CLBK Cinta Lama Belom Kelar

CLBK Cinta Lama Belom Kelar
BAB 124


__ADS_3

BAB 124


D - Day


Hari ini pun tiba, Hari bahagia, bagi semua, bagi para karyawan hotel hari yang sibuk, dan melelahkan, karena mereka akan bertugas sejak pagi mungkin hingga tengah malam.


Bahkan puluhan kamar hotel sengaja dikosongkan, agar para tamu undangan yang berasal dari luar kota, dan luar negeri bisa menginap disana, sang tuan besar benar benar sedang bahagia, karena tak sedikit dana yang ia keluarkan untuk pesta pernikahan putri kesayangannya.


Sementara itu di lantai paling atas, lantai yang dikhususkan untuk anggota keluarga Geraldy, Emira dan Arjuna tengah menyantap sarapannya, kedua nya sengaja tidak keluar kamar, mengingat harus menyiapkan banyak energi untuk hari ini, usai sarapan MUA akan datang dan merias kedua nya, bahkan hari sebelumnya, pihak butik sudah mengirimkan sepasang gaun pengantin yang akan mereka kenakan di hari bersejarah mereka yang kedua.


“Ini … minum dulu susunya,” juna mengulurkan susu ibu hamil untuk sang istri, “kamu pasti akan kelelahan hari ini,” ujar Juna ketika Emira menyesap pelan susu nya.


Emira tersenyum, “Kan ada kamu mas,”


“Tetap saja aku khawatir yang, tamu tamu daddy tak main main jumlahnya, hampir sepuluh ribu undangan, seribu saja tak bisa kubayangkan betapa banyaknya, apalagi ini sepuluh ribu.”


“Resiko punya mertua konglomerat mas, daddy bilang dulu di hari pernikahannya, ia baru bisa kembali ke kamar selepas tengah malam,”


Arjuna menarik nafas kemudian menghembuskannya perlahan, “Iya lah … sepertinya aku harus bersungguh sungguh memamerkan diriku, yang beruntung ini, karena mendapatkan seorang bidadari sebagai istriku.”


“Hahaha … jangan berlebihan mas, aku tidak secantik itu.”


“Tapi bagiku demikian, kamu benar benar mengalihkan duniaku.” Arjuna mendekap dan menghujani wajah Emira dengan ciuman, tak pernah bosan rasanya, keduanya masih berpelukan di sofa malas, menanti para MUA datang, ditemani drama Action Romance favorit Emira.


.


.


Kehebohan di lantai atas Twenty Five Hotel benar benar terasa, rupanya sepuluh MUA terasa masih kurang karena ternyata Keluarga Geraldy memiliki anggota yang sangat banyak, suasana pagi yang heboh, tapi syukurlah semuanya selesai tepat waktu di saat yang tepat. 


Kini mereka bergerak ke lantai bawah tempat Ballroon berada karena beberapa menit lagi acara akan segera dimulai, Arjuna menggenggam erat tangan sang istri, mencari kehangatan di sana, karena tangannya terasa dingin, ia tak menyangka hanya merayakan pernikahan saja membuatnya se nervous ini, padahal ketika Juna menjadi dokter utama di ruang operasi, rasanya tak se menegangkan ini, berkali kali ia menarik nafas gelisah. 


“Mas … santai dong … nanti tampannya berkurang,” Goda Emira.


Beberapa MUA yang ada di dalam Lift tersebut ikut tersenyum mendengarnya.


“Iya aku terlalu nervous karena berdampingan dengan seorang bidadari.” balas Juna dengan mengedipkan sebelah matanya, kemudian telapak tangannya mengusap perut Emira, “Sayang … kamu baik baik di dalam yah, hari ini kita lelah bersama sama, jangan bikin mama mual, oke?” 


“Oke papa.” jawab Emira dengan suara menyerupai suara anak kecil.

__ADS_1


Pintu Lift terbuka, dan …


“Uncle … !!!”


“Aunty … !!!” 


