CLBK Cinta Lama Belom Kelar

CLBK Cinta Lama Belom Kelar
BAB 58


__ADS_3

BAB 58


Emira tak menghiraukan panggilan Juna, ia justru menutup kedua telinganya dengan telapak tangan, rasanya telinganya masih gatal mendengar sebutan ‘Yang’ dari Arjuna.


Seketika otak jahilnya bereaksi, “Ikuut …”


Emira berhenti di depan pintu, “Mau kemana?”


“Tidur kan?” Jawab Juna polos tapi pede.


“Gak boleh … tidur di kamarmu.” interupsi Emira.


“Ini kan kamarku juga …”


“Kamu bilang ini kamarku?”


“Kan kita udah nikah, kamarmu ya kamarku juga.”


Emira cukup terkejut mendengarnya, Emira merinding sendiri, ketika sekejap saja pikirannya sudah membayangkan apa yang akan terjadi jika mereka benar benar akan tidur satu kamar.


“Tapi … tadi kamu bilang akan memberikan aku waktu kan?”


“Iya benar, tapi tidak dengan masalah kamar kan?”


Emira benar benar kehabisan kata kata, Arjuna bahkan mendahuluinya masuk ke kamar, dengan santai melepas kemeja nya, Emira berpaling sesaat. 


“Pakai baju mu.”  


“Aku tak bisa tidur jika pakai baju.”


“Bohong … biasanya di rumah sakit kamu tidur dengan pakaian lengkap.”


“Karena di rumah sakit, aku tidak benar benar tidur pulas.” 

__ADS_1


“Jangan macam macam !!” 


“Ya ampun … nggak yang … masa kamu gak percaya aku sih?” jawab Juna santai.


Kemudian merebahkan tubuhnya diatas kasur, Arjuna bahkan menepuk tempat kosong di sisi nya, mengundang Emira untuk segera datang mendekat ke arahnya.


“Tidurlah dulu, aku tak bisa tidur jika belum mandi.” Jawab Emira, hanya alasan saja, ia ingin memastikan Arjuna benar benar tertidur dengan berlama lama di kamar mandi, setelah menghabiskan tiga puluh menit di kamar mandi, gadis itu keluar kamar mandi dengan tubuh lebih segar dan melihat Arjuna sudah terlelap dengan posisi memunggungi nya, rupanya Arjuna tak berbohong, ia bahkan sudah berganti dengan celana pendek, namun tetap tak mengenakan apapun untuk menutup tubuh bagian atasnya.  


Pelan pelan ia menempati tempat kosong di samping suaminya, lelah sungguh, tak ingin memikirkan yang lain, langsung memejamkan matanya, dan terlelap sesaat setelah merebah, efek tubuh yang sudah segar usai mandi, bahkan terlupa menyalakan alarm, hingga kehebohan sore itu kembali tercipta.


Arjuna yang pertama kali membuka mata, beradaptasi sesaat dengan atmosfer sekitar yang terasa berbeda, ada aroma baru yang menggelitik indera penciumannya, dan kini ada wajah cantik yang ia tatap sesaat setelah membuka mata, wajah blasteran, hidung mancung, kulit putih kemerahan, dengan rambut campuran hitam dan kecoklatan, sungguh cantik menggemaskan, terlebih jika ia sedang mode jutek menyebalkan tapi juga tetap pintar dalam segala hal, bagaimana bisa Juna tak menaruh hati pada nya, masih di posisinya saat ini, Juna mengulurkan jari tangannya, ia menyingkirkan anak rambut yang membingkai wajah Emira. “Cantiknya kamu istriku …” 


Belum sempat Juna melanjutkan kalimat nya, tiba tiba Emira membuka mata, dan ia dibuat terkejut karena wajah Arjuna yang begitu dekat dengannya. 


“Aaaaa …” teriak Emira terkejut, ia hendak berjingkat, tapi Arjuna dengan sigap menahan tubuhnya.


“Jangan bergerak kalau tak ingin jatuh.” Juna mengingatkan.


“Oke … tapi bisakah kamu menjauh,”


Blush … wajah Emira memerah, “Apaan sih … nggak mau,” tolak Emira tegas.


Penolakan Emira, laksana sebuah tantangan untuk Arjuna, ia menarik Emira semakin merapat ke pelukannya, bahkan sengaja menahan kedua kaki Emira agar gadis itu tak bisa melakukan perlawanan.


“Pilih … kamu yang menciumku, atau aku yang menciummu.”


“Nggak !!!” tolak Emira sekali lagi, “plis jangan begini, kamu membuatku semakin gak nyaman.” lanjutnya.


Arjuna masih menunggu dengan sabar, walau ia sendiri mulai merasa tubuhnya bereaksi, "minggir, dan jangan berani berani mencuri ciuman dariku?"


"Oh yah, aku bahkan sudah pernah mencuri ciumanmu berkali kali."


"What??!!! Kapan itu??"

__ADS_1


"Rahasia… hanya aku dan tuhan saja yang tahu." Jawab Juna penuh kemenangan. "Baiklah, karena kamu tak mau, jadi aku aja yang cium."


"Jawab dulu pert…"


Cup… ia mengecup sekilas Bibir Emira yang kini mulai menuntut jawaban, namun Juna tak peduli, ia melepaskan pelukannya, kemudian berjalan menuju kamar mandi, Emira masih tertegun meraba bekas ciuman Arjuna, ini pertama kalinya ia merasakan ciuman lelaki itu, tapi kenapa hati nya tak berdebar debar atau bahkan merasakan ada kupu kupu berterbangan di sekitarnya.


.


.


.


Gunawan meremas kertas yang berisi hasil penyelidikan anak buahnya, pasalnya tertulis di sana gadis itu bahkan tak memiliki latar belakang keluarga yang menarik, namanya Mira Elea, anak dari salah seorang ART yang bekerja di kediaman keluarga Geraldy, dan hingga kini keberadaannya di mana tak lagi di ketahui, bahkan keluarga Geraldy sudah meninggalkan rumah lama mereka, penyelidikan berhenti di sana karena keluarga Geraldy begitu rapat menyembunyikan akses informasi anggota keluarga mereka, bahkan idenitas  para pekerja yang berada di sana pun aman terlindungi, tak bisa sembarangan diakses oleh orang luar.


drrrrrt


drrrrt


drrrrt


Ponsel Gun bergetar, sebuah informasi baru kembali datang.


Foto foto bahagia sebuah pernikahan, “Si al …” maki Gun seorang diri, bukannya membuat keluarga suami Yuna terpuruk, Satrio justru berhasil menikahkan putranya dengan anak perempuan Alexander Geraldy, bahkan setelah bertahun tahun dirinya bergelut di dunia bisnis perhotelan, tak mampu ia menjangkau pemilik Twenty Five Hotel tersebut, tapi Satrio bahkan mampu melangkah lebih maju dibandingkan dengan dirinya, “tidak cukupkah hanya Yuna saja yang ia ambil dariku??!!”


.


.


.


bulan baru gaeess... para othor superstar sudah launching karya baru, othor punya ide karya baru, mau di launching, tapi takut nanti keteteran, takut reader karya baru mereog, Thor jangan apdet 3 hari sekali dong...


jadi gimana gaess, kisah para bocah gembul menggemaskan versi remaja, sebaiknya di launching kapan??

__ADS_1


💛💛💛


__ADS_2