
" mama...kami juga ingin mengungumkan sesuatu . " Ucap Luna yang sedari tadi hanya diam di ruang tamu tersebut .
Medina dewa alma dan Alvan pun langsung mengalihkan pandangan mereka pada gadis cantik itu .
" Kami memutuskan untuk menunda acara pernikahan kami ma .." ucap Luna memandang Rayhan sekilas .
" Bagaimana bisa Luna ...mama sudah menyebar undangan kemana mana mau di taruh mana muka mama kalau pernikahan itu di undur , mereka pasti akan mengejek mama dan mungkin mereka mengira kalau kalian ini sengaja mengulur waktu mereka pikir kalian telah berpisah. Memaang nya apa alasan kamu mau mengundur pernikahan ini toh kakak mu Alma sudah berjanji akan menyesuaikan masalah mu dengan mantan mertua nya . " Ucap Medina khawatir . Luna tersenyum melihat mama nya was was sampai sampai berbicara sepanjang itu .
" Mama tenang dulu ..kami menundanya bukan karena tanpa alasan ma ..kami ingin mendapatkan restu dari kedua orang tua kak rayhan." Ucap Luna menjelaskan alasannya menunda pernikahan .
" Bukankah kamu sudah mendapatkan nya sayang ?" Tanya Medina bingung .
" Kami memang mendapatkan nya sebelum semua masalah ini sampai ketelinga orang tua mas Rayhan ... mereka seperti nya tak setuju mempunyai menantu mantan orang gila dan calon narapidana seperti Luna . " Ucap Luna pada ibunya itu , Medina sungguh sakit hati anaknya mengatai dirinya sendiri ..ia sungguh iba dengan nasib yang menimpa anaknya itu .
" Lalu bagaimana mama menjelaskan pada para tamu yang sudah mama terlanjur undang nak .." ucap Medina lembut ia tak memarahi atau menyalahkan Luna karena keputusan yang anaknya ambil itu sudah tepat .
" Bagaimana kalau pesta pernikahan itu untuk Alvan saja , Alvan kan belum menikah Secara resmi dengan Alma ." Ucap Alvan memberikan usul .
" Iya... Mama setuju dengan Alvan bagaimana dengan kamu sayang ?" Tanya Medina menatap alma.
Alma terdiam ia masih sakit hati dengan Alvan tapi ia juga tak bisa meninggalkan lelaki itu ia juga mencintai nya seberapa sakitpun hatinya ia tak bisa membenci suaminya itu jadi ia mengangguk saja .
" Ya sudah sekarang mama lega ... " Ucap Medina tersenyum ...
" Lalu kamu akan berangkat ke rumah mantan mertua mu kapan nak ?" Tanya dewa penasaran.
" Nanti sore mungkin pa ... " Jawab Alma singkat .
" Tapi mama penasaran siapa yang membocorkan semua itu sama Iren dan siapa yang memberi tahu orang tua Rayhan tentang semua masalah ini . " Ucap Medina bingung kenapa rahasia itu bisa keluar dari rumah nya .
__ADS_1
" Kalau orang Tua dokter Rayhan Alma yakin itu pasti mama Iren yang memberi tahunya , tapi kalau yang membocorkan semua itu sama mama Iren Alma gak tau ...tapi yang jelas orang itu ada di rumah ini .." ucap Alma pelan .
" Prank..." Tiba tiba saja ada yang menjatuhkan nampan alumunium di dapur Alma dan semua orang yang ada di situ segera menuju ke arah dapur di lihatnya Nora yang nampak gugup mengambil nampan yang tadi ia jatuhkan .
" Astaga Nora hati hati kalau Bekerja kamu bikin saya dan yang lain kaget saja .Saya kira ada apa tadi . " Ucap Medina pada pembantu nya itu , bukannya menjawab Nora justru malah bersujud di kaki Medina ...gadis itu meminta maaf sambil menangis memegangi kedua kaki milik Medina .
" Nora ...kamu ini kenapa jangan seperti ini ..." Ucap Medina berusaha mengangkat Nora agar gadis muda dihadapan nya itu mau berdiri namun Nora tak mau melakukan itu ia masih bersujud memegangi kaki Medina .
" Maaf nyonya ...maaafkan saya , saya yang telah mengatakan nya pada nyonya Iren saya bersalah nyonya , saya terpaksa melakukan itu untuk mendapatkan uang tambahan untuk bapak saya berobat . " Ucap Nora menangis ... Kencang .
