CLBK Cinta Lama Belom Kelar

CLBK Cinta Lama Belom Kelar
BAB 66


__ADS_3

BAB 66


Tiba tiba dari pintu utama muncul seseorang yang seketika menyedot perhatian semua orang, termasuk para orang tua yang sedang serius berbicara. 


"Selamat malam semua…" Sapanya riang. 


Gadis berwajah ayu tersebut, segera bersalaman dengan para orang tua, dan wajah para orang tua itu, nampak berbinar kala menyambut kedatangannya, jauh berbeda dengan respon mereka ketika menyambut kedatangan Emira, kemudian ia bergabung dengan para sepupu, wajah nya semakin berbinar manakala melihat keberadaan Arjuna di ruangan tersebut. 


"Mas Junaaa…" Panggilnya dengan suara riang nan manja, seperti sudah biasa demikian. 


Gadis itu berjalan cepat, dan langsung memeluk Arjuna tanpa ada rasa risih sedikitpun, karena banyak mata yang sedang melihatnya. 


Dan Emira pun demikian, gadis itu ikut berdiri, menyorot tajam pemandangan yang ada di depannya, Arjuna bahkan menyambut hangat pelukan gadis itu, oh… tidak, mendadak Emira merasakan ada gumpalan besar di dada nya, rasanya ia ingin mencabik cabik gadis yang kini berada di pelukan Arjuna, kedua mata indahnya mendadak berkaca kaca, walau selama ini ia sering bersikap Judes pada sang suami, tapi kala melihat ada gadis lain yang memeluk suaminya, ternyata sebagian besar dari dirinya merasa tak rela, ketika ada gadis lain menyentuh miliknya, bodohnya lagi Emira bahkan tak bisa berbuat apa apa, selain hanya menatap Suaminya tanpa sanggup berbuat apa apa. 


"Apa kabar kamu?" Tanya Juna pada gadis itu. 


"Baik mas,"


"Sudah selesai kuliahmu?"

__ADS_1


"Sudah dong mas,” gadis itu melepaskan pelukannya, namun kedua tangannya masih betah bertengger di kedua sisi pinggang Juna, “makasih yah mas, selama ini sudah menyemangati ku, sekarang kuliah sudah beres, sebentar lagi aku bisa kerja di kantor om Satrio, setelah mas Juna lulus dan jadi dokter Bedah, kita jadi menikah kan mas?"


DHUAAAAARRR!!! 


Kalimat itu seperti suara petir menggelegar di telinga Emira, dadanya bergemuruh hebat, sekujur tubuhnya gemetar, bahkan air mata tiba tiba luruh begitu saja, Emira merasa hatinya tiba tiba hancur berkeping keping. 


Melihat ekspresi Emira, Arjuna merasa sudah menjadi penghianat dalam hubungan mereka yang baru berjalan seminggu, "sayang… aku bisa jelaskan." Dengan sedikit kasar Arjuna  melepas kedua tangan gadis itu dari pinggangnya, ia menghampiri Emira yang kini sedang menghapus kasar air mata nya. 


"Yaaaang…" Panggilnya dengan nada manja seperti biasa, namun Emira dengan kasar menepis tangan Juna. "Aku tak pernah mencintai nya, tak pernah menyetujui perjodohan kami, bahkan sudah ribuan kali aku katakan padanya bahwa tak akan ada pernikahan diantara aku dan dia." Arjuna mencoba menjelaskan. 


"Mas Junaaa…" Gadis itu memanggil Juna dengan suara lirih nya, sama seperti Emira, kini ia pun meneteskan air mata, lelaki yang selama ini ia cinta, lelaki yang sejak kecil digaungkan sebagai calon suaminya, ternyata memiliki gadis lain. 


Ayunda adalah nama gadis itu, ia adalah salah satu adik sepupu Juna, ibu Ayunda adalah satu satunya anak perempuan Eyang Suryo, karena itulah Ayunda sangat disayangi Eyang Suryo, kedua orang tua Ayunda  meninggal karena kecelakaan, ketika ia berusia lima tahun, sejak kedua orang tuanya meninggal, Ayu sering sakit sakitan, karena itulah sebagai cucu tertua, Eyang Suryo menjodohkan Arjuna dan Ayunda, agar Juna bisa menjaga Ayunda sampai kapanpun. 


Jika Dulu ketika Juna masih anak anak, ia hanya bisa mengangguk tanpa bisa menolak, maka lain halnya ketika Arjuna mulai beranjak remaja, Arjuna mulai menolak, dan menyuarakan isi hati nya, penolakan itu keluar namun Eyang Suryo masih kukuh dengan pendiriannya, dan begitulah, Arjuna semakin menunjukkan aksi protesnya dengan sering berbuat onar, bahkan ikut tawuran ketika SMU. 


“Ada ribut ribut apa ini?” 


Ayah Satrio, mama Yuna dan para orang tua lain mendatangi ruang tengah tempat anak anak berkumpul sekaligus menyaksikan kalimat tegas yang dilontarkan Arjuna. 

__ADS_1


Ayunda yang tak siap dengan pengakuan bahwa Arjuna sudah memiliki seorang istri kini berurai air mata, “Arjuna … kamu apakan Ayunda.” om Hari bertanya dengan nada tinggi.


“Tanyakan pada mereka, apa yang sudah kulakukan pada Ayunda.” Jawab Juna tanpa takut, karena ia memang tak melakukan apapun selain berterus terang. 


Bisma, Rio, Kemala, dan Winda, tampak mengkerut di tempat mereka, di antara adik dan para sepupu nya hanya Arjuna yang berani bersuara untuk melawan, walau sejak kecil mereka semua dididik untuk patuh pada nasehat orang tua, tapi Juna tak seratus persen menerapkan hal itu, karena sebagai seorang manusia, ia memiliki hak untuk bersuara, memiliki hak untuk melawan, jika ada sesuatu yang tak sejalan dengan kata hatinya. 


“Om Hari …” Ayunda kini menangis di pelukan Hari, selama ini Ayunda diasuh oleh Hari karena setelah dua tahun pernikahannya, Hari dan Ratna belum juga dikaruniai anak. “Mas Juna bilang dia sudah menikah …” adu Ayunda pada pria yang telah merawatnya sejak kecil tersebut, “tolong katakan padaku, kalo mas Juna bohong om…” tangis Ayunda semakin keras, sementara Hari tak bisa mengatakan yang lain, karena kenyataannya memang demikian.


“Mas Satrio, bagaimana ini? mas Satrio sudah melanggar amanah bapak,” tanya Hari dengan nada menghardik.


“Benar mas, dulu mas Satrio setuju menjodohkan Ayu dan Juna, sebagai ganti dari posisi mas Satrio saat ini di DENt PHARMATION,” Bayu ikut bersuara.


.


.


.


ehm aja othor mah ❣️❣️

__ADS_1


__ADS_2