CLBK Cinta Lama Belom Kelar

CLBK Cinta Lama Belom Kelar
BAB 50


__ADS_3

BAB 50


Malam itu, suasana kediaman keluarga Geraldy sungguh mencekam, bertambah seram campur tegang, manakala kedua orang tua Arjuna benar benar datang memenuhi undangan Daddy Alex, kedua Pria matang itu saling bersalaman, begitupun istri istri mereka, tak ada senyum ramah, yang ada adalah senyuman sebagai tanda formalitas semata, karena masalah kedua anak mereka benar benar membuat keduanya shock.


“Sebelumnya saya mohon maaf pada pak Satrio dan bu Yuna, karena mendadak mengundang anda berdua, bahkan dengan cara yang kurang sopan,” daddy Alex membuka pembicaraan.


“Tak masalah pak Alex, karena tadi pun saya meminta Arjuna pulang karena ingin mengetahui siapa gadis yang ia bawa ke kamar hotel tersebut, kebetulan sekali anda mengatakannya pada saya, jadi kita bisa menanyakan langsung pada mereka berdua.” jawab Ayah Satrio dengan suara pelan, namun didalam hati ia sungguh malu dengan kelakuan putra sulungnya.


Kepala Juna menunduk semakin dalam, sibuk memainkan kuku kuku tangannya, ia bingung bagaimana cara menjelaskan masalah yang datang secara tiba tiba ini.


Kini semua mata menatap tajam kearah Arjuna dan Emira, seolah ingin menguliti keduanya hidup hidup tanpa ampun.


Ayah Satrio mengangsurkan sebuah USB ke hadapan Arjuna, “Ayah menerima ini sore tadi, jelaskan apa benar kalian yang ada di video itu.”


“Apa ini yah?”


“kalau kamu ingin tahu, buka saja sendiri, ayah bahkan tak sanggup melihatnya hingga akhir.” jawab ayah Satrio dingin, ia bahkan ingat ancaman si pengirim Video tersebut, yang akan membeberkan video tersebut, demi menghancurkan reputasi perusahaannya, serta menghancurkan harga saham DENt PHARMATION. 

__ADS_1


Mama Yuna mengusap lengan suaminya, mencoba menenangkannya.


“Permisi Tuan, boleh saya buka videonya,” Andre meminta izin pada Ayah Satrio sebelum membuka USB seukuran jari telunjuk tersebut.


“Silahkan.” Ayah Satrio mempersilahkan.


Suasana mencekam itu agak sedikit teralihkan karena tiba tiba Kevin datang dari pintu utama sambil bersiul, tanpa tahu bahwa di dalam ruang tengah ada banyak pasang mata yang kini tertuju padanya.


“Oh … ada tamu rupanya?” sapanya dengan wajah penuh senyum, tapi senyum itu agak pudar ketika melihat seorang yang sangat ia kenal.


“Arjuna?? kamu benar benar menyukai adikku rupanya.” tembak Kevin tanpa perasaan, bahkan ia sama sekali tak tahu menahu situasi yang tengah memanas di rumah kedua orang tuanya.


Begitu pun Emira, ingin rasanya ia melempar bantal ke wajah abang sulungnya tersebut, agar sesaat ia berhenti bicara yang tidak tidak.


Andre membungkam mulut saudara kembarnya tersebut, “Sebaiknya kamu diam, sebelum mempermalukan dirimu sendiri.” 


Kemudian Andre menyeret saudara kembarnya tersebut agar ikut duduk di sofa bersamanya.

__ADS_1


Andre mengarahkan remot kearah TV dan video berdurasi kurang dari lima menit itu pun mulai menampilkan isi didalamnya.


Bermula dari Arjuna keluar dari Lift menggendong Emira yang sudah tertidur lelap, kemudian terlihat jelas ia membawa gadis itu masuk ke sebuah kamar, di slide berikutnya dengan gambar yang sudah diburamkan ada dua manusia berlainan jenis sedang memadu cinta, sontak seisi ruangan memalingkan wajah, Andre dengan sigap mempercepat adegan tersebut, dan di slide terakhir terlihat Emira yang buru buru pergi seorang diri, beberapa saat kemudian Arjuna pun pergi seorang diri, video berakhir.


Mommy Stella nampak berusaha keras menahan air matanya, mendadak ia kesulitan bernafas, baru kali ini ia melihat video semacam itu, bahkan untuk sementara ini ada dugaan putrinya lah yang menjadi si pemeran wanita. 


Daddy Alex hanya menghela nafas berat, ingin rasanya ia memaki si pembuat video asusila tersebut, kemudian memberinya pelajaran yang gak akan pernah ia lupakan.


“Sayang benarkah itu putri kita?” tanya mommy Stella dengan kedua mata berkaca kaca dan bibir bergetar, sebagai seorang Wanita tentu ia merasa hancur dan gagal, jika hal itu benar adanya.


“Sebentar lagi kita akan tahu jawabannya sayang.” Bisik Daddy Alex disertai usapan di punggung sang wanita kesayangannya. 


Emira terbelalak, ia menggeleng kuat, “Tidak mom, jelas sekali itu bukan aku,” Emira mencoba membela diri. “Kumohon percayalah padaku mom." Mohon Emira. 


.


.

__ADS_1


.


???


__ADS_2