CLBK Cinta Lama Belom Kelar

CLBK Cinta Lama Belom Kelar
BAB 119


__ADS_3

BAB 119


“Sudah selesai?” 


Reza dan Egi asisten barunya, tiba tiba datang, ia bermaksud membawa Rio dan juga Lea agar malam ini bisa beristirahat di rumah nya.


“Maaf mas, tadi ada rapat Diamond Grup, jadi gak bisa di tinggal,” ucap Reza yang langsung menyapa Rio, dan sedikit mengabaikan Alea Seperti saran Egi.


“Hai Mira …” Egi secara reflek menyapa istri dari kawan baiknya tersebut.


“Jaga mata, jaga sikap, dia sudah punya suami …” Reza otomatis menegur asistennya yang agak sedikit pecicilan tersebut.


“Tau bos … kan cuma menyapa.” jawab Egi, tapi ia tetap tak bisa berpaling mengagumi wajah cantik dari istri Arjuna tersebut.


“Shift jaga mu belum selesai?” tanya Reza pada Emira.


Emira melirik jam tangannya, “Sebentar lagi kok.” jawab Emira.


“Jangan kelelahan yah, ingat kandunganmu.” sepenuh hati Reza memberikan perhatiannya pada sang sahabat, hingga membuat Lea merasa diabaikan oleh Reza, padahal selama dua bulan ini dia lah yang selalu menerima perhatian dari pria itu, dan kini mendengar Reza terang terangan memberi perhatian pada sahabatnya.


“Ingat bos, bu dokter sudah bersuami.” kini giliran Egi mengingatkan Reza.


“Ckckckck … kamu ini, kalo aku berbeda, Arjuna pasti mengerti,” Balas Reza tak mau kalah.


Emira tertawa geli mendengar perdebatan Reza dan Egi, “baiklah … baiklah … kalian boleh menanyakan kabarku, aku yakin mas Juna pasti mengerti.” jawab Emira, menghentikan perdebatan atasan dengan bawahan tersebut.


“Baiklah … kami permisi dok,” pamit Rio yang kemudian mengulurkan tangannya. “jangan lupa sampaikan salam saya pada pak Arjuna.” 


Emira menerima uluran tangan RIo sambil mengangguk, kemudian beralih menyalami Alea. “Sampai jumpa lagi Lea.”


“Terima kasih dok …” ucap Alea.


“Aku pulang dulu yah? Juna bisa Jemput kan?” 


“Hmm … dia sudah di perjalanan, lagi pula jam kerjaku masih lama.”


“Baiklah Kami pergi dulu.” Reza melambaikan tangannya, yang makin membuat Alea kesal, beberapa minggu yang lalu ia baru tahu, bahwa Reza dan Emira memang bersahabat cukup dekat, tapi tetap saja ia tak rela Reza membagi perhatiannya pada gadis selain dirinya, bahkan Reza melakukannya tepat di depan matanya. 


“Dapat salam dari papa dan mama,” Rio memulai percakapan.


“Salam balik yah, buat om Priyo dan tante Ayu.”


“Mas … kita menginap di hotel saja yuk.” Tiba tiba Alea bersuara, membuat Reza mendadak menghentikan langkahnya. 


“Kenapa?” 

__ADS_1


“Bukan urusan mas Reza,” Jawab Ayu ketus.


Reza hanya bisa memejamkan matanya, ‘Kenapa Le … apa kamu benar benar muak berdekatan denganku?’ Reza membatin.


“Baiklah … aku akan mengantar kalian.”


Rio memahami apa yang tengah Reza rasakan, hingga ia memeluk pundak pria itu, dan memijatnya perlahan.


Sepanjang perjalanan hanya Reza, dan Rio yang berbicara, sesekali Egi ikut menimpali atau menjawab pertanyaan.


Hingga mereka tiba di Twenty Five Hotel, Reza mengurus semua keperluan Rio dan Alea, walau Rio menolak, tapi Reza abaikan, ini adalah wujud dari tanggung jawabnya sebagai tuan rumah, walau keluarga nya juga mengelola hotel yang tak kalah mewah dari Twenty Five Hotel, tapi Reza tak membawa kedua tamunya kesana, ia takut Alea semakin tertekan.


Reza menyerahkan kunci kamar yang akan Rio dan Lea gunakan.


“Lea tunggulah di sana, ada yang ingin mas Rio bicarakan dengan Reza.” 


“Iya mas …” Lea mengangguk, kemudian mengangguk pelan pada Reza, tanda ia berpamitan.


Setelah Alea menjauh.


