
"ini Surat rumah , surat toko dan ada juga surat mobil semua sekarang menjadi milik kalian . " Ucap Alma menyerahkan beberapa kertas di tangan nya ke atas meja ruang tamu.
Sementara orang orang yang tengah berhadapan dengan nya itu pun segera mengambil kertas kertas itu dengan terburu buru . Nampak wajah mereka begitu senang , mereka sama sekali tak memikirkan perasaan Alma .
" Lalu kapan kamu bisa keluar dari rumah ini ?" Tanya seseorang yang sudah ia anggap ibu sendiri siapa lagi kalau bukan mertuanya itu .
" Mama gak usah khawatir , Setelah mobil yang membawa barang barang Alma datang Alam akan pergi bersama mobil itu. "Ucap Alma menjawab kekhawatiran ibu mertua nya itu.
" Syukurlah kalau kakak segera pergi , artinya Vivi tak perlu melihat muka kakak yang membuat Vivi muak ." Ucap Adik ipar nya itu seraya tersenyum senang .
Alma serasa ingin menampar wajah Adik ipar yang tak tau diri itu , tega nya adik iparnya berbicara seperti itu padahal ia sudah memberikan rumah dan beberapa toko rotinya untuk wanita itu. Benar benar menjengkelkan .
" O ... Tenang saja lagi pula saya juga malas berlama lama di tempat ini karena adanya Orang seperti kamu. " Ucap Alma membalas omongan Vivi .
" Berani nya kamu berbicara seperti itu kepada anak saya . " Murka mama mertua nya.Alma tertawa mendengar mertua nya itu berbicara , ia tak akan mau hormat lagi kepada wanita itu .
Sudah cukup ia memberikan apa yang ia punya bukan berarti ia akan diam juga ketika harga dirinya di injak injak .
" Memang nya kenapa kalau Alma berbicara seperti itu toh anak mama juga tak berbicara dengan sopan kepada saya , lagi pula kita sudah tak memiliki hubungan Apapun semenjak mama mengambil semuanya dari saya ." Ucap Alma tak mau mengalah lagi .
" Saya tak menyangka kamu akan berbicara seperti itu kepada orang tua , saya rasa anak saya memang benar benar kurang beruntung karena memiliki istri seperti kamu . " Ucap Ibu nya.seraya memutar bola matanya malas .
" Orang tua mama bilang, orang tua tak akan berbuat se kejam itu pada menantu nya ma dan saya juga kurang beruntung karena memiliki mertua seperti mama . Sudahlah saya malas berdebat dengan kalian , saya akan pergi sekarang dan semoga kalian bahagia dengan harta yang saya berikan itu . " Ucap Alma yang mampu menutup mulut mertuanya itu .
Kemudian wanita itu mendorong kursi roda nya dan menghampiri ibu nya yang tengah menunggu nya di depan pintu rumah .
" Kamu sudah siap nak untuk meninggalkan tempat ini ?" Tanya sang ibu menatap Alma sendu .
" Siap gak siap Alma harus siap karena rumah ini bukan milik Alma lagi sekarang . " Ucap Alma sendu .
" Ya sudah ayo nak , mobil yang dari tadi kita tunggu udah datang . " Ucap ibu Ayu memberi tahu anak nya .
__ADS_1
" Ayo Bu ." Ucap Alma seraya memejamkan mata nya sebenarnya ia sungguh tak rela meninggalkan rumah itu yang ia bangun sedikit demi sedikit dari kerja keras nya bersama sang suami .
" Selamat tinggal ..." Lirih Alma menatap rumah itu sejenak . Kemudian sang ibu mendorong kursi roda itu menuju sebuah mobil pick up yang tengah berada di depan gerbang . Mereka meninggalkan rumah itu dengan segala kesedihan ...
....
...
..
" Mulai sekarang kita tinggal di sini , ibu enggak keberatan kan ?" Tanya Alma kepada ibunya .
Kini wanita itu tengah berada di sebuah kontrakan kecil di tengah tengah ibu kota .
" Tak apa nak , andai kan ibu tak menjual tanah dan rumah di kampung untuk berobat ibu pasti Sekarang kita tak perlu mengontrak seperti ini nak . " Ucap ibunya itu menyesal .
" Ibu gak usah memikirkan itu toh ibu menjual nya karena ibu butuh uang buat berobat . " Ucap Alma menasehati ibunya itu .
