
Luna pulang kerumah dengan wajah masam tak ada sama sekali senyum di wajahnya , Alma yang melihat itu pun langsung menghampiri adik iparnya itu , ia mengerti kenapa Luna memasang muka sedih seperti itu .
" Kamu ...di tolak sama mereka ?" Tanya Alma pada adik iparnya itu , Luna tersenyum masam di tatapnya mata Alma dengan pandangan sedih nya .
" Luna ditolak sebelum mengatakan nya kak Luna gak tau kapan dan dari mana orang tua Rayhan tau semuanya . Yang jelas sekarang ..Luna ingin batalkan pernikahan Luna .." ucap gadis itu menitihkan air matanya .
" Kamu yakin...ini mempengaruhi masa depan kamu Luna , apa Rayhan udah setuju kalau kamu membatalkan pernikahan nya ?" Tanya Alma menatap adik iparnya itu sendu.
" Luna sebenarnya tak ingin membatalkan pernikahan itu mbak tapi Luna juga tak ingin Kak Rayhan nantinya mendapatkan cacian dan makian dari orang orang karena memiliki istri Nara pidana seperti Luna . " Ucap Luna memeluk Alma sambil menangis , Alma merasa kasihan pada adik iparnya itu di usapnya punggung adiknya itu perlahan .
Wanita hamil itu berusaha memberikan tempat untuk adiknya bersandar pada dirinya..
" Kamu tak akan masuk penjara Luna kan mbak sudah janji akan membantu mu ...jadi pikirkan lah dulu masalah itu matang matang jangan langsung mengambil keputusan begitu saja . " Ucap Alma menasehati Luna .
" Aku tau mbak alma akan membantu ku ...tapi rasa sakit hati ku tak akan hilang begitu saja mbak ...orang tua mas Rayhan sungguh tak menyukai ku jadi untuk apa aku melanjutkan pernikahan ini aku tak mau menikah tanpa restu kedua orang tua mbak . " Ucap Luna semakin mengeratkan pelukannya .
" Lalu apa Rayhan tau tentang semua ini Luna ..?" Tanya Luna pada adik iparnya itu .
Luna menggeleng pelan ia sama sekali tak memberi tahu calon suaminya itu tentang masalahnya , tentang orang tuanya yang tak setuju jika ia menikah dengan lelaki itu dan tentang pernikahan nya .
" Cerita kan lah dulu dengan rayhan Luna dia juga perlu tahu tentang semua ini ...kasihan dia jika kamu tak memberi tahu kan semuanya dia pasti akan bingung , kalian yang menjalani jadi kalian yang harus menyelesaikan nya secara bersama bukan malah kamu yang memikirkan nya sendiri an . " Ucap Alma pada adik iparnya itu , Luna terdiam ia merasa apa yang dikatakan Kakak iparnya itu benar .
Sebenarnya tadi Luna tak ingin memberi tahu Rayhan tapi karena kakak iparnya berkata seperti itu ia jadi merubah pikiran nya itu , ia ingin menyelesaikan masalah nya dengan lelaki itu segera .
Luna melepaskan pelukannya pada Alma ...ia mengusap air matanya kasar , Alma yang melihatnya pun tersenyum.
" Mbak maaf ya gara gara Luna baju mbak jadi basah . " Ucap Alma melihat baju Kakak iparnya itu yang telah basah dengan air matanya .
__ADS_1
" Tak apa Luna mbak bisa ganti baju nanti , yang penting kamu sudah lega karena sudah meluapkan emosi mu dengan menangis. " Ucap Alma tersenyum .
" Iya mbak , ya sudah Luna pergi ke kamar dulu ya mbak mau telvon kak Rayhan dulu . " Ucap Luna tersenyum tipis .
" Iya selesaikan secara baik baik jangan bertengkar oke .." ucap Alma mewanti wanti adik iparnya itu , Luna hanya mengangguk kemudian gadis cantik itu berjalan menuju kamarnya .
Alma tersenyum melihat itu , wanita hamil itu berjalan perlahan menuju kamar nya di liriknya Alvan yang sedang membaca buku di atas kasur , Alma mengabaikan lelaki itu ia berjalan menuju sofa di kamar itu ia memijit punggung nya yang terasa pegal akibat terlalu lama berdiri saat memasak tadi .
