Cinta Seorang Janda Lumpuh

Cinta Seorang Janda Lumpuh
episode 12


__ADS_3

Sebenarnya Chiko malas untuk datang ke rumah Alma namun karena permintaan teman nya itu ia jadi terpaksa datang ke sana , dan kini ia sedang di tatap curiga oleh Alma karena dia datang tiba tiba ke rumah wanita itu padahal wanita itu tak mengenal nya.


" Sialan si Alvan , gara gara dia aku jadi di tuduh orang jahat ." Ucap Chiko dalam hatinya


.


" Mbk Alma tenang dulu , saya bukan maling ataupun penjahat kedatangan saya kesini hanya untuk menawari mbk sebuah pekerjaan ." Ucap Chiko sopan .


" Dari mana mas tau kalau saya lagi butuh kerja an , lagi pula mas ini aneh mas gak kenal saya kok tiba nawarin pekerjaan apa jangan jangan mas ini mau saya kerja yang gak bener ya . " Ucap Alma masih curiga .


Chiko menghela nafas ia tak menyangka susah untuk mendapatkan kepercayaan wanita itu . Chiko tiba tiba saja mengingat teman nya Roni ia pun langsung mempunyai ide agar Alma setuju .


" Aku teman nya Roni , jadi kamu jangan curiga lagi sama aku . Aku tau kamu butuh pekerjaan dari Roni jadi apa kamu mau menerima tawaran ku ?" Tanya Chiko .


" Apa benar dia temen nya Roni , kalau aku gak terima aku harus cari kerjaan apa lagi , waktu terapi ku sudah semakin dekat dan uang ku pun semakin menipis . " Batin Alma memikirkan kondisi ekonomi nya .


" Baiklah aku terima . " Ucap Alma yang tak punya pilihan lain .


" Baiklah kamu bisa datang besok ke cafe saya . " Ucap Chiko tersenyum , ia senang akhirnya tugas yang di berikan alvan selesai juga .Lelaki itu hendak pergi meninggalkan rumah Alma namun di cegah oleh Alma .


" Ada apa ?" Tanya Chiko menatap Alma tajam .


" Em... Kamu kan belum ngomong alamat cafe mu di mana ." Ucap Alma mengingatkan . Chiko yang mendengar itu pun terkekeh ia tak menyangka ia akan melupakan hal itu .


" Jln .kenangan no 74 , Aku tunggu besok pagi ya . Jangan telat . " Ucap Chiko memperingati wanita itu .


Alma hanya mengangguk saja , sementara Chiko lelaki itu kini pergi meninggalkan Alma sendiri .


" siapa tadi nak ?" tanya ibu Alma yang sedari tadi hanya berdiam diri di kamar .

__ADS_1


" itu teman nya Roni buk , datang mau nawarin pekerjaan buat Alma . " ucap gadis itu menjelaskan maksud kedatangan teman Roni itu .


" Oh begitu ya sudah ibu kebelakang dulu ya , ibu kira siapa tadi yang datang . " ucap ibu Alma tersenyum .


kemudian wanita itu pergi sedangkan Alma wanita itu hanya berharap semoga saja ia betah di temat kerja nya yang baru .


....


...


..


" Bagaimana ?" Tanya Alvan menatap sahabatnya itu dengan pandangan tajam dan dingin .


" Ck ..apa nya yang bagaimana ?" Tanya Chiko kesal sahabatnya itu selalu saja kalau bicara setengah setengah membuat ia tak paham dengan apa yang di omongkan lelaki itu .


" Apakah sudah berhasil ?" Tanya Alvan lagi , Chiko menghela nafas nya ia tau yang di maksud sahabatnya itu adalah Alma si janda lumpuh yang entah kapan menarik perhatian sahabatnya itu .


" Syukurlah . " Ucap Alvan lega .


" Ini mas Alvan kopi nya di minum dulu . " Ucap seorang perempuan yang datang dengan secangkir kopi .


" Terimakasih Dea . " Ucap Alvan masih tak merubah raut wajah nya , lelaki itu masih saja dingin . Chiko yang melihat itu pun menjadi kesal .


