
Hari ini Alma sedang sibuk membantu ibu mertuanya memasak akan ada acara makan makan di rumah itu karena Luna hendak di lamar oleh dokter Rayhan., Tak hanya Alma dan Medina saja yang sibuk , Alvan dan dewa serta tukang kebun mereka pun tengah sibuk menata meja dan membersikah rumah .
Hanya Luna yang saat ini tengah duduk malas di meja makan , ia senang sebentar lagi ia akan menikah dengan orang yang ia cintai tapi ia juga sedih karena ... Ia akan meninggalkan rumah mamanya ini setelah menikah .
Sebenarnya ia juga belum siap menghadapi Lika liku pernikahan tapi menolak pun percuma , ia tak ingin Rayhan terlalu lama menunggunya jadi ia memutuskan untuk menerima saja pernikahan ini .
" Kamu dari pada duduk disitu mending kamu ganti in kakak ipar mu lun kasian dia lagi hamil gak boleh capek capek . " Ucap medina pada anak gadisnya itu , ia merasa kasian pada menantunya yang sejak tadi pagi membantunya di dapur .
Luna yang melihat kakak iparnya itu memijit punggung nya beberapa kali pun merasa iba , gadis itu berdiri dari duduknya dan ikut bergabung bersama Medina dan Alma .
" Mbak Alma lebih baik istirahat saja di kamar seperti nya mbak sudah lelah . " Ucap Luna mengambil alih adonan tepung di tangan kakak iparnya itu. Alma tak munafik ia memang lelah jadi wanita itu pergi ke kamar nya dan Alvan .
" Alvan ke kamar dulu ya pa , nanti Alvan kesini lagi . " Ucap Alvan berjalan menyusul istrinya itu ke kamar nya .
" Kamu kenapa ?" Tanya Alvan melihat Alma mengusap punggung nya dengan tangan .
" Capek mas , punggung ku pegel . " Ucap Alma berbaring di kasur empuk miliknya , Alvan yang melihat itu pun segera mendekati istrinya itu , ia merasa kasian karena saat ini Alma mudah sekali lelah dan sering mengeluh pegal di punggung nya .
" Sini mas elusin kamu tiduran aja gak usah bantu mama , mama pasti paham kamu tengah mengandung saat ini . " Ucap alvan punggung istrinya itu perlahan .
" Makasih mas ..." Ucap Alma tersenyum ia senang Alvan begitu pengertian dengan kondisi nya saat ini .
Elusan di punggung nya membuat Alma seakan terbius, wanita cantik itu mulai memejamkan matanya perlahan dan mulai tidur terlelap di alam mimpi .
Alvan yang melihat istrinya itu sudah tertidur pulas pun langsung mencium kening istrinya kemudian lelaki itu mencium perut Alma yang masih datar .
" Anak papa gak boleh rewel kasian mama nya ." Ucap Alvan kemudian mencium kembali perut istrinya itu kemudian setelah itu , Alvan kembali membantu papanya .
Sedangkan Luna ... wanita itu memotong sayuran di hadapannya dengan kasar dan dengan ukuran yang besar besar pula melihat itu Medina pun menggelengkan kepalanya perlahan ia merasa Luna tak berbakat sama sekali di dapur berbeda dengan kakak iparnya .
" Luna ...potong sayur nya yang bener , kamu ini gak bisa bantuin mama bikin kue , motong sayur juga gak bisa ...Aduh bagaimana nanti kata calon mertua kamu lihat menantunya gak becus masak seperti kamu . Pasti kamu bakal di omelin setiap hari , mama bisa malu Luna disangka nya mama gak pernah ajarin kamu masak padahal mama sudah sering mengajari kamu tapi kamu nya saja yang gak bisa bisa . " Omel Medina pada anak gadis nya itu .
" Ck ...mama ini cerewet sekali , Luna kan potong sayurnya besar besar biar yang makan itu puas mama ..." Ucap Luna membantah omongan ibu nya itu .
__ADS_1
" Ya bukan sebesar itu juga Luna kalau sebesar itu orang bisa susah nelen nya nak , kamu ini . " Ucap Medina kesal .
" Mama ini udah di bantu in cerewet nya minta ampun ." Kesal Luna kembali memotong sayuran yang tadi sudah ia potong menjadi lebih kecil lagi .