" Ibu tenang saja , Alma masih menyimpan uang sedikit buat kita makan sampai Alma menemukan pekerjaan yang cocok . " Ucap wanita itu menjawab kekhawatiran ibunya .
" Tapi mana ada yang mau menerima kamu nak , dengan kondisi kamu seperti ini ?" Tanya ibunya khawatir .
" Ibu ini kenapa bisa pesimis begitu,lagian kan Alma masih punya 2 tangan untuk Alma bekerja , Alam mau buat kue lagi Bu seperti dulu dan menjual nya ke tetangga sekitar lumayan lah buat tambah tambah . " Ucap Alma kepada ibunya itu .
" Ibu senang kamu punya pemikiran seperti itu dari dulu ibu yakin bahwa kamu itu wanita yang kuat dan tegar ." Ucap ibu Alma memuji anak nya .
" Ibu jangan memuji Alma seperti itu nanti Alma bisa besar kepala ." Ucap wanita itu tersenyum .
" Lalu bagaimana dengan terapi kaki kamu yu ?" Tanya sang ibu mengingat kan anak nya itu .
" Kita hentikan saja Bu .lagi pula belum tentu Alma bisa berjalan lagi ." Ucap wanita itu tak mau membuang buang uang hanya karena hal yang tidak pasti .
__ADS_1
" Kamu sendiri yang bilang untuk jangan pesimis tapi kamu malah pesimis seperti itu ,ibu akan membantu kamu mencari uang yu . Jadi jangan hentikan terapi nya , ibu yakin kamu akan bisa berjalan lagi seperti sediakala .
" Ucap sang ibu memberikan semangat untuk anak nya itu .
" Baik lah jika ibu yakin seperti itu maka Tuhan akan mengabulkan nya . " Ucap Alma mendukung omongan ibu nya .
" Ya sudah ayo kita bereskan barang barang ini . "Ucap ibu Alma semangat , melihat itu Alma pun tersenyum . Ibunya saja semangat itu masak dirinya tidak .
Mereka memulai membersihkan rumah itu dengan senang , Alma merasa lega karena beban di hatinya terangkat saat keluar dari rumah nya itu. Beban yang selama ini Alma pendam dalam hatinya karena perilaku mertua nya itu.
Meski terkadang wanita itu masih merasa bersalah kepada alm suaminya karena tak mampu menempati rumah mereka lagi .Dulu Alma pernah berjanji untuk menempati rumah itu bersama sang suami hingga ajal menjemput mereka namun Alma terpaksa harus mengingkari janji itu ..
" Semoga saja hidup ku akan lebih bahagia ketimbang hidupku yang dulu meskipun tak ada harta yang melimpah asalkan bisa bersama ibu dan bisa makan aku sangat senang dan sangat bersyukur ." Harap Alma .
" Foto pernikahan kamu ini mau di pasang di mana nak ?" Tanya ibunya yang baru saja membuka kardus dan melihat foto pernikahan anak nya ada di sana .
" Simpan saja Bu , tak usah di pasang , biarkan itu menjadi kenang kenangan . " Lirih Alma berusaha mengikhlaskan masa lalunya .
" Baiklah ibu simpan di kamar kamu ya nak " ucap wanita itu meminta izin anak nya .
" Iya ..." Jawab Alma . Kemudian sang ibu membawa kardus itu ke kamar ayu dan meletakkan nya di sana .
" Oh iya nak kamu mau terapi lagi kapan ?" Tanya sang ibu yang baru saja keluar dari kamar .
" Nanti sore buk , ibu mau nemenin Alma ke sana ?" Tanya Alma .
" Tentu saja ibu ikut nak , siapa nanti yang membantu mu turun dari angkot kalau tak ada ibu di sana . " Ucap ibunya itu perhatian .
" Maafkan Alma ya Bu , selalu merepotkan ibu , seharusnya Alma lah yang merawat ibu bukan ibu yang merawat Alma . " Ucap wanita itu merasa bersalah .
" Tak apa nak itu sudah tugas ibu untuk merawat anak nya . " Ucap wanita itu tak mau Alma terus terusan bersedih . .
__ADS_1
Alma pun hanya tersenyum , sementara ibunya itu berharap semoga ia tak jatuh sakit lagi. Kalau ia jatuh sakit siapa yang akan merawat anak nya itu anak nya itu masih membutuhkan dirinya , ia akan berusaha untuk kuat meski ia tak tau bagaimana dengan kondisi fisik nya itu .