
BAB 55
Acara selesai, ditutup dengan kedua keluarga saling bersalaman dengan senyum dan canda tawa yang mulai tercipta, ucapan selamat pun mulai datang menyapa kedua mempelai secara silih berganti, jika Emira tengah dipeluk oleh kedua kakak iparnya, Arjuna pun demikian, ia dibawa ke sudut ruangan pula oleh dua orang pria yang kini berstatus sebagai kakak iparnya pula, "aku ingin menanyakan sesuatu padamu." Tanya Andre tanpa basa basi, tentu ada Kevin yang ikut mengawasi, karena ini menyangkut adik perempuan mereka.
"Silahkan kak." Jawab Juna singkat, terus terang ini pertama kalinya berbincang serius dengan dua kakak ipar yang berwajah 99,99% identik, rupanya membuat Juna cukup grogi.
"Kamu masih ingat dengan petugas hotel yang membawakan kan minuman ke meja mu?" Tanya Andre.
Arjuna menggeleng, "aku tak ingat kak, tapi sesaat setelah waiters datang membawa air mineral, ada petugas yang datang meminta kami segera mengakhiri acara, karena ruangan harus dibersihkan untuk persiapan acara esok pagi."
"Apa kamu membaca name tag nya, karena setiap petugas hotel dari jajaran paling bawah, hingga yang paling tinggi jabatannya memiliki benda tersebut."
Arjuna sedikit mengingat ingat, "seingatku waiters tersebut tidak mengenakan name tag."
"Lalu petugas yang meminta kalian mengakhiri acara?"
"Aku hanya melihat tulisan manajer, entah manajer apa, dan siapa namanya aku tak tahu."
"Apa kamu belum menemukan siapa pelaku nya?" Tanya Kevin.
"Aku belum melakukan penyelidikan secara terbuka, daddy masih memintaku untuk menunggu, tapi… sepertinya aku mulai menemukan titik terang."
Andre menatap Kevin dan Arjuna bergantian. "Waiters itu penyusup yang sengaja di bayar oleh orang dalam yang bekerja untuk menjebak mu dan Emira."
.
.
__ADS_1
.
Semua orang yang menghadiri acara pernikahan Arjuna dan Emira pun pamit pulang, meninggalkan sepasang mempelai yang masih terpekur, Emira bahkan masih bersimbah air mata karena daddy Alex menolak keinginannya untuk kembali pulang ke Geraldy Kingdom, wajah daddy Alex bahkan tampak dingin, tidak ada pancaran kelembutan serta seringai jahil seperti biasa nya.
"Mom… dad… aku ikut pulang." Pinta Emira ketika kedua orang tuanya berpamitan.
"Sekarang kamu sudah bersuami, daddy tak lagi bertanggung jawab atas kehidupanmu, kemanapun suamimu melangkah, disanalah dirimu berada."
Tega
Tegas
Dan seperti biasa, tak ingin di bantah.
Jika daddy Alex bersikap dingin tak terbaca, lain halnya dengan mommy Stella, wanita itu tetap memberikan pelukan hangat putri kesayangannya, “Daddy benar sayang, tempatmu kini di sisi suami mu, tapi kapanpun kamu merindukan kami, datanglah … mommy akan selalu menunggumu.”
"Kapanpun, Jika butuh bahu untuk bersandar, kamu bisa datang padaku." Arjuna menawarkan.
Masih dengan wajah bersimbah tangis, Emira menatap wajah tampan yang dulu sangat ia sukai, sekarang kenapa wajah ini terlihat sungguh menyebalkan, "kita sudah menikah sesuai keinginanmu dan kedua orang tua kita, sekarang aku ingin kita secepatnya berpisah," Ucap Emira.
Arjuna tertegun menatap wajah istrinya, belum genap satu jam mereka resmi menjadi suami istri, dan Emira sudah mengajaknya mengakhiri pernikahan.
"Aku anggap aku tak pernah mendengar kalimat itu." Wajah Juna yang sejak beberapa saat lalu masih menyeringai jahil, kini berubah menjadi dingin. "Ayo kita pulang."
Arjuna berjalan mendahului Emira, jelas sekali tiba tiba mood nya memburuk, dengan kasar ia melonggarkan dasi yang menggantung di lehernya, "tunggu… aku belum selesai bicara." Emira berteriak kesal, ia berjalan cepat mencoba mensejajarkan langkah mereka.
Arjuna berhenti sesaat, kemudian menoleh, "Jika kamu ingin membicarakan perceraian, maaf aku tidak ada waktu." Jawab Juna dingin, kemudian ia kembali melangkah.
__ADS_1
"Arjunaaaa…" Pekik Emira keras, namun panggilan itu tak Juna Hiraukan, sebaliknya lelaki itu terus melangkah meninggalkan Emira.
Hingga
Bugh…
Arjuna menghentikan langkahnya karena merasakan sebuah benda menghantam punggung nya.
Rupanya Emira melempar heels yang ia kenakan hingga mengenai punggungnya.
Arjuna menoleh dan mendapati Emira tengah kesulitan berjalan karena gaun yang ia kenakan, 'kasihan juga dia', Juna membatin.
Arjuna berlutut memungut heels milik sang istri, kemudian kembali menghampiri Emira yang tertinggal di belakangnya, lelaki itu berlutut tanpa rasa risih sedikitpun ia membersihkan telapak kaki Emira kemudian membantunya memasang kembali heels tersebut ke kaki indah sang istri.
Arjuna kembali berdiri, "butuh lengan untuk berpegangan?"
Walau gengsi membumbung tinggi, tapi Emira mengangguk pasrah, mengingat dirinya memang tak leluasa bergerak.
Arjuna membukakan pintu mobil untuk sang istri, ia bahkan meletakkan telapak tangannya di kepala Emira, sekedar memastikan agar kepala Emira tidak terbentur, kemudian Arjuna berjalan berputar hingga kemudian duduk di belakang kemudi, ia menghidupkan mesin mobil dan menyalakan pendingin udara, namun belum juga menggerakkan mobil berwarna hitam tersebut.
.
.
.
terima kasih yang sudah vote dan komen, dan yang tak lupa meninggalkan tanda cinta.
__ADS_1
🧡🧡