
Matahari belum muncul ke atas langit Alma sudah bangun terlebih dahulu di tatapnya Alvan yang masih terlelap dalam tidurnya , wanita itu turun perlahan dari kasur dan menuju dapur untuk memasak ia tak ingin nenek Alvan marah dan mengatainya Hanya ongkang ongkang kaki saja .
Bi Yanti yang baru bangun mengepel lantai pun langsung meletakkan kain pel nya dan menghampiri Alma yang tengah berjalan menuju dapur .
" Non Alma mau apa non ?" Tanya Yanti pada majikannya itu .
" Mau masak bi hari ini kan bi Yanti sibuk bersih bersih karena acara kemarin malam jadi biar Alma saja yang masak ya . " Ucap Alma tersenyum pada pembantu nya itu .
" Tapi nyonya Medina nanti marah kalau sampai saya membiarkan non masak ." Ucap Yanti takut jika ibu mertua Alma marah dan memarahinya habis habisan .
" Nanti kalau mama marah biar Alma yang hadapin toh ini kemauan alma sendiri bukan bibi yang nyuruh alma masak kan ." Ucap Alma tersenyum lembut .
" Iya sudah tapi Yanti bantuin ya non nanti setelah Yanti selesai ngepel lantai nya tinggal sedikit kok ini . " Ucap Yanti tak ingin Alma kecapean karena memasak makanan sendiri an .
Tak lama seorang wanita setengah baya datang kedapur dan ia begitu terkejut melihat menantu kesayangan nya sudah berada di dapur dan tengah memotong beberapa sayuran di hadapannya .
" Alma kamu ngapain di sini nak , sini biar mama saja lagi pula Yanti itu kenapa membiarkan kamu masak di dapur nanti kalau kamu kecapekan bagaimana sayang . " Ucap Medina khawatir pada mantunya itu .
" Mama jangan marahin bibi Alma sendiri yang mau masak , Alma ingin memasak makanan kesukaan nenek mama tau gak apa makanan kesukaan nenek ?" Tanya Alma pada mertuanya itu , Medina terdiam ia merasa kasian pada Alma yang berusaha keras untuk menyenangkan ibu mertua nya itu .
" Nenek suka sup daging sayang ..jadi kamu masak itu saja ya biar mama bantu potong daging nya kamu siapin bumbunya aja ya . Kamu bisa kan masak sup daging sayang ?" Tanya Medina pada menantunya itu .
" Bisa kok ma..." Ucap Alma tersenyum kemudian kedua orang itu sibuk dengan urusan dapur tak lama gadis cantik bernama Nadira datang ke dapur dan menatap Alma sinis dari belakang tubuh wanita hamil itu .
" Eh ada mbak Nadira , mbak ada apa datang kesini mbak perlu sesuatu ?" Tanya Alma memberikan senyumnya pada gadis di hadapan nya , ekspresi yang tadinya sinis kini berubah menjadi senyum yang lebar .
" Aku hanya ingin membantu kalian , boleh kan Tante ?" Tanya Nadira pada medina , Medina berusaha tersenyum meskipun jujur ia tak suka dengan gadis di hadapannya itu ia merasa Nadira memiliki niat jahat terhadap keluarga nya terutama pada Alma .
" Boleh ..kamu potong saja sayur nya . " Ucap medina tersenyum tipis , Nadira segera mengambil pisau di sebelah Alma dan mulai memotong sayuran yang tadi Alma potong .
__ADS_1
" Maaf mbak tapi pisau itu tadi mau Alma gunakan bisakah mbak mengambil pisau yang lain untuk memotong sayur . " Ucap Alma tak suka seseorang mengambil barang yang sudah ia siapkan dari tadi .
" Oh maaf Alma tapi aku sudah terlanjur merebut pisaumu ini jadi silakan ambil piasau yang lain . " Ucap Nadira penuh penekanan seakan akan ia memberitahu jika ia akan merebut suami alma sama seperti ia merebut pisau milik wanita di samping nya itu . Tak ingin membuat keributan Alma pun mengambil pisau yang lain untuk mengupas bawang merah .
" Tante mau masak apa ?" Tanya Nadira pada wanita separuh baya di samping nya itu dengan nada ramah .
" Bukan Tante yang mau masak tapi Alma Tante hanya membantu saja . " Ucap Medina tanpa menatap Nadira .
