
Sore hari pun tiba sesuai rencana Alma datang bersama Alvan ke rumah mantan mertua nya . Alma menatap rumah itu sekilas dulu ia datang kerumah ini saat meminta restu orang tua mantan suaminya kini ia datang bukan untuk itu lagi ia datang untuk menyelesaikan masalah yang telah mantan mertua nya buat .
" Maafkan aku mas ...aku terpaksa melakukan cara ini karena ibu mu semakin lama semakin membuat aku terluka . " Batin Alma mengingat Almarhum suami nya .
" Kamu sudah siap ?" Tanya Alvan sebelum mengetuk pintu rumah di hadapannya itu .
" Iya mas Alma sudah siap . " Ucap Alma tersenyum tipis , Alvan tersenyum di ketuk nya pintu kayu di hadapannya itu ..
" Maaf ca ...eh mbak Alma ." Sapa Vivi tak menyangka jika Alma datang kerumah ibunya itu .
" Iya Vi ...mama ada ?" Tanya Alma dengan sopan karena dia adalah tamu di rumah itu .
" Ada ...silakan masuk mbak . " Ucap Vivi mempersilakan Alma untuk masuk dan duduk di kursi sofa ruang tamu milik ibunya.
" Mama ...ada mbak Alma Dateng sama suaminya ." Teriak Vivi kencang karena ibunya tengah berada di kamarnya sedari tadi .
" Ngapain kamu kesini . " Tanya Iren yang baru saja keluar dari kamar nya wanita itu berjalan dan duduk dengan angkuh di hadapan Alma , Alma hanya menahan emosinya ia ketempat itu bukan untuk mencari masalah .
" Kami kesini ingin berdiskusi dengan ibu tentang uang yang ibu minta pada kami . " Ucap Alma tutup poin iya tak ingin berbadan basi pada mantan mertua nya itu .
" Uang apa ma ...?" Tanya Vivi tak mengerti dengan apa yang dimaksud Alma .
" Sudah Vivi kamu diam saja . " Ucap Iren tak suka jika anaknya ikut campur dan merusak rencananya .
" Kenapa , kalian sudah setuju ingin memberikan uang itu ?" Tanya Iren menatap remeh ke arah mantan menantunya itu . " Ucap Iren tersenyum tipis ia merasa senang karena akhirnya ia yang menang dan mendapatkan uang itu bukan menantunya Alma .
" Saya akan memberikan nya . " Ucap Alma dengan nada datar .
" Lalu mana uangnya .?" Tanya Iren sudah tak sabar ingin segera mendapatkan uang itu .
" Dengan syarat ibu harus mengambilkan semua harta yang dulu Alma berikan . " Ucap Alma membuat Iren terkejut , wanita itu langsung menatap menantunya itu tajam .
__ADS_1
" Enak saja mana ada seperti itu , kamu sudah memberikan nya maka kamu tak bisa mengambilnya kembali . " Ucap Iren emosi , wanita tua itu sampai berdiri dari duduknya .
" Kalau begitu saya tak mau memberikan uang yang ibu minta . " Ucap Alma dengan santainya bahkan wanita hamil itu menikmati kue yang disajikan di meja untuk para tamu yang datang .
" Saya tak perduli ...saya tetap akan laporkan Luna kepolisi karena kalian tak memberikan uang yang saya suruh . " Ucap Iren membuat Vivi semakin bingung .
" Kalau begitu saya juga akan laporkan ibu ke polisi karena ibu telah memaksa saya dan mengancam saya untuk menyerahkan semua warisan yang suami Alma dulu tinggalkan . " Ucap Alma mengancam balik . Iren terdiam ia merasa takut dengan ancaman Alma itu .
" Ibu mau melaporkan Luna ke polisi kan tapi ibu tak memilih bukti untuk itu sedangakan Alma ...alma memiliki bukti nya , semua omongan ibu dulu telah Alma rekam kedalam SD ini jika ibu tak mau masuk penjara maka jangan pernah gangggu keluarga Alma lagi jangan mengusik hidup orang lagi Bu ..atau ibu mau pilihan yang Alma tawarkan tadi saya akan memberikan ibu uang 200 juta tapi saya mengambil alih semua yang ibu dapat dari warisan Alma dulu . " Ucap Alma menunjuk kan SD yang ia maksud ke atas meja .
Iren berdecak tak suka ia merasa kalah pada menantunya itu , Alma benar ia tak memiliki bukti tapi mantan menantunya itu memiliki nya .
Jadi Iren tak punya pilihan lain selain mengambil jalan damai , sebenarnya ia tak mau mengalah namun ia tak mau masuk kepolisi dan kehilangan semua harta yang Alma berikan padanya dulu .
