CLBK Cinta Lama Belom Kelar

CLBK Cinta Lama Belom Kelar
BAB 83


__ADS_3

BAB 83


Kedua mata Risna ikut membola manakala menatap Foto foto yang berada di dalam amplop tersebut, sungguh foto yang memalukan, karena di dalam foto tersebut ada foto sepasang manusia berbeda jenis, tengah memadu kasih di dalam sebuah kamar hotel, Risna bahkan bergidik ngeri menyaksikannya. 


"Apa maksud semua ini tuan, kenapa anda menunjukkan gambar gambar yang tak pantas untuk dilihat ini?" Pekik Risna. 


"Ini hanya gambar nyonya, asisten saya men screenshot gambar tersebut dari video, yang dikirimkan oleh suami anda kepada besan saya." Jawab Alex tenang, terlihat sekali jika ia ingin mengaduk air kembali air keruh yang telah lama mengendap. "Dan yang lebih mencengangkan lagi, suami anda adalah sutradaranya."


Wajah Risna memucat seketika, ia sama sekali tak pernah tahu apa yang Gunawan lakukan di belakang nya, karena suaminya tak perna bercerita, bahkan lebih senang menyendiri, dibanding menghabiskan waktu bersamanya, 


"Jelaskan mas, kenapa mas bisa mengirimkan video tak pantas seperti ini?" Tanya Risna, ditambah lagi ia sangat malu pada tamunya saat ini. 


"Suami anda memberikan obat pe ran gsang pada pemuda ini, hingga ia berakhir dengan berhubungan intim, gambar yang anda lihat ini adalah hasil perbuatan suami anda." 


Sekujur tubuh Risna lemas seketika, ia sungguh tak menyangka suaminya sanggup melakukan perbuatan rendah seperti itu. 


Gunawan mengepalkan tangannya, "sebaiknya anda tak perlu ikut campur tuan, karena ini masalah pribadi saya dengan besan anda."


Alex tersenyum kecil, "oh yah? Apa anda pikir saya semata mata hanya ingin turut campur karena tuan Satrio adalah besan saya?"


"Memang ada alasan lain?" Gunawan tersenyum sinis. 


"Ckckckck… Rupanya anda memang tidak tahu apa apa." 


"Secara tidak langsung, video ini melibatkan keluarga saya, maka anda suka atau tidak, saya wajib  ikut campur," Alex mencondongkan tubuhnya, kini wajah tampannya mendekat ke wajah Gunawan. 


"Apa anda takut nama anda ikut tercoreng karena menantu merekam perbuatan asusilanya bersama seorang gadis selain istrinya?" Tanya Gunawan pongah, merasa diatas angin karena dalam satu kali tepukan, ada lalat besar yang ikut terjepit, hingga membuat permainan ini semakin menarik. 


Lagi lagi Alexander tersenyum kecil, "Anda akan terkejut jika saya beritahu bahwa yang berada di gendongan Arjuna adalah putri saya." 


Kali ini wajah Alex berkilat marah, "saya tidak pernah mengusik hidup siapapun, termasuk hidup anda, tapi ketika anda berani mengusik putri saya… maka saya tak akan tinggal diam." 

__ADS_1


Gunawan gemetar, keringat dingin mulai bercucuran tak beraturan, ia mencoba  tertawa, meyakinkan dirinya bahwa Alexander salah bicara, mana mungkin anak pembantu dia akui sebagai anak kandungnya? Atau jangan jangan tuan besar Alexander memiliki anak haram dengan salah satu ART yang bekerja di rumahnya, karena seingat Gunawan, Alexander sempat lama menduda sebelum kembali menikah. "Jika benar yang berada di sana adalah putri anda, apa itu salah saya? Karena sejujurnya, saya tidak bermaksud menjadikan putri anda sebagai si pemeran wanita."


Semakin mendidih darah Alex mendengar pengakuan Gun, pria di hadapannya ini benar benar tak bisa diberi maaf. 


"Anggap saja saat itu putri anda sedang sial, karena berada di lokasi yang salah, bahkan menjadi pemeran wanita pengganti, hahahaha…" Tawa Gun berderai. 


Brug!!!


"Aaaaa…" Jerit Risna bersamaan dengan mendaratnya, tinjuan Hans ke wajah Gunawan, Hans tak terima murid kesayangannya direndahkan oleh pria bermoral rendah seperti Gunawan. 


"Hans…" Alex memberi kode pada Hans untuk kembali ke tempatnya semula. 


Gunawan tersenyum miring menatap Hans, ia mengusap pipinya yang mulai memar kebiruan akibat ulah tangan Hans. 


"Haruskah anda bersikap berlebihan hanya karena anak dari seorang ART?" Gunawan masih mencoba membuat pembenaran atas sikapnya. 