Nadira tersenyum sinis ia tak ingin Alma lebih unggul darinya jadi ia ingin membuat makanan yang di buat alma tak disukai oleh semua orang termasuk Suaminya sendiri
" Mama ...daging nya sudah belum ?" Tanya Alma pada ibu mertua nya itu .
" Ini sudah mama potong potong sayang tinggal kamu masukan saja kedalam panci . " Ucap Medina menyerahkan daging yang ia sudah taruh kedalam wadah pada menantunya itu .
Alma segera memasukan daging itu bersama dengan jahe agar dagingnya empuk dan enak di makan nanti .
Cukup lama Alma menunggu daging itu empuk , setelah melihat daging itu mulai berubah tekstur nya Alma segera memasukan sayur wortel yang telah di potong Nadira tadi dan memasukannya kedalam panci lalu menutup panci itu sebentar .
" Semoga saja ya ma ..." Ucap alma tersenyum senang .
" Tante bolehkah saya memasak menu yang lain saya bosan makan sup daging . " Ucap Nadira pada medina membuat senyum yang tadinya mengembang di bibir Medina seketika berubah datar .
" Terserah kamu saja , bahan bahan nya juga ada di dalam kulkas terserah kamu mau masak apa " ucap Medina Acuh , Nadira tak memperdulikan nya ia ingin memasak ikan asam manis kesukaan Alvan waktu kecil . Ia masih mengingat nya lelaki itu begitu menyukai ikan asam manis saat main kerumah neneknya dulu .
Alma membuka tutup pancinya dan memasukan bumbu kedalam sup itu ia mengaduk nya perlahan hingga bumbu itu meresap kedalam daging , ia mengambil sendok dan mencicipi masakan nya sendiri , ia tersenyum merasa puas dengan rasanya . Medina yang penasaran dengan sup daging buatan menantunya itu pun langsung ikut mencicipi nya .
" Ini enak sayang sangat enak . " Puji Medina pada menantunya itu .
" Terimakasih ma , oh iya ma alma kekamar dulu ya belum nyapin baju kantor buat mas Alvan ." Ucap Alma setelah mematikan kompor yang menyala . Medina mengangguk dan membiarkan menantunya itu pergi . Sesaat i melirik Nadira yang tengah sibuk dengan ikan di tangan nya itu .
__ADS_1
" Mau masak apa dia dengan ikan itu , bodo amat lah untuk apa aku mengurusinya ." Batin Medina berlalu meninggalkan Nadira di dapur sendiri an tak lama bi Yanti datang ke tempat itu dan melihat dapur telah kosong hanya ada Nadira di sana .
" Loh non Alma mana ?" Tanya Yanti bingung .
Nadira tak memperdulikan pembantu Alma itu ia masih sibuk dengan ikan yang kini tengah ia bumbui untuk ia goreng seraya memanaskan wajan .
" Non mau masak apa ?" Tanya bi Yanti berusaha ramah takut jika orang di hadapannya itu akan membutuhkan bantuan nya .
" Ck ...pergi sana aku tak mau di ganggu kalau masak ." Ucap Nadira tak suka Yanti mengganggu nya memasak .
Yanti mengusap dadanya sabar ia tak menyangka ada orang seperti Nadira , ia tak menyukai gadis di hadapannya itu sama sekali tak suka .
" Ya sudah kalau tak mau di bantuin ." Ucap Yanti kesal dan pergi dari dapur itu .
Nadira kembali sibuk dengan ikan dan beberapa bumbu yang akan ia masak dengan serius ia mulai memasak ia begitu yakin jika Alvan akan menyukai ikan buatan nya .
Cukup lama ia memasak hingga kini hidangan yang ia masak telah selesai wanita itu mematikan kompor di lihatnya sayur yang Alma buat di atas panci tersebut , ia melihat kesekeliling tempat itu tak ada siapa siapa yang memperlihatkan nya ia pun langsung memberi garam yang banyak pada masakan Alma itu ia yakin .....semua orang akan memuntahkan sup buatan Alma itu .
Setelah itu ia meletakkan ikan yang ia masak kedalam piring dan menyajikan nya di meja makan .
....
...
...
episode kali ini bikin geregetan ya gays ...
jangan lupa like komen vaf dan hadiah .
__ADS_1
DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI PARA AUTHOR