
Malam pun tiba ... Alma dengan perlahan menidurkan anak nya ke atas kasur , di tatapnya wajah sang anak dengan senyum bahagia nya , di usap nya pipi lembut anaknya itu dengan perlaha lahan . Alma begitu tak menyangka kini ia sudah menjadi seorang ibu dan telah menemukan kebahagiaan nya.
" Mau makan ?" Tanya Alvan menghampiri istrinya itu , ia tau jika akhir akhir ini Alma sering kali mengeluh lapar mungkin itu efek dari menyusui bayi nya .
" Aku sudah menahan dari tadi mas ...Tapi aku takut gemuk dan kamu tak mencintai aku lagi . " Ucap Alma pada suaminya itu .
" Mana ada seperti itu sayang bagaimana pun kamu mas tetap mencintai mu Alma , karena mas tak memandang fisik mu. " Ucap lelaki itu pada istrinya .
" Mas ini ... Ya sudah Alma mau makan dulu , mas jaga in Arham dulu ya . " Ucap Alma pada suaminya itu .
" Iya makan lah sayang kalau tak ada apa apa di meja makan panggil saja bi Yanti atau Nora suruh mereka buatkan makanan untuk mu , ingat jangan masak sendiri karena fisik mu Belum pulih benar . " Ucap alvan tak ingin istrinya itu kenapa Napa .
" Oke .." ucap Alma berjalan perlahan keluar dari kamar nya .
" Anak papa tampan sekali . " Ucap Alvan mencium pipi bayi mungil di hadapannya itu , ia merasa anak nya itu sangat tampan meskipun tak mirip dengan nya .
Melihat Arham menggeliat membuat Alvan tersenyum , ia menepuk nepuk paha anaknya itu pelan agar anak nya itu kembali tidur dengan nyenyak .
Sementara itu Alma melihat Medina masih di dapur dan tengah mencuci peralatan dapur yang ia gunakan memasak makan malam tadi .
" Mama masih di dapur ?" Tanya Alexsis pada ibu mertua nya itu .
" Iya , kamu laper ya sayang , sebentar biar mama ambilkan lauk di rak atas . " Ucap Medina pada menantu nya itu.
" Alma kira gak ada makanan ma. " Ucap alma tersenyum .
" Ada sayang mama tau ibu menyusui itu cepat sekali lapar jadi mama sengaja sisihkan makanan untuk kamu tadi . " Ucap Medina perhatian .
" Terimakasih ya ma . " Ucap Alma tersenyum .
" Tak perlu terimakasih , makan lah yang banyak biar kamudan cucuku kenyang sayang . " Ucap Medina tersenyum lembut , Alma pun mulai menyendok nasi dan lauk untuk ia makan.
Sementara itu di kamar nya Alvan menyerengit kan dahinya saat mencium bau busuk yang menyengat hidung nya .
" Bau apa ini , astaga bau sekali . " Ucap Alvan menuntup hidung nya kemudian lelaki itu mencari asal dari bau yang ia cium .
" Sayang ...Arham bab ..." Teriak Alvan saat mengetahui jika sang anak lah yang menyebabkan bau yang ia cium tadi .
__ADS_1
" Alma lagi makan mas , mas ganti aja dulu . " Teriak Alma yang mendengar teriakkan suaminya itu .
" Bagaimana caranya . " Lirih Alvan yang selama ini tak pernah mengganti popok anak nya itu .
" Sayang ... cepetan sini Arham mulai nangis aku gak tau ganti popok itu gimana. " Teriak Alvan lagi kali ini lebih kencang dari sebelumnya membuat anaknya semakin keras .
" Alvan itu benar benar , sudah Alma kamu makan saja biar mama yang kesana . " Ucap Medina berjalan menuju kamar anak nya itu .
" Ada apa sih Van teriak teriak gak tau Alma lagi makan apa. Kamu ini . " Ucap Medina memarahi anak laki lakinya itu .
" Maaf ma , aku gak bisa ganti popok Arham aku gak tau gimana caranya . " Ucap Alvan pada ibunya itu .
" Kamu ini , sini biar mama aja yang ganti in popoknya , perhatikan mama ya biar kamu bisa ganti popok anak mu sendiri nanti kalau Alma lagi repot. "Ucap Medina pada anaknya itu , wanita setengah baya itu menghampiri cucu nya yang di biarkan tergelak di atas kasur.