Alvan yang sedari tadi memperhatikan istrinya itu pun langsung menutup buku yang ia baca , lelaki itu berjalan menghampiri istrinya itu .
Ia duduk di samping istrinya tanpa berkata apa pun ia menyingkirkan tangan Alma dan mengganti kan nya dengan Tangan milik nya , lelaki itu mengusap punggung Alma perlahan .
Alma hanya diam sama sekali tak mengajak Alvan berbicara , ia membiarkan suaminya itu mengusap usap punggung nya .
" Luna sudah pulang . ?" Tanya Alvan pada istrinya itu , ia memutuskan untuk memulai perbincangan terlebih dahulu .
" Sudah ." Jawab alma singkat tanpa mau menatap suaminya itu , Alvan terima saja dengan sikap Alma itu karena memang dirinya lah yang salah .
" Belum ..." Jawab Alma singkat , Alvan terdiam lagi ia meresa sedih karena alma masih saja marah dan bersikap cuek padanya .
Sementara itu di kamar miliknya Luna menatap was was kepada layar handphone yang tak kunjung memperhatikan wajah calon suaminya itu , telvon itu terus berdering dan belum di angkat oleh Rayhan . Tak berapa lama calon suaminya itu mengangkat telepon tersebut .
" Ada apa sayang mas masih lembur . " Ucap Rayhan masih sibuk menatap laptop nya dan Sama sekali tak memperhatikan Luna ,Luna tersenyum getir ia merasa waktu ini tak tepat membicarakan masalah nya karena lelaki itu tengah sibuk .
" Ya sudah Luna bicara lain kali saja mas , mas lanjutkan saja kerja nya . " Ucap Luna ingin memutuskan sambungan telvon itu tapi Rayhan keburu menatapnya tajam .
" Jangan marah sayang , kakak punya waktu kok kalau cuma untuk berbicara sebentar . " Ucap Rayhan pada gadis nya itu .
__ADS_1
" Yang Luna butuhkan bukan waktu sebentar doang kak...Luna butuh waktu yang panjang untuk membahas sesuatu yang penting dengan kakak . " Ucap gadis itu menatap balik rayahan matanya mulai berkaca-kaca , ia sudah tak kuat menahan beban pikiran yang ia tanggung sendiri , Rayhan yang melihat Luna sangat serius dan berkaca kaca pun langsung menghentikan aktivitas nya .
" Ada apa sayang kenapa kamu menangis ?" Tanya Rayhan khawatir .
" Luna ...Luna..." Ucap gadis itu ragu , ia takut rayhan tak mau menerima nya karena ia calon Nara pidana sama seperti orang tua Rayhan yang tak mau menerima nya .
" Katakan lah Luna jangan buat kakak khawatir . " Ucap Rayhan menatap Luna was was .
" Luna tak bisa mengatakan nya di telvon , bisakah kakak datang ke rumah nanti setelah kakak pulang kerja . ?" Tanya gadis itu pada calon suaminya itu .
" Oke .. tapi jangan menangis oke kakak akan segera menyelesaikan pekerjaan kakak dan langsung ke sana . " Ucap Rayhan menatap Luna sedih .
" Iya kakak tapi kalau boleh Luna minta kakak jangan pulang dulu ya ...kakak langsung kesini baru setelah itu kakak pulang ke rumah kakak . " Ucap Luna tak ingin Rayhan mendengar masalah nya dari orang tuanya sebelum ia mengatakan semuanya pada lelaki itu .
" Oke ...sudah dulu kakak mau segera selesai kan pekerjaan Kaka mungkin 1 jam lagi selesai . " Ucap Rayhan pada Luna ,Luna mengusap air matanya perlahan dan mengangguk saja .
" Jangan menangis lagi kakak mencintaimu . " Ucap Rayhan pada calon istrinya itu .
" Luna juga mencintai kakak . " Ucap Luna setelah itu gadis cantik itu memutuskan sambungan telvon nya.
......
...
..
Kasihan ya Luna dan Rayhan ... bagaimana kelanjutan nya
__ADS_1
jangan lupa like, komen vaf dan hadiah ya .
DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI PARA AUTHOR