
Alma tersenyum saat melihat mobil Alvan datang , wanita itu segera mengambil tas dan memanggil Medina , setelah itu mereka mendatangai Alvan yang saat ini tengah menunggu nya di teras rumah .
" Langsung ke toko ya Van . " Ucap Medina pada anak nya itu .
" Oke ucap Alvan menyerahkan sebuah payang pada Medina , ibunya itu sudah lebih dulu beranjak dan masuk ke dalam mobil .
" Pakai ini sayang . " Ucap Alvan menyerahkan jas kantor nya di kepala istrinya itu .
" Gak usah mas , nanti baju mas basah . " Ucap Alma menyerahkan kembali jas kantor milik suaminya itu .
" Gak papa yang penting kamu gak kehujanan sayang . " Ucap Alvan tersenyum . Lelaki itu kembali memakai kan jas hujan ke kepala istrinya itu .
" Maksih mas ." Ucap Alma tersenyum senang menerima perhatian yang Alvan berikan kepadanya .
" Sama sama sayang ku . " Ucap Alvan mencium pipi Alma sayang .
" Alvan buruan , malah mesra mesra an di situ lagi . " Ucap Medina di dalam mobil .
" Iya iya sabar .." ucap Alvan pelan .
kemudian Lelaki itu membantu Alma menaiki mobil nya di duduknya sang istri di kursi ke samping kemudi , kemudian lelaki itu masuk kedalam mobil lewat pintu samping kemudi . Dengan perlahan lahan lelaki itu mulai melajukan mobil nya meninggalkan rumah nya .
...
..
Rayhan keluar dari ruang operasi , lelaki itu menghela nafas lega karena ia perempuan yang ia bawa tadi bisa terselamatkan .
Lelaki itu tak memikirkan lagi apa yang akan ia dapatkan karena ia telah melanggar peraturan . Ia tak seharusnya melakukan operasi itu di tempat lain selain tempat ia bekerja .
" Bagaimana keadaannya . " Ucap Luna yang buru buru datang menghampiri Rayhan.
" Kamu tenang saja , Alhamdulillah keduanya selamat . " Ucap Rayhan tersenyum kecil .
" Em... makasih dokter sudah mau membantu Luna buat menyelamatkan ibu itu . " Ucap Luna malu.
ia pikir Rayhan lelaki yang jahat dan mau merebut kakak iparnya tapi ternyata dugaan nya salah , lelaki itu begitu baik hati sama sekali tak seperti dengan apa yang ia tuduhkan pada pria di hadapannya itu.
" Tak masalah , itu sudah tugas ku sebagai seorang dokter . Tapi kalau boleh aku tau , kamu yang nabrak wanita tadi atau orang lain ?" Tanya Rayhan penasaran .
" Bukan saya , tapi orang lain . Saya hanya kebetulan menyaksikan tabrakan itu dan saya tak menyangka korban nya adalah seorang ibu hamil , aku bingung harus gimana waktu itu tapi Untung lah dokter datang tepat waktu . " Ucap Luna tersenyum .
Rayhan tertegun ia baru pertama kali melihat Luna tersenyum dan ia merasa terpikat pada senyum gadis yang belum lama di kenalnya itu .
" Oh begitu . " Ucap Rayhan ikut tersenyum.
" Em...maaf di awal pertemuan kita saya tak bersikap baik bahkan saya sudah berpikir yang tidak-tidak pada dokter saya juga minta maaf soal olahraga malam itu ...saya tak mengetahui artinya kemarin jadi saya berkata seperti itu dengan dokter maaf...saya tak bermaksud ..." Belum sempat Luna melanjutkan omongan nya Rayhan sudah meletakan jari telunjuk nya di mulut gadis itu , Luna tertegun ia begitu terkejut dengan sikap yang di berikan Rayhan padanya .
" Cukup minta maaf nya saya sudah memaafkan mu . " Ucap Rayhan tersenyum manis .
__ADS_1
" Karena dokter sudah memaafkan saya maka dokter harus menraktir saya makan " ucap Luna riang .
" Saya yang memaafkan kenapa saya yang harus menraktir kamu ?" Tanya Rayhan heran.
" Ya kan dokter yang sudah punya penghasilan saya kan masih pelajar tentu saja uang nya harus di sesuaikan dengan kebutuhan . " Ucap Luna nyengir.
" Baiklah ...Ayo kita cari tempat untuk makan bersama . " Ucap Rayhan pergi di ikuti oleh Luna di belakang nya .
...
..
.
Alvan menurunkan istrinya itu di kursi rodanya , lelaki itu berjalan sambil mendorong kursi roda Alma masuk kedalam toko setelah mengunci mobilnya terlebih dahulu . Sedangkan Medina , ibunya itu sudah lebih dulu masuk .
" Kan apa aku bilang , baju mas jadi basah . " Ucap Alma mengusap usap kemeja suaminya yang basah terkena air hujan .
