CLBK Cinta Lama Belom Kelar

CLBK Cinta Lama Belom Kelar
BAB 51


__ADS_3

BAB 51


“Sayang benarkah itu putri kita?” tanya mommy Stella dengan kedua mata berkaca kaca dan bibir bergetar, sebagai seorang Wanita tentu ia merasa hancur dan gagal, jika hal itu benar adanya.


“Sebentar lagi kita akan tahu jawabannya sayang.” Bisik Daddy Alex disertai usapan di punggung sang wanita kesayangannya. 


Emira terbelalak, ia menggeleng kuat, “Tidak mom, jelas sekali itu bukan aku,” Emira mencoba membela diri. “Kumohon percayalah padaku mom." Mohon Emira. 


"Jelas sekali itu bukan kami," Arjuna menegaskan. 


"Bagaimana kamu bisa seyakin itu?" Cecar Ayah Satrio. 


"Kalau itu kami, mana mungkin suara dan gambarnya dibuat buram, ambyar tidak jelas, terlihat sekali jika video itu adalah beberapa video yang disambung." Arjuna berargumen. "Dan lagi malam itu Emira tertidur, tapi di video itu terlihat Jelas pemeran wanitanya terlihat sangat agresif."


Kini Ayah Satrio memijat pelipisnya, sementara mama Yuna menatap Arjuna dengan pandangan yang entah, dirinya bahkan tak bisa mendefinisikan perasaannya saat ini, tapi satu hal yang ia yakini, Arjuna tak akan melampaui batasannya, ia tak akan semudah itu merusak seorang kehormatan seorang gadis. 


Sepersekian detik Andre pun terkesiap, ia menyadari satu hal, kemudian memundurkan video berdurasi lima menit tersebut, "iya mereka benar, yang ada di sana bukan Emira dan Arjuna," Andre menyadari Hal yang remeh yang tak disadari si pembuat video. 


"Kamu Yakin itu? Apa alasannya nak?" Tanya ayah Satrio. 

__ADS_1


"Dekorasi kamar nya tuan," Jawab Andre yakin. 


"Dekorasi kamar???" Tanya Ayah Satrio semakin penasaran, memangnya ada orang yang bisa mengingat dekorasi kamar hotel secara detail, rupanya ia tak tahu sedang berhadapan dengan si pemilik hotel. 


"Sebelumnya mohon maaf, bukan kami bermaksud pamer, tapi hotel tempat kejadian perkara adalah milik keluarga kami, Twenty Five Hotel,"


Ayah Satrio seketika terbelalak, sekian lama berkecimpung di dunia bisnis, tentu ia tak asing dengan tuan Alexander Geraldy, tapi ia belum pernah bertemu secara langsung, dan malam ini akhirnya ia bisa berhadapan langsung dengan orang tersebut, sayangnya situasinya sungguh diluar kehendak mereka semua. 


"Saya tahu sekali karena saya sendiri yang memilih lukisan di hotel kami, tempat kejadian di video ini ada di lantai 5, saya sengaja memesan lukisan dengan gambar sama setiap satu lantai, jadi lukisan di lantai satu dan lantai dua jelas berbeda, bahkan saya sangat hafal, yakin seratus persen, di hotel kami tak ada lukisan dengan gambar menara Eiffel." Andre kembali menghentikan video tepat di area yang menampakkan lukisan, tentunya di zoom in pada gambar lukisan, agar gambar yang tak patut di lihat itu tetap tersembunyi. 


Semua orang di ruangan tersebut bernafas lega, termasuk Kevin yang semula sudah mengepalkan tangannya hendak menghajar Arjuna. 


"Jadi apakah malam itu tidak terjadi apa apa diantara kalian?"


Seketika tanpa di komando, wajah Arjuna dan Emira pucat pasi, bahkan bibir mereka terkunci rapat tanpa sanggup untuk digerakkan, jelas sekali mereka masih ingin menutupi apa yang terjadi, tapi kemudian air mata Emira menjadi jawaban yang membuat seisi ruangan terkejut, Emira tiba tiba menangis sesenggukan, ia bahkan bergerak cepat bersimpuh di hadapan mommy Stella dan daddy Alex. 


"Maaf daddy…  maaf mommy…  aku sudah menghancurkan kepercayaan kalian, tapi sungguh, aku tak tahu apa apa, karena aku dalam kondisi tidak sadar." 


"Arjuna!!!" Kali ini Kevin yang berteriak keras menunjukkan taringnya, jika sejak tadi ia hanya diam, kini ia angkat bicara, karena sungguh tak menyangka, anak didiknya sudah menunjukkan perilaku tak bermoral. "Katakan yang sejujurnya, atau aku akan menghajarmu saat ini juga!!!" 

__ADS_1


Sama seperti Emira Arjuna pun gemetaran, rasanya tubuhnya sudah tak lagi berpijak di bumi, ingin mengudara sejauh jauhnya agar ia bisa menghilang saat ini juga. 


"Mohon maaf pak, jika saya membentak Arjuna demikian, karena di rumah sakit, dia adalah salah satu anak didik saya, maka jika ada kejadian seperti ini saya sebagai pembimbingnya akan menegur dengan keras." ucap Kevin santun pada kedua orang tua Arjuna.


Ayah Satrio tak marah atau pun protes dengan Kevin, beliau hanya mengangguk dengan bijak, karena tak perlu waktu lama jika ingin mahir ilmu alam atau ilmu berhitung, tapi perlu waktu seumur hidup untuk belajar ilmu adab, sopan santun dan tata krama.


Arjuna pun berlutut di lantai, "maaf… tapi malam itu semuanya terjadi diluar keinginan kami, ada seseorang yang sengaja memasukkan obat penenang ke minuman Emira, dan ada seseorang yang entah siapa lagi, memasukkan obat pera ng sang ke botol air mineralku," Jawab Arjuna lirih, ia mengakui ia telah bersalah, tapi ia tak ingin penyebab ia melakukan kesalahan itu, akan terkubur begitu saja. 





Tarik nafas dulu gaes… senam jantungnya  kita lanjut lagi besok… malam ini biarkan menggantung dulu… 


🤓😁


Sarangeeee 

__ADS_1


💕💕


__ADS_2