
BAB 131
Serangkaian kesibukan sedang berjalan, beberapa hari lagi Arjuna akan membawa keluarga kecilnya pindah ke rumah baru mereka, maka hari ini truk furniture sedang menurunkan berbagai perabotan untuk mengisi hunian baru keluarga kecil tersebut.
Secara keseluruhan rumah itu sudah siap huni, tinggal merapikan taman dan melanjutkan pengerjaan di area terbuka, yang rencana nya akan di bangun sebuah kolam renang dan ruangan santai serta dapur bersih di area terbuka, jika suatu saat mereka menerima tamu arau BBQ party.
Arjuna sengaja pergi seorang diri, melihat tahap akhir pembangunan rumah nya, karena ia tak mau baby Kenz merasa bising dengan suasana di sekitar area pembangunan, dan lagi baby Kenz saat ini sedang menginap di Geraldy Kingdom bersama opa Alex dan oma Stella.
Belakangan ini, Arjuna merasa hidup nya semakin semakin sempurna, pernikahannya bahagia, keluarganya mendukung semua yang ia lakukan, bahkan tanpa segan memberikan bantuan, tak ada yang lebih sempurna dari ini semua, Tuhan menyayanginya, menghadirkan orang orang baik, dan ia pun banyak belajar hal hal baru.
Kesehatan Ayah Satrio semakin membaik dari hari ke hari, bahkan kini bisa membantu Juna mengurus DENt PHARMATION, kehadiran baby Kenz membuat ayah Satrio semakin bersemangat untuk hidup lebih sehat, agar bisa lebih lama bermain dengan sang cucu kesayangan.
.
.
Hari ini rumah baru Emira dan Arjuna begitu ramai, seluruh keluarga besar mereka berkumpul, merayakan kepindahan Sepasang orang tua baru tersebut ke rumah baru mereka, tak lupa mereka membagi bagikan makanan pada tetangga di sekitar rumah agar ikut merasakan kebahagiaan yang saat ini menaungi Emira, Arjuna, serta bayi kecil mereka.
Seperti biasa baby Kenz yang menggemaskan selalu jadi rebutan, tapi bayi kecil itu seolah menandai miliknya, karena sejak tiba di rumah ia terus lengket di pelukan papa Kevin, sepertinya peristiwa beberapa minggu lalu, membekas di ingatan baby Kenz, hingga ia merasa nyaman berada di dekat sang papa.
Dan hal sebaliknya terjadi, karena para pria muda Geraldy, justru tak membiarkan Arjuna lolos begitu saja, mereka benar benar memonopoli sang uncle untuk mereka sendiri, Luna yang tak punya teman bermain, akhirnya mendatangi pawangnya sejak bayi, siapa lagi kalau bukan uncle kesayangannya yakni daddy Andre.
Lengkaplah sudah kini para cucu Alexander punya pawang masing masing, bahkan pamor opa Alex tak berpengaruh sama sekali.
Dirumah baru tersebut semuanya sudah tersedia, perabotan lengkap, bahkan kamera pengawas yang langsung terhubung ke kantor pusat Agen AG, dua orang ART, serta seorang nanny yang akan menjaga Kenz ketika nanti Emira kembali ke rumah sakit, tanpa Emira dan Arjuna ketahui, nanny tersebut adalah agen khusus yang dilatih langsung oleh Hans atas permintaan daddy Alex demi menjaga keamanan dan keselamatan baby Kenz.
__ADS_1
Bahkan Reza dan Lea pun ikut datang kerumah baru Juna dan Emira, pasangan pengantin baru yang baru selesai honeymoon tersebut datang dengan membawa kabar bahagia, yakni calon Reza junior, yang kini berusia empat minggu, semakin lengkap kebahagiaan Emira, karena pada akhirnya Reza mampu bangkit dari patah hatinya, bahkan sangat bahagia dengan pernikahannya.
.
.
Matahari baru saja terlelap, menandai berakhirnya hari ini, para ART sedang lalu lalang membersihkan rumah baru tersebut, karena tamu terakhir baru saja meninggalkan kediaman Arjuna
Seakan tahu bahwa ia sedang berada di lingkungan baru, Baby Kenz terlihat gelisah dalam pelukan Emira, bayi mungil tersebut sedang berusaha beradaptasi dengan lingkungan baru, sementara kedua orang tuanya sedang sangat berusaha menjadi sosok yang menenangkan bagi bayi kecil mereka.
“Yang … mandi lah dulu, biar aku yang gendong baby Kenz.” Juna baru menyelesaikan ritual mandi nya, pria tampan itu tak ingin menyia nyiakan malam ini begitu saja, yah menurut perhitungan Juna masa nifas Emira berakhir sejak minggu lalu, tapi sepertinya Emira masih enggan mengatakannya, jadi malam ini Juna sendiri yang akan meminta jatah buka puasanya.
