ...anak mu ?" Tanya Iren pada bayi di gendongan Alma .
__ADS_1
" Iya ma ...apa Vivi sudah melahirkan juga ?" Tanya Alma yang tau jika Vivi tengah mengandung sama seperti nya dulu .
" Tidak ..Vivi sudah lama tak mengandung dia ke guguran dan sekarang dia mengidap penyakit kanker rahim setadium akhir .mama sudah berusaha membawanya berobat kemana mana namun hasilnya nihil , uang mama juga sudah habis untuk biaya berobat Vivi Alma toko pemberian pun sudah mama jual kini hanya tinggal rumah pemberian mu yang masih kokoh berdiri . " Ucap Iren menutup mukanya dengan kedua tangan merasa tak tau harus bagaimana lagi .
" Mama yang sabar ya , memang nya suami Vivi tak ikut membantu ma ?" Tanya Alma pada mantan mertua nya itu .
" Tidak...jangankan membantu lelaki itu justru malah pergi entah kemana sekarang mama tak tau harus mendapatkan uang dari mama mungkin ini adalah cara Tuhan menegur mama karena sudah berprilaku jahat dan semena mena terhadap mu .Maafkan mama Alma maafkan juga Vivi kami sekeluarga meminta maaf pada mu atas apa yang telah kami perbuat sekarang mama sudah sadar bahwa bukan kamu yang tak pantas menjadi menantu saya tapi sayalah mertua yang tak pantas untuk mu karena saya terlalu jahat dan kejam pada mu . " Ucap Iren dengan Isak tangis nya .
" Sudahlah ma ...yang lalu biarlah berlalu , Alma sudah memaafkan mama . " Ucap Alma membuat Alvan berdecak tak suka . Ia merasa Alma terlalu baik dan mudah sekali memaafkan orang yang telah menyakiti hatinya berkali-kali .
" Mama bersalah padamu Alma dan juga Rendi , mama tak akan bisa melupakan kesalahan mama dengan mudah Alma .Rendi pasti sangat sedih dan malu memeliki ibu seperti mama.." ucap Iren semakin keras menangis membuat orang orang menatap kearah mereka .
" Sudah ma jangan menangis lagi , kalau mama butuh pekerjaan Alma bisa memberikan nya . Mama bisa bekerja di toko roti Alma kebetulan kemarin ada pegawai yang cuti karena sakit . " Ucap wanita itu pada mantan mertua nya .
" Tak usah Alma ...mama sudah terlalu banyak merepotkan kamu .mama tak ingin mengusik hidup mu yang telah berbahagia . " Ucap Iren mengusap air matanya kasar dan menatap Alma dengan senyuman .
" Baiklah kalau mama tak mau menerima bantuan alma tapi jika mama berubah pikiran datang lah kerumah Alma .Alma akan memberikan bantuan sebisa dan semampu Alma ma . " Ucap wanita itu tersenyum dan mengusap punggung tangan mertuanya itu perlahan .
" Mas tolong ambilkan dompet Alma . " Ucap Alma berbisik pada suaminya itu . Alvan tak berkomentar apa pun lelaki itu hanya menuruti perintah istrinya dan menyerahkan dompet istrinya itu pada Alma .
" Terimakasih mas . " Ucap Alma tersenyum yang hanya di balas Alvan dengan anggukan pelan .
" Ini ada sedikit uang untuk membantu biyaya Vivi berobat ma , ya meskipun tak seberapa mama jangan menolak nya ya Alma ikhlas memberikan nya . " Ucap Alma memberikan uang yang tersisa di dalam dompet nya kepada mantan mertua nya itu . Iren ingin menolak nya tapi Alma sudah berkata jika ia tak boleh menolak uang itu jadi Iren hanya bisa menerima nya .
" Terimakasih Alma ...mama tak tau lagi harus berkata apa padamu ...hanya kata maaf dan terimakasih yang bisa mama ucapkan untuk mu nak . " Ucap Iren kembali menangis .
" Lalu Sekarang Vivi ada di mana ma ?" Tanya Alma pada Iren .
__ADS_1
" Di dalam sedang di priksa oleh dokter Rayhan , kamu mau bertemu dengan nya ?" Tanya Iren pada Alma .
" Lain kali saja ya ma ...Alma mau pulang dulu kasian si kecil jika terlalu lama berada di luar . " Ucap Alma melihat anak nya yang masih terlelap dalam tidur nya itu .
" Iya nak ...hati hati di jalan dan terimakasih sekali lagi ya Alma . " Ucap Iren memeluk menantunya itu erat .
" Sama sama ma .." ucap Alma setelah Iren melepaskan pelukan itu , kemudian Alvan mendorong kursi roda Alma menjauhi Iren .
" Kasian sekali ya mas mama Iren . " Ucap Alma pada suaminya itu .
" Untuk apa kasian dia pantas mendapatkan nya , lagi pula kenapa kamu begitu mudah memaafkan orang itu padahal jelas jelas dia sudah menyakiti hatimu terlalu dalam sebenarnya hatimu itu terbuat dari apa sih sayang ." Ucap Alvan kesal pada istrinya itu yang kelewatan baik nya .
" Jangan seperti itu mas sesama manusia memang harus saling memaafkan , ya walaupun Alma tau mereka terlalu jahat sama alma tapi mereka sudah mendapatkan balasan nya mas jadi ya untuk apa kita terus menyimpan dendam makanya Alma memaafkan mama Iren begitu saja ." Ucap Alma pada suaminya itu .
" Lalu kenapa kamu sok sok an mau kasih dia pekerjaan sayang kamu gak takut mereka berpura pura dan ujung ujungnya berbuat jahat sama kamu ?" Tanya Alvan tak habis pikir dengan apa yang istrinya itu lakukan .
" Alma menawari nya pekerjaan karena mereka membutuhkan nya mas dan Alma yakin mama Iren tak berpura pura beliau memang tulus meminta maaf karena Alma tau orang seperti apa mama Iren itu , dia itu wanita yang gengsinya tinggi dan tak mau merendah kan dirinya di hadapan orang lain tapi tadi , dia rela meminta maaf dan memohon pada Alma untuk memaafkan dirinya jika ia ingin berniat jahat mungkin ia tak akan melakukan hal itu mas dia mungkin sudah menggunakan cara yang sama seperti cara kemarin ia mengancam kita dengan masalah Luna . Lagi pula dia tak menerima bantuan Alma sama sekali itu menandakan bahwa mama Iren benar benar sangat menyesal dan mungkin juga merasa bersalah pada mas Rendi . " Ucap Alma menjelaskan semuanya pada Alvan .
" Sudahlah ayo kita pulang saja sayang tak usah memikirkan masalah ini lagi . " Ucap Alvan tak ingin berdebat dengan istrinya itu , ia kembali mendorong kursi roda alma menuju tempat parkir bersama sang bayi dalam gendongan wanita itu .
...
...
...
2 episode lagi tamat ya ... jadi jangan kemana mana dan tunggu besok ...
__ADS_1
Jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya .
DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI PARA AUTHOR