CLBK Cinta Lama Belom Kelar

CLBK Cinta Lama Belom Kelar
BAB 123


__ADS_3

BAB 123


H-1 Resepsi pernikahan Arjuna dan Emira. 


Kesibukan mulai terasa sejak beberapa hari yang lalu, penyebabnya tentu saja karena sang tuan besar pemilik Twenty Five Hotel, akan mengadakan perayaan besar pernikahan putri kesayangannya, segenap staf hotel bersiap, mulai dari staf paling bawah hingga staf dengan jabatan tertinggi, semuanya berkoordinasi dengan segenap tenaga dan kemampuan yang mereka miliki demi kesuksesan acara sang tuan besar, bahkan mereka seluruh staf hotel yang terlibat dalam rangkaian persiapan, dan pelaksanaan acara ini, akan mendapatkan uang lembur berupa dua kali gaji, tentu ini suatu iming iming yang menggiurkan, mereka lembur beberapa hari saja, dan uang lemburnya berupa dua kali gaji.


Terakhir kali mereka mengadakan pesta mewah seperti ini adalah ketika pernikahan kedua sang tuan besar sendiri, sementara pernikahan Kevin dan Andre tak dirayakan secara mewah, atas permintaan keduanya, karena memang mereka menikah secara kebetulan, dalam situasi tak terduga, tapi untuk putri kecil kesayangannya, Alex menginginkan yang spesial, karena kehadiran Emira sendiri memang memiliki arti spesial dalam kehidupan pernikahannya dengan sang istri.


Tiga buah mobil mewah berhenti di pelataran utama Twenty Five Hotel, beberapa Security kompak mendekat dan bersiap memberi hormat, karena rombongan yang datang adalah Keluarga dari pemilik hotel itu sendiri. 


Mobil pertama milik si sulung Kevin dan keluarganya, Mobil kedua milik si tengah Andre dan keluarganya, dan mobil ketiga berisi para nanny si kembar beserta barang barang kedua keluarga besar tersebut. 


"Selamat siang Tuan Andre dan Tuan Kevin," Sapa Manager on Duty yang bertugas menyambut tamu hari ini. 


Andre dan Kevin kompak mengangguk, langkah keduanya diikuti oleh istri dan anak anak mereka. 


"Selamat siang nyonya Bella dan nyonya Gadisya."


"Selamat siang tuan dan nona kecil." Sapa sang Manager lagi. 


Mendengar sapaan sang manager tentu menggelitik telinga salah satu calon pria muda idaman ini, "tuan manager, anda memanggil adikku dengan sebutan nona kecil, kenapa tak memanggilku kami tuan kecil?" Protes si gembul nomor satu. 


Sang manager gelagapan, "oh baiklah, saya yang salah, selamat siang dan selamat datang para tuan muda kecil." Kembali sang manager meralat kalimatnya. 


Tapi rupanya tragedi kecil itu belum juga selesai, "tapi tuan manager, aku lebih suka menjadi pria muda yang dewasa," Kali ini Dean berbicara. 


Pak manager dan para security saling pandang sambil mengulum senyuman, "oh yah??" Tanya pak manager. 


Dean mengangguk. 


"Boleh saya tahu kenapa tuan muda? sedangkan saya saja ingin kembali mengulang masa kanak kanak," Tentu pikiran pak manager sama dengan pemikiran banyak orang dewasa yang sudah merasakan pahitnya dunia kerja, serta tuntutan ekonomi yang kian mencekik. 


Dean memberi kode agar pak manager menunduk, "aku ingin segera menikahi kelima kekasihku." Jawab Dean polos. 


Pak manager menelan saliva nya, kemudian membatin, 'anak kecil ini benar benar luar biasa, dia belum tahu saja betapa peliknya urusan rumah tangga yang melibatkan banyak wanita', tapi karena sang tuan muda ini masih kecil, tentu hal itu masih dianggap lucu lucu saja. 


"Hahaha… baiklah tuan muda, saya doakan anda segera menjadi pria dewasa." 


"Tuan manager, ini rahasia kita yah?" Ujar Dean seraya mengulurkan jari kelingkingnya. 


Pak manager segera menyambut uluran jari kelingking tersebut, "janji." 