Barisan enam bocah manis nan lucu, cantik, serta tampan menyambut Juna dan Emira, sepasang pengantin baru itu tersenyum lebar menyambut hebohnya suara mereka, terlebih anak anak itu benar benar sudah menjadi soulmate di hati Juna, mereka pun demikian, tanpa ragu dan segan membagi rahasia serta menanyakan apa saja pada uncle kesayangan mereka tersebut.


“Haiii …” Arjuna menyambut dengan mengulurkan kepalan tangannya, satu persatu mereka membalas dengan kepalan tangan pula, kemudian Juna berlutut agar tingginya sejajar dengan mereka.


“Waaahhh tampan tampan dan cantik cantik.” puji Juna tanpa segan.


“Uncle juga sangat tampan,” puji Bee, yang kini sudah mengusap kedua pipi Juna dengan telapak tangannya. 


“Waahhh aunty cemburu loh, masa hanya uncle saja yang tampan.” ujar Emira pura pura cemberut.


Luna berjalan mendekati dang aunty kesayanngan, “Aunty juga cantik, persis seperti princess, di buku dongeng yang sering kubacakan untuk aunty.” Puji Luna tanpa segan. 


Emira pun ikut berlutut, kemudian memeluk si cantik kesayangannya tersebut. “Ini bunga untuk aunty dari kami.” Daniel mengulurkan buket bunga ketangan Emira.


“Cantik sekali, thank’s hansom boys.”


Emira menggeleng, “Belum … ayo peluk aunty …” Emira merentangkan kedua tangannya, serta merta keempat pria muda geraldy memeluk Emira secara bersamaan.


“Anak anak ayo bersiap!!” Seru Gadisya yang tergopoh gopoh mendatangi anak anaknya yang masih sibuk berpelukan dengan sang aunty dan uncle mereka. “Tuuh kan make up aunty jadi berantakan gara gara kalian.” 


“Kami tidak salah mah, aunty ingin pelukan dari kami.” protes Daniel tak ingin disalahkan.


“Benar kak, aku yang ingin memeluk mereka, kenapa mereka cepat besar, bisakah kakak ipar mengembalikan mereka ke perut, agar kembali menjadi bayi? aku masih rindu menggendong dan memeluk mereka semua.” ucap Emira seraja mengeringkan air matanya.


Arjuna dan Gadisya hanya tersenyum mendengar gurauan Emira, “Kamu ini ada ada saja, sebentar lagi kalian juga memiliki bayi,”


“Ah iya …” Emira reflek mengusap perutnya yang masih rata. 


Salah seorang EO mengarahkan Arjuna dan Emiira ke pintu depan Ballroom tempat acara berlangsung, beberapa rangkaian bunga dari relasi bisnis Alexander dan teman teman kedua mempelai menyambut kedatangan mereka, Alexander masih berbincang dengan Alan di depan pintu Ballroom, senyum mereka mengmbang menyambut kedatangan kedua mempelai.


“Dokter Juna Selamat yah.” Alan menyalami Arjuna, sang dokter muda berbakat yang ia kenal ketika mengisi seminar medis di rumah sakit, ternyata menjadi menantu sahabatnya.


“Kenalkan ini dokter Alan ini Sahabat, sekaligus teman sekolah daddy.” Alex memperkenalkan sang sahabat pada menantunya.

__ADS_1


“Kami sudah pernah bertemu di rumah sakit dad..” jawab Juna.


“Oh iya … waaahhh kebetulan yang menarik.” jawab juna yang masih belum melepaskan genggaman tangannya, “Terimakasih sudah datang dok, suatu kehormatan bagi kami, menerima ucapan selamat dari seorang dokter hebat seperti anda.”


Jabat tangan berakhir, dua orang EO membawa Juna memasuki Ballroom, walau ini hanyalah pesta perayaan pernikahan, tak bisa di pungkiri Arjuna merasakan suasana teramat tegang.


Arjuna berdiri di panggung utama diapit Kedua orang tuanya, sementara Emira masih berdiri di depan pintu diapit pula oleh kedua orang tuanya, hari ini adalah perayaan simbolis, bahwa Alexander dan Stella menyerahkan putri bungsu mereka pada seorang pria yang akan mencintai, menjaga, dan  membahagiakan nya seumur hidup. 


