Cinta Seorang Janda Lumpuh

Cinta Seorang Janda Lumpuh
episode 29


__ADS_3

Alma menggeliat dalam tidurnya , wanita itu mulai membuka matanya perlahan ia begitu terkejut saat melihat sebuah tangan melingkar di pinggang nya .


Tangan itu milik suaminya , ia pun berfikir sejenak ,Ia yakin suaminya lah yang telah memindahkan nya ke kasur miliknya . Alma mendongak kan kepalanya menatap wajah tampan Alvan yang nampak tenang dalam tidurnya .


Alma tersenyum entah sejak kapan ia merasa senang saat berada di dekat suaminya itu , ia masih menatap wajah Alvan hingga lelaki itu membuka matanya dan menatap nya dengan senyum tipis khas milik lelaki itu .


" Kamu sudah bangun ?" Tanya Alvan pada wanita di pelukannya itu.


" Sudah dari tadi mas ." Ucap Alma tersenyum wanita itu sama sekali tak menolak pelukan Alvan ia justru malah menikmati nya .


" Tadi malam mas ya yang pindahin Alma ?" Tanya wanita itu pada lelaki yang saat ini tengah memeluk nya erat .


" Iya , Maafkan mama dan mas ya ma , mama lupa gak bantu kamu buat mandi soalnya dia masih sedih . Dan soal mas , mas gak bisa tinggalkan Luna begitu saja gadis itu membutuhkan mas . " Ucap Alvan membuat hati yang tadinya senang kini kembali muram .


Alma terdiam tak ada kata kata sama sekali yang keluar dari mulutnya .


" Mas tau kamu marah tapi .." belum sempat Alvan melanjutkan omongan nya Alma sudah lebih dulu memotong omongan suaminya itu .


" Tak apa mas , lagi pula Alma ini siapa yang harus keberatan dengan itu semua . " Ucap Alma yang begitu membuat Alvan terkejut ia tak menyangka Alma akan berkata seperti itu , biasanya wanita itu hanya diam dan menurut saja .


" Kamu kok ngomong seperti itu sih ma, kamu itu istri aku makanya aku minta maaf soal kemarin karena aku gak ada saat kamu butuh bantuan . " Ucap Alvan pada istrinya itu .


" Lalu Alma harus bagaimana mas , Alma gak tau siapa Luna itu sehingga membuat mas begitu peduli pada nya bahkan melupakan Alma . ," Ucap Alma menunduk sedih .


Ia tak tau kenapa tapi ia tak suka Alvan tak memperdulikan nya hanya karena wanita lain .


" Kamu cemburu ?" Tanya Alvan tak percaya dengan apa yang dikatakan istrinya itu , ia begitu senang mendengar nya bahkan ia tak henti hentinya tersenyum .


" Enggak ...Aku gak cemburu . " Ucap Alma tak mau mengaku . Wanita itu memalingkan mukanya saat Alvan menatap wajah nya .


" Alma hanya penasaran siapa Itu Luna ?" Tanya Alma tanpa memandang Alvan saat ini ia tengah mempermainkan guling di samping nya .


" Luna itu adik ku ma , kamu gak seharusnya cemburu sama dia . " Ucap Alvan menjelaskan


.


" Adik ...kenapa mas gak cerita kalau punya adik dan kenapa dia tak pernah keluar dari kamar ?" Tanya Alma begitu penasaran .


wanita itu kini menatap Mata Alvan seakan mencari jawaban atas pertanyaan nya .


" Dia depresi ... Mas gak cerita karena kamu gak tanya . " Ucap Alvan tersenyum ia membalas tatapan Alma dengan lembut .

__ADS_1


" Depresi karena apa mas ?" Tanya Alma masih kurang puas dengan Jawaban suaminya itu .


" Kecelakaan . " Ucap Alvan tak ingin menceritakan dengan jelas tentang kejadian yang menimpa adiknya itu . Sedangkan Alma wanita itu terdiam , ia tengah berpikir .


" Bagaimana bisa sebuah kecelakaan membuatnya depresi . " Batin Alma .


" Apa dia kehilangan orang tercinta nya di kecelakaan tersebut , sama seperti Alma ?" Tanya Alma masih membahas soal adik dari suaminya itu .


" Bukan ..sudahlah kamu harus mandi dan sarapan , biar aku panggilkan mama untuk membantu mu . " Ucap Alvan tak ingin Alma mengetahui cerita yang sebenarnya dari kejadian itu .


Lelaki itu melangkah kan kaki meninggalkan Alma yang saat ini tengah terdiam menatap nya penuh tanya .


" Bagaimana perasaan mu jika kamu tau penyebab suami dan anak mu meninggal adalah karena adik ku . " Lirih Alvan yang tentu saja tak mampu di dengar oleh Alma karena lelaki itu berada sangat jauh dari wanita itu .


" Mas Alvan kenapa seperti nya dia tak mau cerita tentang adiknya , mungkin dia punya alasan sendiri kenapa tidak melakukan itu . " Lirih Alma menatap punggung Alvan yang menghilang di balik pintu kamar nya .


...


..


..


Tak butuh waktu lama mama Alvan datang dengan tersenyum ia menghampiri menantu nya yang saat ini tengah terduduk di kasur .


