
Alma terbangun dari tidurnya , di lihatnya sang suami yang masih tertidur pulas karena masih kesal dengan suaminya itu ia pun memutuskan untuk tidak membangunkan suaminya itu biarkan saja suaminya itu mau telat ke kantor ataupun itu Alma masih marah .
Alma bangun dari tidur nya wanita hamil itu berjalan menuju lemari pakaian nya di keluarkan nya setelan kantor sang suami dan di letakan nya di tempat tidur , setelah itu ia pergi menuju dapur .
" Mau masak apa bi ..." Tanya Alma pada pembantu nya itu .
" Ini non mau bikin semur daging . " Ucap Bi Yanti memotong daging sapi di hadapannya .
" Mama belum pulang ya bi ?" Tanya Alma pada pembantu nya itu seraya mencuci kol dan wortel yang akan di potong nya .
" Belum non ..." Ucap bi Yanti menatap Alma sekilas , Alma terdiam ia tengah memikirkan bagaimana caranya berbicara pada mertuanya itu . Ia takut salah bicara dan membuat mertuanya itu membencinya sama seperti Alvan yang membencinya saat ini .
" Kalau Nora kemana ?" Tanya Alma yang tak melihat pembantunya yang lain di dapur itu .
" Nora pulang tadi malam ...orang tuanya masuk rumah sakit non . " Ucap bi Yanti membuat Alma mengerutkan dahinya .
" Kenapa gak izin sama Alma dulu kan Alma juga ingin membantu dia , kenapa pula dia gak cerita kalau orang tuanya sakit . " Ucap Alma yang ingin memberikan uang untuk orang tua Nora berobat .
" Mungkin Nora lupa non karena terlalu panik tadi malam . " Ucap bi Yanti membuat Alma terdiam kembali . Wanita itu menyingkir kan rambut tipis nya yang menghalangi mukanya merasa kesusahan Alma pun memanyunkan bibirnya kesal . Tiba tiba ada sebuah tangan kekar yang membantu nya menyingkir kan rambut itu dan memyampirkan rambut itu di telinga nya .
" Kenapa tak memanggil mas kalau kamu kesusahan sayang ?" Tanya Alvan lembut lelaki itu memeluk Alma dari belakang dan meletakkan pundak nya di bahu istrinya itu .
Alma hanya diam tak menyahut sama sekali wanita itu lebih memilih mengabaikan suaminya itu dan kembali memotong sayuran di hadapannya .
" Kamu masih marah ?" Tanya Alvan tak dijawab oleh Alma lagi, wanita itu menghentakkan tangan Alvan yang melingkar di pinggang nya , kemudian Alma berjalan menjauhi Alvan . Alvan yang melihat sikap dingin Alma pun menghela nafas nya frustasi .
" Kamu mau kemana Luna ?" Tanya Alma yang tak sengaja berpapasan dengan Adik iparnya itu .
__ADS_1
" Aku mau pergi ke rumah kak Rayhan aku mau jelas kan masalah ku pada mereka semoga saja mereka mengerti . " Ucap Luna pada Kakak iparnya itu .
" Biar kakak antar kakak takut terjadi apa apa sama kamu ." Ucap Alvan menghampiri adiknya itu , Alma tak berkomentar apapun ia sudah membebaskan Alvan mau melakukan apa karena ia begitu sakit hati dengan kata kata lelaki itu kemarin .
" Gak usah kak , Luna bisa sendiri . " Ucap Luna tak ingin Alvan ikut campur dalam masalah nya .
" Kamu yakin ?" Tanya Alvan sekali lagi .
" Luna yakin kak, sudah lah Luna berangkat dulu ... assalamualaikum . "
" Waalaikumsalam.." jawab Alvan dan Alma bersamaan , kemudian Luna pergi meninggalkan rumah itu sendiri an , setelah melihat adik iparnya pergi Alma berjalan melewati Alvan begitu saja tanpa berkata apapun hal itu membuat Alvan kesal ia merasa tak di anggap ada oleh istrinya itu .
" Sayang ayo lah jangan marah lagi ...maafkan mas mas salah kemarin, mas terlalu emosi sampai.mas mengatakan hal yang tak seharusnya mas katakan..tolong jangan diamkan mas seperti ini sayang mas gak bisa , mending kamu ngomel dari pada mendiamkan mas . " Ucap Alvan memeluk istrinya itu dari belakang, Alma terdiam ia masih sakit hati jika mengingat kembali kata kata Alvan kemarin sulit baginya untuk melupakan itu dan memaafkan suaminya kembali .