" Uluh uluh sayang nya Oma ...udah risih ya nak ya .Sini biar Oma ganti ya popoknya . " Ucap Medina tersenyum lembut kemudian ia mulai melepaskan celana dan popok cucunya itu , setelah itu ia membersihkan nya menggunakan tisu basah kemudian ia memakaikan popok dan celana yang baru pada cucunya itu .
" Sudah ma ?" Tanya Alvan pada ibunya itu .
" Sudah gitu aja kamu gak becus Van Van . " Ejek Medina pada anaknya itu .
" Makanya mama kasih tau ini Van , setelah itu kamu pelajari lagi biar cepat bisa . " Ucap Medina pada anaknya itu .
" Iya Ma . " Ucap Alvan pada ibunya itu .
...
...
Alma membuka pintu kamarnya perlahan dilihatnya sang suami yang sudah tertidur lelap memeluk anak nya , melihat itu Alma tersenyum dengan bahagia ia ingin bergabung untuk tidur bersama suaminya itu namun anak nya lebih dulu menangis Alma langsung mengendong dan menyusui anak nya itu , Alvan yang mendengar suara tangisan anak nya pun langsung terbangun .
" Kenapa dia sayang ?" Tanya Alvan pada istrinya itu .
" Laper mas minta susu . " Jawab Alma pada suaminya itu .
" Oh ...aku kira ada apa . " Ucap Alvan ikut bangun dan duduk di samping istrinya itu .
" Mas gak tidur lagi ?" Tanya Alma menatap Alvan dengan senyum manis nya .
__ADS_1
" Mas mau Nemani kamu ..Mas tidur nanti saja setelah kamu tidur. " Ucap Alvan pada istrinya itu , mendengar itu Alma tersenyum senang ia merasa Alvan begitu perhatian padanya .
" Lihat lah dia begitu lahap menyusu seakan akan takut susunya itu di ambil oleh papa nya . " Ucap Alvan mengusap pipi bayi mungil di gendongan Alma .
" Itu karena dia lapar mas bukan karena takut kamu ambil." Ucap Alma pada suaminya itu .
" Andaikan kamu sudah sembuh pasti mas juga akan ikut menyusu seperti Arham . " Ucap Alvan terkekeh pelan .
" Mas ini kenapa memikirkan itu terus dari kemarin . " Ucap Alma malu malu .
" Wajar lah sayang kan Aku udah puasa seminggu lebih jadi ya aku hanya bisa berangan angan saja dan menahan nya . " Ucap Alvan pada istrinya itu .
" Em ...Alma janji kalau Alma sudah sembuh Alma bakal kasih apa yang mas inginkan itu . " Ucap Alma kasian pada suaminya itu , Alvan tersenyum dan mencium pipi Alma pelan .
" Kamu sudah berjanji jadi jangan coba coba mengingkari nya ya . Kalau kamu ingkar mas akan buat kamu mendesah semalaman penuh ." Ucap Alvan membuat pipi Alma memerah menahan malu .
Cup ..
" Aku mencintaimu Alma sangat mencintai mu tak ada wanita yang mampu membuat aku tergila gila selain dirimu hanya kamu yang bisa membuat jantung ku berdetak kencang dan hanya kamu yang membuat aku takut kehilangan . Aku berjanji mulai saat ini aku akan menjadi suami dan ayah yang baik untuk arham dan kamu . " Ucap Alvan pada istrinya itu .
" Aku juga mencintaimu mas ...sangat mencintai mu kamu suami yang baik dan pengertian . Aku sangat beruntung memiliki suami seperti mu ..." Ucap Alma mencium pipi Alvan pelan namun Alvan malah mencium bibirnya dan ********** dengan penuh kasih sayang merasa di acuhkan oleh kedua orang tuanya bayi mungil di tengah tengah mereka pun menangis .
" Eh ...anak papa selalu iri baik di dalam kandungan mau pun sudah keluar di dunia ini . " Ucap Alvan mencium pipi anaknya itu pelan .
" Anak mama sudah ya jangan nangis , ini menyusu lagi sama mama . " Ucap Alma memberikan buah kenyal nya untuk sang anak , anak itu pun berhenti menangis dan kembali menyusu Alvan yang melihat nya pun menjadi gemas , di usap nya pipi anak nya itu perlahan .
..
...
...
Lanjut ya ... episode terakhir ..
Jangan lupa like komen vaf dan hadiah .
Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author .
__ADS_1