Alex kini duduk tegak, rupanya Gunawan memang tak pantas diajak berbasa basi. 


"Ajudan saya bahkan sudah menyelidiki gadis yang kebetulan ada dalam video tersebut, dan hasilnya adalah gadis itu ternyata anak dari ART yang kebetulan  bekerja di rumah anda."


Wajah Alex mulai memerah, bahkan otot otot di wajahnya sudah mulai menyembul ke permukaan, setelah mengatakan putrinya bernasib siap, kini Gun mengatakan putri nya anak seorang ART, Gunawan benar benar mencari masalah. 


"Kenapa anda diam tuan, apakah anda ingin menyembunyikan fakta bahwa ternyata anda memiliki seorang anak haram bersama pembantu di rumah anda?" Tanya Gun tanpa mempedulikan pekik dan airmata kekecewaan istrinya. 


Brug!!! 


Brug!!! 


Kali ini Hans tak bisa lagi menahan diri, Gunawan benar benar sudah keterlaluan, ia bukan hanya menghina nona mudanya, tapi juga mengejek tuan besarnya, dengan fitnah menjijikkan. 


"Jaga mulut anda tuan, sebelum saya terpaksa merobeknya!!" Ancam Hans ketika ia mencengkram kerah kemeja Gunawan. 

__ADS_1


Kali ini Alex tak menghentikan perbuatan Hans, karena ia pun mulai muak dengan Gunawan Adiguna. 


Hans kembali menghempaskan Gunawan ke tempat ia duduk, kemudian mengibaskan tangannya seakan akan pakaian Gunawan bernoda. 


Alexander berdiri dari tempat ia duduk, pria itu memasukkan kedua telapak tangannya ke dalam saku celana. "Saya tidak sedang dalam posisi bercanda tuan Gunawan yang terhormat, tapi rupanya anda memancing masalah dengan saya, menghina putri kandung saya, bahkan melemparkan fitnah yang tidak jelas asal usulnya, saya beri anda peringatan untuk segera memusnahkan video tersebut, walau yang ada di dalam kamar hotel tersebut bukan putri saya, jika anda mengabaikan permintaan saya, bahkan berani mengunggah video tersebut ke medsos, maka saya pastikan anda akan segera saya ratakan dengan tanah…" 


Usai melemparkan ancaman, Alexander berlalu pergi tanpa pamit, sudah cukup Hans saja yang menjajar Gunawan, karena jika ia ikut menghajar Gunawan, bisa dipastikan Gunawan tak akan menatap mentari esok hari. 


Selepas kepergian Alex dan Hans. 


Sepasang suami istri itu masih tetap duduk di tempatnya masing masing. 


Banyak pertanyaan yang ingin Risna lontarkan, termasuk kenapa Gunawan mengusik hidup keluarga baru mantan istrinya. 


"Jelaskan apa maksud semua ini mas?" Tanya Risna dengan suara bergetar. 


Gunawan tetap bersikap dingin seperti biasa, tak ada sedikitpun rasa bersalah atau rasa ingin menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. "Tidak ada yang perlu ku jelaskan padamu."


"Aku istrimu mas, sah secara hukum dan agama, tapi aku tak pernah protes dengan sikap acuhmu padaku, bahkan sikapmu yang tak pernah menganggapku ada, ini pertama kalinya aku menuntut jawab, kenapa sulit sekali bagimu untuk menjawab pertanyaan ku?"


Gunawan menatap tajam wajah Risna, Risna berparas ayu, ia lemah lembut dan sungguh seorang istri dan ibu yang perhatian dan penuh kasih sayang, tapi nyatanya Gunawan tetap tak ingin menghilangkan Yuna dari hatinya, jadi sekeras apapun usaha Risna tak pernah berarti di hadapan Gunawan. "Yah… Kamu benar sekali, aku memang tak pernah menganggapmu ada, karena aku masih begitu mencintai mantan istriku." Jawab Gunawan Dingin. 


Air mata Risna kembali mengalir deras, tangisnya tak lagi terbendung, seluruh isi dadanya seperti dirreemmmass kuat, sakit sekali rasanya, ketika pengabdian dan cinta tulusnya selama ini tak ada artinya untuk pria yang selama ini ia cintai dengan sepenuh hati. 


"Kenapa mas, aku selalu ada untukmu, di dekatmu, bahkan aku lebih lama mendampingimu, apa tak ada sedikitpun rasa yang mas berikan untukku?" Tanya Risna dengan air mata berlinang, dan hati yang hancur lebur. "Bahkan setelah hampir dua puluh tahun berlalu, mas masih ingin mendapatkan mbak Yuna kembali? Hingga mas mengusik keluarga suami mbak Yuna?"




__ADS_1


The real CLBK perasaan Gunawan ke Yuna 


🧡


__ADS_2