Medina terdiam ia tak tau harus bagaimana disatu sisi ia kesal dan marah tapi di sisi lain ia juga kasian pada gadis di bawah kakinya itu .
" Kenapa kamu tak cerita sama saya Nora saya bisa membantu mu kalau kamu butuh uang untuk biaya berobat ayah mu . " Ucap Alma yang melihat Medina hanya diam ia tau mertuanya itu tengah bingung harus melakukan apa pada gadis yang bersujud di kaki nya .
" Maafkan saya mbak ...saya hanya takut merepotkan kalian ." Ucap Nora melepaskan kaki Medina dan mengusap air matanya kasar .
" Iya mbak maaf , nyonya saya juga minta maaf mohon jangan pecat saya . . " Ucap Nora menunduk ia sudah pasrah akan keputusan keluarga itu jika nantinya ia akan dipecat pun ia akan menerimanya karena memang ia salah dalam hal itu .
" Kali ini saya maafkan Nora lain kali jangan ulangi lagi ya .." ucap Medina berusaha tersenyum meski ia sangat kesal pada pembantu nya itu .
" Iya Bu ..." Ucap Nora langsung berdiri dari duduknya , setelah mendengar itu semua orang bubar Medina pergi ke kamar sementara Luna Rayhan dan Alvan kembali duduk di sofa ruang tamu mereka .
" Kalau begitu mas pulang dulu ya sayang. " Pamit rayhan pada calon istrinya itu .
" Iy mas hati hati .." ucap Luna tersenyum ,Rayhan ikut membalas senyum calon istrinya itu di kecupnya kening Luna pelan .
" Ck ...lebay ..mau pulang aja pakai cium kening segala .."ucap Alvan yang melihat adegan romantis itu ..
" Kakak lebih lebay setiap mau berangkat kerja pasti cium pipi kak Alma dulu . " Ejek Luna balik .
__ADS_1
Alvan melirik Alma yang sedari tadi diam biasa nya jika Alvan sudah berkata seperti itu Alma akan marah dan membujuknya untuk tak mengganggu Luna tapi kali ini istrinya itu hanya diam saja bahkan lebih memilih memainkan ponselnya dari pada melanggati Alvan .
Luna yang melihat Alvan memperhatikan Alma pun langsung mengerti gadis kecil itu ingin memberika mereka berdua waktu untuk menyelesaikan masalah nya .
" Ayo kak , Luna anter kakak kedepan . " Ucap Luna menarik tangan Rayhan keluar dari rumahnya kini hanya ada Alvan dan Alma di sofa ruang tamu tersebut .
" Alma ...sampai kapan kita harus seperti ini , mas sudah lelah ...janagn diamkan mas sayang . Mas tau mas salah , maafin mas Alma mas tak bermaksud berbicara seperti itu dengan kamu mas hanya khawatir dengan Luna itu yang membuat mas emosi sampai berkata kasar seperti itu sama kamu . Mas menyesal ..mas janji tak akan melakukan hal itu lagi .." ucap Alvan meraih tangan Alma dan mencium punggung tangan nya itu .
" Sekarang mas sadar kan kalau mas salah berkata seperti itu , jujur Alma sakit hati banget dengan omongan mas kemarin Alma marah ...Alma sakit hati tapi Alma tak bisa membenci dan meninggalkan mas ...Alma sungguh mencintai mas . " Ucap Alma pelan .
Alvan tersenyum mendengar kata kata istri nya itu .
" Jadi kamu sudah memaafkan mas ?" Tanya Alvan dengan tatapan penuh harap .
" Hemmm.." hanya itu jawaban Alma namun mampu membuat Alvan senang , lelaki itu langsung mencium pipi Alma cepat setelah itu ia memeluk istrinya itu erat , Alma tersenyum melihat Alvan begitu bahagia .
" Cie yang udah baik kan pelukan terus kayak perangko.. " ucap Luna datang dengan senyum yang tak luntur dari bibirnya ia senang melihat Alma dan Alvan sudah berbaikan sesaat ia melupakan beban yang ia tanggung sementara Alma dan Alvan hanya tersenyum saja menanggapi omongan Luna itu ..
...
...
...
Yey ... Akhirnya Alvan dan Alma baikan ya ...
Jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya .
DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI PARA AUTHOR.
__ADS_1