Cinta Seorang Janda Lumpuh

Cinta Seorang Janda Lumpuh
episode 27


__ADS_3

Sore hari pun datang dan Alvan saat ini tengah merasa bosan , ia ingin lebih dekat dengan Alma dan membuat wanita itu jatuh cinta namun ia tak tau harus dengan cara apa dan bagaimana .


Lelaki itu menatap Alma yang saat ini tengah sibuk dengan sebuah buku dan bolpoin di tangan nya , karena penasaran dengan apa yang di tulis Alma di buku itu Alvan pun mendekat dan duduk di samping Istrinya itu .


" Kamu nulis apa ?" Tanya Alvan pada Alma . Mendengar itu Alma langsung menyembunyikan buku di tangan nya dari Alvan .


" Kenapa di sembunyikan kan aku mau lihat Alma . " Ucap Alvan berusaha meraih buku di laci milik wanita itu.


" Ini bukan apa apa mas , mas gak perlu lihat . " Ucap Alma takut jika Alvan akan tertawa saat melihat tulisan nya .


" Ck ... Ayolah ma ... Aku cuma ingin tau isinya itu saja , apa jangan jangan itu buku diary kamu " ucap Alvan menduga duga isi dari buku yang di sembunyikan istrinya itu .


" Bukan Alma tak punya buku seperti itu . " Ucap Alma jujur .


" Kalau begitu kenapa kamu menyembunyikan nya ?" Tanya Alvan penasaran .


" Itu ... Itu cerita yang Alma sengaja buat , buat ngisi waktu luang . " Ucap Alma jujur karena Alvan terus memaksa ia untuk mengatakan nya .


" Kamu penulis novel ?" Tanya Alvan menatap Alma tak percaya .


" Bukan mas ... Ya bisa di bilang aku cuma nulis iseng iseng aja di buku . " Ucap Alma pada suaminya itu .


" Boleh mas lihat ?" Tanya Alvan penasaran dengan cerita yang di buat istrinya .


" Em... Tapi mas gak boleh tertawa karena , tulisan Alma jelek selain itu kata katanya juga gak baku . " Ucap Alma menatap Alvan lembut .


" Tenang saja , mas janji tak akan tertawa . " Ucap Alvan meyakinkan istrinya itu .


" Baiklah ini . " Ucap Alma mengeluarkan buku nya dari dalam laci dan memberikan nya pada Alvan .


Alvan menatap buku itu dengan teliti dari luar nya , sekilas buku itu nampak seperti buku biasa namun dalam nya ia pun tak tau .


Dengan perlahan Alvan mulai membuka nya dan mulai membaca buku itu dari awal halaman , ucapan Alma memang jujur tulisan wanita itu sangat jelek bahkan tulisan nya jauh lebih bagus dari tulisan Alma mengingat itu ia jadi tersenyum .

__ADS_1


" Kenapa mas senyum apa kah tulisan Alma selucu itu . " Ucap Alma membuat Alvan menoleh , lelaki itu mengusap kepala Alma pelan .


" Mas belum membacanya jadi tenang lah jangan berisik . " Ucap Alvan tersenyum kemudian lelaki itu mulai membaca nya dengan serius .


Alma sedari tadi Hanya memperhatikan raut wajah Alvan yang datar tak ada ekspresi sama sekali di wajah lelaki itu . Hal itu semakin membuat Alma penasaran dengan tanggapan Lelaki itu tentang karya nya .


Alma terus memperhatikan wajah Alvan , tanpa sadar ia terpesona dengan ketampanan suaminya itu ia tertegun dan seakan tersihir dengan keindahan di hadapannya .


Jantung wanita itu berdebar ia tak pernah memandang Alvan sedekat itu . Cukup lama Alma terpaku hingga suara Alvan mengagetkan nya ia pun langsung mengalihkan pandangannya dari ketertarikan nya pada wajah suaminya itu .


" Cerita mu bagus , kenapa tak mengembangkan nya menjadi sebuah novel dan mengirimnya ke salah satu aplikasi online ?" Tanya Alvan memandang Alma yang nampak gugup , seperti tengah terpergok tengah melakukan sesuatu .


" Kamu kenapa ?" Tanya Alvan bingung .


" Eh em... Itu gapapa mas . " Ucap Alma gugup .


" Kalau gak papa kenapa gak jawab pertanyaan ku ?" Tanya Alvan pada wanita itu .


