
Mingu mingu berlalu tak terasa kini tinggal seminggu lagi Luna akan menjadi istri dari Rayhan wanita itu sungguh bahagia dan tak sabar menanti hari bahagia nya , kediam nya pun semakin sibuk saja banyak orang yang berlalu lalang sekedar mengantarkan sempel makanan ataupun mengukur gaun pada tubuhnya .
" Bahagianya ...yang mau jadi pengantin . " Sindir Alma yang ikut duduk di samping Luna .
" Mbak ini bisa saja , oh iya kak Alvan mana mbak ?" Tanya Luna yang tak melihat keberadaan kakak laki lakinya itu .
" Kakak mu itu dari pagi sudah ke kantor mungkin sebentar lagi pulang , mama sama papa kemana ya kok dari tadi gak kelihatan ?" Tanya Alma yang tak melihat keberadaan kedua mertuanya itu .
" Mama sama papa lagi pergi kerumah para saudara mbak . " Ucap Luna menjawab pertanyaan Alma dengan senyum yang tak pernah pudar dari bibirnya .
" Bagaimana perasaan mu apa kamu senang atau gelisah karena sebentar lagi kalian akan menjadi sepasang suami istri ?" Tanya Alma pada adik iparnya itu , Luna tersenyum malu sebenarnya ia sangat senang namun ia malu mengakui nya di hadapan kakak iparnya itu .
" Melihat ekspresi mu ini kakak yakin kamu sangat bahagia luna , kakak senang mendengar nya . " Ucap Alma tulus , Luna menatap kakak iparnya itu dengan pandangan terharu ia langsung memeluk kakak iparnya itu erat .
" Luna gak akan bisa seperti ini kalau mbak gak nyadarin Luna untuk sembuh , dan Luna juga sangat berterimakasih karena mbak mau memaafkan semua kesalahan luna dan tak membenci luna Sama sekali bahkan mbak sangat mencintai Luna ...Luna sangat sangat bersyukur memiliki kakak ipar seperti mbak . " Ucap Luna meneteskan air matanya .
Alma yang merasa pundak nya basah pun langsung melepaskan pelukan adik iparnya itu di usap nya mata adik iparnya itu perlahan .
" Jangan menangis ...kamu itu sebentar lagi akan menjadi seorang istri Luna banyak sekali masalah yang harus kamu hadapi , jadi kamu harus kuat dan tak boleh cengeng seperti ini . Yang kau biarlah berlalu jangan menengok kebelakang lagi ..tataplah kedepan kakak yakin kamu akan bahagia . " Ucap Alma tersenyum lembut . Luna tak tahan mendengar kata kata kaka iparnya itu sekali lagi ia memeluk Alma dengan erat .
" Apakah aku mengganggu sayang . " Ucap Alvan yang baru datang dengan membawa tas kerja nya di cium nya pipi Alma pelan , Luna langsung menatap kakak nya itu tajam .
" Kakak ini mengganggu saja . " Kesal gadis itu .
" Maaf maaf ..." Ucap Alvan meminta maaf tak seperti biasanya yang selalu membantah omongan adiknya itu , ia tak ingin berdebat dengan Adik yang sebentar lagi akan meninggalkan rumah nya .
" Alvan...Alma keluar kamu ..." Teriak seseorang yang membuat Alma terkejut wanita itu bangkit dari duduk nya dan menatap suaminya penuh tanya .
__ADS_1
" Siapa yang datang malam malam begini dengan suara selantang itu mas ?" Tanya Alma khawatir , perasaan wanita itu tak enak.
" Ayo kita lihat sayang ." Ucap Alvan menggenggam tangan istrinya itu .
" Luna ikut . " Ucap Luna ikut bangkit dari duduknya , gadis itu juga ingin tau siapa yang datang selarut itu kerumahnya .
Dan saat membuka pintu Alma begitu terkejut melihat mantan ibu mertua nya berdiri di depan pintu dengan pandangan tajam mengarah padanya . Alvan ingin langsung memarahi mantan mertua nya itu namun Alma cegah .
" Ada apa mama datang ke rumah Alma selarut ini ?" Tanya Alma pelan , ia masih saja menghormati orang tua di hadapannya itu dan itu semakin membuat Alvan kesal.
Plakk....
Sebuah tamparan mendarat di pipi Alma hal itu membuat Alvan terkejut ,lelaki itu mengepalkan tangan nya ia ingin membalas tamparan yang wanita tua itu layang kan untuk istrinya namun di cegah oleh istrinya itu .
