
Alvan memasuki rumahnya di ikuti oleh Alma di belakang nya wanita itu menatap beberapa orang yang saat ini tengah menatap nya juga . Tiba tiba seseorang gadis datang dan langsung memeluknya dengan erat siapa lagi jika bukan luna .
" Mbak Alma kemana saja Luna khawatir mbak . " Ucap Luna pada Kakak iparnya itu .
Alma tersenyum tipis Medina yang melihat wajah menantunya pucat pun langsung merasa iba. Ia yakin jika menantunya itu sangat menderita di luar sana.
" Alvian kamu bawa Alma istirahat dulu kasian mukanya pucat sekali pasti dia kelelahan . " Ucap Medina pada anaknya itu .
" Tidak ma ...aku mau mendengarkan penjelasan mas Alvan dulu dan bukti yang ia janjikan , aku tak bisa istirahat dengan tenang sebelum melihat bukti itu . "Ucap Alma pada mertuanya itu .
" Tapi papa belum pulang sayang ...kita tunggu papa sebentar ya biar dia yang ambil keputusan nanti . " Ucap Alvan pada istrinya itu .
" Tak usah tunggu papa mu Van , jelaskan saja dulu pada Alma setelah itu baru pada kami kasian Alma. " Ucap Medina pada anaknya itu . Alvan terdiam sejenak kemudian ia menatap Alma yang saat ini tengah menatap nya juga .
" Ya sudah mas telvon cikho dulu buat anterin buktinya kamu tunggu di kamar saja nanti mas nyusul setelah mas membawa buktinya. " Ucap Alvan pada istrinya itu , Alma tak menjawab wanita itu berlalu ke kamar nya tanpa kata .
Sedangkan Ningsih ia merasa kasian dan bersalah pada cucu nya dan cucu menantu nya itu , ia memutuskan untuk meminta maaf setelah Alvan menjelaskan semuanya pada wanita itu .
" Halo ...loe Dimana lama banget . " Ucap Alvan ketus pada sekertaris nya itu.
" Sabar ..Van ya Allah loe gak sabar banget sih ini gue masih di jalan sebentar lagi sampai . " Ucap Chiko kesal karena sedari tadi Alvan terus menelfon dan mengirimnya pesan agar segera membawa bukti yang lelaki itu suruh ambil .
" Oke gue tunggu 10 menit lagi kalau loe gak sampai juga loe gue pecat. " Ucap Alvan emosi setelah itu menutup telvon nya .
" Alvan nenek min .." belum sempat Ningsih menyapa cucunya dan meminta maaf pada lelaki itn Alvan sudah lebih dulu pergi menyusul Alma tanpa memperdulikan neneknya itu . nginsih menundukkan kepalanya sedih kini semua orang membenci dirinya karena ia sudah membawa masalah ke keluarga anaknya sendiri .
" Mama jangan bersedih Alvian masih emosi jadi dia bersikap seperti itu sama mama setelah masalah ini selesai Medina yakin alvan akan bersikap seperti biasanya pada mama . " Ucap Medina pada mertuanya itu , Ningsih hanya terdiam ia begitu tak yakin alvan akan memaafkannya dan kembali seperti semula lagi padanya .
__ADS_1
" Kenapa mas kesini apa mas sudah membawa bukti nya ?" Tanya Alma yang melihat suaminya itu datang dari pintu kamarnya .
" Mas hanya tak ingin berada disana terlalu lama dengan nenek mas kecewa dan marah dengannya. Kalau kamu merasa terganggu mas ada di sini mas akan pergi ke kolam saja . " Ucap Alvan berlalau membuka pintu kaca di samping kamar nya yang terhubung dengan kolam renang .
Alma menatap suaminya itu sendu , sebenarnya ia meras kasiha pada suaminya itu tapi ia juga marah dan kecewa jadi ia hanya bisa memandangi suaminya itu dari jauh sedangkan Alvan lelaki itu menatap kolam renang di hadapannya dengan pandangan kosong ia tak akan pernah bisa memaafkan neneknya karena neneknya lah yang sudah merusak kepercayaan istrinya pada dirinya .
" Alvan mana Tante ?" Tanya Chiko yang terburu buru memasuki rumah bos nya itu karena waktu yang diberikan Alvan tinggal 3 menit .
" Di kamar Tante panggilkan dulu ya . " Ucap Medina berlalau pergi menuju kamar Alvan namun langkah nya terhenti saat melihat anaknya itu sudah berada di tepi kolam , wanita itu langsung membelokan langkah nya menuju anaknya itu .