" Em ... Alma hanya tak yakin karya Alma ini akan mendapatkan minat dari para pembaca . Alma juga belum siap mendapatkan kritik atas karya Alma yang amburadul itu . " Ucap Alma mengutarakan kekhawatiran nya pada Alvan .


" Tapi bagaimana mas tau kalau karya Alma bagus , apa mas juga suka baca novel ?" Tanya Alma penasaran .


" Mas sering baca di saat bosan saja , kalau kamu bener bener niat mas bisa belikan kamu laptop buat kamu ngetik novel nya . " Ucap Alvan menawarkan sebuah laptop pada istrinya itu .


" Gak usah mas nanti merepotkan , lagi pula laptop bukan barang yang murah . " Ucap Alma tak ingin membuang buang uang . Alvan tersenyum ia tak menyangka Alma begitu perhitungan soal uang .


" Apa kamu pikir sebuah laptop bisa membuat aku bangkrut ?" Tanya Alvan pada istrinya itu .


" Bukan seperti itu Alma tau mas mampu membelinya , tapi dari kecil uang sangatlah berharga dan rasanya sayang kalau harus di habiskan untuk membeli barang saja . Mas tau kan Alma dari keluarga yang kurang mampu .Lagi pula Alma bisa menulis di handphone kan mas . " Ucap Alma membuat Alvan kagum .


kalau wanita lain mungkin akan langsung menyetujui nya namun Alma berbeda , wanita itu begitu mandiri dan tak materialis dan Alvan sangat menyukai sikap istrinya itu .


" Mas akan tetap belikan ma , lagi pula kalau kamu menulis di handphone bukanya kurang nyaman ya karena layar nya tak begitu besar . " Ucap Alvan kekeh .

__ADS_1


Alma menghela nafas nya ia merasa percuma berdebat dengan Alvan toh suami nya itu tak menerima penolakan .


" Ya sudah terserah mas saja . " Ucap Alma pada akhirnya .


" Alma boleh gak mas tanya sesuatu ?" Tanya Alvan pada istrinya itu .


" Apa ?" Tanya Alma penasaran dengan apa yang akan di tanyakan suaminya itu .


" Menurut kamu aku tampan gak ?" Tanya Alvan membuat Alma tersenyum ia tak menyangka Alvan yang dingin akan bertanya hal seperti itu .


" Kenapa mas tanya hal seperti itu sama Alma ?" Tanya Alma tersenyum .


" Mas hanya ingin mendengar pendapat kamu karena kamu selalu menjawab pertanyaan mas dengan jujur jadi mas ingin minta pendapat mu tentang mas itu saja . " Ucap Alvan pada istrinya itu .


" Kalau Alma lihat sebagai perempuan mas ini termasuk tampan . " Ucap Alma jujur , Alvan bahagia mendengar itu . Ia senang akan pujian yang di layangkan istrinya .


" Mas baik gak ?" Tanya Alvan lagi , ia memandang Alma dengan serius .


" Baik tapi terkadang mas bikin Alma bingung . " Ucap Alma tak bisa berbohong .


" Bingung kenapa ?" Tanya Alvan tak paham dengan perkataan istrinya itu .


" Mas kadang baik banget sama Alma sampai membuat Alma begitu bahagia tapi terkadang mas dingin dan sering bentak Alma , Alma jadi sedih dan bingung dengan sikap mas seperti itu sampai Alma berpikir apakah mas punya kepribadian ganda atau tidak . " Ucap Alma mengutarakan isi hatinya tentang suaminya itu .


" Hahaha ... Aku ... Punya kepribadian ganda yang ada ada saja kamu ini . " Ucap Alvan tertawa karena Alma berpikir seperti itu tentang dirinya .


" Lalu kenapa mas bersikap seperti itu .?" Tanya Alma pada suaminya itu .


" Kamu mau tau aku kenapa ?" Tanya Alvan pada istrinya Alma .


" Iya..." Ucap Alma penasaran .


" Aku tak ingin kamu terluka , aku gak suka kamu ceroboh , aku tak suka kamu dekat dengan pria lain , aku tak suka kamu menangis dan aku tak ingin kehilanganmu .Tentu kamu bisa menebak ada apa dengan ku karena kamu sudah berpengalaman dari pada aku . " Ucap Alvan berdiri dari duduknya karena lelaki itu tau Alma tak akan berkata apa pun lagi .

__ADS_1


Sedangkan Alma wanita itu terdiam ia jelas tau perasaan apa yang dirasakan Alvan tapi ia juga tak tau harus berbicara apa karena ia sendiri belum tau bagaimana perasaan nya pada Alvan .


__ADS_2