CLBK Cinta Lama Belom Kelar

CLBK Cinta Lama Belom Kelar
BAB 53


__ADS_3

BAB 53


“Tidak daddy … aku belum ingin menikah.” protes Emira pada daddy Alex.


Arjuna dan keluarganya sudah berpamitan beberapa saat yang lalu, sesuai kesepakatan mereka, Daddy Alex sudah meminta koneksinya agar memudahkan urusan pernikahan Emira dan Arjuna esok hari.


Mendadak 


Yah serba kebetulan


Situasi yang tak menyenangkan


Tapi tak ada lagi yang bisa mereka lakukan selain mengambil keputusan, bahwa pernikahan adalah solusi awal jika kelak, seandainya sesuatu yang tak diharapkan terjadi, seperti misalnya video vulgar tersebut benar benar tersebar di media cetak serta elektronik, mereka sudah siap melawan dengan alibi pernikahan. 


Terlebih setelah ayah Satrio tanpa segan menceritakan datangnya ancaman bersamaan dengan datangnya video syuur tersebut, daddy Alex semakin yakin akan keputusannya menikahkan kedua nya.

__ADS_1


“Kamu sangat mengenal daddy, jangan coba coba lagi membantah!!” jawab daddy Alex dengan suara tegas, tak seperti daddy Alex biasanya yang cenderung lembut pada putri kesayangannya. 


Tentu bukan karena memikirkan reputasi keluarga, itu sama sekali tak penting, tapi kehormatan dan harga diri putrinya adalah yang paling utama dibandingkan reputasi keluarga, jujur saja ia kecewa dengan apa yang menimpa Emira, tak ada seorangpun pria di dunia ini yang menginginkan putrinya mengambil jalan yang salah, tapi Emira dan Arjuna hanya korban, keduanya tak seratus persen bersalah, maka sebagai orang tua, inilah langkah terbaik yang bisa mereka tempuh untuk tetap bisa menjaga dan melindungi anak anak mereka, bukan tidak mungkin jika kelak, beberapa minggu kedepan, akan ada berita baik, sang bibit baru telah hadir, calon penerus keluarga Geraldy dan keluarga Dewanto.


.


.


.


Sepasang mata biru itu masih kedap kedip seperti bola pijar yang kehabisan energi, tapi tak kunjung padam, begitu pun Emira yang belum juga mampu memejamkan kedua matanya, berkali kali ia ganti posisi, guling ke kiri guling ke kanan, membolak balik bantal, tukar bantal kiri, ganti bantal kanan, bahkan membuat kedua kakinya bersandar di headboard ranjang pun sudah, walau demikian Emira belum juga mampu memejamkan mata nya.


Bahkan kedua kakak iparnya menyambut berita pernikahannya dengan bahagia, Gadisya segera menghubungi butik langganannya, memesan gaun pengantin dadakan, tapi sebuah kebetulan mendadak terjadi, rupanya butik punya satu gaun putih yang baru selesai dikerjakan, dan malam itu juga gaun itu mendarat cantik di kamar Emira, rupanya memang sesimpel itu menyiapkan sebuah pernikahan jika kamu adalah salah seorang anggota keluarga Geraldy, dan tak kalah penting Bella bergegas membuat desain cincin pernikahan baru, namun sayang nya cincin tersebut baru akan selesai minggu depan, karena memerlukan sebuah perlakuan khusus, mengingat cincin spesial tersebut hanya di buat sepasang, spesial untuk kedua adik iparnya.


Emira melongok ponselnya, pukul dua dini hari, dan ia sama sekali belum berhasil memejamkan kedua mata nya, mendadak ia teringat Reza, disaat saat seperti ini, biasanya Reza adalah teman yang pas untuk berbincang, menceritakan hal hal random tak jelas atau mencurahkan isi hati tanpa ada rahasia, dan tanpa takut terbongkar, karena yakin rahasia tersebut disimpan ditempat yang aman. 

__ADS_1


“Za … marahnya udahan dong … mau sampe kapan kamu mendiamkan aku?” Emira berbicara seorang diri dengan layar ponsel yang menampilkan foto profil Reza, yang sayangnya tak bisa ia hubungi, karena Reza memblokir nomornya sebagai wujud perasaan marah nya.


Sementara itu, di kediaman Satrio Dewanto,  lelaki ini pun kesulitan memejamkan kedua matanya, walaupun ia sedang berada di kamarnya sendiri, kadang ia diam, kadang ia marah mengingat seseorang yang tega menjebaknya hanya demi kepentingan bisnisnya, namun beberapa saat kemudian ia tersenyum bahagia, hingga menenggelamkan wajah malu malu di bantal, mengingat esok ia akan menikahi gadis yang sejak lama ia idam idamkan, namun dalam wujud cinderella yang sangat cantik, kemudian ia duduk dan menggumamkan nama Emira beberapa kali dengan senyuman lebar di bibirnya, “aaaaa …. Mira aku mencintaimu,” teriak Arjuna dari balik bantalnya, karena ia tak ingin ada yang mendengar teriakannya, sementara kedua kaki dan tangannya berayun ayun di atas kasur serupa orang berenang


Setelah puas tertawa seorang diri, seperti orang tak waras, Arjuna mengatur nafasnya perlahan, mencoba kembali memejamkan kedua mata nya, agar esok ia bisa tampil menawan paripurna untuk bidadari nya.


Yah … begitu seharusnya Jun, tidur … biar otakmu tetap waras berada di tempatnya, sampai jumpa besok dengan status baru dan pastinya memberi warna baru dalam hidupmu.


.


.


.


Seperti apa meriah nya hari pertama pasangan yang tak pernah akur ini? 

__ADS_1


😂😂


💜💜


__ADS_2