Musik pernikahan di mainkan, pandangan mata para tamu langsung tertuju ke pintu utama.


Luna dan Bee berjalan paling depan membawa kelopak bunga yang akan ditabur sepanjang perjalanan menuju panggung utama, di susul kemudian mempelai perempuan diapit oleh kedua orang tuanya, sementara di barisan paling belakang, keempat pria muda Geraldy memegang ekor gaun Emira.


Tepuk tangan menggema di setiap penjuru ruangan, tak ada bayangan duka, yang ada hanyalah senyum lebar dan tawa bahagia.


Mempelai wanita tampak memukau, wajahnya yang cantik, bertamba cantik berseri karena efek hormon kehamilannya, gaun pengantin mewah membalut tubuhnya, bagian pinggang ke bawah sengaja dibuat mengembang, agar tonjolan kecil di perutnya tak terlihat jelas.


Sementara mempelai pria memakai tuxedo serupa dengan warna gaun Emira, walau wjahnya tegang tapi tak mengurangi aura tampan dan percaya dirinya.


Sampai di panggung utama, daddy Alex tak serta merta menyerahkan sang putri pada suaminya, tapi pria itu meminta mikrofon, karena ada yang ingin ia sampaikan pada kedua mempelai.


Daddy Alex tersenyum, sebelum mulai berbicara. 


“Putriku tercinta, putriku yang paling berharga,” Baru memulai kalimat pertamanya, daddy Alex sudah meneteskan air mata bahagia nya.


"Rasanya masih sangat segar dalam ingatan daddy, seperti baru kemarin terjadi."


“Dua puluh lima tahun yang lalu, ketika daddy mendengar jerit dan tangis mommy mu, disusul kemudian mendengar tangisanmu, daddy tak menyangka bahwa kamu yang dulu begitu kecil ketika berada di pelukan daddy, dengan cepat tumbuh besar, dan sekarang ada seorang pria yang menikahimu, daddy berharap kamu tak akan lupa, bahwa sejak hari pertama kamu lahir ke dunia, kamu akan selalu menjadi mutiara berharga bagi daddy, daddy mencintaimu anakku, putriku, kesayanganku, terima kasih karena telah membuat mommy dan daddy menjadi sempurna, terima kasih karena telah lahir menjadi putri daddy.”


Emira tak peduli pada riasan wajahnya, karena kini kedua matanya sudah banjir air mata haru.


“Arjuna … daddy titipkan kesayangan daddy padamu, jaga dia, sayang dan cintai dia melebihi kasih sayang kami sebagai orang tuanya, tegur dia bila salah, mengertilah jika dia tak mau mengalah, dan tetaplah berada di sampingnya bila dia tengah susah.” 


Arjuna maju beberapa langkah, kini ia berhadapan langsung dengan sang mertua, ia mengangguk dengan yakin, tak ada keraguan dalam sorot matanya, Arjuna memeluk sang mertua, “Aku janji daddy, aku akan menjaga dan mencintainya seumur hidupku.”


“Terima kasih nak …” pelukan kedua pria itu sungguh erat, bahkan keduanya menangis haru, begitu para tamu undangan yang hanyut dalam suasana haru.


Tepuk tangan kembali menggema, wajah Mommy Stella bahkan sudah banjir air mata bahagia, bukan hanya mommy Stella, tapi banyak tamu undangan pun tanpa segan mengeringkan air matanya dengan tissue. 


Selanjutnya daddy Alex menyerahkan tangan Emira pada Arjuna, “Berbahagialah kalian, daddy dan mommy akan selalu mendoakan kalian.” 

__ADS_1


“Daddy …” Kini Emira menyandarkan kepalanya ke hangatnya pelukan daddy Alex, perasaan nyaman ini, tak akan pernah tergantikan, bahkan pelukan suaminya sekalipun, karena ia selalu merasa menjadi putri kecil jika berada di sana.   


__ADS_2