
Alvan mendudukkan istrinya ke atas kasur empuk miliknya , di tatapnya mata istrinya itu lembut . Sementara Alma , wanita itu hanya membuang mukanya ia masih marah pada suaminya itu .
" Ayolah sayang katakan salah mas dimana , mas janji gak akan mengulangi nya lagi ." Ucap Alvan mengusap kepala istrinya itu lembut .
" Mas ngapain tadi senyum senyum ke gadis gadis SMA itu , mas sengaja tebar pesona ya biar gadis gadis itu suka sama mas. " Ucap Alma jutek , Alvan tersenyum ia lega istrinya marah karena cemburu ia pikir Alvan telah membuat kesalahan yang tak termaafkan .
" Kan tadi kamu bilang mas harus melayani pelanggan dengan ramah ya sudah mas tersenyum saya dan berusaha ramah pada gadis gadis tadi . " Ucap Alvan menjelaskan kenapa ia bersikap seperti itu pada gadis gadis yang ia temui tadi .
" Mas nyalahin Alma gitu . " Ucap Alma menatap Alvan tajam , Alvan merasa sejak Alma hamil ia jadi mudah marah dan sering tersinggung dengan omongan nya .
" Bukan begitu maksud mas sayang " ucap Alvan berusaha menenangkan amarah istrinya itu .
" Alah bilang aja mas seneng di godain cewek cewek tadi yang masih muda cantik cantik lagi . " Ucap Alma menundukkan kepalanya sedih .
Alvan mengusap rambut nya kasar ia tak tau harus menjawab apa karena setiap Jawaban nya pasti selalu salah di mata Alma .
"Mas ingin muntah malah sayang , tapi mas berusaha buat jadi penjual yang baik demi bikin kamu seneng kan tadi kamu yang minta mas buat jualan .jadi kenapa kamu harus marah hanya gara gara masalah sepele seperti itu ..." Ucap Alvan kesal .
mendengar itu Alma terdiam ia juga tak tau ada apa dengan dirinya yang begitu mudah marah sampai sampai membuat Alvan kesal seperti itu.
" Maaf mas ..." Ucap Alma sedih , wanita itu mulai menangis merasa benci pada dirinya sendiri yang tak mampu mengontrol emosi dan keinginan nya.
Melihat Alma menitihkan air matanya Alvan jadi merasa bersalah , ia tak seharusnya berbicara seperti itu pada istrinya karena itu bukan keinginan istrinya melainkan keinginan anaknya . Sifat Alma yang berubah pun itu bawaan dari anak nya , seharusnya ia harus lebih sabar bukan malah ikut kesal seperti tadi .
" Mas yang minta maaf sayang , tak seharusnya mas ngomong kayak gitu ke kamu. " Ucap Alvan mengusap air mata istrinya itu , melihat itu Alma langsung memeluk Alvan dan menangis di dada nya .
" Maaf mas ...Alma gak tau kenapa Alma bisa bersikap seperti itu , Alma mudah marah Sekarang sampai sampai mas Alvan kesal dengan tingkah Alma yang seperti itu ..maaf Alma mohon jangan ninggalin Alma hanya gara gara sifat Alma yang berubah itu . " Ucap Alma sambil sesenggukan .
Alvan tersenyum di usapnya rambut istri nya itu dengan penuh kasih sayang dan di kecupnya perlahan .
__ADS_1
" Ck ... ngomong apa sih kamu sayang , mas gak pernah punya pemikiran seperti itu , buang jauh jauh pemikiran mu itu , mas gak akan ninggalin kamu Alma apa pun yang terjadi . Mau kamu berubah sifat , wajah ataupun tubuh kamu mas gak peduli karena yang mas cinta i itu klebihan dan kekurangan kamu bukan hanya kelebihan nya saja jadi jangan ngomong seperti itu mas gak suka dengar nya ." Ucap Alvan pada istrinya itu .
" Alma beruntung punya suami sebaik mas Alvan ...maaf tadi Alma marah marah tapi , Alma juga gak suka mas tersenyum sama wanita lain .Alma cemburu mas . " Ucap Alma cemberut saat mengingat kejadian tadi .
Alvan yang melihat Alma cemberut pun menjadi gemas ,lelaki itu mencium bibir Alma perlahan dan ********** pelan setelah dirasa cukup Alvan pun melepaskan lumayan itu .
" Mas janji gak bakal gitu lagi . " Ucap Alvan membuat Alma tersenyum , wanita yang sedang hamil itu senang dan semakin membenamkan wajahnya kedalam pelukan Alvan .
...
..
