
Hari ini Alma nampak cantik , wanita itu menggunakan dres pendek yang baru di belikan Rayhan , dres itu nampak sempurna di pakainya namun sayang wanita cantik itu tidak sempurna tanpa berfungsi nya ke dua kaki nya . Memikirkan itu Alma merasa sedih wajah yang tadinya berseri pun kembali murung .
Rayhan yang melihat itu pun mengerutkan dahinya , tadi ia rasa Alma nampak begitu bahagia kenapa sekarang wajah nya berubah mendung .
" Apa kita pulang saja tak usah bertemu dengan mama ku jika kamu belum siap , Aku akan menjelaskan nanti pada mama pasti mama nanti akan mengerti. " Ucap Rayhan yang merasa Alma sedikit keberatan dengan pertemuan itu .
" Mas ini ngomong apa , Aku kan sudah setuju mana mungkin aku keberatan . Lagi pula kalau harus di batalkan kasian mama mas yang nunggu di rumah . " Jawab wanita itu tak ingin membuat mama Rayhan kecewa .
" Kalau gak keberatan kenapa muka kamu mendung seperti itu ?" Tanya Rayhan penasaran dengan apa yang mempengaruhi pikiran calon istrinya itu .
" Aku hanya gugup mas . " Ucap Alma berbohong .
" Tak usah gugup begitu , mama ku itu orang baik pasti dia suka sama kamu jadi percaya saja sama aku ya . " Ucap Rayhan yakin .
" Kalau mas se yakin itu maka Alma juga akan berusaha untuk yakin mas ." Ucap Alma yang membuat Rayhan tersenyum , lelaki itu mengusap punggung tangan Alma perlahan dia ingin menenangkan perasaan wanita itu.
..
...
..
Rumah itu tampak megah bak istana , rumah nya dulu tak sebanding dengan rumah di hadapan nya itu . Ia jadi semakin gugup saja , pikiran nya kemana mana.
" Ayo kita masuk . " Ucap Rayhan mendorong kursi roda Alma memasuki rumah besar milik orang tuanya itu .
__ADS_1
" Assalamualaikum Ma pa , lihat Rayhan membawa calon mantu kalian."ucap Rayhan dengan senyum sumringah nya. Iren yang sedari tadi tengah mempersiapkan piring pun untuk suaminya pun langsung menoleh begitu pula dengan tiyok .
" Astaga ...." Lirih mauren tak menyangka jika Rayhan akan membawa wanita cacat ke dalam rumah nya .
" Mama sama papa kok diem saja . ?" Tanya Rayhan tak suka dengan sikap ke dua orang tuanya itu .
" Rayhan .. ayo kita bicara sebentar . " Ucap tiyok berdiri dari tempat duduk nya lelaki itu melangkah kan kaki ke ruang keluarga mereka ,mauren menatap Alma dengan tersenyum kemudian wanita itu berlalu menyusul suaminya .
" Kenapa ?" Tanya tiyok pada Rayhan dengan pandangan tajam .
" Kenapa apanya pa ?" Tanya Rayhan tak paham dengan maksud ayah nya itu .
" Kenapa harus wanita itu ?" Tanya tiyok mulai membuat Rayhan paham .
" Karena aku mencintai nya pa , lagi pula mama saja tidak keberatan kenapa papa malah bertanya seperti itu seakan akan papa tak menyukai dia. " Ucap Rayhan tak terima .
" Kasih Rayhan Alasan kenapa kalian mempermasalahkan fisik nya ma pa , bukankah selama ini kalian selalu mengajarkan Rayhan untuk tidak memandang fisik dan kasta tapi apa ini...Rayhan jadi gak paham sama kalian . " Ucap lelaki itu heran dengan sikap ke dua orang tuanya.
