Dendam Jadi Cinta

Dendam Jadi Cinta
Episode 100


__ADS_3

Keesokan harinya,,


Geri sengaja bangun pagi-pagi dan langsung pergi naik taksi menuju rumah Leya untuk menjemput Leya dan membawanya bertemu dengan keluarganya.


Ia juga sudah mengirim pesan pada Leya jika dirinya sedang dalam perjalanan menuju rumah Leya untuk menjemputnya.


Kini Geri sudah sampai di rumah Leya. Ia langsung turun dari taksi dan masuk kedalam rumah Leya. Kebetulan semua tampak sedang berkumpul dan sarapan bersama disana.


" Pagi semuanya " ucap Geri sambil tersenyum menyapa semua keluarga Leya


" Pagi " ucap mereka


Refa dan Lia tampak heran dengan kehadiran Geri karena Memeng sebelumnya mereka belum pernah bertemu.


" Dia siapa " tanya Lia pada Leya yang tampak senang dengan kehadiran Geri.


" Dia pacarnya Leya " ucap Reza dengan wajah kesalnya


" Astaga kenapa kita tidak tahu " ucap Refa pada Lia


" Ia benar " ucap Lia melihat wajah Leya


" Sudah-sudah kalian jangan berisik, Geri sini nak sarapan bareng kita " ucapnya Mey-mey


" Tidak tante " ucap Geri tampak malu


" Ayo sini sarapan bareng ayah " ucap Farel


" Duduk lah nak " ucap Leo


Kini Geri tidak bisa menolak lagi, ia langsung duduk di samping Leya dan sarapan bersama dengan mereka. Tampak Leya mengambilkan sarapan untuk calon suaminya itu.


" Kamu mau makan roti atau nasi goreng " tanya Leya


" Aku mau makan roti saja " ucap Geri


Refa dan Lia merasa senang dengan pemandangan yang mereka lihat, karena sebelumnya Leya tidak pernah membawa laki-laki ke rumah dan mengenalkan pacar pada mereka.


" Cie,, cie " goda Refa dan Lia pada Geri dan Leya


" Berisik " ucap Reza


" Ish sirik aja " ucap Lia


Leya langsung mengambilkan roti dengan selai coklat untuk Geri, dengan senang hati Geri langsung memakan sarapan yang di buatkan Leya.


" Kalian mau kemana sudah rapi begini " tanya Reza


" Oh ia Tante, ayah, Oma dan Kakek dan semuanya, saya mau ijin membawa Leya bertemu dengan kedua orang tua saya " ucap Geri


" Orang tua kamu sudah berada di negara ini " tanya Leo


" Ia Kakek, mereka sampai kemarin malam " ucap Geri


" Baiklah, tapi kamu jangan lupa bawa mereka kesini " ucap Farel


" Ayah " ucap Leya dengan wajah tidak setujunya

__ADS_1


" Kenapa nak " ucap Farel bingung


" Orang tua Geri kan baru sampai ke negara ini, masa sudah bertemu dengan ayah dan ibu saja.. jangan terburu-buru " ucap Leya


" Kamu tenang saja, aku pasti akan mempertemukan orang tua mu dengan orang tua ku secepatnya " ucap Geri sambil tersenyum melihat wajah kekasihnya itu


" Lihatlah Geri saja tidak protes " ucap Farel


" Sudah-sudah kita lanjutkan sarapannya " ucap Sisil


Mereka langsung menyantap sarapannya dengan lahap. Setelah selesai Refa, Reza dan Lia langsung pergi dari sana menuju tempat kerja mereka masing-masing. Sedangkan Leya dan Geri langsung pergi juga dari rumah keluarga Leya menuju apartemen miliknya.


Mereka pergi menggunakan taksi yang sebelumnya sudah ia pesan terlebih dahulu. Sepanjang perjalanan tampak wajah Leya gelisah perasaannya kini tak menentu ia takut jika Tante Mariam tidak suka padanya.


