CLBK Cinta Lama Belom Kelar

CLBK Cinta Lama Belom Kelar
BAB 126


__ADS_3

BAB 126


tok


tok


tok


Suara ketukan pintu membuyarkan senda gurau sepasang kekasih baru tersebut, Reza segera beranjak ke pintu, kemudian kembali dengan seorang gadis, Aya terbelalak, gadis itu adalah gadis yang kemarin datang ke kantor Reza, mau apa dia di sini.


“Hai Alea …” sapa gadis itu dengan senyum lebar, penampilan gadis itu memanglah mdis hingga membuat Alea minder, karena ia hanya mengenakan piyama rumahan.


“Kenalkan … ini Adelia, kekasih Alan adikku.” Reza memperkenalkan gadis itu sebagai kekasih sang adik, yang kini bekerja di Amerika, menggantikan papi Haris yang masih berada di Indonesia.


“Ooohh … kirain.” jawab Alea, dengan hembusan nafas lega, karena kemarin Alea sempat mengira bahwa gadis ini adalah calon tunangan Reza.


“Kenapa?” tanya Reza, yang curiga dengan ekspresi lega di wajah Alea.


“Aku kira dia calon tunangan mas Reza,” Jawab Lea malu malu.


“Hahaha … padahal aku memintanya datang ke kantor, karena ingin memesan gaun yang sesuai untukmu,”


Alea nyengir malu, “maaf …”


“Gak papa, santai aja,”


“Delia … Aku percayakan dia padamu, mulai hari ini jadikan dia cinderella ku.” pinta Reza.


Delia hanya mengangkat jempolnya tanda setuju.


.


.


Kembali ke Emira dan Juna, sepasang pengantin baru itu, sudah berdiri dua jam menyambut dan menerima ucapan selamat dari tamu undangan yang tak ada habis nya, entah sudah berapa ratus jepretan foto yang mengabadikan momen tersebut, Arjuna bahkan sangat khawatir dengan kondisi sang istri yang tengah hamil muda, tapi wajah Emira sama sekali tak terlihat lelah, ataupun mengeluh.


“Hah … Junaaaa … akhirnya kamu sampai di sini.” seru Egi yang akhirnya tiba di hadapan Juna dan Emira.


“Memang kenapa?”


“G*la kamu mengantri satu jam, tuh tuh tuh dari ujung sana,” Keluh Egi, yang mendapatkan undangan biasa, karena jika mendapat undangan VIP maka bisa ke panggung utama tanpa melalui antrian panjang.


Juna hanya tertawa Geli mendengar keluhan Egi.


Bukan hanya Egi, Rafi, Atar dan Rendi, tapi hampir semua teman satu geng Juna hadir di sana, untuk sesaat panggung utama heboh karena kehadiran teman teman Juna mereka memberi ucapan selamat kemudian berfoto bersama.

__ADS_1


“Thanks yah … sudah pada datang dan mendoakan,” kata Emira ketika menerima ucapan selamat dari teman teman Juna.


“Mira … kami barisan para lelaki patah hati,” Rendi berbicara terang terangan, menyuarakan isi hati para pria yang cemburu dengan keberuntungan Juna.


“Yaa!!! jaga ucapan kalian,” sentak Juna tak terima ketika teman temannya lagi lagi menggoda istrinya.


“E … ciyee … yang cemburu, hu … hu … hu …” lagi lagi panggung heboh karena huuu yang saling sahut menyahut, teman teman Juna heboh menyoraki mempelai pria yang sedang cemburu.


Beberapa saat kemudian, barisan teman teman Juna berlalu, dan akhirnya Emira berhadapan dengan Reza, yang datang bersama seorang gadis, dan kedua orang tua nya. 


“Selamat sayang, mami ikut seneng kamu sudah menemukan pria baik.”


“Terima kasih mi …” 


Mami Elena memeluk erat Emira, “Dakan Reza semoga bisa segera menyusul.”


“Pasti …” 


“Selamat Emira,” papi Haris menyalami Emira dan Arjuna, senyum pria tampan tersebut, tampak tulus dan masih sangat menawan di usianya kini.


“Terima kasih om,” jawab Juna.


Reza dan Lea berjalan beberapa langkah di belakang kedua orang tuanya, ia menggenggam erat tangan Juna, memberikan selamat serta doa terbaik untuk kedua mempelai, walau akhirnya Reza tetap harus mengalah, tapi ia sangat bahagia, Emira bisa bersama pria yang sejak lama ia cintai, “Jaga dan cintai dia, selama bertahun tahun Emira berusaha keras melupakanmu, tapi aku tahu, seberapapun kerasnya usaha dia melupakanmu, dia tetap tak bisa menghapus namamu dari hatinya.” Bisik Reza ketika memeluk Juna.


pelukan pun terlepas, Reza beralih memberi selamat pada Emira, “Aku boleh peluk dia?” tanya Reza pasa Juna.