"Deaaannn…  kenapa lama sekali?" Teriak Darren yang sudah berada jauh di depan bersama yang lainnya. 


Dean segera berlari kencang menyusul, rombongan keluarganya, di belakang Dean, dua orang nanny berusaha mensejajarkan langkahnya. 


"Ayo sayang… kenapa lama sekali, apa yang kamu bicarakan dengan tuan manager?" Tanya Bella yang juga masih menunggu putra sulungnya. 


"Rahasia pria dewasa mom." Jawab Dean percaya diri, Dean melenggang begitu saja, tanpa ingin menggandeng tangan sang mommy, padahal Bella sengaja mengulurkan tangannya.


Bella tercengang mendengar jawaban Dean, ‘beginikah rasanya memiliki anak laki laki?’, Bella membatin. 


"Kenapa melamun?" Tanya Andre yang melihat wanitanya tampak murung. 


Bella mendongak, menatap pria yang hingga kini bertahta di hati nya, kemudian melingkarkan lengannya ke lengan sang suami, "sepertinya anak anak sudah dewasa,"

__ADS_1


"Belum sayang, mereka masih anak anak." 


"Menurutku tidak, mereka bahkan tak mau berbagi rahasia denganku." 


Andre tersenyum, "aku selalu berbagi rahasia denganmu." 


"Baiklah… kalau begitu katakan alasannya, kenapa kamu tak ingin aku hamil lagi?" 


Andre terdiam, 'tidakkah wanita ini tahu, aku begitu takut kehilangan dirinya? Bahkan jika tak memiliki anak sekalipun, aku tak keberatan, karena yang kubutuhkan hanya dia, aku sungguh takut jika mimpiku kala itu menjadi kenyataan'. Andre membatin. 


"Kan tak mau jawab, katanya tak ada rahasia." Protes Bella. 


"Lain kali aku cerita, ayo cepat, kita masih harus berkoordinasi dengan pihak EO, untuk acara besok."




Malam harinya, gala dinner di gelar untuk keluarga, Alexander bahkan memanggil pulang kedua kakak perempuannya yang tinggal di Qatar dan Belanda, tapi sayangnya suami mereka tak bisa ikut datang karena kesibukan, ada Richard dan keluarganya, termasuk Brian dan Riana, serta kedua anak mereka, Steven dan keluarganya, dan jangan lupa keluarga besar Dewanto pun sudah berkumpul di sana. 


Diantara riuh dan hebohnya suasana makan malam akrab tersebut, ada seseorang yang tampak gelisah dan berdebar debar menanti kedatangan seseorang. 


Mata Ayu seketika berbinar manakala sebuah pesan masuk ke ponselnya, Ayu segera beranjak, meninggalkan ruangan besar tersebut, ia berjalan cepat menghampiri si dia yang kini tengah menunggunya.


.


.


Flashback.


“Maksudnya apa ya pak?” tanya Ayu ingin memastikan.


Rio mencondongkan tubuhnya, bahkan wajahnya kini begitu dekat dengan Ayu, sejenak ia tampak gugup, tapi ia tak ingin kehilangan kesempatan, jika perasaan resah ketika Ayu belum juga membalas pesannya, berdebar sekaligus bahagianya ketika berdekatan dengan Ayu bisa disebut cinta, yah mungkin memang dia sudah jatuh cinta dengan gadis yang memiliki nama sama persis dengan sang mama.


“Maaf … tapi kalau kamu menganggap perkataan ku kurang sopan, tapi bisakah mulai hari ini kita tidak menggunakan bahasa formal, lidahku sungguh gatal rasanya,” Aku Rio yang membuat Ayu sedikit menyunggingkan senyumnya.


“Baiklah, lalu maksud pertanyaan pak Rio apa yah?” 


“Maksudku sangat jelas, maukah kamu pergi ke acara pernikahan pak Arjuna dan dokter Emira bersamaku.”


“Dalam rangka apa kita pergi bersama?, kita hanya sebatas rekan kerja, lagi pula di acara itu, aku sudah jelas datang karena ini pesta pernikahan kakak sepupu tertua di keluarga kami.” kata Ayu panjang lebar.


“Apakah salah jika datang bersama seorang teman?”


“Tidak juga sih.” Jawab Ayu yang lagi lagi sedikit salah tingkah.