" Begitu kah cara mu berterimakasih Van , percuma saja istri ku capek capek buatin kopi buat kamu . " Ucap Chiko memutar bola matanya merasa jengah dengan sikap sahabatnya itu .


" Mas ini kenapa bicara seperti itu , mas Alvan kan memang sifat nya seperti itu mas kayak baru kenal saja . " Ucap Dea menasehati suaminya itu .


" Iya aku tau kalau Alvan sikap nya selalu seperti itu tapi setidaknya berubah lah dikit Van , mana ada cewek yang mau sama cowok yang dingin kayak loe itu . " Ucap Chiko menasehati Alvan .

__ADS_1


Alvan hanya diam , ia tak melanggati omongan Chiko sama sekali hal itu justru semakin membuat Chiko kesal ia merasa di abaikan oleh sahabat nya itu .


" Loe ini selalu saja begitu . " Ucap Chiko lagi .


" Aku masih ada urusan , aku pergi dulu . " Ucap Alvan bangkit dari tempat duduknya dan berlalu pergi meninggalkan Chiko dan Dea begitu saja .


" Kamu lihat sendiri sikap nya , begitu Acuh tak Acuh padahal aku sahabat nya benar benar bikin emosi saja . " Ucap Chiko pada istrinya .


" Mas ini kenapa sensi sekali , biarkan saja mas Alvan seperti itu toh itu memang sifatnya kan . " Ucap Dea ganti memarahi suaminya . Chiko hanya diam ia berharap akan datang nya seseorang yang mampu menggentarkan hati sahabatnya itu agar tak dingin lagi seperti saat ini .


...


..


" Uhuk...uhuk..." Suara batuk itu mengganggu tidur Alma ia terbangun dan melihat ibunya tengah duduk di tepi ranjang , batuk wanita paruh baya itu tak ada henti hentinya membuat Alma semakin khawatir saja .


" Ibu .. besok kita periksa saja ya ke dokter . " Ucap Alma merasa kasian dengan kondisi ibunya itu .


" Tidak usah nak , kasian kamu nanti keluar uang banyak , mending uang nya di tabung untuk terapi kaki kamu . " Ucap ibu Alma tak mau merepotkan anak nya .


" Tapi batuk ibu tidak sembuh sembuh dari kemarin , Alma khawatir Bu ." Ucap Alma dengan wajah memelas .ia berharap ibunya akan mendengarkan nya dan mau berobat ke rumah sakit .


" Ibu tak apa Alma , sudahlah kamu istirahat saja besok kan kamu mulai kerja lagi , jangan sampai kamu terlambat besok . "


" Semoga ibu benar benar tak apa . " Ucap Alma kembali memejamkan matanya . Ibu Alma menatap anak nya sendu ia merasa bersalah karena telah berbohong pada anak nya itu , sebenarnya tadi ia sudah pergi ke dokter dan ia dinyatakan mengidap penyakit kanker paru .


Alasan ia menolak ajakan anak nya untuk pergi ke dokter adalah ia tak ingin Alma mengetahui hal tersebut , ia tak ingin menambah beban pikiran anak nya . Yang ia khawatir adalah sisa umurnya yang mungkin sudah tak lama lagi .


Ia khawatir dengan itu bukan karena takut mati tapi karena ia bingung jika ia tiada siapa yang akan mengurusi anak nya , anak nya itu masih membutuhkan ia dari mulai mandi dan membantunya berbaring di ranjang .

__ADS_1


Kalau ia tiada siapa yang akan membantu anak nya itu , mengingat itu ibu Alma menjadi sedih ia berharap Tuhan tak akan mengambil nyawanya sebelum ia menemukan pengganti dirinya yang akan menjaga dan melindungi anak nya dengan tulus dan sepenuh hati . Sampai hari itu tiba ia harus tetap sehat dan kuat .


" Andai bapak mu masih ada ma ...mungkin ibu tak akan khawatir dan bisa pergi dengan tenang tapi kamu sudah tidak memiliki siapa siapa lagi selain ibu di dunia ini jadi mau tak mau ibu harus tetap kuat dan bertahan demi kamu . " Ucap sang ibu mengusap rambut Alma perlahan.


__ADS_2