Cinta Seorang Janda Lumpuh

Cinta Seorang Janda Lumpuh
episode 11


__ADS_3

Iren menatap kesal pada wanita yang tengah duduk di kursi roda dengan enak nya itu sementara ia dan yang lain harus panas panas san ia juga kesal karena rencana yang ia buat selalu saja gagal , itu semua karena Roni yang menyuruh pegawai lain untuk menjaga Irma otomatis ia jadi tak bisa berbuat apa apa pada wanita lumpuh itu .


" Bagaimana cara ku mengusir dia . " Lirih iren kesal .


" Ck ...aku juga sudah tak tahan melihat ia semakin hari semakin dekat saja dengan mas Roni ." Diana ikut menyahut .


" Awalnya aku tak ingin ikut campur urusan kalian tapi kali ini aku mau ikut campur karena pak Roni udah bersikap tak adil pada kita , masak dia yang enak enakan duduk di situ gajinya lebih besar dari kita bahkan ia juga dapat bonus dari pak Roni itu kan keterlaluan.." ucap Jasmin iri.


" Kita harus segera mengusir wanita itu dari sini ren " ucap Diana pada Iren .


" Aku belum menemukan cara nya, kamu punya cara gak Jasmin ?" Tanya Iren pada wanita itu .


" Bagaimana kalau kita beri tahu ibu Nadira pasti dia tak mau kan anak nya dekat dengan seorang janda , lumpuh lagi . " Ucap Jasmin memberikan ide bagus .


" Ide yang bagus Jasmin . " Ucap Iren tersenyum ia jadi tak sabar ingin memberi tahu kan pada ibu Nadira secepatnya .


Sementara itu Roni tengah berbincang dengan teman nya yang kebetulan datang berkunjung .Mereka berbincang tak jauh dari tempat di mana Alma sibuk melayani pelanggan .


" Siapa wanita itu ?" Tanya lelaki itu pada Roni .


" Dia teman SMA ku namanya Alma , " ucap Roni singkat , jujur saja ia tak senang saat orang lain tertarik pada wanita itu .


" Sudah berapa lama dia kerja di sini ?" Tanya teman nya itu lagi .


" 3 bulan lebih .memang nya kenapa ?" Tanya Roni penasaran dengan apa yang membuat sahabatnya itu tertarik dengan Alma .


" Tak apa , aku hanya tak menyangka kamu mau memperkejakan dia . " Ucap lelaki itu pelan ia takut Alma mendengar apa yang mereka omongkan .


" Memang nya kenapa dia telaten dan tak pernah salah melayani pelanggan . " Ucap Roni membela wanita itu .


" Gak papa sih , ya sudah aku pulang dulu , aku hanya mampir sebentar tadi salam buat Tante Nadira ya . " Ucap lelaki itu terlihat buru buru .Roni yang melihat itu pun merasa aneh namun ia tetap membiarkan sahabatnya itu pergi .


Kemudian ia menghampiri Alma yang masih sibuk dengan beberapa uang di tangan nya .

__ADS_1


" Kamu sudah makan siang ?" Tanya Roni pada wanita di hadapannya itu .


" Belum ." Ucap Alma tersenyum lebar .


" Baiklah kalau begitu ayo kita cari makan . " Ajak lelaki itu pada Alma .


" Tapi siapa yang menjaga kasir nya kalau aku pergi ?" Tanya Alma sedikit khawatir .


" Biar yang lain saja yang menjaga nya . " Ucap Roni tersenyum .Alma pun hanya menurut saja ia merasa tak ada salah nya mengiyakan permintaan Roni .


...


..


Kini mereka tengah berada di sebuah restoran mewah , sebenarnya Alma ingin makan di pinggir jalan saja namun Roni menolak nya dan mengajak wanita itu untuk makan di restoran saja .


" Makanan disini mahal mahal Ron , sayang uang nya kita pindah saja ya . " Ucap Alma tak enak hati .


" Uang bukan masalah ma , lagi pula sekali kali toh gak setiap hari udah pesen aja aku yang bayar ini . " Ucap Roni menolak ajakan Alma untuk pindah tempat .


" Tanya apa ?" Ucap Alma penasaran .


" Kamu sudah memiliki pacar belum sih ma ,?" Tanya Roni lagi ia sudah tak tahan memendam perasaannya ia ingin mengutarakan perasaannya pada wanita itu .


" Pacar ya , aku tak punya .Memang nya kenapa ?" Tanya Alma santai ia sungguh tak memikirkan jika Roni akan mengutarakan perasaannya .