" Kamu kenapa sayang " tanya Geri


" Aku sedikit gugup bertemu dengan Tante Mariam " ucap Leya


" Tidak usah khawatir, ibu pasti akan menerima mu mulai hari ini " ucap Geri sambil tersenyum dan memegang tangan leya


" semoga saja " ucap Leya


" Oh ia, aku sudah membeli apartemen " ucap Geri memberitahukan hal itu pada Leya orang yang ia anggap penting dalam hidupnya


" Kenapa kamu membeli apartemen di Negera ini " tanya Leya


" Karena negara ini adalah kampung halaman kekasihku jadi akan sering tinggal di negara ini " ucap Geri


" Tapi aku pulang ke Negara ini juga dalam satu tahun bisa di hitung " ucap Leya


" Tidak masalah " ucap Geri


Sesampainya di sana Geri langsung membuka pintu dan mempersilahkan Leya untuk masuk kedalam apartemennya.


" Ayo masuk " ajak Geri


" Terima kasih " ucap Leya masuk kedalam


Geri langsung menuju meja makan, ia melihat kedua orang tuanya sedang sarapan bersama. Geri langsung membawa Leya ke sana.


" Pagi Ayah ibu " ucap Geri membuat kedua orangtuanya langsung melihat kearah suara


" Pagi juga nak, cepat sini kita sarapan bersama " ucap Mariam tampak senang dengan kehadiran putranya itu.


" Tidak Bu, aku sudah sarapan tadi " ucap Geri


" Kalua begitu kamu duduk nak " ucap Mariam


" Bu, ayah aku membawa seseorang " ucap Geri sambil tersenyum


" Kamu membawa siapa " tanya Gino heran


" Lihat ini siapa yang aku bawa " ucap Geri membawa Leya kehadapan kedua orangtuanya.


" Leya " ucap kedua orang tuanya Geri.


" Pagi Om dan Tante " ucap Leya dengan ramah menyapa keduanya.

__ADS_1


" Kenapa Leya ada disini " Tanya Mariam


" Ayo kalian sarapan bersama kami, duduklah nak " ucap Gino


" Tidak ayah kami sudah sarapan " ucap Geri melihat wajah sang ibu yang tampak berwajah masam


" Om, Tante aku tunggu di ruang tamu saja " ucapnya Leya agar ia tidak terlalu canggung


" Kamu kenapa... " ucap Geri terpotong


" Kamu temani saja kedua orang tua mu " ucap Leya


" Tapi kamu " ucap Geri


" Tidak masalah " ucap Leya langsung pergi dari sana.


Geri langsung duduk di samping sang ibu, ia melihat wajah sang ibu yang seperti tidak suka pada Leya, mungkin karena dulu Margaret selalu menjelek-jelekan Leya di depan Mariam.


" Bu, kenapa ibu memasang wajah seperti itu di hadapan Leya " ucap Geri


" Harusnya ibu yang tanya sama kamu, kenapa kamu malah membawa dia " ucap Mariam


" Karena Leya calon istri ku, aku sudah melamarnya kemarin " ucap Geri


" Kamu tahu kan kalau ibu tidak suka sama Leya " ucap Mariam


" Bu, Leya tidak seperti yang ibu pikiran, dia orangnya baik " ucap Geri


" Cukup ibu tidak mau dengar kamu membela Leya... ibu lebih setuju kamu bersama dengan Margaret bukan Leya " ucap Mariam


" Apa ibu masih akan beranggapan jika Margaret sebaik yang dia pikir setelah mengetahui kejahatan Margaret.. " batin Geri


" Belum apa-apa sudah bertengkar, bagaimana aku menenangkan Mariam " batin Gino


" Kenapa sih Geri malah memilih Leya di banding Margaret " batin Mariam dengan wajah kesal


.


.


.


.


.


Bersambung...


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....

__ADS_1


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


__ADS_2