
Mauren sangat menikmati makanan di hadapannya itu bahkan ia sampai nambah 2 kali , ia tak pernah memakan makanan se enak itu sebelum nya , perutnya sungguh puas dengan makanan yang di sajikan calon besan nya itu .
" Ini enak sekali jeng Medina . " Ucap Mauren memuji makanan itu .
" Benarkah itu tadi yang masak Luna jeng . " Ucap Medina berbohong ia ingin anak nya terlihat bagus di hadapan calon mertuanya itu .
" Luna masakan mu ini enak mama sampai nambah 2 kali , nanti kalau kamu sudah jadi mantu mama sering sering masak ini ya nak , atau mama kasih resepnya juga boleh ." Ucap Mauren menatap Luna seraya tersenyum , Luna langsung saja bingung di tatapnya ibunya itu yang saat ini menatap Luna merasa bersalah akan kebohongan yang ia katakan .
" Mama ini bikin Luna dalam masalah saja . " Batin Luna berusaha menyuguhkan senyum manisnya walaupun sebenarnya wanita itu tengah memendam kekesalan pada ibu kandung nya itu .
" Kue nya juga enak , saya belum pernah mencicipi kue se enak ini . " Ucap tiyok memakan kue di meja makan itu .
" Itu resep dari Menantu saya , kebetulan dia suka membuat kue dan menciptakan rasa baru . " Ucap Medina memuji menantunya itu .
" Mereka juga punya toko kue Lo pah..." Ucap Mauren memberi tahu pada suaminya itu .
" Semoga usaha kalian semakin sukses ." Ucap tiyok di Amin ni semua orang yang ada di sana , mereka pun makan malam bersama sesekali mereka membahas tentang pernikahan yang akan di langsungkan 3 bulan lagi .
....
..
Alvan menatap Alma yang tengah membersikan wajah nya dari kejauhan , lelaki itu melangkah mendekati sang istri di ciumi nya lembut rambut wanita yang saat ini tengah mengandung anak nya itu.
Alvan menungggu istrinya itu dengan sabar tiba tiba istrinya itu mendekati nya dengan muka memelas , Alvan mengerutkan dahinya melihat muka Alma yang melas seperti itu , perasaan nya tak enak saat istrinya itu tiba tiba memeluk nya erat .
" Mas...." Panggil Alma pelan
" Ada apa sayang ?" Tanya Alvan dengan penuh rasa khawatir ia takut istri itu meminta hal yang aneh aneh .
" Aku pengen ...." Ucap Alma mengusap usap dada suaminya itu .
" Pengen apa Sayang ?" Tanya Alvan was was .
" Aku pengen buah tapi yang langsung dari pohonnya . " Ucap Alma membuat kekhawatiran nya terjawab, di tatapnya istrinya itu dengan pandangan memohon .
" Jangan sekarang ya sayang ini udah tengah malam . " Ucap Alvan berusaha membujuk istrinya itu .
" Aku maunya sekarang mas . " Ucap Alma kesal wanita itu menatap balik Alvan dengan pandangan sengit .
" Ck ...rumah kita gak ada pohon buah nya sayang mas harus cari kemana ?" Tanya Alvan frustasi dengan permintaan aneh dari istrinya itu .
" Alma gak mau tau mas harus cari pohon itu sampai dapet , Alma pengen lihat mas manjat pohon yang banyak buah nya mas ..." Ucap Alma pada suami itu dengan mata berkaca kaca .
suami mana yang tega melihat istrinya seperti itu Alvan pun tak akan tega melihatnya , lelaki itu segera bangun dari tidur nya meski kesal dan ingin marah namun ia tetap berusaha sabar menghadapi permintaan calon anaknya itu .
__ADS_1
" Ayo kita cari sekarang , gak usah nangis . " Ucap Alvan mengusap air mata Alma yang sudah merembes keluar dari matanya , Alvan meraih jaket miliknya dan di pakaikannya jaket itu di pundak sang istri .
" Di luar dingin sayang , jangan sampai kamu masuk angin " ucap Alvan mengusap kepala Alma sayang , di genggam nya tangan istrinya itu dengan mesra keluar dari kamar miliknya.
Medina yang tengah membersihkan meja makan pun lantas menghampiri anaknya itu .
" Mau kemana malam malam begini Van ?" Tanya Medina pada anaknya itu .
" Ini calon cucu mama minta buah tapi langsung dari pohonnya dan Alvan harus panjat pohon itu sendiri . " Ucap Alvan berusaha tersenyum .
Medina tersenyum , ditatapnya Alma yang saat ini menunduk sedih .
" Jangan sedih sayang ...Alvan pasti akan menuruti kemauan bayi dalam kandungan mu itu . " Ucap Medina mengusap kepala menantunya itu sayang , Alvan tersenyum melihatnya ia senang ibunya menganggap Alma seperti anak sendiri .
" Kamu mau ikut apa di sini sama mama saja ?" Tanya Alvan lembut .
" Aku ikut mas ...." Ucap Alma dengan muka kembali sumringah., Alvan yang melihatnya pun senang di genggam lagi tangan istrinya itu keluar dari rumah mereka .
Alvan mengarahkan senter ke arah halaman rumah para tetangga nya , lelaki itu berharap di sekitar rumahnya ada yang memiliki pohon buah jadi ia tak perlu susah susah keluar jauh jauh .
" Itu ada pohon jambu mas ..." Tunjuk Alma pada salah satu rumah yang tak jauh dari rumahnya, Alvan menatap sekeliling yang sudah sepi , lelaki itu mendekati rumah yang Alma maksud . Rumah itu sudah gelap yang artinya pemilik rumah itu mungkin sudah tertidur lelap .
