
Malam pun datang... Malam itu banyak sekali bintang yang bertaburan di langit sangat indah untuk di pandang namun tak seindah hati Alvan dan Alma .
Mereka berdua sendang sedih ..mereka saling mencintai namun rahasia yang disembunyikan Alvan itu sungguh membuat Alma marah dan akhirnya hubungan mereka pun terkena dampak nya .
Alvan berjalan lesu membuka pintu kamar nya perlahan di lihatnya Alma yang tengah duduk di kasur nya dengan memangku sebuah laptop .Alvan rasa Alma meminta bantuan mama nya untuk naik ke atas kasur .
Lelaki itu terus berjalan dan ikut berbaring di samping istrinya itu .. tak ada kata yang keluar dari keduanya , Alma mengacuhkan Alvan , wanita itu sibuk dengan laptopnya .
Melihat itu Alvan merasa sedih , hati Lelaki itu tak rela jika Alma terus mengacuhkan nya. Alvan meraih laptop di pangkuan Alma melipat nya dan meletakan nya di atas meja samping tempat tidurnya . Lelaki itu ingin membahas masalah nya dengan Alma ia tak ingin rumah tangga nya hancur hanya gara gara masalah itu .
" Mas ini apa apa an sih . " Ucap Alma tak suka dengan apa yang telah dilakukan suaminya itu .
" Mari kita bicara sebentar Alma .." ucap Alvan menatap istrinya itu tajam .
" Apa yang perlu dibicarakan , semuanya sudah nyata dan jelas . " Ucap Alma ikut menatap Alvan dengan tajam pula .
" Aku minta maaf aku tau aku salah ... Tapi aku mohon jangan seperti ini . " Ucap Alvan pada wanita di hadapannya itu .
" Kalau mas tak mau aku seperti ini kenapa dari awal kita menikah mas tak mau menceritakan semuanya . Kenapa baru sekarang mas cerita . " Ucap Alma marah .
Wanita itu masih kecewa dengan lelaki yang berstatus sebagai suaminya itu .
" Aku punya Alasan soal itu jadi dengarkan dulu . " Bentak Alvan membuat Alma diam , wanita itu tertawa pelan ia tak menyangka Alvan malah membentak nya padahal lelaki itu yang salah .
" Sudahlah seperti nya kita tak perlu bicara saat ini, toh nada mas tak bersahabat untuk di ajak bicara . " Ucap Alma memilih berbaring dan memunggungi suami nya itu .
Alvan terdiam ia mencaci maki dirinya sendiri yang tak mampu mengontrol emosi . Ia tak ingin bersikap seperti itu lagi pada Alma jadi ia memilih pergi dari kamar itu .
Alma yang melihat itu pun kecewa , ia merasa Alvan tak berusaha membujuk nya .Ia wanita ia ingin tau rasanya di bujuk seperti apa ia ingin seperti wanita lainya yang ketika marah mendapatkan bujukan yang manis dari pasangannya bukan malah bentakan yang ia dapatkan dari suaminya itu .
" Sudahlah sifat nya memang seperti itu untuk apa aku mengharapkan dia membujuk ku dengan bersikap manis . " Ucap Alma berusaha memejamkan matanya .
...
..
__ADS_1
Sementara itu di rumah mantan mertua Alma tengah gaduh karena adik iparnya Vivi tengah memarahi suaminya habis habisan .
" Tega nya kamu bohongin aku mas... Aku gak nyangka kamu lelaki seperti itu , kenapa kamu tak bilang kalau kamu sudah menikah dan aku ini hanya istri kedua kamu bahkan parah nya kamu sudah memiliki anak .. kalau kita tak bertemu dengan istrimu itu di mall mungkin aku gak akan pernah tau kalau kamu sudah menikah lebih dulu dan sudah memiliki anak . " Ucap Vivi marah .
" Aku ..aku..." Ucap suaminya bingung harus menjelaskan apa .
" Aku aku ..aku apa" bentak Vivi .
" Kamu gak bisa jawab kan , bodohnya aku yang terlalu mencintaimu sampai sampai sudah tau kamu seperti ini aku masih mencintaimu . " Ucap Vivi membuang mukanya dari pandangan suaminya itu .
" Ada apa Vivi kenapa ribut ribut .." ucap Iren yang datang wajah khawatir .