" Mas mandi ini udah siang . " Bentak Alma pada suaminya itu , wanita itu kembali ke dapur setelah melepaskan pelukan suaminya .
Alvan terdiam baru kali ini Alma membentak nya sejak.mereka menikah , lelaki itu menatap punggung istrinya dari kejauhan .
Sementara Alma , wanita itu mengaduk secangkir kopi untuk suaminya . Memang sebelum Alvan berangkat ke kantor ia selalu minum kopi buatan Alma , walau marah Alma tak pernah melupakan kewajiban nya sebagai seorang istri .
Ia lakukan kewajiban itu dengan ikhlas dan sepenuh hati . Setelah itu Alma menyajikan segelas kopi di meja makan dan roti tawar di piring yang sudah ia olesi selai ia sajikan itu semua untuk suaminya, Alma tau suaminya itu tak mungkin menunggu masakan nya matang di karena kan lelaki itu ada jadwal meeting pagi untuk hari ini jadi ia hanya menyuguhkan roti tawar pada suaminya itu .
Tak lama setelah Alma menyiapkan itu semua Avan pun datang dengan tergesa gesa . Lelaki itu langsung duduk di kursi dan mulai menyantap makanan nya sesekali ia memegangi dasi nya yang begitu tak nyaman di pakai .
" Ck ...kenapa dasi ini tak bisa di ajak kompromi ." Kesal Alvan yang sedang terburu buru tapi dasinya malah semakin tak nyaman , lelaki itu melepaskan dasinya kembali dengan begitu kesusahan ia berusaha memakai dasi itu di lehernya .
Alma yang sudah tak tahan melihatnya pun langsung menghampiri suaminya dan meraih dasi suaminya tanpa kata , ia memasangkan dasi di leher suaminya dengan cepat . Alvan tersenyum melihat sikap Alma itu ia senang meskipun istrinya itu marah ia tetap membantu Alvan di saat pria itu sedang kesusahan .
__ADS_1
" Terimakasih sayang . " Ucap Alvan pada Alma , Alma tak menjawab wanita itu hendak kembali kedapur namun tangan nya sudah lebih dulu di cekal oleh Alvan .
Lelaki itu menarik Alma kedalam dekapannya tanpa persetujuan Alma lelaki itu langsung mencium bibir nya dan ******* nya perlahan .
Alma yang mendapatkan serangan mendadak itu pun tak bisa berbuat apa apa ia tak membalas ciuman itu sama sekali .
Ia hanya diam mematung bagaikan patung , Alvan yang melihatnya pun langsung.menghentikan aktivitas nya itu di tatapnya mata istrinya itu tajam
" Aku berangkat ya ...jangan marah lagi .Aku mencintaimu . " Ucap Alvan berpamitan pada istrinya itu .
" Terserah mas mau berangkat atau tidak itu bukan urusan Alma . " Ucap Alma datar , Alvan yang mendengar Jawaban itu pun semakin mengeratkan pelukannya lelaki itu menatap tajam pada wanita yang tengah mengandung anaknya itu m
" Kamu kenapa bicara seperti itu..?" Tanya Alvan tak suka .
" Mas tau alasannya kenapa , Alma hanya tak mau di anggap melarang mas melakukan apa yang mas suka ..... Mas cari uang dengan keringat nya sendiri jadi terserah mas mau kerja atau tidak mau berangkat atau tidak itu bukan urusan Alma lagi . " Ucap alma membuang mukanya , ia tak ingin bertatap muka dengan suaminya itu .
Mendengar perkataan itu ia jadi teringat kata kata kasar nya pada Alma kemarin , Alvan seketika melepaskan pelukannya itu ia memijit kepalanya yang sedikit pusing .
Sementara Alma wanita itu berjalan meninggalkan Alvan dan kembali kedapur nya , Alvan hanya bisa menghela nafas nya ia berharap istrinya itu akan segera memaafkan nya cepat atau lambat .
....
...
...
KASIAN SI ALVAN ...
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VAF DAN HADIAH YA ....
DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI PARA AUTHOR.