Rio berpikir sejenak, “Tunggu dulu,” dada Rio kembal berdebar, apakah ini artinya Ayu menginginkan sebuah status?, tiba tiba wajahnya tersenyum cerah, “Apakah kamu ingin hubungan kita lebih dari sekedar teman?”


Kedua bola mata Ayu melebar, pria dihadapannya ini, sepertinya sedang kerasukan makhluk halus, Rio benar benar berubah, dia bukan lagi pria sopan yang Ayu kenal beberapa minggu yang lalu. 


“Kenapa?”


Ayu menggaruk keningnya, ingin rasanya ia segera berlari  meninggalkan tempatnya saat ini.


“Baiklah … aku anggap diammu sebagai jawaban ‘IYA’, mau jadi kekasihku? eh tapi tidak lupakan,” Rio mengibaskan telapak tangannya, yang langsung membuat wajah Ayu muram, karena pria itu membatalkan kata katanya.

__ADS_1


“Mau jadi istriku?” tanya Rio tanpa basa basi palsu, itu bukan sikap pria sejati, langsung halalkan sebelum direbut pria lain.


DHUAAAARRR !!! 


Kedua tangan Ayu membekap mulutnya sendiri, saking terkejutnya dengan pernyataan pria dihadapannya, ia seperti mendapatkan tiga serangan sekaligus, dan ketiganya mendarat sempurna di hatinya, susah payah Ayu menelan saliva nya.


Flashback end.




“Mas …” Seru Ayu ketika melihat Rio sudah menunggunya di depan ruang makan, panggilannya langsung berubah sesuai permintaan pria itu.


Rio menoleh, tersenyum menatap wajah Ayu yang tersenyum ketika berjalan cepat ke arahnya. 


Pria itu langsung mengulurkan tangannya, “Apa sekarang aku bisa bertemu keluargamu?” tanya Rio tanpa basa basi.


“Jangan sekaranglah, sekarang bukan momennya kita, tapi momen mas Juna dan keluarga istrinya,” 


“Apa salahnya, kita numpang momen gak salah kan?”


Ayu sungguh gemas mendengar jawaban Rio, bagaimana bisa pria ini begitu tidak sabar, padahal baru dua hari yang lalu mereka resmi berpacaran, “tapi jangan buru buru juga mas, kita baru dua hari loh.”


“Aku memang ingin segera, jangan sampai Alea mendahuluiku.” jawab Rio dengan wajah dan tatapan serius.


.


.


nah Ayu, mau yang cepet macam tol cipali, atau berkelok kelok macam labirin? pacar sudah kelewat dewasa, udah ngebet pengen punya bu Kades beneran, bukan bu Kades abal abal.  🤧


.


.


.


Alex melingkarkan tangannya di pundak Stella, “Hei jangan ngambek, kan minggu lalu aku juga menunggu mu.” rayu Alex dengan nada ringan seperti biasa.


Tapi Stella tak lagi bersuara, ia hanya diam sembari melangkah mendekati tembok sekolah yang biasa mereka gunakan untuk kembali ke asrama.


“Dari mana aja sih?” tanya Stella pada akhirnya


“Nonton.” jawab Alex bahagia.


“Nggak mungkin hanya nonton.” tebak Stella.


“Kok tahu sih?” Jawab Alex dengan senyum jahil di wajah tampannya.


Stella menatap malas wajah tampan di hadapannya, ia memang kesal, tapi untuk marah pada Alex ia tak bisa. 


“Hari ini pacarku ulang tahun, jadi aku mengabulkan apa yang dia minta, dia pengen nonton doang, tapi memang durasi film nya agak panjang, habis nonton aku ajak dia ngemall bentar trus makan, gak tau kenapa tuh restoran penuh bener hari ini, mau di tinggal tapi sudah terlanjur pesan.” panjang lebar Alex menjelaskan, seolah takut Stella benar benar marah padanya, bagaimanapun ia mulai nyaman berdekatan dengan gadis blasteran berambut kecoklatan tersebut.


Cuplikan Eps nostalgia Alexander dan Stella kala muda, ada di mana?

__ADS_1


yups Because We Are Young eps 5 ... cuuss ke sana ☺


__ADS_2