Cinta Seorang Janda Lumpuh

Cinta Seorang Janda Lumpuh
episode 67


__ADS_3

HAY .. KARENA AUTHOR BAIK AUTHOR KASIH BONUS EPISODE YA ...UNTUK KALIAN PARA PEMBACA SETIA AUTHOR ..



SELAMAT MEMBACA ...


Alma memanyunkan bibirnya saat melihat Alvan sibuk dengan laptop miliknya, sedari tadi Alma terus menggangu suaminya itu agar suaminya menghentikan aktivitas nya dan kembali mengajak nya ngobrol atau sekedar menemani ia untuk tidur siang sebentar .


" Mas .." kesal Alma sudah tak bisa menahan emosinya lagi , wanita itu bangkit dari tidurnya dan menatap suaminya itu kesal .


Alvan yang mendengar teriakan istrinya itu seketika pun menghentikan aktivitas nya, ditatapnya wajah istrinya itu dengan dahi berkerut .


" Ada apa sayang ?" Tanya Alvan tidak sadar telah membuat Istrinya itu marah .


" Ini hari Minggu , mas masih saja sibuk dengan pekerjaan . " Kesal Alma pada suaminya itu .


" Maaf sayang kemarin pekerjaan mas gak selesai jadi mas bawa pulang dan menyelesaikan nya sekarang ." Ucap Alvan mengusap rambut Istrinya yang saat ini telah terduduk di ranjang empuknya itu .


" Tetap saja ...hari ini seharusnya waktu mas memanjakan alma karena mas libur bukannya malah sibuk sama laptop . " Kesal Alma membuang mukanya dari pandangan suaminya itu . Ia masih kesal dan tak ingin menatap suaminya itu .


" Ya sudah ...mas tutup laptop nya , kamu mau apa sayang . ?" Tanya Alvan dengan nada lembut .


" Alma mau jalan jalan Alma bosen di rumah terus . " Ucap Alma menekuk mukanya kesal .


" Ya sudah ayo ...mau jalan ke mana ?" Tanya Alvan dengan sabar , ia menyingkirkan pekerjaan nya sementara waktu demi istrinya yang tengah hamil itu .


" Mau ke toko kue Alma ...Alma sudah lama tak kesana . " Ajak Alma pada suaminya itu .


" Ya sudah ayo ..." Ucap Alvan bangkit dari duduknya ,di raihnya kunci mobil miliknya di atas laci kecil samping tempat tidurnya .


Lelaki itu memakai jaket miliknya sementara alma wanita hamil itu senang saking senang nya ia langsung mencium pipi suaminya itu .


Alvan tersenyum melihat kelakuan Alma yang sering berubah ubah . Di genggam nya tangan itu perlahan kemudian Alvan mendekat kan wajah nya pada istrinya itu di cium nya pelan bibir istrinya itu yang sedari tadi tak berhenti tersenyum .


" Maaf ya ...mas tadi benar benar sibuk sampai mengacuhkan mu . " Ucap Alvan lembut .


" Gak papa mas , udah ayok kita ke toko sekalian Alma mau kasih catatan resep baru untuk para pegawai Alma ." Ucap Alma menarik tangan Alvan keluar dari kamar.

__ADS_1


" Kakak mau kemana ?" Tanya Luna yang saat ini tengah menonton tv di ruang keluarga mereka .


" Mau ke toko ." Jawab Alvan singkat .


" Aku ikut ya ..." Ucap Luna yang bosan di rumah , ia juga sedang kesal karena Rayhan tak kunjung memberinya kabar sedari tadi .


" Ya sudah ayo ..." Ucap Alvan tak ingin berdebat , Alma dan Alvan pun langsung mengajak Luna untuk pergi dari rumah itu menuju tokonya .


...


..


Di lain sisi Iren tengah menatap Vivi yang sedari tadi mengeluh karena toko toko milik wanita itu sepi sejak 3 bulan lalu , ia merasa sudah putus asa dengan pendapatan yang tak sesuai dengan modal yang ia keluarkan .


" Sudahlah tak usah murung seperti itu Vi , usaha memang seperti itu kadang naik kadang turun." Ucap Iren menata kue kue kering di hadapannya .


" Iya ma...tapi Vivi merasa ini mesti gara gara toko yang sebelah , padahal toko sebelah itu baru buka 3 bulan lalu tapi pembelinya sudah banyak sekali dan dengar dengar pemilik toko itu mulai membuka cabang di kota lain , tokonya juga besar lebih besar dari toko kita ini . " Ucap Vivi bercerita pada Mama nya itu .


" Kalau begitu kita lihat saja kesana kenapa toko itu lebih laris dari kita apa karena rasa kue nya yang lebih enak atau tempat nya yang menyediakan fasilitas lain . " Ajak Iren pada anaknya itu .