" Kamu bilang mama cerewet lihat nanti cerewet Tan mana sama ibunya Rayhan , mama tuh nasehatin kamu supaya kamu nanti gak kena marah sama mertua kalau masak Luna . " Ucap Medina yang malah ikut berdebat dengan Luna .
" Ibu mertua Luna bukan orang seperti itu . " Ucap Luna memanyunkan bibirnya tak suka perkataan ibunya itu .
" Kamu belum tahu sifatnya karena kamu belum menjadi menantunya , setelah kamu menjadi menantunya kamu akan tau bagaimana sifat ibu mertua mu yang sebenarnya . " Ucap Medina pada anaknya itu .
" Em maaf Bu itu kue nya gosong . " Ucap bi Yanti memberitahu Medina bahwa kue yang sedari tadi ia panggang di oven telah matang bahkan kue itu kini telah berubah warna menjadi hitam ...
" Astaga ...,ini semua gara gara kamu Luna kue mama jadi gosong kan .." ucap Medina segera mengeluarkan kue buatannya dari dalam oven .
" Mama yang buat kue kenapa luna yang di salahkan ." Ucap Luna tak dilanggati oleh ibunya itu ....
..
.
Satu kecupan mendarat di pipi Alma , gadis itu hanya menggeliat dan masih memejamkan matanya erat , Alvan yang melihat itu pun tersenyum dicium nya kembali pipi istrinya itu dengan gemas .
" Ada apa sih mas ..." Kesal Alma karena Alvan menggangu tidurnya .
" Ini udah sore sayang , bangun lah mandi terus ganti baju . " Ucap Alvan berbisik lembut di telinga istrinya itu , Alma tak menjawab wanita itu masih saja memejamkan matanya hal itu membuat Alvan terkekeh .
" Bangun atau mas akan gendong kamu ke kamar mandi . " Ucap pan itu membuat mata Alma terbuka seketika , wanita cantik itu langsung mencium pipi Alvan .
" Alma bisa ke kamar mandi sendiri mas ...tak butuh bantuan mas . " Ucap Alma mulai bangkit dari kasurnya , wanita itu bejalan perlahan menuju kamar mandi .
Alvan tersenyum tipis lelaki bertubuh tegap itu mengikuti istrinya masuk kedalam kamar mandi dan memeluk istrinya dari belakang .
" Mas ngapain ke sini ?" Tanya Alma tak suka suaminya itu menyusulnya .
__ADS_1
" Mas belum mandi juga sayang, kita mandi bersama oke . " Ucap Alvan membuat Alma malu malu .
" Enggak mau ..." Ucap Alma malu ...
click
" Hanya mandi sayang mas janji gak lebih . " Ucap Alvan membuat Alma terdiam , wanita itu tak dapat menolak perqmintaan suaminya , mereka pun madi dalam satu bak mandi , Alvan sesekali membantu Alma membersihkan punggung nya tak jarang ia juga mencuri kesempatan untuk mencium bahu istrinya itu pelan .
...
..
Luna memoleskan bedak tipis di wajah nya , wanita itu ingin tampil sederhana di acara lamaran nya , ia begitu cantik mengenakan kebaya modern dan lipstik tipis di bibir gadis cantik itu .
Setelah di rasa cukup wanita cantik itu berjalan keluar dari kamarnya , dengan perlaha lahan kaki jenjang nya menuruni anak tangga dengan perlahan lahan .
Semua mata orang yang ada di ruang tamu yang tak jauh dari tangga pun menatap kearahnya dengan pandangan takjub terutama Rayhan lelaki itu tak henti hentinya terpesona pada kecantikan gadis yang saat ini menyandang status sebagai calon istrinya itu. .
Dengan perlahan lahan gadis itu berjalan menuju kebeberapa orang yang tengah menunggu nya , dengan gugup wanita itu duduk perlahan di samping Rayhan .
Rayhan tersenyum lelaki itu mendekat kan wajah nya ke telinga Luna lalu lelaki itu berbisik di telinga gadis di sampingnya itu .
" Kamu sungguh cantik malam ini sayang . " Ucap Rayhan membuat Luna menatapnya tajam .
" Jangan mengombali ku kak , gombalan mu itu sudah tak mempan lagi untuk ku . " Ucap Luna menahan senyum nya ia tak ingin orang melihat nya tersenyum malu karena bisikan Rayhan padanya .
....
...
...
lanjut terus....
__ADS_1
jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya ...
dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author.