" Kita gak mungkin izin sama pemilik rumah sayang ini sudah tengah malam dan mungkin mereka sudah tertidur mas tak ingin mengganggu mereka .kita batalkan saja ya ...besok saja kalau sudah pagi kita kesini lagi , bagaimana ?" Tanya Alvan pada istrinya itu .
Melihat Alma yang diam dan hanya menggelengkan kepalanya , Alvan pun menghela nafasnya lelah .ia ingin sekali marah dan membentak istrinya itu namun sekali lagi ia urungkan .
" Ya sudah mas panjat saja pagar nya, semoga saja pemilik nya tak bangun dan mas tak di tuduh mencuri . " Ucap Alvan melepaskan sandal .
Lelaki itu mulai memanjat pagar yang langsung menghubungkan nya dengan pohon jambu itu sampai di atas pagar , Alvan melihat sekeliling merasa rumah itu masih sepi dan masih aman .
Ia merasa seperti maling saat ini , lelaki itu dengan perlahan naik ke atas pohon dan mengambilkan beberapa jambu untuk istrinya itu , Alma yang melihat itu pun menjadi antusias .
" Itu mas di atas mas ada yang besar . " Teriak Alma tanpa sadar membangunkan anjing di rumah itu .
Anjing itu berlari dan menggonggong di bawah pohon membuat Alvan terkejut karena tak hati hati lelaki itu pun terjatuh dari atas pohon yang tak terlalu tinggi itu tangan nya berdarah karena tergores pagar rumah tersebut .
" Shhh...." Lirih lelaki itu saat merasakan perih di sikunya .
Alma segera mendekati suaminya itu , lalu wanita itu menangis ia merasa bersalah pada suaminya itu karena telah membuat Alvan menjadi seperti sekarang ini .
Ia merasa apa yang terjadi pada Alvan adalah karena dirinya . Alvan yang melihat Alma menangis pun langsung menengkan istrinya itu , di usapnya punggung istrinya itu perlahan .
" Ini jambu nya , sudah jangan nagis mas gak papa . " Ucap Alvan tersenyum pada istrinya itu seraya menyerahkan Jambu yang sedari tadi di genggam nya .
" Maaf mas ...gara gara Alma mas jatuh ." Ucap wanita itu sedih .
__ADS_1
" Mas gak papa Alma , sudah ayo kita pergi dari sini sebelum orang rumah ini bangun . " Ucap Alvan bangun dari duduknya, di bopongnya tubuh Alma pergi dari tempat itu dengan terburu buru .
Alvan takut tetangga nya itu akan bangun karena suara anjing yang tak berhenti menggonggong sedari tadi .
Sesampainya di rumah Alvan menurunkan Alma perlahan lahan di sofa ruang tamu rumahnya , ditatapnya alam yang masih saja menangis sampai terisak . Alvan yang melihatnya pun menjadi iba , lelaki itu duduk di samping istrinya dan memeluknya erat .
" Sudah ...kenapa kamu jadi cengeng seperti ini . " Ucap Alvan mengusap punggung Alma lembut .
Alma tak menjawab wanita itu pun tak tau apa yang terjadi pada nya hingga ia begitu cengeng saat ini , ia hanya mengira mungkin itu bawaan dari bayi yang ia kandung .
" Kamu apain mantu mama sampai nangis kayak gitu Van . " Ucap Medina menghampiri Alma dan duduk di samping menantunya itu , Alma langsung melepaskan pelukannya pada Alvan dan memeluk mertuanya itu erat .
" Maafin Alma ma ...Alma bikin mas Alvan jatuh dari pohon . " Ucap Alma menatap Medina dengan berlinang air mata .
" Astaga mama kira ada apa ...sudah kamu jangan nangis lagi Alma , toh Alvan tak apa apa . " Ucap Medina melihat Alvan yang tak merasa kesakitan sama sekali .
" Kamu gak papa kan Van ?" Tanya Medina pada anak nya itu .
" Cuma tergores sedikit ma ..." Ucap Alvan melihat siku tangan nya yang berdarah .
" Sana obati..." Perintah Medina pada anaknya itu .
" Biar Alma saja yang obati mas .." ucap Alma mengusap air matanya kasar ia pun berdiri mengambil kotak p3k yang ia simpan di dapur lalau ia kembali menghampiri suaminya itu .
Dengan perlahan Alma mulai mengusapkan obat merah ke luka Alvan dan membalut nya dengan plester kecil.
" Dasar cengeng . " Ucap Alvan mengusap rambut Alma pelan ..lelaki itu menyerahkan Jambu kehadapan Alma .
" Cuci dan makan lah sayang aku tak ingin anak ku ileran nanti . " Ucap Alvan pada istrinya itu , Alma tersenyum dan mengambil jambu itu perlahan .
" Terimakasih mas , mas memang suami terbaik . Mas gak marah meski sudah terluka seperti itu , mas juga selalu menuruti permintaan alma . " Ucap wanita itu menatap Mata Alvan dengan sayang .
" Itu kewajiban mas sayang tak usah berterimakasih. " Ucap Alvan memeluk Alma kembali , Alvan sungguh mencintai istrinya itu ia rela melakukan apapun demi membuat Alma bahagia . Medina yang melihat kemesraan itu pun hanya bisa tersenyum ia senang melihat Alma dan Alvan akur .
..
...
...
Author jadi ingin suami seperti Alvan ...hahaha siapa yang pengen juga ...
jangan lupa ya berikan like ,komen vaf dan hadiah ...agar author semakin semangat up nya .
DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI PARA AUTHOR
__ADS_1