
Waktu begitu cepat berlalu tak terasa kini wanita itu sudah 3 bulan bekerja di cafe milik Chiko ia merasa senang karena gaji yang ia dapatkan pun cukup banyak bahkan Chiko sering memberinya bonus .
Namun Alma juga sedih karena akhir akhir ini kondisi ibunya semakin memburuk , Alma ingin membawa ibunya ke rumah sakit namun ibunya itu selalu menolak dengan Alasan ia akan baik baik saja padahal Alma tau semakin hari ibunya bukanya semakin membaik namun justru malah semakin parah saja .
Melihat itu Alma masih berusaha membujuk ibunya seperti saat ini .
" Ayolah Bu , kita ke dokter ya . " Ajak Alma pada wanita paruh baya itu .
" Uhuk...uhuk... Tak usah nak ibu benar benar tak apa . Untuk apa ke dokter buang buang uang saja . " Tolak ibunya halus .
" Ibu selalu seperti itu ." Ucap Alma marah karena ibunya selalu saja menolak .
" Sudah lah Alma ibu benar benar tak apa , lebih baik kamu berangkat kerja sekarang ini sudah siang loh nanti kamu telat . " Ucap ibu Alma pada anak nya itu .
Sebenarnya Alma tak tega meninggalkan ibunya sendirian di rumah tapi tuntutan pekerjaan membuat ia harus tega meninggalkan ibunya itu . Walaupun sebenarnya keadaan sang ibu sangat menghawatirkan .
" Ya sudah Alma kerja dulu Bu , tapi ibu bener bener gapapa Alma tinggal .?" Tanya Alma memastikan .
" Ibu tak apa nak pergilah . " Ucap ibu Alma mengizinkan anak nya itu pergi .
Alma menghela nafas nya pelan kemudian ia segera memesan taksi untuk ia berangkat ke cafe tempat di mana ia bekerja .
Dengan bantuan sopir taksi ia menaiki taksi tersebut , karena jarak cafe dan kontrakan nya begitu dekat ia pun sampai tepat waktu di cafe tersebut .
Alma memasuki cafe dengan mendorong kursi roda nya . Alma menatap Chiko dari kejauhan lelaki itu tampak sedang berbicara dengan seorang pria yang belum pernah ia lihat sebelumnya , pria itu nampak tampan namun wajah nya datar .
Ia juga terlihat seperti pria yang kaya dan mapan terlihat dari apa yang di kenakan pria itu . Namun tak memperdulikan hal itu Alma kembali bekerja bersama yang lain .
" Kenapa ?" Tanya Alvan menatap tajam Chiko . Chiko yang mendengar pertanyaan Alvan pun hanya memutar bola matanya malas .
" Kenapa apanya sih Van , ngomong tuh Jangan setengah setengah . " Ucap Chiko kesal .
Alvan langsung melayangkan sebuah pukulan ke kepala Chiko dan itu membuat Chiko merintih kesakitan .
" Kamu kenapa gak mau datang ke kantor dan malah menyuruh ku datang ke tempat mu ini hanya untuk menandatangani sebuah file yang gak penting . " Ucap Alvan marah .
__ADS_1
Ia merasa di bohongi oleh Chiko karena tadi lelaki itu bilang ada file penting yang harus ia tandatangani dan ia tak bisa menandatangani nya di kantor . Padahal nyatanya file itu sama sekali tak penting dan bisa saja di wakilkan .
" Habis nya kalau gue gak bilang gitu loe mana mau ke sini hanya gara gara ada Alma disini , gue gemes aja Van loe begitu peduli pada wanita itu bahkan loe sering kasih uang dia lewat gue tapi kenapa loe gak mau nemuin dia ?" Tanya Chiko pada sahabatnya itu .
Alvan terdiam ia tak mungkin membeberkan rahasianya pada sahabatnya itu mengapa ia begitu peduli pada Wanita bernama Alma itu .
" Gue punya alasan yang gak bisa gue kasih tau sama loe . " Ucap Alvan menjelaskan .
Chiko ingin menjawab Alvan lagi namun sebuah telvon membuat ia mengurungkan niat nya .
" Halo sayang ada apa ?" Tanya Chiko pada penelpon itu .
" ...."
" Harus banget sekarang ya . " Ucap Chiko dengan muka masam .
" ...."