"Mbk Sintia ini resep kue yang baru aku buat , bahan bahan nya sesuai dengan yang aku tulis di sini nanti kamu pelajari ya . " Ucap Alma menyerahkan kertas di tangan nya pada pegawai nya itu .


" Iya mbk . " Ucap Sintia tersenyum ia pun kembali ke dalam dapur , Alvan mendekati istrinya itu dan memeluk nya dari belakang .


" Mas ...lepasin ini tempat umum . " Kesal Alma saat suaminya itu memeluknya , Alvan melepaskan pelukannya perlahan dan berjalan ke sebuah kursi di pojok toko tersebut .


Alma sibuk memberikan instruksi untuk para pegawai nya agar mereka lebih baik dalam melayani pelanggan , sementara Luna gadis itu hanya duduk menatap keluar kaca toko di depan nya tak lama bel toko itu berbunyi mengalihkan perhatian Alma yang sedari tadi sibuk.


Seorang pria dengan jas dokter memasuki toko tersebut , Alma ingin memanggil Luna untuk memberitahu kedatangan lelaki itu namun pria dihadapannya itu menghentikan nya .


" Biar saya saja yang nyamperin dia mbak . " Ucap orang itu membuat Alma tersenyum dan mengangguk saja .


" Sayang.." bisik seseorang di telinga nya membuat Luna terkejut ia menatap Rayhan tajam dan memukul bahu calon suaminya itu .


" Aduh sakit sayang ...kenapa kakak di pukul ?" Tanya lelaki itu pada Luna , luna memalingkan wajahnya ia masih kesal karena Rayhan baru datang menemui nya setelah selama seminggu lebih lelaki itu sibuk dengan pekerjaan nya .


" Kakak jahat ...makanya Luna pukul ." Ucap Luan jutek .Rayhan tersenyum di usap nya pipi luna perlahan .

__ADS_1


" Maaf kakak baru temui kamu sekarang belakang ini kakak sibuk mengurus cuti untuk kita menikah nanti . " Ucap Rayhan tersenyum , Luna yang mendengar kan penjelasan Rayhan pun langsung menghentikan aksi marah nya , wanita itu memeluk Rayhan erat ia sangat merindukan kekasih yang sebentar lagi akan menjadi suaminya .


" Dasar labil tadi marah sekarang malah main peluk di tempat umum . " Sisir Alvan membuat Luna seketika menghentikan aktivitas nya .


"Bilang saja kakak iri . " Jutek Luna yang tak di hiraukan Alvan , lelaki itu lebih memilih menghampiri istrinya dari pada melihat Luna berdebat .


Sementara itu Vivi dan Iren baru saja sampai di toko yang Vivi maksud , Vivi sudah tak sabar ingin memasuki toko yang besar dan mewah itu namun di hentikan oleh Iren hal itu membuat Vivi menatap mata mamanya bingung .


" Ada apa ma ?" Tanya Vivi heran .


" Kamu gak lihat di dalam itu ada siapa ." Ucap Iren mengepalkan tangannya , ia tak menyangka bisa bertemu dengan Alma di tempat itu .


" Itu kan mbak Alma ...em seperti nya ini toko milik mbak Alma ma . " Ucap Vivi yang melihat cara Alma bercengkrama dengan para pegawai nya itu


" Mana mungkin wanita rendahan itu memiliki toko kue se bagus ini . " Ucap Iren kesal , di hatinya iri melihat kebaikan selalu datang pada menantu yang ia benci sejak dulu .


" Tapi kalau mbak Alma bukan pemilik toko ini kenapa para pegawai itu begitu memandang nya sopan dan seperti nya mbak Alma juga akrab dengan mereka . " Ucap Vivi membuat Iren terdiam ia baru menyadari kebenaran yang di katakan anaknya itu .


" Eh ..di situ juga ada gadis yang berantem sama mama dulu di rumah sakit " tunjuk Vivi pada Luna .


Iren mengalihkan perhatian nya dari Alma ia menatap tajam pada perempuan yang sudah menabrak mobil anaknya dulu .


Melihat senyum Luna yang bahagia ia jadi tak rela , pandangan itu beralih menatap pria di sebelah Luna .


" Oh jadi dokter itu calon anak kurang ajar itu , pantas saja dulu ia membela Luna dan Alma di rumah sakit . Tunggu saja apa yang akan saya lakukan pada kalian , kalian akan menyesal telah berurusan dengan saya . " Ucap Iren membuat Vivi bingung dengan perkataan ibunya itu , di tatap nya sang ibu dengan was was ia merasa ibunya itu memiliki niat jahat entah apa itu ia tak tau .


....


...


...


Mama Iren mulai beraksi jadi was was ya temen temen ...


jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya ...


DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI PARA AUTHOR.

__ADS_1


__ADS_2