" Iya ma ..." Ucap Alma .


Lalu mertuanya itu membantu Alma turun dari kasur dan meletakkan nya di kursi roda milik wanita itu .


" Maafkan mama ya Alma , kemarin malam mama lupa gak bantu kamu . Mama saat itu lagi sedih mikirin Luna yang gak sembuh sembuh dan semakin bertambah parah saja . " Ucap Medina merasa bersalah pada mantunya itu .


" Tak apa Alma paham kesulitan mama . " Ucap Alma tersenyum , ia yakin ibunya yang telah tiada juga akan seperti itu saat Alma ada di posisi Luna .


Jadi ia tak marah pada Medina justru Alma kasian dengan mertuanya itu . Ibu mana yang tak sedih melihat keadaan anak nya seperti itu.


Wanita itu terus mendorong kursi roda menantu nya memasuki kamar mandi .


Alvan merutuki dirinya yang bodoh seharusnya tadi adalah waktu yang tepat untuk menyatakan perasaannya kembali karena Alma tengah cemburu namun karena kekhawatiran nya ia jadi melupakan hal itu dan malah pergi memanggil mamanya .


" Dasar ... Bodoh banget sih loe Van , kenapa loe gak langsung ngomong tadi ... Gagal lagi gagal lagi . " Ucap Alvan menjambak rambut nya kasar.


Nora pembantu di rumah itu pun tak menyangka jika majikan nya sudah gila karena berbicaralah sendiri dengan sedikit takut wanita itu mendekati Alvan .

__ADS_1


" Aden ... Tadi non Luna terus terusan manggil Aden saat bangun tidur dan dia tak mau sarapan kalau bukan Aden yang nyiapin dia . " Ucap Nora .


Wanita itu memang sengaja di tugaskan untuk mengawasi Luna dan membantu adiknya itu jadi Alvan percaya dengan apa yang dia omongkan .


Lelaki itu segera beranjak dari tempatnya dan pergi ke kamar sang adik . Di lihat nya adiknya itu yang saat ini tengah duduk menekuk lututnya di atas kasur , pandangan nya kosong dan bibirnya bergetar .


Sama seperti seseorang yang tengah ketakutan , Alvan menghampiri nya dan duduk di samping adiknya itu .


" Luna , ada apa ..kakak disini . " Ucap Alvan lembut lelaki itu mengusap rambut Luna perlahan .


" Aku pembunuh ... Aku ... Aku ... Aku bunuh wanita yang sedang hamil dan anak dalam kandungan nya . " Ucap Luna yang saat ini tengah memeluk Alvan erat .


" Tenang lah ... Kamu bukan pembunuh kamu hanya lalai saat itu , dan seperti yang Kakak bilang tadi malam , wanita itu masih hidup Luna .jadi kakak mohon jangan seperti ini . " Ucap Alvan pada adiknya itu .


" Benarkah ... Di mana dia kak aku ingin minta maaf ... Luna gak mau hidup dalam penyesalan seumur hidup . Bagaimana dengan anak wanita itu Kak apakah dia selamat bagaimana dengan suaminya . ?" Tanya Luna tiada henti .


Alvan menghela nafasnya perlahan dan mengatakan kembali apa yang ia katakan tadi malam .


" Anak nya tak tertolong begitupun dengan suaminya tapi ..kakak yakin dia mau maafin kamu . " Ucap Alvan berusaha membuat tenang adiknya itu .


" Jika memang begitu kenapa kakak tak membawa Luna untuk bertemu dengan nya kak , Luna ingin bertemu dan meminta maaf .. " ucap Luna masih kekeh ingin bertemu dengan orang yang ia tabrak dengan mobilnya .


" Kakak janji akan membawa dia kesini tapi bukan sekarang karena kakak harus ketemu dulu sama orang nya dan tanya dia apa dia mau kesini atau tidak ." Ucap Alvan tak yakin dapat membawa Alma menemui Adiknya itu .


Luna akhirnya tenang gadis itu tak lagi protes dan mengamuk ia hanya diam .


" Sekarang kamu sarapan ya biar kakak suapi . " Ucap Alvan meraih piring di samping tempat tidur adik nya .


Disuapi nya Luna dengan telaten , Alvan sungguh ingin melihat adiknya itu sembuh namun ia harus membawa Alma terlebih dahulu untuk menemui adiknya itu dan itu artinya ia harus menceritakan kejadian itu semua pada Alma .


Ia belum siap untuk itu ia tak ingin Alma membenci adik nya , keluarganya bahkan dirinya . Namun ia sudah terlanjur berjanji pada Luna jadi ia hanya bisa menunggu waktu yang tepat untuk mengatakan semuanya pada Alma . Entah kapan itu ia pun tak tau .


...


..


..


Terimakasih sudah berkenan mampir ke cerita ku yang kurang sempurna ini , aku senang cerita ini sudah mulai banyak yang baca ...


Kira kira bagaimana ya kalau Alma tau Luna adalah orang yang menabrak nya. ..Akankah dia marah atau ... justru sebaliknya .

__ADS_1


yang penasaran tunggu kelanjutannya ya jangan lupa Vote , komen , like dan vaf. .


DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI BAGI KAMI ...PARA AUTHOR .


__ADS_2