CLBK Cinta Lama Belom Kelar

CLBK Cinta Lama Belom Kelar
BAB 62


__ADS_3

BAB 62


Pagi yang rusuh sepasang pasutri baru, mereka bangun kesiangan karena malam sebelumnya lagi lagi mereka cekcok perihal lahan tempat tidur.


Flashback


“Nggak mau, kamu geser sana tidur nya.” pekik Emira ketika Arjuna lagi lagi mengambil kesempatan ketika jadwal tidur mereka tiba, Arjuna yang ingin mulai membiasakan diri, tak ingin bergeser sedikitpun dari sisi sang istri, sementara Emira yang masih risih dengan ulah Juna yang semakin meresahkan terus memberi peringatan.


“Gak yang, aku jamin gak akan terjadi apa apa, paling cuma peluk dan cium tipiiiis,” Juna mengaku dengan gaya slengek an nya, jelas membuat Emira semakin kesal dibuatnya.


“Sama aja … udah sana jauhan dikit … aku gerah nih…” keluh Emira, sembari mendorong Arjuna agar bergeser menjauh.


“Oh Gerah yah, bentar aku turunin dulu suhu AC nya.” Juna bergeser menghampiri Remote AC yang ada di laci nakas, kemudian menurunkan suhu pendingin udara tersebut hingga mencapai angka terendah, dalam hati Juna tersenyum senang, semakin dingin udara kamar, semakin mendukung susana nya, Arjuna kembali berbalik dan Emira sudah tak ada di sana, ia sudah berpindah ke sofa, membawa bantal dan selimut cadangan.


“Yaaaang … pindah sini.” Juna memanggil istrinya agar kembali ke kasur.


“Nggak mau, kamu meresahkan.” jawab Emira dengan mata terpejam.


“Yaaaang … pindah atau aku gendong.” kini ancaman yang keluar dari lisannya.


“Berani gendong, aku akan menghajarmu.”


“Satu pukulan, akan kamu bayar dengan satu ciuman.”


“Curang …” pekik Emira.


“Dan jika sudah lima kali tendangan, aku akan langsung meminta hakku sebagai suami.” kali ini Juna serius, ia tak mau Emira memanfaatkan kelemahan perasaannya terhadap sang istri.


Dan begitulah malam malam mereka berlalu, walau harus sedikit di ancam, Arjuna cukup senang karena ternyata Emira cukup penurut, hanya kadang ia tak mau ego nya di kalahkan, wajar… sejak kecil Emira tumbuh menjadi putri kecil kesayangan orang orang dewasa di sekitarnya, jika sekarang sedikit manja tak akan jadi masalah, Arjuna justru senang, jika istrinya sedikit manja padanya, pasti akan sangat berwarna karena menggoda istrinya ternyata sangat menyenangkan, walau harus menambahkan ekstra kesabaran, agar cinta segera bersemi di hati sang istri, tapi Emira akan mengalah dan memilih tidur di tempat tidur dengan aman sentosa, walau Arjuna tak mau berjarak, setidaknya Arjuna sungguh sabar, dan tak buru buru meminta hak nya. 


Flashback end

__ADS_1


"Yang bangun… kita kesiangan." Arjuna lebih dulu melesat ke kamar mandi. 


Brak!!! 


Suara dentuman pintu kamar mandi, membangunkan Emira, otaknya segera terkoneksi, bahwa hari ini mereka akan bertugas di shift pagi. 


Emira segera bangkit, ia menuju dapur untuk mengupas buah buahan, karena seperti biasa ia tak sarapan apapun selain buah dan fresh milk, dan kini Arjuna mulai mengikuti kebiasaannya, walau tidak seratus persen, kadang Juna ikut sarapan buah buahan, tapi seringnya lelaki itu minta roti dan susu coklat seperti yang dulu sering Emira siapkan untuknya ketika mereka bertemu di halte bus dekat sekolah. 


"Yaaangg… aku lupa bawa handuk." Teriak Juna dari arah kamar mandi. "Tolong ambilin."


"Ambil sendiri aja, aku lagi di dapur." Balas Emira yang tak mau pusing hanya untuk urusan mengambil handuk, karena ia sedang sibuk menyiapkan sarapan. 