" Hanya basah saja tak masalah sayang . " Ucap Alvan menyepelekan .
" Bukan masalah bajunya mas , tapi nanti mas masuk angin terus jatuh sakit . " Ucap Alma kesal karena suaminya itu menyepelekan kesehatan nya.
" Aku ini kuat sayang basah sedikit tak membuat ku sakit dan manja . " Ucap Alvan PD .
" Terserah mas saja . " Ucap Alma sudah lelah menasehati suaminya itu.
" Jangan marah ..." Ucap Rayhan memeluk leher Alma dari belakang . Semua orang yang ada di toko tersebut menatap mereka berdua dengan tersenyum .
" Cup ..." Alvan bukannya malu malah justru mencium pucuk kepala istrinya itu .
" Mas ..." Kesal Alma yang wajah nya sudah memerah karena malu .
" Ahahaha ..oke oke mas tak.lakukan lagi . " Ucap Alvan tak ingin Alma kesal karena nya .
" Mana temen kamu itu Alma tadi katanya sudah di sini ?" Tanya Medina pada menantunya itu .
" Sebentar lagi ma , dia lagi jalan ke sini . " Ucap Alma pada ibu mertua nya itu .
Tak lama pintu toko itu terbuka dan memperlihatkan ibu dan anak yang memasuki toko tersebut siapa lagi kalau bukan Sintia dan cinta .
" Om Alvan ..." Ucap Cintia berlari memeluk kaki Alvan , Alvan tersenyum dan mengusap kepala anak itu sayang .
" Om Alvan saja yang di sambut nih ?" Tanya Alma pada cinta .
" Hehehe ...iya Tante Bidadari . " Ucap cinta memeluk Alma sayang .
Medina yang melihat nya pun tersenyum ia merasa Alma dan Alvan sangat menyayangi anak kecil ia merasa anak dan menantu nya itu sudah pantas menjadi orang tua , tinggal menunggu kabar baik nya saja .
" Oh iya tadi kamu panggil aku apa sayang ?" Tanya Alma pada cinta
__ADS_1
" Bidadari karena Tante Alma cantik dan baik hati seperti bidadari yang ada dalam dongeng. " Ucap cinta tersenyum senang .
" Kamu bisa saja . " Ucap Alma mengusap kepala cinta sayang .
" Maaf ya mbak saya bawa cinta ke sini soal nya gak ada yang jaga di rumah ."ucap Sintia tak enak hati .
" Tak apa saya senang bisa bertemu lagi dengan cinta . " Ucap Alma tersenyum .
" Oh iya ma ...ini temen yang Alma maksud . " Ucap Alma pada ibunya itu .
" Kenalkan mbak saya mertua nya Alma , mbak langsung bekerja saja biar nanti Nopi yang ajarkan kebetulan hari ini toko sudah mulai buka jadi agak sedikit sibuk . " Ucap Medina pada Sintia .
" Baik Bu ...maaf sudah membawa cinta . " Ucap Sintia masih tak enak hati .
" Tak apa saya senang bisa ada teman main yang lucu seperti Luna . " Ucap Medina mencolek pipi gadis kecil di hadapannya itu .
" Nopi ..." Panggil Medina setelah itu pada salah satu pegawai nya .
" Iya Bu ada apa ?" Tanya Nopi pada majikan nya itu .
" Tolong kamu ajari Sintia ya dia pegawai baru di sini ." Ucap Medina tersenyum ramah .
" Baik Bu ..ayo mbk sintia ikut saya " ucap Nopi berlalu pergi yang di ikuti oleh Sintia .
" Mama mau kemana ..." Teriak cinta saat melihat ibunya pergi .
" Mama mau kerja saya mau cari uang buat cinta jadi cinta di sini dulu ya sama Tante Alma ." Ucap Alma pada anak kecil di depan nya .
" Sama om Alvan juga ?" Tanya cinta menatap Alvan .
" Om Alvan gak bisa sayang , om harus kerja lagi . " Ucap Alvan mengusap rambut cinta sayang ..
" Yah ...." Ucap cinta cemberut . Alvan terkekeh melihat nya .
" Sayang mas berangkat ke kantor lagi ya , ini Chiko dah telponin dari tadi . " Pamit Alvan pada istrinya itu .
" Iya mas hati hati . " Ucap Alma tersenyum . Alvan tak menjawab lelaki itu mengecup kening Alma pelan .
" I love you . " Ucap Alvan tersenyum .
" Love you too sayang . " Ucap Alma membuat Alvan tersenyum kemudian lelaki itu pergi meninggalkan Alma dan cinta sendiri an .
...
...
..
Aduh aku ikutan gemas sama Alvan dan Alma kadang nulis nya sampai senyum senyum sendiri , siapa nih yang baca sambil senyum senyum.
__ADS_1
yang penasaran tunggu besok ya , jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya ...
DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI PARA AUTHOR.