
Alma menatap ibunya sendu , sedari tadi ibunya tak menujukan perubahan apapun jangan kan menggerakkan tangan membuka matanya saja tidak hal itu yang membuat Alma sedih , sementara itu Alvan yang sedari tadi berada di samping wanita itu pun hanya diam .
Tak ada satu kata pun yang keluar dari mulutnya . Ia nampak iba dengan apa yang di alami Alma , wanita itu nampak kuat di depan namun sebenarnya rapuh di dalam itu yang Alvan lihat .
" Permisi ..dokter ingin bicara dengan keluarga pasien. " Ucap salah seorang suster yang baru saja memasuki kamar di mana ibu Alma di rawat .
" Saya anak nya sus . " Ucap Alma mendorong kursi rodanya menghampiri suster itu .
" Kalau begitu mari , ikut saya . " Ucap Suster itu membantu Alma mendorong kursi rodanya pergi dari kamar itu .
Kini di kamar bernuansa putih itu tinggal lah Alvan sendiri an . Lelaki itu duduk di samping ranjang pasien . Di tatap nya ibu Alma tajam , Lelaki itu tiba tiba saja teringat pada ibunya , ia tak bisa membayangkan jika nanti ibunya akan bernasib sama seperti ibu Alma karena ibunya pun akan tua dan pasti akan jatuh sakit juga .
Mengingat itu membuat ia menggelengkan kepalanya pelan ia tak ingin membayangkan hal yang belum tentu akan terjadi .
Tubuh yang sedari diam itu tiba tiba saja bergerak perlahan , mata yang sedari tadi tertutup pun mulai terbuka perlahan . Alvan yang melihat itu pun ingin bergegas pergi untuk memanggil dokter namun tangan nya sudah dulu di raih oleh ibu setengah baya itu .
" Kamu siapa ?" Tanya ibu Alma pada Alvan .
" Saya ...saya teman Alma . " Bohong Alvan ia sebenarnya tak memiliki hubungan apapun dengan Alma namun ia juga tak bisa mengatakan itu pada Ibu wanita itu .
" Uhuk..." Suara batuk itu nampak berat di telinga Alvan .
" Biar saya panggilkan dokter . " Ucap Alvan hendak pergi namun ibu itu tak mau melepaskan tangan lelaki itu .
" Ada apa Bu ?" Tanya Alvan menatap ibu Alma lembut .
" Tolong nikahi putri saya . " Ucapan itu membuat Alvan melotot ia begitu kaget dengan permintaan ibu Alma .
" Maksud ibu apa ?" Tanya Alvan memastikan bahwa apa yang ia dengar itu salah .
__ADS_1
" Nikahi putri saya ...uhuk... Uhuk... Saya mohon...saya sudah tidak bisa menjaga nya lagi , dia membutuhkan orang lain untuk bersandar . Saya mohon dia sudah tak memiliki siapa pun di dunia ini . Jika ...uhuk... Saya pergi siapa yang akan membantu nya mandi dan membantu ia melakukan hal hal kecil yang tidak bisa ia lakukan sendiri ....uhuk... Uhuk... " Ucap Ibu Alma berlinang Air mata .
Wanita itu merasa sakit di sekujur tubuh nya , badannya pun terasa menggigil bagai di siram air es .ia merasa hidup nya tak akan bertahan lama lagi , namun ia tak bisa pergi dengan tenang sebelum ia melihat putrinya menikah agar ada yang menggantikan nya untuk menjaga putri kesayangannya itu .
" Ibu ini ngomong Apa ...ibu masih kuat jaga in Alma , Alma masih butuh ibu . " Ucap seseorang yang tiba tiba saja datang dengan kursi rodanya .
" Saya mohon nak., Menikah lah dengan putri ku . " Ucap ibu Alma tak memperdulikan omongan dari anak nya yang baru datang itu .
Alvan nampak terdiam ia bingung harus menjawab apa , pernikahan bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilaksanakan apa lagi tanpa dasar cinta di dalam nya .
Namun wanita yang saat ini tengah menangis itu sudah tak memiliki siapa siapa lagi dan ia juga memiliki hutang Budi pada wanita itu jadi Alvan memutuskan untuk menikahi nya sebagai balasan hutang Budi yang tak akan pernah bisa ia bayar dengan materi .
" Baik saya akan menikahi anak ibu . " Ucap Alvan pada akhirnya . Ibu Alma nampak tersenyum ia senang keinginan nya untuk melihat Alma menikah Akan terwujud .