" Di ruang tamu ada Chiko nyari in kamu Van . " Ucap Medina memberitahu kedatangan sahabat Alvan itu .
" Iya ma ..." Ucap Alvan lesu ...lelaki itu segera bangkit dari duduknya dan melangkah kan kakinya menuju tempat di mana Chiko berada .
" Mana ...?" Tanya Alvan ketika baru sampai di hadapan Chiko , Chiko berdecak karena Alvan tak basa basi terlebih dahulu lelaki itu langsung menyerahkan kaset CD di tangan nya kepada Alvan dengan cepat Alvan berlalu kekamar nya begitu saja .
" Maklum lah kak ...kak Alvan sudah tak tahan ingin menyelesaikan masalah nya dengan kak Alma ..." Ucap Luna menimpali omongan lelaki yang saat ini tengah duduk di samping nya itu .
" Eh ...iya Luna , ngomong ngomong sebentar lagi kamu kan akan menikah bagaimana perasaan kamu pasti dedek kan ya ..?" Tanya Chiko pada adik sahabatnya itu .
" Iya kak degdegan dan takut juga karena ini kali pertama bagi Luna akan membina sebuah rumah tangga . " Ucap Luna membuat Chiko tersenyum .
" Tenang saja menikah itu enak...apa apa ada yang nemenin kalau malem ada yang ngeloni dan yang paling enak itu adalah ...olah raga malam hahaha..." Ucap Chiko tertawa dengan keras Luna langsung memukul bahu teman kakaknya itu dengan batal .
" Dasar kak Chiko dari dulu pikiran nya selalu saja mesum . " Ucap Luna memarahi Chiko sementara Chiko lelaki itu masih saja menyunggingkan senyum nya .
Di lain sisi Alvan naik keatas kasur dan duduk di samping istrinya itu , Alma menatap suaminya itu tak suka karena Alvan bergabung bersama nya di atas kasur .
__ADS_1
" Mas ini sebenarnya sengaja ya mau buat Alma marah , sudah alma bilang Alma tak mau dekat dekat dengan mas untuk saat ini. " Ucap Alma pada suaminya itu .
" Mas hanya ingin menunjukan bukti yang kamu inginkan sayang ." Ucap Alvan tersenyum kemudian Lelaki itu meraih laptop nya di samping tempat tidur nya di masukkan nya CD itu kedalam laptop dan mulai memutar CD itu .
" Lihat saat itu kami memang makan bertiga dengan nenek . " Ucap Alvan menunjukan sebuah Vidio yang memperlihatkan keadaan nya saat makan malam .
Alma terdiam ia masih sibuk meneliti gambar di hadapannya ia melihat Alvan pergi meninggalkan Nadira sendiri dan perasaan nya tak enak saat itu juga , lalu ia kembali menatap layar itu dan benar saja ia melihat Nadira memasukan sesuatu kedalam minuman Alvan .
" Kamu juga melihat nya kan sayang Nadira memasukan sesuatu kedalam minuman ku untung saja aku cuma meminumnya sedikit ." Ucap Alvan masih tak mendapatkan jawaban apapun dari Alma , gadis itu masih fokus melihat Vidio itu yang kini memperlihatkan Alvan sedang di papah menuju kamar hotel oleh Nadira dengan bantuan seorang pelayan .
Alvan pun ikut memperhatikan adegan di hadapannya itu , Alma melotot kan matanya saat Nadira menelanjangi dada suaminya itu dan berfoto foto di atas tubuh suaminya itu , ia melirik Alvan yang sama terkejutnya dengan dirinya .
" Sialan ." Ucap Alvan mengepalkan tAngan nya saat melihat kejadian itu .
Alma tak memperdulika umpatan suaminya itu ia kembali menonton Video itu dengan tenang tak lama setelah Nadira berfoto ria Alvan pun terbangun dan lelaki itu nampak berdebat dengan Nadira namun Alma terdiam ketika Alvan menindih tubuh Nadira .
" Apa ..itu mas kamu mau mengelak soal itu jelas jelas kamu sudah sadar tapi kamu malah duduk diatas tubuh mbak Nadira ...kamu jahat ..tak memperdulikan perasaan ku sama sekali . " Ucap Alma berkaca kaca .
" Tonton dulu sampai habis sayang jangan marah dulu . " Ucap Alvan kembali memutar video itu , Alma menutup mulutnya saat melihat Alvan menampar pipi Nadira dan meludahi wajah wanita itu setelah itu suami nya nampak pergi meninggalkan Nadira sendiri an
..
...
...
lanjut ke halaman berikutnya ya jangan lupa like komen vaf dan hadiah ...
__ADS_1
DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI PARA AUTHOR.