Medina menatap muda mudi di depannya dengan pandangan tajam , ia tak menyangka Rayhan dan Luna berani berpelukan di sofa ruang tamu nya sementara Luna gadis itu menatap Medina takut ia tak berani melihat wajah ibunya itu .
" Ada apa ma kenapa mama manggil suruh papa cepat cepat pulang . " Ucap dewa yang baru datang dengan membawakan tas kantor nya . Ia menatap Luna dan Rayhan bingung .
" Ini anak papa berani sekali peluk pelukan di rumah padahal kan belum sah jadi suami istri . " Ucap Medina kesal .
" Ck ...mama ini, anak jaman sekarang gak bisa di bedain dengan anak jaman dulu ma , lagi pula.mereka hanya berpelukan saja masih dalam batas wajar kok gak yang aneh aneh . " Bela dewa pada putrinya itu .
" Tuh kata papa bener ma ...mama ini kolot sekali . " Ucap Luna senang dewa membela nya .
" Kamu diam Luna , mas ini kenapa membela Luna , Luna itu anak gadis pa ..apa nanti kata orang kalau melihat mereka berpelukan seperti itu . Pokoknya mama gak terima . " ucap Medina marah .
" Maaf kan saya Tante saya yang salah saya janji jika terjadi sesuatu pada Luna saya akan bertanggung jawab " ucap Rayhan menatap serius pada kedua orang tua Luna itu .
Medina tersenyum mendengar nya sebenarnya ia hanya mengetes saja seberapa seriusnya Rayhan pada anaknya ternyata jawaban lelaki itu membuatnya puas Sekarang .
" Kalau begitu buktikan , jangan hanya asal ngomong saja ..mama tak ingin terjadi sesuatu yang tidak di inginkan dengan anak gadis mama ...jadi nikahi anak mama oke. " Ucap Medina membuat Luna melotot ia tak menyangka jika mama nya akan berkata seperti itu .
__ADS_1
" Mama ini apa apa an kak Rayhan sama Luna kan baru sebulan pacaran ma .." ucap Luna yang langsung di potong oleh Mama nya itu .
" Memang nya kenapa Luna , dulu mama menikah juga baru kenal satu Minggu saja sama papa kamu buktinya kita langgeng sampai sekarang , lagian kamu itu perempuan sayang kamu sudah di bawa Rayhan kesana kemari apa kata orang orang nanti kalau kalian tak segera menikah . " Ucap Medina menasehati anak nya itu .
" Papa ..." Panggil Luna pada papanya memohon agar papa nya mau membantu nya .
" Mama kamu ada benarnya juga sayang , untuk menghindari fitnah dan hal hal yang tak di inginkan kalian menikah saja , lagi pula kuliah kamu tinggal nunggu sidang skripsi doang kan . " Ucap dewa pada anaknya itu .
" Tapi Luna masih pengen kerja , pengen ngerasain Gimana kerasnya menghasilkan uang." Ucap Luna tak ingin jika rumah tangga nya menghalangi nya untuk berkarir .
" Kamu bisa kerja setelah menikah Luna lagi pula mama yakin , Rayhan gak akan larang larang kamu untuk kerja iya kan nak rayhan . " Ucap Medina pada calon menantu nya itu .
" Maaf sayang tapi mas setuju dengan yang mama kamu usulkan , umurku juga sudah tak muda lagi Luna . Kamu ingin mas menunggu mu sampai kapan , mas janji mas gak akan menghalangi kamu untuk cari pekerjaan mas juga gak akan halangi kamu untuk meraih mimpi mu . " Ucap Rayhan tersenyum senang .
Luna merasa ketiga orang di hadapannya itu telah bekerja sama untuk membuatnya terpojok dan setuju untuk menikah .
" Ck ...oke , Luna mau menikah . " Ucap Luna memanyunkan bibirnya kesal . Rayhan langsung mencium pipi Luna karena senang sementara Luna , wanita itu memelototi Rayhan karena telah mencium nya di hadapan ke dua orang tuanya itu .
" Mama ...kak Rayhan cium aku kenapa mama gak marah lagi . " Ucap Luna kesal pada ibunya itu .
" Kamu sudah setuju menikah jadi mama gak akan marah lagi karena Rayhan mau bertanggung jawab dan mau menikah i kamu . " Ucap Medina tersenyum senang , Luna kesal pada ibunya itu sangat kesal ia mengakui jika ibunya itu sangat pintar dan sangat licik hingga mampu membuat nya tak bisa berkutik lagi .
...
.
..
lanjut besok ya ...jangan lupa like , komen vaf dan hadiah ..
__ADS_1
Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author...