" Kalau begitu mau gak jadi pacar ku ?" Tanya Roni pada Alma , Alma ingin tertawa mendengar perkataan itu namun ia urung kan ketika melihat wajah Roni nampak serius ia rasa lelaki itu tak sedang bercanda.


" Aku ... Aku tak bisa " ucap Alma sedikit tak enak hati .


" Kenapa ?" Tanya Roni dengan mata memelas .


" Aku hanya menganggap mu teman Ron tak lebih lagi pula kondisi ku saat ini tak mungkin untuk menjalin hubungan dengan kamu , jadi cari saja wanita yang lain . Di luar sana masih banyak gadis cantik dan baik ." Tolak wanita itu halus .

__ADS_1


" Tapi .." belum sempat Roni melanjutkan omongan nya Alma sudah lebih dulu di siram oleh seseorang dari belakang Roni .


" Bagus ya , kamu wanita penggoda gak sadar fisik kamu sudah seperti itu berani berani nya kamu mau mendekati anak saya . Dan mengambil keuntungan dari dia dasar wanita rendahan ." Ucap orang itu yang membuat Roni langsung mencari tau siapa yang tengah berbicara lancang seperti itu .


Dan betapa terkejutnya dia saat melihat ibunya tengah berdiri dengan wajah mengeras , ia tak menyangka ibunya akan datang dan mengacaukan segalanya .


" Mama apa apa an sih ." Kesal Roni .


" Apa kamu gak terima mama marahin dia . Dia memang pantas untuk di marahi karena dia wanita tak tau diri sudah di kasih kerjaan masih saja mau deketin kamu dasar wanita murahan ." Ucap ibu Nadira menatap Alma sinis .


" Tante maaf sebelumnya , saya memang lumpuh tapi Tante jangan mengatakan saya wanita rendahan saya dan anak tante hanya berteman dari SMA tak ada niat saya untuk menginginkan lebih dari sekedar pertemanan saja , saya juga sangat berterimakasih karena anak tante mau memberi saya pekerjaan tanpa memandang fisik saya ini .Jika kedekatan saya dan anak tante membuat Tante tak senang maka saya akan menjauhi anak tante saya juga memutuskan untuk keluar dari toko itu . " Ucap Alma dengan nada yang tenang ia sama sekali tak marah ataupun emosi dengan apa yang dilakukan ibu Roni .


Karena ia memahami kekhawatiran ibu Roni itu siapa juga ibu yang mau anak nya dekat dan menjalin hubungan dengan Wanita lumpuh seperti dia . Roni nampak kecewa dengan jawaban Alma pada ibunya itu namun ia juga tak bisa berbuat apa apa jika itu adalah kemauan Alma.


" Kalau begitu saya permisi dulu . " Ucap Alma meninggalkan anak dan ibu itu ia hanya tak ingin Roni berubah pikiran dan membantah ibunya ia tak ingin itu terjadi .


Wanita itu terus mendorong kursi roda nya menjauhi mereka , baju yang basah kuyup itu membuat tubuh nya dingin ia keluar dari restoran dan langsung melawan angin kencang yang semakin membuat tubuh nya dingin dan menggigil .


Ia berdiri di tepi trotoar menunggu angkot lewat , tanpa ia sadari sedari tadi ia sedang di perhatikan dari kejauhan oleh seseorang .


" Apa dia yang selama ini loe cari ?"tanya pria di samping lelaki itu .


" Ya dia orang nya , " ucap lelaki itu singkat ia terus memandang Alma dari kejauhan .


" Wanita itu malang sekali , sudah lumpuh di hina dan harus keluar dari pekerjaan nya . " Ucap teman lelaki itu merasa iba .


" Aku dengar cafe mu sedang mencari orang , kalau begitu terima saja dia jadi pegawai mu . " Ucap lelaki itu masih menatap Alma .


" Mana bisa , dia lumpuh pasti akan kesulitan bekerja di sana . " Ucap orang itu tak setuju dengan usul lelaki itu .


" Kalau kau masih mau bekerja dengan ku maka lakukan saja apa yang aku perintahkan . " Ucap lelaki itu kekeh dan dingin.


" Kenapa kau begitu peduli pada nya . ?" Tanya temanya kesal .

__ADS_1


" Karena aku memiliki hutang yang mungkin tak akan pernah bisa ku bayar dengan uang . " Ucap lelaki itu tersenyum , temanya itu hanya diam ia tak bisa membujuk orang yang memiliki kemauan tinggi .


__ADS_2