
BAB 67
“Mas Satrio, bagaimana ini? mas Satrio sudah melanggar amanah bapak,” tanya Hari dengan nada menghardik.
“Benar mas, dulu mas Satrio setuju menjodohkan Ayu dan Juna, sebagai ganti dari posisi mas Satrio saat ini di DENt PHARMATION,” Bayu ikut bersuara.
Ayah Satrio tak bisa berbuat banyak, ia pun tak mungkin melepaskan sang menantu, Berbesan dengan keluarga Geraldy tak bisa sembarangan, ia tahu pasti apa yang akan dilakukan keluarga besannya pada DENt PHARMATION, jika ia berani macam macam dengan putri kesayangan mereka, disisi lain ia pun memiliki perjanjian khusus dengan putra sulungnya.
“Ayo mas, jawab … kita durhaka pada bapak, kalo melanggar pesan terakhirnya.” desak Hari.
Mama Yuna menengahi, “Tidak akan kubiarkan kalian menyakiti menantu ku,” Mama Yuna pasang badan di depan Emira dan Arjuna.
“Mbak Yuna sebaiknya diam, karena ini masalah keluarga kami, mbak Yuna bahkan bukan ibu kandung Juna dan Bisma, jadi mbak Yuna gak berhak ikut campur.” Hari membalas kalimat mama Yuna.
“Iya … aku memang bukan ibu kandung mereka, tapi aku membesarkan mereka sepenuh hati, keringat dan air mataku mengalir di setiap hembusan nafas mereka, jika sekarang, kamu hendak menyakiti anak dan menantuku, maka aku yang akan berdiri di depan mereka.”
__ADS_1
Jika ada yang berani mengungkit fakta bahwa Juna dan Bisma bukan anak kandungnya, entah kenapa Yuna langsung meledak marah, ia menyayangi kedua anak lelakinya seperti anak yang ia lahirkan sendiri dari rahimnya, karenanya jika Juna dan Bisma terluka, maka ia adalah orang pertama yang ikut merasakan sakitnya.
“Baiklah apakah ini artinya, Mas Satrio juga bersedia melepaskan DENt PHARMATION?”
Emira terkejut, ini pertama kalinya ia melihat sendiri bagaimana konflik sebuah kekuasaan diperebutkan secara nyata, selama ini di keluarga nya tak pernah terjadi hal ini, karena sang daddy adalah anak lelaki satu satunya, dan sang mommy juga anak perempuan satu satunya, semuanya berjalan begitu saja, tertib dan tak ada masalah, seakan semua orang sudah mengambil perannya masing masing, atau mungkin ia sudah terlalu nyaman menjalani hidupnya.
Kini Arjuna dan Emira berada di tengah tengah perseteruan orang orang dewasa tersebut, konflik kian memanas karena ayah Satrio belum juga buka suara, justru mama Yuna yang aktif berbicara, menyuarakan pembelaannya atas hak kedua putranya, sementara disisi lain ada Bayu dan Hari yang juga ingin memiliki kekuasaan penuh di DENt PHARMATION, namun tak bisa, karena tak memiliki kemampuan sehebat ayah Satrio dalam mengelola dan menjalankan DENt PHARMATION.
“Ada sesuatu yang tak bisa ku ceritakan, sesuatu yang menyebabkan mereka menikah.” akhirnya Ayah Satrio bersuara.
“Kelak kalian akan tahu, yang jelas saat ini, aku tak akan mengatakan apa apa, kami pun tak keberatan jika kalian hendak mengambil alih perusahaan,” jawab Ayah Satrio dengan tegas, tak ada perlawanan, karena memang ia tahu pasti jika Arjuna dan Emira memang harus menikah, tapi ia tak akan membeberkan aib anak dan menantunya, aib yang ia dan Alexander tutupi, karena hingga kini orang orang kepercayaannya belum berhasil menemukan siapa pelaku yang menjebak Arjuna.
“Terserah, jika itu yang mas mau, jangan salahkan kami, jika mulai esok kami yang akan menduduki kekuasaan DENt PHARMATION.” Hari sebagai anak bungsu mengambil keputusan, merasa jika kesempatannya untuk menduduki DENt PHARMATION sangatlah kecil, mengingat ia anak bungsu, dan bahkan tak memiliki anak laki laki sebagai penerus.
__ADS_1
“Ambil saja, sesuka hatimu, aku bukan orang yang serakah akan kekuasaan.” Ayah Satrio teguh dengan pendiriannya.
Kemudian Ayah Satrio pergi meninggalkan ruang tamu, meninggalkan adik adiknya, yang bahkan masih berada di ruangan tersebut. “Ayo masuk, Juna … ajak istrimu istirahat, sebaiknya kita jangan buang buang tenaga, jika mereka ingin menguasai perusahaan, biarkan saja,”
Kepergian ayah Satrio diikuti istri, anak dan menantunya.
“Om … kenapa jadi begini, aku gak mau perusahaan, aku hanya mau jadi istri mas Juna.” rengek Ayunda.
Namun rengekan itu hanya menjadi angin lalu bagi Bayu dan Hari, bahkan beberapa saat kemudian mereka pun meninggalkan rumah ayah Satrio, tak peduli masih ada masalah kekuasaan yang harus mereka selesaikan. “Ayo pulang … kamu sudah tahu, seperti apa kerasnya om Satrio, dan sampai kapanpun ia tak akan merubah keputusannya begitu saja.”
Dengan terpaksa, Ayunda mematuhi pria yang sejak lama menjadi ayah angkatnya tersebut, walau ia belum merelakan cintanya pergi begitu saja, bersama gadis yang Juna akui sebagai istrinya.
.
.
__ADS_1
apa yang dirasa Ayunda, obsesi atau sesungguhnya cinta ❤😘