“Maafkan sikap Alea yah?” 


“Iya mas, gak papa, aku yang harus lebih mengerti, bagaimanapun Lea jauh lebih muda dariku.”


“Tenang saja, Mas masih beberapa hari di sini kok, selama itu kamu bisa mendekatinya lagi.” bisik Rio ke telinga Reza, yang langsung membuat wajah Reza berbinar.


“Iyaa … tenang aja, pengangguran sepertiku selalu punya banyak waktu kok.” Jawab Rio merendah.


“Seorang tuan tanah, tak layak menyebut dirinya pengangguran.” sindir Reza.


“Hahahaha … jangan berlebihan, tanah tanah itu bukan milikku, aku hanya mengelola.”


“Terima uangnya juga kan?” 


Rio hanya tersenyum mengganggu, sudah … makasih yah … kami harus istirahat, kalian juga harus pulang dan beristirahat.’’


“Iya mas, kami pamit dulu.” ucap Reza sebelum kembali berpisah, sekilas ia menoleh melihat wajah Lea yang mencuri curi pandang ke arahnya.


“Jadi yang itu gadisnya bos?” tanya Egi yang sejak tadi memilih diam, menjadi pendengar yang baik.


“Hmmm iya …”


“Cantik juga bos, jangan di lepas, kelihatan banget masih polos dan malu malu.”


Reza diam diam tersenyum membenarkan ucapan Egi. 

__ADS_1


Alea memang polos dan malu malu, karena itulah, marahnya dia terlihat menggemaskan dimata Reza. 


“Selamat malam, tuan muda Aditya … ada apa malam malam berkeliaran disini, bukankah anda sendiri mengelola sebuah hotel?”


Reza menoleh ke asal suara, “Ah tuan Geraldy rupanya anda,” Reza kembali menjawab dengan bahasa Formal.


Andre tersenyum menatap sahabat Emira tersebut. 


“Baru mau pulang kak?”


Andre mengangguk, “Iya … persiapan final acara hari sabtu.”


“Oooh …” 


“Kapan kamu menyusul Emira, apa mungkin tuan muda sepertimu belum memiliki kekasih.”


“Belum kak, sedang berusaha mengejar ketinggalan, apa boleh buat si anak bawang itu mencintai pria lain.”


“Aku doakan, semoga kamu mendapatkan gadis yang lebih baik lagi.”


“Terima kasih kak, dan selamat malam,” pamit Reza ketika hendak membuka pintu mobilnya. 


Andre pun mengangguk sebelum masuk ke mobilnya.


“Siapa dia bos?” tanya Egi, usai Reza menutup pintu mobil.


“Andre Alexander Geraldy, alias kakak ipar temanmu.” jawab Reza dengan mata terpejam.


Egi yang terkejut, langsung memutar tubuhnya hingga menghadap ke arah Reza yang berada di kursi belakang. “Anda serius bos?” 


“Iya … kenapa? kamu mau mengatakan betapa beruntungnya Arjuna?”


“Iya bos … Arjuna seperti seorang ksatria yang menyelamatkan sebuah negara, dan kini ia mendapatkan sebuah hadiah yang membuat iri semua pria."


“Yah … kamu benar, dia memang beruntung, bahkan Emira menolakku karena terlanjur mengukir nama Juna di hatinya.” 


Ckiiiiiiittt … Egi yang sudah mulai menjalankan mobil, tiba tiba menghentikan laju mobilnya.


Reza yang sudah sangat lelah bahkan terkejut kemudian membuka matanya dengan marah, “Kamu mau membunuhku?” tanya Reza dengan nada tinggi.


“Maaf bos, saya hanya terkejut,” 


“Kalau mau mengakhiri hidupmu, jangan membawaku apalagi menggunakan mobil mahalku, silahkan lakukan sendiri.”


“Maaf bos…” lagi lagi Egi berucap maaf dengan wajah sendu, sambil membayangkan kebahagiaan dan limpahan materi yang akan dimiliki oleh sang sahabat, bahagia memiliki istri secantik bidadari, bahkan seorang calon dokter bedah, putri dari salah satu konglomerat negeri ini, ‘aaahhh Arjuna yang beruntung’, gumam Egi dalam hati.

__ADS_1


.


Bagi pembaca Because We Are Young, othor minta maaf yang sebesar besarnya, karena sepertinya novel tersebut akan othor hentikan penulisannya, karena Editor kurang nerminat dengan tema santai, jadi nanti langsung lanjut saja ke cerita Darren usai othor manmatkan CLBK 🙏


__ADS_2