" Kamu ...dasar wanita tak tau di untung , sudah tau keluarga ini telah membuat Suami dan anak mu meninggal kamu masih saja bersedia masuk ke keluarga ini . Kamu tak lagi memandang anak ku , apa karena keluarga ini lebih kaya di bandingkan suami mu dulu sehingga kamu tak mempermasalahkan soal kecelakaan itu ha ..." Ucap Iren dengan nada tinggi .
" Maksud ibu apa ...?" Tanya Alma baik baik .
" Jangan pura pura tak tau kamu Alma ...Luna ini kan yang menabrak mobil mu waktu itu . " Ucap Iren langsung menjambak rambut Luna , sementara Luna hanya diam saja karena ia merasa bersalah atas kejadian yang menimpa kakak iparnya dulu .
" Lepaskan tangan kotor mu dari adik ku . " Ucap Alvan murka , ia menghentakkan tangan Iren kasar .
" Kenapa ...kamu gak terima saya memperlakukan adik mu seperti itu , adikmu memang pantas mendapatkan nya , dia telah membuat anak ku meninggal dia buat cucuku mati dalam waktu semalam ini semua gara gara wanita sialan ini . " Ucap Iren hendak menjambak Luna lagi Luna menangis dan ketakutan badan nya gemetar ia teringat kejadian dulu , rasa bersalah kembali masuk kedalam hatinya .
"Cukup ..." Teriak Alma yang menghentikan Iren , wanita hamil itu menatap perempuan di hadapannya tajam .
"Apa mau ibu sebenarnya, saya yakin ibu kesini bukan hanya untuk menghina Luna kan katakan lah saya sudah hafal dengan sikap ibu itu , tak usah sok perduli dengan almarhum suami Alma ...dari dulu Alma tahu betul bagaimana sikap ibu kepadanya . " Ucap Alma memejamkan matanya ia merasa bersalah pada mantan suaminya karena harus berkelahi dengan orang tuanya itu .
__ADS_1
" Kamu ...kamu membela orang yang telah melenyapkan suami mu alma ..memang pantas kamu mendapatkan nasib buruk , pantas kamu kehilangan suami dan anak kalau kelakuan mu saja seperti itu . " Ucap Iren terus menghina alma .
" CEPAT KATAKAN APA MAU IBU ..." Bentak Alma meluapkan emosi yang selama ini ia pendam , Alvan yang melihatnya pun langsung mengusap bahu istrinya itu pelan .
" Kasih saya uang 200.000 maka saya akan pergi dari rumah ini dan tak mempermasalahkan semua ini tapi jika kalian tak mampu memberikan nya saya akan melaporkan Luna kepada polisi atas kecelakaan 2 tahun lalu . " Ucap Iren menatap alam tajam .
" Jangan kak...Luna yang salah biarkan Luna menanggung semua nya Luna ikhlas kalau memang harus masuk penjara , tapi Luna gak ikhlas kalau kakak memberikan uang itu pada wanita ini , Luna tak mau membayar kesalahan Luna dengan uang . " Ucap Luan menatap Alma berkaca kaca ,melihat air mata Luna yang tak henti hentinya keluar dari kelopak matanya membuat Alvan sakit hati ia ingin menyetujui permintaan mantan mertua alma namun istrinya itu lebih dulu berkata .
" Saya tak mau memberikan nya sudah cukup yang saya berikan di masa lalu saya tak mau memberikan nya lagi ." Ucap Alma menatap mata mantan ibu mertua nya itu tajam.
sementara Alvan ia kecewa dengan keputusan alma itu ia menatap istrinya itu tak percaya .
" Kalau begitu tunggu saja saya akan melaporkan gadis ini ke kantor polisi ...tunggu saja . " Ucap Iren menunjuk muka Luna dengan jari telunjuk nya .
" Silakan saja jika ibu mampu . " Ucap Alma sebelum iren pergi dari hadapannya .
Luna berlari memasuki kamar nya ia sangat sedih dan tak ingin di ganggu oleh siapa pun di kunci nya pintu kamarnya perlahan , sementara Alvan lelaki itu berjalan dengan langkah panjang meninggalkan Alma sendiri ia sangat marah dan tak terima dengan keputusan istrinya itu .
....
...
MAMA IREN SUDAH BERAKSI YA KAWAN KAWAN ....HAHAHA.
JANGAN LUPA LIKE , KOMEN VAF DAN HADIAH YA ...
DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI PARA AUTHOR.
__ADS_1