Usai mengupas buah dan mengemasnya di food container, Emira kembali ke kamar. 


"Aaaaa…" Emira berteriak kemudian memalingkan wajahnya. 


"Kenapa yang, ada yang sakit?" Tanya Juna khawatir, ia mendekati Emira yang masih menutup wajah dengan telapak tangannya."


"Pakai celanamu…" Teriak Emira kesal. 


"Apa?" Tanya Emira penasaran. 


"Tanpa busana, he he he he …"


"Haiiisss… hentikan pikiran mesum itu."


"Ya gak bisa lah, namanya suami istri… boleh kok saling melihat, jangankan melihat, yang lebih dari itu juga nikmat dan halal, dosa loh kalo kamu terus terusan menolak ajakan suami mu…" 


Emira sungguh kesal, ini adalah bagian termenyebalkan dari sosok Arjuna, ia benar benar berhasil memanfaatkan situasi dengan baik, dengan dalih kewajiban seorang istri Arjuna kini bahkan bersikap sebagai suami yang selalu ingin dilayani oleh istrinya, ambil baju, ambil handuk, bikin teh atau kopi, kecuali memasak, Emira angkat tangan, dan Juna tak mempermasalahkan nya, bahkan Arjuna juga melarang nya bersih bersih apartemen, karena itu tugasnya si mbok, dan tugas utama Emira hanya menyiapkan kebutuhan Arjuna seorang, tidak lebih tidak kurang. "Ambil sendiri… kita udah telat niiihh…" Jawab Emira kesal, karena dirinya bahkan belum mandi dan bersiap. 


"Hayooo ngaku… jangan jangan kamu memang pengen lebih lama lagi melihat tubuhku yang sexy ini kan? Makanya pura pura beralasan gak mau ambilin baju." 

__ADS_1


"Iihh gak ada yang kaya gitu, ngarang aja…" Sungut Emira tak mau kalah. 


"Ya udah cepet yang, sebagai gantinya nanti aku bantu kamu deh."


"Bantu apa? Gak usah aneh aneh, aku bisa sendiri."


"Apapun, Aku bisa bantu apapun kalo itu menyangkut dirimu, mau aku bantu cuci rambut, atau sabunan… aku rela kok walau harus terlambat, karena harus mandi lagi… bersama mu tentu nya." 


Karena mulai risih mendengar penawaran aneh suaminya, Emira pun pilih mengalah, asalkan hati dan kepalanya tetap waras. 


Emira mengambil celana dan kaos, karena setiba nya di rumah sakit, mereka akan berganti dengan baju dinas, setelah memilih pakaian suaminya Emira menyiapkan bajunya sendiri. 


"Aku bantu pilih baju kamu yah, kamu mandi aja, biar kamu gak kesal karena harus menyiapkan kebutuhanku, aku akan memberikan feedback berupa bantuan untukmu juga." 


Emira sudah kadung malas menanggapi, ia pun sama halnya dengan Juna, memakai baju dengan style santai, kemudian berjalan ke kamar mandi masih dengan menutup mata nya, agar pemandangan vulgar tersebut tak lagi ia lihat. 


"Yang … kalo jalan lihat kedepan, jangan tutup mata."


"Bodo amat." Balas Emira seraya menutup pintu kamar mandi.


"Ntar nabrak tembok yang…"


"Gak akan." Teriak Emira dari dalam kamar mandi. 


Arjuna tersenyum geli, kemudian berinisiatif menyiapkan beberapa pakaian ganti Emira untuk dibawa ke rumah orang tua nya, berhubung esok pagi mereka libur, jadi mama Yuna mengundang mereka menginap di rumah keluarga Dewanto, mama Yuna sungguh tak sabar, karena ini pertama kali nya mengundang menantu datang ke rumah. 


Awal hari yang sungguh berat bagi kedua nya, dengan langkah cepat, keduanya menuju lantai lima, mereka tiba di rumah sakit agak sedikit terlambat, langsung berganti pakaian dan beralih ke mode siaga. 


.


.

__ADS_1


.


💕💕


__ADS_2