" Mama lihat menantu mama ini , menantu mama ini sudah memiliki istri dan anak tapi kita semua gak tau . " Ucap Vivi menatap remeh kearah suaminya .
" Benar itu yang dikatakan Vivi Ardan ?" Tanya Iren tak percaya .
Lelaki itu hanya diam dan menunduk , itu membuktikan bahwa perkataan Vivi benar , Iren marah dan menampar menantunya itu .
" Dasar kamu ini lelaki brengsek , kamu itu beruntung mendapatkan anak saya karena kamu hanya numpang hidup dengan dia , bukannya malah bersyukur kamu malah telah membohongi kami dan itu kebohongan yang besar . Vivi ceraikan saja suamimu ini mama tak Sudi memiliki mantu seperti dia . " Ucap Iren murka .
" Kalau kamu gak mau aku ceraikan kamu maka ... Ceraikan istri mu itu ..Aku tak Sudi di madu . " Ucap Vivi membuang mukanya .
" Baik... Aku akan Ceraikan dia lagi pula aku sudah tidak mencintai nya lagi . " Ucap Ardan membuat Iren tersenyum sinis .
" Kamu dengan mudah nya setuju , apa kamu nantinya juga akan bersikap sama pada anak ku ..jika kamu jatuh cinta lagi dengan wanita lain ?" Tanya Iren , Vivi yang mendengar nya pun langsung menatap Ardan tajam .
" Tidak ...Aku janji ..aku akan mencintai Vivi dan bersama nya selamnya . " Ucap Ardan pada mertua dan istrinya itu .
" Sudah lah mama malas ... Ikut campur , keputusan ada di tangan mu Vivi jadi terserah kamu ...mau bagaimana . " Ucap Iren pergi dari tempat itu .
Sementara Vivi , wanita itu masih menatap Ardan tajam dan Ardan hanya bisa pasrah karena ia salah jadi ia hanya bisa diam dan menerima apapun keputusan istrinya itu .
...
..
__ADS_1
..
Alvan menatap Luna yang saat ini tengah menatap nya ketakutan , Alvan menatap adiknya itu dengan pandangan bersalah . Ia tak mampu membawa Alma datang menemui Adiknya itu padahal ia sudah berjanji akan membawa Alma kehadapan nya .
" Maaf Luna ..kakak tak bisa menepati janji kakak . " Ucap Alvan meneteskan air matanya , ia merasa menjadi kakak dan seorang suami yang tak berguna .
Luna menghentikan tangis nya ketika melihat kakanya itu menangis di usap nya air mata kakak nya per lahan setelah itu Wanita itu tiba tiba tertawa menertawakan Alvan , Alvan yang melihat reaksi adiknya itu pun semakin menangis .. ia tak perduli dengan Nora yang mungkin saja mendengar nya menangis dari luar pintu .
Ia sedih ... Sangat sedih ... Adiknya bukan nya menunjukkan perubahan malah sebaliknya , adiknya itu semakin parah dan ia tak bisa .. melakukan apapun untuk adiknya itu .
...
..
Alma menggeliat dalam tidurnya ia gelisah karena Alvan tak kunjung datang ia pikir Alvan keluar rumah .. padahal lelaki itu sedang di kamar Luna .
" Kamana mas Alvan kenapa belum pulang juga padahal ini sudah tengah malam . " Ucap Alma gelisah , ia berusaha memejamkan mata dan tak perduli dengan suaminya itu tapi ia tak bisa .
Wanita itu meraih handphone nya berusaha Menelvon nomer Alvan namun ponsel lelaki itu tertinggal di kamar nya . Alma semakin kesal karena itu ,Ia marah pada Alvan tapi ia juga khawatir takut jika suaminya melakukan hal hal yang tidak diinginkan .
" Mas Alvan ini bikin pusing ... Dan khawatir saja . " Ucap Alma kesal wanita itu menarik selimut dan menutupi tubuhnya berusaha tidur namun hatinya sama sekali tak tenang dan membuat ia akhirnya terjaga sepanjang malam...
...
...
.
Lagi marah tapi ... khawatir juga ... itulah cinta ...
yang penasaran silakan lihat episode selanjutnya ya ...
jangan berpaling dari cerita ini , berikan komen like dan vaf ya jangan lupa beri author hadiah ..
.
__ADS_1
DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI PARA AUTHOR.