Sementara Alma , wanita itu menatap Alvan tak percaya dengan apa yang di katakan lelaki itu barusan .
" Ibu ini ngomong apa , siapa yang mau menikah Alma gak mau menikah Bu , Ibu masih sanggup kok nemenin Alma , Alma mohon . " Ucap Alma berlinang Air mata .
" Alma sayang ,....uhuk... Ibu ini sudah tua ,ibu sudah lelah dengan rasa sakit yang setiap kali menyiksa ibu secara perlahan ibu sudah tak kuat menahan nya nak , tolong ...uhuk uhuk... Kabulkan permintaan ibu yang terakhir .Menikahlah nak , agar ibu bisa pergi dengan tenang tanpa beban ...uhuk ...ibu mohon Alma ." Ucap ibu nya dengan pandangan sendu .
Alma terdiam ia merasa menjadi Anak yang tidak berguna , selama ini ibunya kesakitan ia pun tak tahu mendengar ibunya memohon sungguh membuat hati Alma teriris.
Ia tak tau harus bagaimana sekarang . Di satu sisi ia tak ingin menikah dengan orang yang sama sekali tak ia cintai namun disisi lain ia ingin berbakti pada ibunya untuk mengabulkan permintaan terakhir ibunya itu .
" Ibu mohon Alma . " Lirih ibunya lagi yang semakin membuat Alma ingin menangis saja rasanya , ia pun hanya bisa mengangguk perlahan .
Alvan yang melihat itu pun terdiam ia tau Alma terpaksa menikah dengan nya namun lelaki itu juga tak punya pilihan lain . Kondisi ibu Alma sangat memperhatikan ia hanya berusaha menerima Alma karena mungkin menikahi wanita itu adalah takdir nya .
" Kalau begitu biar saya telvon keluarga saya dahulu untuk membahas soal ini . " Ucap Alvan sebelum pergi dari kamar rawat calon ibu mertua nya itu .
__ADS_1
Alvan nampak ragu menelvon ibunya , ia yakin ibunya akan sangat terkejut dengan apa yang ia omongkan namun tak ingin menunda waktu Alvan pun langsung menghubungi nomer telpon milik ibunya itu .
" Halo ... "
"Iya nak ada apa ?" Tanya ibunya di sebrang sana .
" Mama bisa datang ke rumah sakit p......?" Tanya Alvan was was dengan apa yang akan ia katakan selanjutnya..
" Kenapa Van , kamu sakit . Atau bagaimana ?" Tanya ibunya itu khawatir .
" Alvan akan menikah sekarang . " Ucap Alvan perlahan .
" Apa ....." Teriak ibunya itu yang seakan akan terkejut dengan penuturan lelaki itu .
" Kamu gak bercanda kan sayang?" Tanya mama nya itu seakan tak percaya dengan apa yang di katakan anak nya , namun ia juga tau bahwa sang anak tak suka bercanda dan lebih memilih berbicara dengan serius .
" Alvan serius . " Ucap lelaki itu pelan .
" Siapa siapa yang telah meluluhkan hati anak mama ?" Tanya wanita itu penasaran .
" Ck ... Pokoknya mama datang saja kesini nanti juga mama tau . " Ucap Alvan kesal kemudian lelaki itu menutup telepon nya secara sepihak . Dan kembali ke kamar di mana ibu Alma di rawat .
" Bagaimana nak ?" Tanya ibu Alma dengan suara parau .
" Saya akan menikahi Alma sekarang tapi Secara Agama terlebih dahulu karena butuh waktu lama untuk mempersiapkan pernikahan secara negara , tapi saya janji setelah berkas di KUA selesai di urus saya akan menikahi anak ibu secara Negara . " Ucap Alvan tegas dan penuh keyakinan .
" Saya percaya kamu akan menepati janji kamu ...uhuk... Uhuk...Alma mungkin setelah ini ibu tak akan bisa menjaga mu lagi nak namun satu yang perlu kamu ingat .sepahit apapun hidup kamu tak boleh menyerah uhuk ...uhukk... Jangan pernah menangis lagi Alma kamu adalah anak ibu yang paling ibu sayang. " Ucap ibu Alma berlinang Air mata .
Mendengar itu seketika saja tangis Alma pecah andai ia bisa menukar posisi ia akan memilih sakit dari pada harus melihat ibunya seperti itu.
__ADS_1