" Oke oke aku pulang sekarang . " Ucap Chiko pada penelpon itu , kemudian lelaki itu menutup telvon nya dan menatap Alvan dengan cengengesan , Alvan yang melihat ekspresi Chiko pun merasa tak enak hati .
" Ck ... Gak mau . " Tolak Alvan tak ingin menuruti kemauan Chiko .
" Ayolah , gue gak bisa ninggalin para pegawai gue , gak ada yang ngawasin soal nya .gue minta tolong cuma sekali ini saja . Gue kan sering bantu in loe masak loe gak bisa bantu in gue . " Ucap Chiko memohon .
Mendengar itu Alvan berdecak kesal ia paling tak suka dengan orang yang mengungkit ungkit kebaikan nya .
" Ya sudah pergilah , tapi cuma sebentar kan Awas saja kalau lama. " Ucap Alvan memperingati sahabatnya itu.
" Oke ..." Ucap Chiko kemudian pergi meninggalkan Alvan sendiri ..Alvan menatap ke sekeliling cafe .
Cafe itu tak besar namun nyaman ia menatap para pengunjung yang mulai berdatangan . Iya juga sesekali mengamati para pegawai yang nampak mulai sibuk dengan para pelanggan .
Pandangan Alvan terhenti ketika melihat sosok wanita yang mendorong kursi roda nya pelan di pangkuan wanita itu sudah ada sebuah nampan yang berisi berbagai macam makanan .
Sementara itu Alma nampak bersemangat melayani para pelanggan yang datang. Ia juga sering mendapat tips karena itu senyum tak pernah luntur dari wajah cantik nya .
__ADS_1
Tiba tiba telvon nya berdering. Awalnya Alma mengabaikan panggilan itu karena ia sedang bekerja namun telvon nya terus saja berdering dan itu sedikit mengganggu pekerjaan nya . Akhirnya ia pun menepi dan memutuskan untuk menerima telpon itu .
" Halo ini siapa ya ?" Tanya Alma ketika telvon itu sudah tersambung .
" Iya saya sendiri ada apa ya ?" Tanya Alma sedikit khawatir .
Alma menjatuhkan handphone nya seketika ia menjadi panik , telvon itu dari rumah sakit yang mengabarkan bahwa kondisi ibunya sedang kritis , ia pun segera menghampiri sela karena ia tak tau harus bagaimana .
" Sela , aku harus pergi ibu ku masuk rumah sakit , di mana pak Chiko aku mau izin . " Ucap nya berlinang air mata .
Sela yang melihat itu pun langsung mengusap usap pundak Alma pelan .
" Yang tenang mbk , jangan menangis ini air nya di minum dulu . " Ucap sela memberikan air minum untuk Alma .
Alma nampak enggan menerima air itu karena ia sedang gugup dan sedih . Namun karena ia ingin menenangkan diri terlebih dahulu ia pun akhirnya meminum air itu dengan perlahan .
Alvan yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik Alma pun langsung berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri wanita yang sedang menangis itu .
" Ada apa ini ?" Tanya Alvan menatap sela , seakan akan bertanya apa yang terjadi dengan Alma .
" Pak Alvan , pak Chiko di mana pak mbk Alma mau izin pulang , ibunya masuk rumah sakit . " Ucap sela menjelaskan .
" Ayo aku antar kamu ke ruang sakit . " Ucap Alvan pada Alma .
" Tapi , aku belum izin sama pak Chiko . " Ucap Alma masih saja menangis .
" Biar aku yang ngomong sama dia nanti , yang terpenting sekarang ini kamu kan ?" Tanya Alvan pada Alma . Alma mengangguk memang saat ini yang terpenting adalah ibunya .
Tanpa banyak bicara Alvan langsung mendorong kursi roda Alma menuju sebuah mobil mewah milik nya . Dengan bantuan Alvan Alma menaiki mobil mewah tersebut .
Setelah siap Alvan pun mulai melajukan mobilnya di jalanan ibu kota dengan kecepatan sedang .
" Di mana ibumu di rawat ? " Tanya Alvan tanpa menatap wanita di samping nya itu .
" Di rumah sakit p......." Ucap wanita itu masih sesenggukan . Alvan tak banyak bicara ia lebih memilih fokus dan mengantarkan wanita di samping nya dengan selamat .
__ADS_1
Sementara Alma wanita itu tak sempat bertanya kenapa Alvan mau mengantarkan nya padahal lelaki itu tak mengenal nya .