" Kami hanya tidak ingin kamu menderita nantinya nak , kami hanya ingin kamu mendapatkan istri yang baik . Baik itu hati ataupun paras nya , kami tak ingin kamu menghabiskan hidup mu hanya untuk mengurusi wanita lumpuh. Lupakan dia nak , carilah wanita lain . " Ucap tiyok menasehati anak nya itu .
Tanpa mereka sadari sedari tadi Alma mendengar semua perkataan mereka , hati Alma terluka ia memang tak seharusnya menaruh hati pada lelaki toh siapa dirinya .Ia hanya seorang janda yang lumpuh .Mungkin ia di takdir kan untuk menjadi wanita yang tak pantas di nikahi .
Alma tersenyum getir , wanita itu mendorong kursi roda nya kembali ke ruang makan di mana tadi ia di tinggalkan oleh Rayhan . Tak berapa lama Rayhan datang dengan muka yang merah padam .Lelaki itu langsung mendorong kursi roda Alma menjauhi rumah nya .
" Rayhan tunggu dulu nak .." cegah mauren berusaha mengejar anak nya itu pergi dari rumah .
__ADS_1
Namun Rayhan tak melanggati lelaki itu terus mendorong kursi roda Alma menuju mobil nya . Ia sudah tak tahan lagi ingin pergi dari tempat itu .
" Rayhan kamu lebih memilih wanita itu dari pada mama nak , mama yang melahirkan kamu sayang . " Teriak mauren pada anak nya .
Alma menghentikan laju kursi rodanya dengan kedua tangan nya . Wanita itu melepaskan tangan Rayhan dari pegangan kursi roda nya , di tatapnya lelaki itu sekilas . Wajah lelaki itu tampak mengeras seperti menahan amarah nya .
" Kembali ke sana mas , turuti omongan ibu mu ." Ucap Alma pada lelaki itu .
" Tidak aku tidak mau . " Ucap Rayhan keras kepala .
" Dia yang melahirkan kan mu mas tak sepatutnya kamu meninggalkan dia hanya demi wanita , pergilah lupakan aku jangan temui aku lagi . " Ucap Alma menahan rasa sakit hatinya .
" Tidak , aku mencintaimu Alma aku tak mau meninggalkan kamu . " Ucap lelaki itu menatap Alma memohon .
" Jika kamu mencintaiku maka tinggalkan aku dan kembali lah bersama ibumu . Pikir kan lah perasaan ibumu jangan hanya mementingkan ego mu sendiri . " Ucap Alma menasehati Rayhan .
Rayhan terdiam ia tak mungkin meninggalkan Alma karena dia sangat mencintainya tapi Alma kekeh dengan pendiriannya , ia bingung harus bagaimana . Kemudian lelaki itu mengalihkan pandangannya menatap sang mama yang berlinang air mata menatap nya .
Hati siapa yang tak teriris melihat tatapan ibunya yang sedih seperti itu , begitu pula Reyhan ia benci pada dirinya sendiri karena nyatanya ia tak tega melihat ibunya itu menangis . Alma menghela nafas perlahan ia menatap Rayhan sejenak .
" Selamat tinggal Rayhan ." Ucap Alma melajukan kursi roda nya menuju sebuah taksi yang baru saja datang , taksi itu memang sengaja ia pesan sesaat setelah Alma mengetahui apa yang di katakan ibu Rayhan pada lelaki itu .
Rayhan yang melihat itu hanya bisa memandang Alma dari kejauhan , ia Ngin membantu Alma untuk menaiki taksi namun wanita itu sudah lebih dulu di bantu sopir taksi yang ia tumpangi .
" Mama puas sekarang . " Ucap Rayhan memasuki rumah nya , mauren terdiam sebenarnya ia tak tega melihat Alma namun bagaimana lagi wanita itu tak ingin Rayhan menikah dengan wanita yang punya kekurangan itu .
__ADS_1
Di tengah jalan Alma menangis ia marah dan benci pada kakinya yang tak kunjung menunjukkan perubahan sama sekali , ia juga membenci takdir yang datang padanya .