Walau sedikit cemberut tapi Juna mengangguk, Reza pun memeluk Emira, pelukan singkat seorang sahabat, “Selamat yah … jangan nangis lagi, karena tuhan sudah mengembalikannya padamu, aku seneng, aku bahagia.” ucap Reza tulus.


Emira mengangguk, “Kamu juga harus bahagia yah?” balas Emira.


“Oh iya … kenalkan, ini calon tunanganku.” Reza memperkenalkan Alea pada sang sahabat.


“Oh … benarkah? aku seneng … jangan lupa undangannya ya, kami pasti datang,” Emira memeluk Lea, karena ikut merasakan kebahagiaan Reza dan Alea.


“Terima kasih dok,” Balas Alea.


“Selamat juga untuk kalian yah.” Ucap Juna, “semoga lancar sampai hari H.”


Reza dan Lea menerima ucapan selamat tersebut dengan bahagia.


Selain itu ada pula Ayu dan Rio yang akhirnya memproklamirkan hubungan mereka, berawal dari kerja sama urusan pekerjaan, mereka memutuskan menjalin kasih, sembari terus melanjutkan proyek kerjasama yang kini sudah di tengah jalan.


Acara tersebut berlangsung meriah, dan seperti perkataan Emira, benar benar hampir tengah malam baru berakhir, karena di awal malam kedua mempelai dan orang tua mereka istirahat selama dua jam, agar bisa kembali dengan penampilan yang fresh.


.

__ADS_1


.


Suara kecipak air terdengar riuh ketika dua tubuh itu saling berpacu, mencari kenikmatan sebelum tiba pelepasan, rasa lelah bercampur bahagia mereka rasakan, bahkan lelah menyambut tamu tak lagi mereka hiraukan demi melanjutkan ritual wajib pengantin baru, yakni malam pertama.


 “Lelah yang …?” tanya Juna usai aktivitas mereka.


“Hmmm …” Jawab Emira yang masih menempel erat di pelukan Juna. 


“Tapi kamu semangat sekali tadi.”


“Kamu yang mulai mas, aku sudah bilang jangan disini.”


Juna terkekeh, benar sekali karena Arjuna menginginkan sensasi berbeda dan di dalam air menjadi pilihannya. “Maaf yang, ayo ku bantu bilas, biar kamu bisa segera istirahat.” 


Emira mengangguk dengan mata yang masih terpejam, dari sana Arjuna mengambil alih, ia gendong tubuh sang istri, kemudian membilasnya di bawah shower, beberapa menit kemudian, mereka sudah berpelukan kembali di bawah selimut hangat ranjang pengantin mereka.


“Aku ingin bangun siang esok,”


“Tidurlah sayangku … dan terima kasih untuk hari ini, aku bahagia sekali.” Arjuna berbisik di telinga Emira. “oh iya sayang, apa anak kita baik baik saja?”


“Iya … bukankah dia luar biasa hari ini, aku memang lelah, tapi masih sanggup bertahan sampai akhir.” 


Arjuna bangkit dari tidurnya, kemudian mengusap dan menciumi perut sang istri, “Anak Ayah memang luar biasa, terima kasih sayang.”


Emira membuka mata mendengar panggilan yang Juna sematkan untuk dirinya sendiri.


“Kenapa Ayah?”


Juna tersenyum menanggapi protes Emira. Arjuna mengusap lembut rambut dan punggung Emira, “Aku ingin anakku memanggilmu sebagaimana dulu aku memanggil ibuku.”


“Oh iya? apa panggilan mas Juna dulu.”


“Bunda … bolehkah anak kita memanggilmu dengan sebutan itu, aku sangat merindukan ibunda ku,” Wajah Juna berubah sendu ketika mengingat sang ibu, “setidaknya setiap mendengar sebutan itu, aku akan mengingat Ibundaku.”


Emira berpikir sejenak, “Bunda … bunda … bunda … baiklah, aku suka mas,” ujar Emira.


“Bunda …”


“Iya Ayah …”


Keduanya tertawa cekikikan mendengar panggilan yang baru saja mereka sematkan. 


Hari pun berakhir, Segenap penghuni twenty Five Hotel bisa bernafas lega, karena acara hari ini sukses luar biasa, semua nya terselenggara, berkat kekompakan seluruh pihak terkait, dan kini tiba waktunya mereka semua menutup hari dengan bahagia, termasuk othor Bulan pun bahagia, karena bisa menyelesaikan CLBK dengan berbagai macam suasana hati, terima kasih untuk dukungan yang tak pernah putus, semangat tiada henti, komentar komentar, like dan vote, masih terus othor tunggu.


Sarangeeee …

__ADS_1


__ADS_2