
BAB 52
Arjuna pun berlutut di lantai, "maaf… tapi malam itu semuanya terjadi diluar keinginan kami, ada seseorang yang memasukkan obat penenang ke minuman Emira, dan ada seseorang yang memasukkan obat pera ng sang ke botol air mineral ku," Jawab Arjuna lirih, ia mengakui ia telah bersalah, tapi ia tak ingin penyebab ia melakukan kesalahan itu, akan terkubur begitu saja.
Mendengar penuturan Arjuna, membuat Kevin secara otomatis menatap adik kembar nya, tentu yang ditatap mendadak pura pura oon, mengulum senyuman, bahkan memutar bola matanya perlahan, bahkan bersikap tidak tahu apa apa, meskipun sudah lama sekali berlalu, kejadian itu sangat membekas dalam ingatan Kevin, bagaimana ia menghabiskan malam pertamanya bersama sang istri dalam kondisi mabuk plus dikuasai obat pera ng sa ng, sungguh kerugian berlipat lipat, karena ia sama sekali tak ingat bagaimana nikmat nya, yang di inginkan tubuhnya saat itu hanyalah melepaskan hasrat nya yang sudah sampai ke ubun ubun.
# ada yang belum baca kisahnya bang Kevin? silahkan mampir ke MKW.
"Tolong percayalah, sungguh aku bersumpah, malam itu aku hanya minum air mineral, tidak minum sirup, tidak minum soda, apalagi alkohol, aku bahkan membawa bukti bahwa ada yang sengaja mencampur air mineral ku
dengan obat pera ng sa ng,"
"Sebaiknya bukti yang kamu bawa cukup masuk akal, karena aku tak segan menyeretmu ke kantor polisi atas tuduhan pe me r ko s aan." Desis daddy Alexander penuh penegasan.
Arjuna membuka ransel yang sejak tadi menggantung di pundaknya, ia mengeluarkan selembar amplop berwarna putih, kemudian mengangsurnya ke atas meja, "aku membawa sisa air mineral ku malam itu ke lab, dan ini hasilnya,"
Tanpa menunggu lama, kevin menyambar amplop putih tersebut, beberapa saat membaca hasilnya Kevin menatap iba pada adik dan anak didiknya.
"Bagaimana hasilnya?" Tanya mommy Stella penasaran.
Kevin mengulurkan kertas yang baru saja ia baca, serupa dengan Kevin, mommy Stella pun terkejut melihat hasil lab tersebut, benar adanya di dalam sana tertulis, bahwa air mineral Juna memang sudah terpapar obat Pera ngsa ng, bahkan dengan jumlah dosis yang cukup tinggi. "Bagaimana sayang?" Tanya daddy Alex penasaran, ia sama sekali tak mengerti dengan bahasa medis, jadi ia cukup bertanya pada sang istri bila tak memahami istilah medis.
Mommy Stella mengangguk pelan, pasrah dengan hasil yang tertulis dalam kertas tersebut, Kini kertas tersebut berpindah ke tangan Emira, dan air matanya mengalir semakin deras, 'siapapun kamu pelaku nya aku akan mencari keberadaanmu, dan aku pastikan akan menghajarmu dengan tanganku sendiri,' janji Emira dalam hati kecilnya, tangannya merem as kuat kertas putih tersebut.
"Kembali lah ke kursi mu nak," Pinta mommy Stella pada sang putri.
"Tidak mom, aku mau di dekat mommy dan daddy," Pinta Emira, manja seperti biasa, merasa bahwa hanya berada diantara kedua orang tuanya, ia bisa mencari perlindungan.
Arjuna kembali duduk di tempatnya semula, tapi masih dengan kepala menunduk, setidaknya ia bisa sedikit merasa lega setelah berhasil membuktikan bahwa dirinya tak seratus persen bersalah.
"Bagaimana pak Satrio?" Tanya daddy Alex selaku penanggung jawab Emira.
"Saya pasrahkan semuanya pada anda pak Alex, karena saya yakin anda dan saya mulai menemukan satu kesepakatan, dan sebagai pihak lelaki, kami tak ingin lari dari tanggung jawab." Jawab Ayah Satrio dengan penuh penegasan.
__ADS_1
Membuat Emira dan Arjuna sama sama celingukan mencoba mencari pemahaman, atas kalimat kedua orang tua mereka.
"Baiklah… saya tak ingin menunda, kita selesaikan semuanya saat ini juga, agar tak ada masalah lain di kemudian hari,"
Emira semakin tak paham dengan maksud kalimat daddy Alex. "Apa maksud daddy?" Tanya Emira setengah berbisik.
"Besok pagi kalian harus menikah."
Jika para orang tua sudah siap dengan kalimat yang diucapkan daddy Alex, bahkan Andre dan Kevin pun demikian, maka lain halnya dengan Emira dan Arjuna, keduanya sama sama mendongak terkejut, bahkan Emira menatap daddy Alex tak percaya.
Arjuna tak tahu, bahwa sangat mudah bagi seorang Alexander menyiapkan sebuah pernikahan, ia hanya tak menyangka akan secepat ini.
"Daddy…" Lirih Emira memanggil pria kesayangannya tersebut.
"Daddy akan urus semuanya malam ini melalui koneksi daddy, kalian tinggal datang sesuai jam yang telah disepakati." Ujar daddy Alex tegas, dingin bahkan sedang tidak dalam mode jahil seperti hari hari biasanya.
"Baik om," Jawab Arjuna dengan keyakinan penuh, ia sudah harus siap mengambil alih tanggung jawab atas Emira dari keluarga nya.
.
.
.
Malam itu usai keluarga Arjuna berpamitan, seperti biasa Alex dan Stella menikmati teh hangat sebelum mereka tidur.
Stella mengusap tangan suaminya, kemudian tersenyum ketika pandangan mereka bertemu, "memikirkan apa hmmm?"
"Memikirkan sesuatu yang lucu, sekaligus miris."
"Emira?"
"Iya."
__ADS_1
"Ada apa?"
"Aku sedang berpikir, ada dendam apa othor bulan padaku, hingga aku harus menerima takdir aneh seperti ini."
"Maksudnya?"
"Pernikahan anak anak kita." Jawab Alex sendu, "Masih ingat pernikahan Kevin bermula dari apa?"
Salah paham berkepanjangan, hingga membuat mereka kehilangan dua nyawa berharga.
Mommy Stella jadi tersenyum sekaligus muram, mengingat pernikahan putra sulungnya, "tak sempat pula kita menggelar resepsi pernikahan untuk mereka."
"Lalu pernikahan Andre."
Stella lebih miris lagi, karena sama sekali tak ada tawa bahagia dari kedua mempelai, karena berbarengan dengan datangnya berita duka.
"Dan sekarang Emira." Alex melanjutkan kalimatnya. "Ingin rasanya aku mencincang mereka yang sudah membuat putriku tanpa sengaja menjadi tumbal niat jahat mereka." alex mengepalkan kedua tangannya.
"Setidaknya kita sempat membicarakan rencana pernikahan Emira dengan keluarga calon suaminya," Hibur Stella mencoba membesarkan hati sang suami.
"Aku sudah meminta Hans ke jakarta malam ini juga, setelah pernikahan Emira, aku dan Hans sendiri yang akan menyelidiki siapa biang kerok masalah ini."
.
.
.
Selamat hari senin gaeeess… semangat kembali beraktivitas setelah dua hari kemarin berlibur.
Jangan lupa vote, like, komen, sebagai tanda cinta
Sarangeeeeeee
__ADS_1
💖💖