Emira memberikan baby Kenz ke pelukan Juna, sebelum Juna mengambil alih sang putera, ia sempatkan mencium bibir istrinya, bahkan me*umat nya sesaat, “Nanti kita lanjutkan lagi.” Bisik Juna disertai sebuah kerlingan nakal.
Emira tertegun, ia tahu malam ini ia tak akan bisa menghindar, Juna pasti sudah menghitung dengan benar, bahwa masa nifasnya sudah berakhir, tentu sebagai lelaki normal Juna tak akan menyia nyiakan kesempatan tersebut.
Emira menatap bayangan dirinya di cermin, kan tipis nan seksi berwarna hitam itu membalut tubuhnya dengan sempurna, tapi ia masih kurang percaya diri karena masih ada beberapa lipatan di perut nya, karena ukuran tubuhnya belum lah normal seperti sebelum melahirkan, setelah selesai mengeringkan rambut ia memakai jubah tidur untuk melapisi lingerie transparan yang kini ia kenakan, walau bukan pertama kali Juna melihat tubuhnya, tapi tetap saja ia masih canggung karena sudah lama mereka tak berhubungan intim setelah baby Kenz lahir.
Pelan pelan Emira membuka pintu walk in closet yang terhubung langsung dengan kamar mandi, suasana sepi senyap, bahkan lampu ruangan sudah remang remang pertanda Juna berhasil membuat baby Kenz tidur lelap.
Emira berjalan mengendap menghampiri pintu pintu penghubung ke kamar baby Kenz, tapi sebelum sempat menyentuh gagang pintu, Arjuna lebih dulu berjalan ke arahnya dari arah kamar baby Kenz, pria itu tersenyum dalam temaram cahaya, tapi Emira tak melihat nya, “Sudah tidur mas?” tanya Emira dengan suara berbisik.
“Sudah … yuk biarkan ia belajar tidur seorang diri, ia harus terbiasa, karena ayahnya tak ingin terganggu di malam hari.” bisik Juna yang langsung memeluk dan menghirup aroma wangi yang menguar dari tubuh dan rambut istrinya.
“Dasar egois,”
__ADS_1
“Biarin, apapun tentangmu aku ingin egois,” jawab Juna.
Juna segera menggendong Emira ke tempat tidur mereka, kemudian merebahkannya perlahan, “Aku buka yah?” tangan Juna mulai bergerak meraih tali jubah tidur Emira, tapi Emira menahannya.
“Mas …”
“Iya sayan?”
“Aku … malu …” lanjut Emira jujur.
Membuat Juna menatap intens wajah istrinya, “alasannya?”
“Tubuhku tak seperti dulu, ada banyak lemak di sana sini.”
“Apakah lantas itu membuat cintaku berkurang? tentu tidak sayang,” Juna membelai garis wajah Emira, “bagiku, tubuh ini tetap indah, karena ia banyak berjasa, menjadi tempat ternyaman bagi tumbuh kembang anakku, selalu ku rindu karena akan selalu menjadi tempatku pulang, rumah ternyaman bagiku adalah kamu sayang, karena itulah aku semakin mencintaimu,”
Blush … wajah Emira merona merah, perkataan Arjuna sungguh membuatnya tersanjung.
“Boleh aku mulai sekarang?” tanya Juna, yang langsung dijawab Emira dengan anggukan malu malu.
Tak perlu banyak kata, karena nyatanya mereka sudah tahu sama tahu kebutuhan raga masing masing.
Pelukan lembut nan indah mengawali semua, sebelum kemudian berganti menjadi elusan yang menjelajah setiap lekuk molek mempesona.
Keduanya bukan pasangan baru yang masih perlu mengeja sebuah rasa, tapi tujuh minggu tak bersentuhan secara intim, membuat rasa rindu ini semakin menggelora.
__ADS_1
Tak lagi menyia nyiakan waktu berharga, karena ketika bayi kecil mereka bangun, waktu intim ini akan terpaksa berakhir, rumah baru, kamar baru, ranjang baru, menjadi saksi bisu betapa Arjuna berhasil membuat istrinya melayang, kehangatan yang Juna rindukan, akhirnya terlampiaskan ditempat yang tepat.
Baby Kenz pun nampak nya ingin memberikan hadiah pada kedua orang tuanya, malam itu ia benar benar tidur pulas, dan baru terbangun jam tiga dini hari, tentu setelah kedua orang tuanya selesai dengan urusan mereka.