" Baik saya tak akan melaporkan Luna kepolisi asalkan kamu memegang kata katamu untuk tak melaporkan saya kepolisi . " Ucap Iren membuang mukanya ia merasa muak dan kesal karena dirinya telah kalah .
" Kalau begitu tanda tangan ni surat perjanjian ini . " Ucap Alma menyodorkan sebuah kertas pada ibu mertua nya itu .
" Itu hanya surat perjanjian agar ibu tak menggangu saya dan keluarga saya lagi itu saja dan ibu akan menepati semua perkataan ibu tadi . Kalau ibu tak mau menandatangani nya Alma akan pergi ke kantor polisi sekarang juga untuk melaporkan ibu ke polisi . " Ancam Alma yang tak mau berbaik hati pada mertuanya itu lagi .
" Kamu ...berani sekali kamu mengancam ku . " Ucap Iren mengepalkan tangannya nya , namun karena ancaman Alma membuat ia takut akhirnya wanita setengah baya itu langsung menandatangani berkas di hadapannya itu .
" Terimakasih karena ibu telah mau bekerja sama menyelesaikan masalah ini . " Ucap Alma memasukan kembali berkas dan juga CD ke tas miliknya .
" Kalian tak ada urusan lagi kan... sekarang keluar dari rumah saya. ,saya tak ingin melihat kalaina lagi . " Ucap Iren marah wanita tua itu mengusir Alma dan Alvan keluar dari rumahnya .
Alma tersenyum ia senang bisa memberi pelajaran pada mantan mertua nya itu ia berharap mertuanya itu cepat sadar dan menemukan hidayah nya .
" Ayo mas kita pergi . " Ucap Alma berdiri dari duduknya dan menggandeng tangan Alvan keluar dari rumah ibu mertua nya itu .
" Alma sialan kamu , wanita ****** ...gak tau diri ..." Teriak Iren dari dalam rumah melemparkan barang barang yang ada di dekatnya , Alma yang dari luar rumah mendengar teriakkan itu pun hanya bisa tersenyum .
__ADS_1
Wanita itu melangkah kan kaki menuju mobil milik suaminya dan masuk kedalam mobil bersama suaminya itu setelah itu Alvan melakukan mobilnya menuju rumahnya .
" Mas gak nyangka kamu bisa menghadapi perempuan tua itu dengan tenang dan mas gak nyangka kamu memiliki cara seperti itu dan kapan kamu menyiapkan bukti itu .?" Tanya Alvan penasaran .
" Mas ini bisa saja , bukti apa yang mas maksud alma sama sekali tak memiliki bukti itu mas . " Ucap Alma pada suaminya itu .
" Lalu tadi ...?" Tanya Alvan bingung , Alma terkekeh pelan ia tak menyangka Alvan juga akan tertipu dengan trik nya .
" Itu bukti palsu mas ini hanya kaset CD film Korea nya Luna yang aku minta kemarin .." ucap Alma menjelaskan , Alvan tersenyum di usapnya rambut Istrinya itu pelan .
" Mas senang memiliki istri yang pintar seperti kamu Alma ...mas juga tak tau kalau kamu bisa menggertak seperti tadi kamu belajar dari mana Hem...?" Tanya Alvan pada istrinya itu .
" Alma ...hanya belajar dari pengalaman Alma dulu mas , dulu Alma tak bisa menggertak dan Hanay bisa pasrah menyerahkan semua aset milik alma pada mereka tapi sekarang Alma tak mau seperti itu lagi , Alma ingin memberikan mereka pelajaran . " Ucap Alma tersenyum dan menyandarkan kepalanya di bahu Alvan .
"Mas lain kali ..percayalah sama Alma ya bahwa Alma melakukan semuanya demi kebaikan keluarga kita jangan bicara seperti kemarin lagi itu sungguh menyakiti hati Alma.. " lirih wanita itu menatap jalanan ibu kota yang nampak padat oleh beberapa kendaraan .
" Iya sayang , maafkan mas telah bicara seperti itu dan tak percaya terhadap mu . " Ucap Alvan mengusap punggung tangan istrinya itu sementara pandangan nya tak lepas dari jalanan aspal yang ia lalui .
" Iya mas ..sudah Alma maafkan . " Ucap Alma tersenyum tipis , Alvan senang mendengar itu lelaki itu semakin melajukan mobilnya menuju rumahnya .
..
...
...
Lanjut ke episode selanjutnya...ya ..
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VAF DAN HADIAH.
DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI PARA AUTHOR.
__ADS_1